Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 70


__ADS_3

Malam itu Ara di pindahkan ke ruang perawatan vvip, Rei dan Kai serta bibi An memeluknya bergantian, suasana begitu haru. Mereka berlima mendengarkan cerita Ara yang bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya dan kakek-neneknya, Ara mulai bercerita bagaimana dia bisa berada di taman bunga yang luas, Ara ingin ikut bersama mereka, akan tetapi mereka menyuruhnya pulang, tapi dia tidak tahu jalan pulang. Dia menangis terisak, dan semua ikut menangis.


''Kenapa kau mau ikut mereka, apa kau tidak sayang bunda dan ayah lagi. Kau itu putri kami, kau harus bersama kami'', kata dokter Aisyah sambil menangis.


''aku mencintaimu bunda. Aku bahkan memetik bunga dan akan ku berikan pada bunda''. Ara mengambil bunga yang di bawa Ryu, ini bunganya.


Dokter Aisyah tersenyum ''benarkah, apa seperti ini bunga yang kau petik sayang??.


''Iya, disana banyak sekali bunga berwarna -warni, ayah dan ibu serta eang tinggal disana''.


''Ayah dan Ibu mengantarkanku sampai ke pintu, aku sangat lelah berjalan terus, aku tidak ingin pulang, tapi ayah membukakan pintu dan mendorongku, aku memanggilnya, mereka melambaikan tangan dan terlihat semakin jauh, aku berteriak memanggil ibu dan ayah, lalu aku terbangun disini''.


''Kau telah melewati banyak hal sayang, kau princess ayah, kau gadis yang kuat dan terimakasih sudah mau kembali pada kami''. Dokter Firman mencium kening putrinya.


''Ayah...Bunda'', Ara menjeda kalimatnya, dia tampak mengingat sesuatu.


''Ada apa sayang??, apa yang ingin kau katakan??, apa kau ingin sesuatu??, tanya dokter Aisyah


''Ibu bilang aku harus mencari El, katanya dia anak yang baik, ibu sangat menyayanginya dan dia berjanji pada ibu akan menjagaku. Ibu bilang aku harus memaafkanya dan tidak boleh membencinya, siapa El???.


Mereka semua terdiam dan saling pandang.


''El siapa, apa mungkin El Ryu??, kata Rei kemudian


''Aku tidak tahu siapa El kak, ibu bilang El itu anak yang dia rawatnya sejak kecil''.


''Sudahlah jangan dipikirkan, sebaiknya kamu istirahat dulu, besok kalau kau sudah benar-benar sembuh kau baru boleh cari El'', kata dokter Firman.


''Bibi An.... aku lapar'', rengek Ara manja pada bibi An.


''Mau makan apa sayang??, kata bibi An


''Biar aku belikan, mau makan apa? tanya Kai


''Aku mau makan sup buatan Ken'', jawab Ara.


''Aku tanya dulu ya, ini kan malam minggu, dia pasti masih sibuk di cafe''.


Kai segera keluar ruangan dan menghubungi Ken serta memberi kabar bahwa Ara sudah sadar dari koma.


Sementara itu Joy dan Bisma baru sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang ICU, tempat Ara dirawat. Mereka berdua terkejut Ara tidak ada disana.


Joy langsung berlari ke arah suster jaga. ''Suster dimana temanku Ara yang di rawat di ICU seminggu ini, apa dia sudah di bawa keluar negeri''.


Suster itu tersenyum, ''maaf maksud anda nona Ara putri dokter Aisyah dan dokter Firman''.


''Iya suster itu dia!!!


''Putri dokter Firman sudah sadar, tadi dipindahkan ke ruang vvip''.


''Benarkah??, suster tidak bohongkan'', kaget Bisma dan Joy

__ADS_1


''Iya benar dia ada di ruang vvip'', jawab suster itu.


''Terimakasih suster'', mereka segera menuju ruang vvip yang ada di rumah sakit kota J.


Joy sampai di lantai tiga ruang vvip, mereka mencari ruangan dan bertemu dengan Kai yang sedang berada diluar ruangan.


''Kaijun'', Joy dan Bisma berlari ke arah Kai, ''Apa benar Ara sudah sadar??, tanya Bisma.


''Iya, dia sudah sadar beberapa jam lalu dan baru dipindahkan kesini''.


''Bolehkah kami melihatnya? ucap Bisma


''Dia ada di dalam, masuklah'', kata Kai


Joy dan Bisma segera mengetuk pintu, mereka berdua masuk dan mematung di depan pintu, ''Ara'' , kata mereka berdua.


Ara tersenyum, ''Kenapa kalian berdiri disitu''.


Joy dan Bisma berhambur memeluk Ara bergantian, mereka menangis haru.


''Kenapa kau lama sekali tidurnya, kau membuatku takut'', kata Joy.


''Jangan seperti ini lagi Ra, kami sangat kuatir'', kata Bisma berkaca-kaca.


''Maaf ya'', kata Ara sambil melepas pelukan kedua sahabatnya itu.


''Bisma, Joy terimakasih sudah menemani putriku disini, kalian memang sahabat sejati. Pertahanan persahabatan kalian, karena mencari sahabat yang tulus itu sulit'', kata dokter Firman.


''Hai baby apa kabarmu??, Ken langsung memeluk Ara erat, setelah menaruh sup buatanya, Ken menangis sambil memeluk Ara dan Ara ikut menangis kembali.


''Ehhh sudah jangan lama-lama'', kata Bisma sembari menarik Ken. ''Ara sudah lapar Ken!!.


''Aku bawa sup yang kau minta, dan juga bubur, makanlah perlahan''.


''Terimakasih Ken'', jawab Ara.


''Katakan padaku apa saja yang ingin kau makan, aku akan membuatnya untukmu'', kata Ken.


Ara tersenyum, bibi An segera menyiapkan bubur dan sup buatan Ken.


Malam semakin larut, Rei keluar dari ruangan Ara dan mencoba menghubungi Lanlan yang sekarang sudah ia klaim sebagai kekasihnya


Drettt.... dretttt


Drettt... dretttt


Dreettt... dreettt


''Halo, ada apa Kak malam-malam telepon'', suara Lanlan di telfon.


''Kau tidak suka aku menelfonmu'', kata Rei sedikit kesal karena teleponnya tidak segera diangkat.

__ADS_1


''Bukan begitu kak, aku menunggu telefon darimu dari tadi, bagaimana kabar Ara??.


''Ara sudah sadar, tapi besok saja kau kesini melihatnya. Dia harus istirahat, dari tadi diajak berbincang Joy, Bisma, dan Ken''.


''Benarkah, kenapa harus besok, aku ingin melihatnya sekarang''.


''Sudah malam tidurlah, besok pagi aku jemput kesini, ya sudah cepat tidur I love you'' kata Rei dan segera mematikan ponselnya


''I love you too'', balas Lanlan lirih.


''Hemmm, telefon siapa kak??, tanya dokter Firman yang memperhatikan putra sulungnya dari tadi.


''Lanlan yah, aku memberitahu kalau Ara sudah sadar''.


''Apa kau serius dengannya?, jangan permainkan anak gadis orang!!.


''Aku tidak mempermainkanya, setelah Ara benar-benar sehat, aku akan segera meminangnya dan menikahinya''.


''Apa tidak sebaiknya menunggunya selesai kuliah, dia itu teman adikmu''.


''Aku tidak ingin menunggu lama'', jawab Rei.


''Apa kau sudah melupakan perasaanmu pada adikmu Ara''.


''Aku sudah berusaha, dan kemarin saat Ara koma aku mengatakan padanya. Dia meresponku dan menangis''. Maaf ayah aku keliru'', kata Rei pelan.


''Tidak apa-apa kak, wajar kalau kau menyukainya, lihatlah adikmu berapa banyak pria yang menyukainya. Ayah hanya tahu ketiga cowok di dalam itu menyukainya''.


''Selain Direktur Orland, Henry dan Morgan juga jatuh cinta padanya''


Dokter Firman mengernyitkan keningnya.


''Henry, temanmu yang pengacara itu dan Morgan teman kamu juga''.


''Iya, mereka bersaing dengan direktur Orland dan tidak ada yang mau mengalah. Mereka bersaing sportif''.


''Hahahaha, ada-ada saja''.


''Soal yang dibicarakan Ara tadi tentang El, apa mungkin dia direktur Orland''.


''Entahlah, ayah tidak tahu juga, kenapa?


''Tidak, aku hanya mengira-ngira saja''.


''Ngomong-ngomong apa kau sudah memberitahu mereka, tentang adikmu''.


''Besok saja, tadi pagi Ryu sudah datang kesini, Kami membahas rencana pengobatan Ara ke luar negeri. Dia juga harus istirahat, dia juga baru sembuh''.


''Ayah rasa itu sudah tidak perlu lagi, adikmu sudah sadar dan dia baik-baik saja''.


''Iya, aku akan memberi tahunya besok''.

__ADS_1


__ADS_2