Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 36


__ADS_3

Selama hampir dua minggu Ara selalu pulang malam, karena harus mempersiapkan desain untuk fashion show yang akan segera dilaksanakan.


Manajer Eric sangat kagum dengan desain Ara, meskipun dia belajar secara otodidak tapi hasil karyanya dapat di acungi jempol. Ara benar-benar berbakat, dia sangat teliti setiap detailnya dan rapi. Eric semakin menyukainya, para desainer disanapun juga menyukainya, dia gadis yang berbakat dan banyak membantu mereka. Desainya bukanlah tiruan tapi desainya punya karakter tersendiri.


Selama hampir dua minggu juga Rei mengantar dan menjemputnya, akan tetapi sampai sekarang belum mendapatkan waktu untuk mendengar cerita dari adik sepersusuannya tentang kejadian selama dia tidak ada di dekatnya.


Ara selalu lembur dan pulang sampai jam 10 bahkan jam 11 malam dan dia selalu tertidur di mobil alhasil setiap malam Rei selalu memindahkan adiknya dari mobil ke kamar tidurya, karena tidak tega kalau harus membangunkannya.


Sampai sekarang Rei juga belum menemui adik bungsunya yang sedang magang di rumah sakit baru yang ada di pinggir desa kota J.


Saat ini Rei sedang bersama Morgan dan Henry di kantor Morgan, sedang membahas rencana pengangkatan Rei sebagai direktur dan dokter di rumah sakit yang bernaung di bawah perusahaan Morgan bekerja. Direktur utama telah menyetujui pengajuan lamaran kerja Rei. Henry adalah pengacara yang ditunjuk olek direktur utama perusahaan Morgan.


Waktu dua minggu yang di janjikan sudah hampir tiba, dan Rei harus siap minggu depan untuk mulai bekerja.


Rei juga baru tahu ternyata rumah sakit itu berada di pinggir desa kota J, dimana adiknya Kai juga sedang magang disana. benar-benar akan menjadi kejutan, batinya.


Dretttt...drettt


Bunyi getar ponsel Rei dari saku celana, dia segera melihatnya, tertera nama my lovely Ara disana, Rei segera mengangkatnya


''Halo ada apa dik??, tanya Rei.


''Kak aku pulang cepat hari ini tidak ada lembur, karena sudah selesai semua, kakak bisa jemput aku??, tanya Ara (suara dalam telepon)


''Tentu saja, mau di jemput sekarang??


''Satu jam lagi ya??


''Ok siap princess'', panggilan dimatikan.


''Wow princess, apa dia pacarmu??, tanya Morgan yang dari tadi mendengar percakapan Rei di telefon.


''Dia adikku'' jawab Rei.


''Kau punya adik Rei???


''Ya aku punya dua adik laki-laki dan perempuan, bisa di bilang dia seumuran dengan adikmu, siapa namanya Meg???


''Davina Megan Rei'', jelas Morgan kenapa kau selalu tidak mengingatnya??. Morgan sedikit kesal karena Rei tidak mengingat nama adiknya yaitu Megan, padahal Megan sangat mengidolakan Rei, lebih tepatnya karena Rei, Megan termotivasi untuk menjadi dokter.


''Ya Megan maksudku dia juga masih kuliah sekarang sedang mengikuti Magang''.


''Study dimana kedua adikmu??, selidik Henry yang sampai sekarang belum dikenalkan juga oleh Rei pada adiknya.


''Disini saja, universitas xxx kota J''.


''Kenapa tidak ke London atau kemana gitu??, kau sangat cerdas adik-adikmu pasti juga, tanya Henry lagi.

__ADS_1


''Sebenarnya mereka mau, tapi karena ayahku tidak mengijinkan adik perempuanku belajar ke luar negeri jadi adik laki-lakiku juga tidak mau, mereka ingin kuliah bareng''.


''Maksudnya mereka kembar??, tanya Morgan


''Ya mereka terlihat seperti kembar, mereka seumuran''.


''Apa adik-adikmu juga kuliah kedokteran sepertimu??, tanya Henry.


''Adik laki-lakiku kuliah fakultas kedokteran sedang adik perempuanku fakultas hubungan internasional'', jelas Rei


''Wah, ternyata keluargamu sangat menyukai dunia kesehatan semua ya'', kagum Morgan.


''Kenapa adik perempuanmu mengambil jurusan yang berbeda sendiri??, tanya Henry.


''Entahlah, mungkin dia tidak menyukainya??, jawab Rei


''Kau tahu Dave, Rei tidak mau mengenalkan adik perempuannya padaku, bahkan namanya saja dia tidak mau memberi tahu, padahal aku menyukainya saat pertama kali melihatnya di vedio call waktu itu. Dia pelit sekali tapi tidak apa aku akan mencari tahu sendiri dan mengenalnya, kau tahu aku juga mengajar di universitas xxx'' kata Henry dengan bangga.


''Haahhh aku penasaran dengan adik perempuanmu yang bisa membuat Henry jatuh hati, siapa tahu aku juga akan jatuh hati saat bertemu dengannya''.


''Jangan macam-macam Dave, dia milikku'', kata Henry.


''Hei santai Brother, kau belum mengenalnya hanya melihatnya dan bicara sebentar saja, aku yakin saat adik Rei melihatku dan mengenalku dia akan jatuh hati padaku dan memilihku, aku tidak kalah tampan dan mapan darimu bro'', jelas Dave Morgan dengan percaya diri.


''Tidak Morgan tidak bisa begitu, aku yang tahu lebih dulu, kenapa kau jadi ikut-ikutan menyukai adik Rei'', protes Henry.


''Hanya main-main Rei, tidak serius, makanya kenalkan aku dengan adikmu agar aku tidak main- main lagi. Aku sudah 27 tahun, tiap pulang ke rumah orang tua selalu diomeli disuruh cepet-cepet menikah, pengin cepat punya cucu lah, dan mereka ngancem kalau sampai umurmu 28 belum menikah juga aku mau dijodohkan''.


''Hahahaha...'', tawa Rei dan Morgan


''Terima saja perjodohanmu, siapa tahu sesuai kriteriamu''.


''Sekarang aku tanya kau Morgan, apa kamu mau adikmu Megan punya pacar atau menikah dengan laki-laki seperti dia'', tunjuk Rei pada Henry sambil melihat Morgan.


''Tentu saja tidak, aku akan cari tahu dulu latar belakang pria yang akan menikahinya ataupun dekat dengannya'', jawab Morgan


''Hei, memangnya kenapa denganku, aku tidak seburuk itu, aku memang dekat dengan beberapa wanita tapi tidak ada yang serius, mereka sendiri yang mendekatiku'', jelas Henry.


''Atau begini saja aku pinjam adikmu, aku kenalan pada keluargaku sebagai pacarku, biar mereka berhenti mengomeliku'', pinta Henry


''No.... no... no..., tidak bisa begitu brother, kita bersaing secara sportif kita ini laki-laki jantan dan terhormat'', tolak Morgan.


''Apa, tidak akan.!!!


''Kau punya banyak mainan pilih satu saja dan jadikan pacarmu, kenapa harus adikku ketus Rei, aku tidak mau adikku jadi mainan kalian, dan sekali lagi aku tidak mau punya ipar seperti kalian''. tolak Rei tegas


''Kau benar-benar keterlaluan Rei'', marah Henry. ''Kita sudah bersahabat lama kau tahu aku''.

__ADS_1


''Ya aku tahu kamu tidak pernah serius dengan perempuan dan hanya main-main''.


''Bagaimana kalau kita culik saja dia??, usul Morgan.


''Kalau kau macam-macam pada adikku aku juga bisa melakukan itu pada adik kesayanganmu''.


''Kau mengancamku Rei'', tanya Morgan.


''Aku tidak mengancam, tapi memperingatkanmu'', kata Rei.


Ting... sebuah notifikasi di ponsel Rei.


''Kak aku di bawah, dekat mobil, kakak kemana tidak kelihatan'', sebuah chat dari Ara


''Tunggu sebentar'', chat balasan dari Rei.


''Aku pulang dulu adikku sudah menunggu, sampai ketemu di rumah sakit minggu depan''.


''Aku juga pamit sekalian'', sahut Henry ''kita turun bareng''.


''Apa kamu tinggal disini Dave'', tanya Henry.


''Ya begitulah bos memberikanku satu ruang untuk aku tinggali di sini''.


''Baiklah kami pamit dulu bye Morgan''.


''Bye, see you next week''.


Rei dan Henry masuk ke dalam lift, Henry masih sempat menggoda sekretaris Morgan yang bekerja di depan pintu ruangan kerja Morgan.


''Dasar predator'', ketus Rei pada Henry, meskipun Henry senior nyatanya perilaku Henry sering membuat Rei pusing sejak di London dan Henry tidak marah meskipun dikatai jelek oleh Rei, dia tahu Rei hanya bercanda.


Ting.... lift telah sampai di bawah tepatnya lobi perusahaan dimana mereka memarkirkan kendaraannya.


Mereka menuju kendaraannya masing-masing.


''Kakak dari mana?? tanya Ara yang melihat Rei datang dari arah lobi.


''Tadi kakak ketemu sama teman dulu''.


''Teman kakak bekerja disini''.


''Iya, kenapa??


''Tidak apa-apa''.


Henry mengendarai mobilnya keluar dari perusahaan Morgan, dia melihat Rei mengobrol dengan seorang perempuan, saat lewat di depan mobil Rei, Henry membuka kaca pintu mobil dan mengklakson, mata Henry tertuju pada perempuan yang membuka pintu mobil Rei.

__ADS_1


''Apa dia adik Rei??, kenapa wajahnya seperti gadis yang waktu itu??. Henry jadi penasaran sendiri dia mengingat-ingat wajah gadis yang ditemuinya hampir dua tahun lalu, saat Ryu memintanya mengurus menghibahkan sahamnya untuk dua remaja yang menyelamatkanya dari kecelakaan, ''tidak mungkin dia adik Rei ahhhh''.


__ADS_2