
Hari terus berganti Ara telah menyiapkan semua keperluan yang harus di bawa ke Dubai, selain itu dia juga harus menyiapkan dirinya untuk pernikahanya.
Malam itu setelah mengantar Ara pulang dari dinner, dokter Firman dan dokter Aisyah mengajak Ryu untuk membahas hubungan mereka, dan sesuai kesepakatan, mereka berdua akan segera menikah sebelum berangkat ke Dubai, namun Ara tidak ingin pesta yang mewah di kota J, karena nantinya keluarga Ryu akan mengadakan pesta pernikahan di Dubai sesampainya mereka disana.
Sebenarnya Ryu sudah menyarankan untuk menggelar pesta pernikahan di kota J juga, tapi Ara menolaknya, dan akhirnya Ryu memilih mengalah dan menurutinya. Mungkin tidak masalah bagi Ryu untuk mengeluarkan biaya pesta terlebih itu pernikahanya, namun berbeda dengan Ara yang tidak suka pesta, dia hanya ingin pernikahan sederhana mengundang kerabat dan sahabat dekat mereka.
Keluarga dokter Firman juga tidak masalah, karena putrinya menolak untuk pesta pernikahan yang mewah, mereka berduapun tidak bisa berbuat banyak. Pesta pernikahan Ara akan di gelar di Green Orland Vila anda Resort, tentu saja dengan permintaan dari Ryu dan Arapun tidak menolaknya. Ryu berusaha menuruti kemauan istrinya itu, karena baginya apapun tidak masalah asalkan dia mau menikahi dirinya yang sudah menunggunya hampir 22 tahun.
Namun ada seorang yang paling di sibukan oleh mereka berdua yaitu Eric, desainer pria kemayu itu terlihat sangat sibuk karena Ara sang calon pengantin wanita baru menyerahkan desain dua minggu sebelum acara pernikahan mereka di gelar. Dan permintaan dari Ryu yang tidak bisa di tolaknya untuk segera menyelesaikan gaun dan jas yang disesuaikan dengan tema pernikahan mereka garden party.
Eric menjadi sangat sibuk dan urung iringan. Bagaimanapun sibuknya Eric berusaha tetap menyelesaikankannya. Dia harus menyelesaikan dua gaun sekaligus.
Dan hari pernikahan yang di tunggupun kini telah tiba, beberapa kerabat keluarga dokter Firman sudah datang di resort, mereka diperbolehkan menginap sekaligus berpicnik disana, begitu juga dengan sahabat dari Ara mereka yang jauh datang lebih awal bahkan sebelum hari pernikahan di gelar, mereka dimanjakan denga fasilitas gratis dari green Orland. Jarak yang jauh dari kota J menuju Green Orland Vila dan Resort membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan.
Bahkan nyonya Silvia dan Tuan Jonathan yang baru tiba semalam langsung dijemput dengan helly kopter, dan di antar ke resort.
Hari ini Ara begitu cantik dengan gaun desainya sendiri begitu juga dengan jas yang di pakai Ryu.
Semua acara di gelar di Green Orland, setelah akad nikah usai langsung di lanjutkan dengan resepsi yang bertema garden party.
Dekorasi terlihat sederhana namun terlihat mewah.
__ADS_1
Setelah tadi Ryu gemetar saat mengucap janji akad nikah di hadapan dokter Firman sebagai wali nikah, kini dia bisa tersenyum lega, penantianya selama hampir 22 tahun tidaklah sia-sia, cita -citanya sejak kecil hanya ingin menikah dengan Ara, mengajak Ara berkeliling dunia, dan menjalani sisa hidupnya bersama anak-anaknya.
Rei dan Kai mengandeng tangan saudara sepersusuanya dan mengantarkannya ke altar. Disana sudah berdiri sosok El Ryu yang tersenyum menawan, tegap dan berwibawa.
Keluarga dokter Firman beserta bibi An duduk di kursi yang disediakan bersama nyonya Silvia dan tuan Jonathan. Disana juga ada keluarga Lanlan dan juga Joy serta Bisma yang sudah dianggapnya bukan sekadar sahabat tapi lebih seperti kerabat Ara.
Setelah mengantar adiknya ke altar Rei segera bergabung dengan istrinya yang duduk bersama keluarganya, kini usia kehamilan Lanlan sudah berjalan 3 bulan, perutnya mulai membuncit walaupun belum begitu besar.
Terlihat Kevin datang bersama adiknya Clara, Rei dan Lanlan istrinya, bergabung dengan para pria jomblo, Henry, Sergio, Deigo, Kai, Joy dan Bisma serta Kenzo. Berbeda dengan mereka yang jomblo terlihat Dave Morgan datang bersama ibu dan adiknya serta mengandeng seorang wanita dan membuat mereka yang mengenalnya shok. Bagaimana tidak ternyata diam-diam Dave telah menemukan tambatan hatinya yaitu dokter Hanaya, yang tentu membuat Kevin melongo.
Kevin memang jatuh hati pada dokter Hanaya sejak pertama bertemu dengannya di klinik kecil pinggir desa, namun dokter Hanaya menolaknya dengan alasan dia menyukai pria lain, dan ternyata pria yang disukai adalah seorang Dave Morgan, rekan kerjanya.
Kevin berusaha menyembunyikan keterkejutanya, namun mau bagaimana, cinta tidak mengenal siapa yang datang lebih dulu.
''Sepertinya keluarga kita akan segera bertambah Honey'', kata Rei pada istrinya Lanlan yang merupakan saudara sepupu dokter Hanaya.
''Sudah lama, kita sama-sama sibuk'', jawab dokter Hanaya
''Lihatlah aku dan kak Rei sebentar lagi punya anak, dan direktur Orland dan Ara sekarang sudah menikah, aku yakin setelah ini mereka akan produksi anak'', kata Lanlan yang membuat saudara sepupunya itu tertawa.
''Kevin bagaimana Dave bisa membawa dokter Hanaya, apa hubungan mereka'' tanya Henry berbisik pada Kevin.
''Aku tifak tahu, sepertinya mereka akan segera menyusul direktur'' jawab Kevin.
''Kau sendiri bagaimana??, jangan bermain-main terus''ucap Kevin
__ADS_1
''Siapa yang main-main, aku terlalu sibuk, kau sendiri jangan mikirin pekerjaan terus, pikirkan masa depanmu juga, pekerjaan di Orland tidak akan pernah habis, apalagi setelah ini mereka akan berangkat ke Dubai, kau akan semakin sibuk''.
''Benar, untuk itu aku minta adikku membantuku mengurus pekerjaan'', kata Kevin.
''Adikmu cantik juga, apa dia dan adiknya Rei sudah jadian, mereka terlihat akrab'', tanya Henry.
''Entahlah aku tidak tahu, jawab Kevin sambil melihat ke arah adiknya yang mengobrol bersama sahabatnya.
Mereka semua bergantian mengucapkan selamat pada mempelai berdua, tak lupa juga mengabadikanya kebersamaan pernikahan mereka.
Eric yang datang belakangan karena harus menyelesaikan gaun untuk acara di Dubai nanti, langsung berfoto bersama mempelai berdua juga nyonya Silvia dan Tuan Jonathan.
''Aku sudah menyelesaikan gaunmu baby, jangan lupa suamimu harus membayarku lebih banyak'', ucap Eric.
''Jangan kuatir aku akan mentransfernya nanti''. jawab Ryu.
''Lihatlah ini, kau pasti semakin cantik memakainya''. Eric menunjukkan foto gaun yang telah selesai dia kerjakan.
Setelah acara usai, Ryu dan Ara beserta kedua orang tua Ryu dan keluarga dokter Firman mengunjungi makam keluarga Ara, mereka memanjatkan doa bersama.
''Rania Ar'rasi, putrimu dan putraku sudah menikah hari ini, berbahagialah kalian disana, karena Ryu pasti akan menjaganya, aku akan membawanya ke Dubai tinggal bersama kami, aku akan minta mereka segera memberikan cucu untuk kita'', kata nyonya Silvia berkaca-kaca.
Dokter Firman jongkok diatara pusara kakek dan nenek Ara. ''Kek aku sudah menjalankan wasiatmu, aku sudah menikahkan putriku hari ini, lihatlah cucumu, aku berharap mereka akan berbahagia, nyonya Rania dan tuan Ar'rasi lihatlah putrimu yang cantik, dia tumbuh dengan baik, dia gadis yang kuat. Mereka akan segera melanjutkan hidupnya di Dubai, dan semoga kebahagiaan selalu menaungi mereka, amin''.
__ADS_1
Ryu jongkok di pusara orang tua Ara, ''aunty uncle aku dan putrimu hari ini menikah, aku berjanji akan membahagiakanya dan aku berjanji dialah satu-satunya wanita yang akan melahirkan anak-anaku nanti, cucu kalian, aku akan membawanya ke Dubai, dia ingin melanjutkan studi di sana dan mengunjungi tempat-tempat yang dulu pernah kita kunjungi bersama.'' Lalu Ryu mengandeng tangan Ara, ''kumohon restuilah kami,'' ucap Ryu membuat suasana haru bahkan Ara sampai menitikan air mata tak bisa berkata apa-apa, Ryu segera meraih istrinya ke dalam pelukannya.
''Ayah ibu, eang aku akan berangkat besok, nanti pasti aku akan pulang mengunjungi lagi.'' Kata Ara pelan dengan derai air mata, Ryu merangkulnya memberikan kekuatan. Setelah mereka berdoa bersama, mereka segera undur dan kembali ke kota J.