Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
episode 6


__ADS_3

untuk pertama kalinya Alia mulai membandingkan kondisinya dengan kondisi sang ibu...


dia mirip ibunya...


kehidupan Alia pun mirip dengan kehidupan sang ibu... ibunya menikah pada saat berumur lima belas tahun dengan pria berusia empat puluh lima tahun. suaminya meninggal pada umur enam puluh, hingga dia menjanda saat masih berumur tiga puluh lima tahun.


saat mengetahui persamaan nasibnya tersebut. Alia tau mengapa selama ini ibunya slalu sedih dan berduka. dia tau rahasia dibalik kebisuan ibunya yg berlarut-larut, dan rahasia kasih sayangnya yg kering. Alia mulai merasa takut. takut akan menjalani hidup seperti kehidupan ibunya.


keesokan paginya Alia tampak kembali biasa seperti wanita berusia empat puluh tahun. dia menutupi kegelisahan dan keresahannya dgn sibuk mengurusi suami yg sakit, menemui para tamu yg menjenguk, atau menemani dokter. salah satu dokter yg mengobati Aziz adalah dokter Khaled. dia masih muda, berperawakan tinggi, dgn wajah menarik dan kulit hitam manis. di kedua bibirnya selalu mengembang senyum yg menyejukan kalbu, sedangkan di kedua matanya selalu terpancar pandangan yg penuh kebaikan dan kasih sayang. dia selalu bersikap tenang dan mengesankan.


Diantara sekian banyak dokter yg mengobati, Khaled sajalah yg paling perhatian dgn kondisi Aziz. dialah yg paling telaten dalam menerangkan penyakit dan jenis obat yg bisa menyembuhkannya. setelah memeriksa Aziz, biasanya Khaled selalu menerangkan keadaanya secara detail kepada Alia. menceritakan pasien yg lain yg memiliki penyakit serupa, menerangkan efek samping dan manfaat obat, serta meyakinkan Alia bahwa dialah dokter yg akan bisa menyembuhkan Aziz.


Alia merasa tenang saat bersama Khaled. dia mempercayai semua kata -kata nya. Khaled lah satu-satunya pengunjung rumah yg bisa membuatnya tersenyum. Alia memang tdk pernah tersenyum. dia hanya tersenyum ketika menanggapi cerita-cerita Khaled.


tapi Aziz membencinya....


membenci keremajaan Khaled, membenci wajahnya yg menarik, senyumnya yg selalu mengembang, dan membenci kebaikannya. Aziz benci dgn kesan dirinya... setiap Khaled memeriksa, dan berdiri di samping tempat tidur dengan Alia, Aziz menggelengkan kepala dan menggigit bibir. dia tidak bisa menyembunyikan pikirannya.


untuk itu, Aziz segera melarang Khaled berkunjung. tapi Alia tdk setuju dan memaksa agar Khaled ttp rutin melakukan pemeriksaan.


sampai suatu hari Aziz menuduh Khaled telah salah dalam mendiagnosa penyakit dan memberi obat. dia menuduh dokter itu biang keladinya dan telah memperburuk penyakitnya. tapi Alia tdk Terima dgn tuduhan itu, sehingga memanggil lima dokter handal sekali gus untuk memeriksa penyakit Aziz, lalu meminta mereka membandingkan hasil pemeriksaan tersebut dgn diagnosa Khaled. hasilnya, smua dokter sepakat dgn pengobatan Khaled. dokter muda itu pun ttp berkunjung dan memeriksa meski Aziz masih menunjukan rasa tdak percaya.


setelah melakukan pemeriksaan, Khaled keluar kamar diikuti Alia yg ingin mendengar laporannya. dan tdk berapa lama Alia kembali menemani Aziz. tapi Aziz menyambut dgn sorot mata penuh marah dan curiga.

__ADS_1


" apa yang dia katakan pada mu? " selidik Aziz curiga.


" dia ingin memastikan kesehatanmu, " jelas Alia singkat dan polos. tapi Aziz tidak puas dgn jawaban itu.


" setengah jam hanya ingin memastikan kesehatanku? tidak mungkin, " jawab Aziz. " dia pasti berusaha merayumu, kan? " Alia diam dan tidak menjawab. dia hanya memandang suaminya dgn tajam.


" aku ingin tau, " lanjut Aziz dengan curiga, " mengapa kau ngotot ingin dokter itu yg mengobati! "


dengan kepolosannya, Alia menjawab singkat,


" karena dia dokter yang bisa diandalkan... "


Aziz pun berteriak marah, seakan ingin bangun dari tempat tidur.


Alia mengerti apa yg dimaksud Aziz. dia tau suaminya sedang cemburu.


" yasudah, kau tidak akan melihatnya lagi! " ujar Alia sambil memandang tajam Aziz.


tak lama kemudian Alia keluar kamar dan duduk merenung. inilah pertama kalinya Aziz cemburu karena sakit dan ketakutan. Alia pun bertanya-tanya di dlm hati, mengapa suaminya cemburu kepada Khaled? mengapa Aziz tidak cemburu kepada dokter lain, atau salah satu temannya yg sering berkunjung kerumah mereka? Alia jd teringat sosok Khaled. dia mulai mencermati nya, mencermati kemudaanya, perawakannya, kekuatannya, wajahnya yg menarik, senyumannya, dan kesan yg ada pada Khaled.


Alia menimbang - nimbang. mungkinkah Khaled menjadi suaminya sebagai ganti Aziz? Jangan-jangan dia sudah menjadi milik wanita lain? atau tipe pria yg tidak ingin menikah dan mencintai wanita?


baru sekarang lah Alia memikirkan lelaki lain, padahal selama ini dia tdk pernah memikirkan pria mana pun. bahkan tdk pernah membayangkan bahwa dirinya akan membanding-bandingkan suami nya dgn laki-laki lain.

__ADS_1


Alia segera menyingkirkan pikirannya tentang Khaled. dia mengangkat bahu, seprti terkejut dgn keadaannya sendiri. Alia terkejut bagaimana sampai berpikir sejauh itu, dan bagaimana bisa menyusun pikiran serapi itu hanya karna kecemburuan suaminya yg sedang sakit! akhirnya, Alia kembali pada sosoknya semula. sosok wanita berumur empat puluh tahun!


sejak hari itu dokter Khaled tdk pernah lagi berkunjung karena ada dokter baru yg menggantikannya.


hari berlalu, minggu pun berganti.


suatu sore, Tiba-tiba Aziz jatuh pingsan dalam rentan waktu yg lama. Alia segera menelepon dokter yg biasa mengobati suaminya. tp dokter yg dimaksud tdk ada di tempat praktek maupun di rmah. Alia lantas menelepon dokter kedua, tapi nasibnya pun sama.


Alia tidak kepikiran utk menelepon dokter ke tiga, tapi dia langsung menghubungi Khaled. beberapa menit kemudian Khaled sudah datang. dia segera memeriksa Aziz sampai akhirnya siuman. tapi ketika Aziz melihat dokter Khaled, dia berpaling dan menggerakan tangannya seolah ingin melaknat.


Khaled masih ttp berdiri disamping Aziz sampai benar-benar yakin akan kodisinya. stelah yakin, Khaled pun kluar kamar diikuti Alia dari belakang. mereka berdiri dan ngobrol bisik- bisik di samping pintu yg tertutup. tapi keduanya kaget mendengar suara pintu kamar Aziz terbuka, lalu terlihat wajah Aziz yg pucat bagai wajah kematian. Aziz berjalan terseok-seok menghampiri. dimatanya tampak berkobar api marah dan cemburu. dia menggeram sampai mengeluarkan suara aneh.


Alia berdiri ketakutan. dia mendekati Khaled dan memegang bahunya seolah minta dilindungi. dgn wajah pucat dan sorot mata marah. Aziz maju selangkah lagi ke arah mereka...


Alia semakin takut dan menarik napas dalam-dalam.


" kalian ngobrol apa? hah? " tanya Aziz terbata-bata. suaranya terasa parau dan putus-putus. " aku belum mau mati... dan aku tidak ingin mati selamanya! aku lebih memilih utk selalu bersama kalian berdua. aku tidak akan mewariskan hartaku kepadamu, agar kau tidak menikah lagi.. peng.. hia.. nat... aku... belum... mau ma "


bruk... Aziz terjatuh sebelum menyelesaikan omongannya.


dengan cekatan Khaled memeriksa dan mendengar detak jantung aziz. dia segera membuka tas, mengeluarkan suntikan, lalu menyuntik sekali, dua kali, tiga kali dan ternyata aziz telah meninggal dunia. aziz susah mati! bagaimana dengan Alia?


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2