Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 21


__ADS_3

Sementara itu di kediaman dokter Firman dan dokter Aisyah, putra putrinya yang di tinggal ke London, Mereka hanya tinggal berdua saja.


''Sedang apa C?? tanya Kai yang baru keluar dari kamarnya.


''Menggambar'', jawab Ara yang sedang duduk di karpet di ruang keluarga sambil nontok tv


''Kamu nih ya mau ujian semester, bukanya belajar malah menggambar''.


''Hacimm... ...hacimm'', tiba-tiba Ara bersih.


''Kamu demam C ?? tanya Kai sambil memegang kening Ara.


''Tidak aku baik-baik saja, gak tahu tiba-tiba saja bersih''.


Kai duduk di sofa panjang belakang Ara.


''Kata pepatah kalau bersin-bersin tapi tidak demam ada yang sedang membicarakanmu'', kata Kai


''Kamu percaya sama hal-hal mitos seperti itu'', jawab Ara


''Hacimm.... hacimm'', Kai tiba-tiba ikutan bersih.


''Hahaha....Ara tersenyum ada yang membicarakan kamu juga''.


''Pasti ayah sama bunda sudah ketemu kak Rei, mereka sedang ngomongin kita''.


''Mungkin, C aku lapar, makan apa enaknya''.


''Eeee... bagaimana kalau makan mie instan saja, mumpung gak ada ayah sama bunda'', jawab Ara


''Kalau ada mereka kenapa??? tanya Kai


''Kemarin sebelum berangkat bunda sudah bilang gak boleh makan yang instan-instan, pastinya ada pengawetnyalah gak baiklah pokoknya'', jawab Ara.


''Itu kamu tahu, kenapa masih mau makan?? tanyanya lagi.


''Haah ...kita kan tidak setiap hari makan yang instan Kaijun'' . Ara mendongakkan kepalanya melihat ke arah Kai yang duduk di belakangnya, ''boleh ya???, sambil mangedipkan matanya.


''Kalau cuma mie intan aku juga bisa masak sendiri''.


''Ya sudah kamu yang masak sekarang, aku mau menyelesaikan desainku''.


''Desain apaan?


''Desain gambarku ini''.


''Memangnya desain baju seperti itu siapa yang mau beli???.


''Adalah lah, aku jual online, sudah beberapa desain yang laku, ada juga yang berdasarkan permintaan''.


''Oh ya jadi kamu mau jadi desainer???.


''Ini hanya hobi saja Kaijun, itung-itung mengasah ketrampilanku dan lagi tidak ada ruginya''.


''Desain apa saja yang sudah pernah kamu jual selain pakaian''.


''Ada sepatu, dan tas, serta accesoris maksudnya perhiasan''.


''Sejak kapan kamu suka mendesain???, kenapa aku tidak tahu???.


''Sejak masih sekolah aku mendesain dan aku simpan, tapi baru 1 tahun lebih aku menjualnya, awalnya cuma iseng gak tahunya beneran laku''.


''Apa kau butuh uang???, tanyanya


''Siapa yang tidak membutuhkan uang. Kita semua butuh uang kan, memangnya kau tidak butuh uang''.


''Iya juga, orang mana yang mau membeli desainmu itu???.


''Sepertinya orang luar negeri, maksudku perusahan dari luar negeri begitu''.


''Benarkan..... apa ayah dan bunda tahu???.


''Tidak, aku tidak memberi tahu siapapun dan jangan beri tahu siapapun!!!.


''Kenapa? kau tidak ingin terkenal???


''Tidak apa-apa''.


''Kalau desainmu laku, kenapa tidak buat label sendiri??.


''Uangku belum cukup Kaijun,


tapi aku sedang mempersiapkan untuk kesana, lagi pula sudah ada webnya, jadi desain yang sudah terjual tidak bisa di jual ke orang lain''.

__ADS_1


''Ohh ya apa nama webnya''.


''Eeee.... kasih tahu gak ya???.


''Ciiiihhhhh, aku gak mungkin nyuri desainmu, aku kan gak bisa gambar kaya kamu C''.


''Iya juga sih'', Ara beranjak berdiri dan duduk disebelah Kai dia membisikan sesuatu ke telinganya.


''Kenapa nama itu? tanyanya,


''Itu diambil dari namaku dan panggilan yang kalian berikan, menurumu bagaimana??.


''Eeeee...bagus juga, keren, jadi aku bisa lihat webnya??.


''Tentu saja saran dan masukan juga dibutuhkan, ngomong-ngomong katanya lapar, kapan masaknya??.


''Ini sekarang mau masak'', Kai berdiri dari duduknya dan berjalan ke dapur


''Jangan lupa tambah sayur dan telur ya plus cabe tiga''.


''Siap tuan putri''.


Kai membuat dua mangkuk mie instan, setelah beberapa menit mie buatanya siap untuk di santap.


Ara masih melanjutkan desainnya, terlihat dia sangat serius.


''C....cepat kemari, mienya sudah siap'', panggilnya dari arah dapur.


''Iya, sebentar''


''Nanti gak enak''.


''Iya baiklah'', Ara menutup buku yang di buat untuk mendesain dan beranjak ke dapur.


''Waahhhh baunya benar- benar enak


sudah lama tidak makan ini''.


''Dasar... cuma mie instan saja senang, dengar ya besok tidak boleh lagi makan mie instan''.


''Iya besok aku akan masak''.


mereka segera menyantap makananya.


''Nanti liburan semester kita liburan sendiri C''.


''Kemana coba.....????


''Kau pikir saja dulu mau kemana, sekarang kan banyak tempat- tempat yang bagus, tidak perlu ke luar negeri juga''.


''Keluar negeri juga tidak apa-apa''.


''Heeehhh kalau ke luar negeri uangku belum cukup''.


''Pakai uangku''.


''Sombong, mentang-mentang sudah bisa cari uang, lagian mana mungkin aku pakai uangmu''.


''Kenapa memangnya, bagiku tidak masalah, lagi pula ayah sama bunda tidak akan kasih ijin kalau aku pergi sendiri atau sama orang lain, pasti juga harus sama kamu''.


''Iya tapi gak harus keluar negeri''.


''Dengar ya Kaijun, aku punya hutang banyak ke kamu''.


''Hutang apa??, aku tidak pernah meminjamkan uang ke kamu''.


''Ya hutang kan gak semua berbentuk uang''.


''Iya tapi apa??


''Banyaklah dari lahir sampai sekarang''.


Kai mengernyitkan dahinya, contohnya apa???


''Kamu tahu gak, dari kecil sampai kita sebesar ini kamu harus selalu berbagi apa yang kau punya, dan bahkan aku merasa terkadang sangat egois dan menang sendiri''.


''Maksudnya??


''Haaaahh, kau benar-benar tidak faham ya. Kau ingat tidak saat kecil kita selalu berebut ayah dan bunda dan juga kak Rei, tapi kau selalu mengalah dan sampai sekarang aku selalu merepotkanmu dan keluargamu''.


''Peeeffffff hhhhhhh uhuk-uhuk-uhuk''.


''Ihhhh kenapa tertawa sih, kesedakan'', Ara segera mengambil air minum dan memberikannya pada Kai sambil menepuk pundaknya.

__ADS_1


''Haaahh ku pikir apa, dengar ya C aku tidak pernah berfikir seperti yang kau pikirkan....


Sungguh, aku senang punya saudara sepertimu''.


''Apa kau tahu saat kecil aku selalu merengek pada ayah dan bunda untuk tinggal bersamamu, dan kau tahu mereka tidak mengizinkannya, hanya saat libur saja aku diajak mengunjungimu dan eang, dan aku ingat saat ayah dan bunda mengajakku pulang dan aku masih belum mau pulang, kau malah mengajak bersembunyi di dalam lemari sampai kita tertidur dan membuat semua kebingungan''.


''Aku pernah meminta pada ayah dan bunda untuk mengajakmu pulang dan tinggal bersama disini dari dulu, tapi mereka bilang eang tidak mengizinkannya, aku bahkan meminta langsung pada eang''.


''Apa kamu tahu jawaban eang???


Ara menggelengkan kepalanya.


''Jawabnya tunggu sampai kamu besar dan eyang tidak mampu lagi menjagamu, aku harus menggantikannya menjagamu''.


''Aku tanya pada eang, kenapa?


''Karena itu tugasku sebagai saudara laki-laki, juga kak Rei dan aku berjanji akan menjagamu''.


''Jadi jangan berfikir kalau itu adalah hutang yang harus kau bayar, tapi itu adalah tanggung jawabku''.


''Benarkah, lalu aku harus bagaimana??


''Tidak harus bagaimana, jadilah dirimu sendiri, ayah dan bunda juga tidak memintamu kamu harus bagaimanakan, kak Rei juga, dari dulu ingin kita bisa tinggal bersama, tapi saat kamu disini kak Rei malah ke luar negeri, kasihan banget dia''.


''Kenapa????


''Dia tidak pernah bisa bersamamu, bahkan mungkin ketika dia pulang ke kota ini, lalu dia menikah punya istri punya anak, dia akan tinggal dengan keluarganya''.


''Apa kak Rei punya pacar disana????


''Mungkin, nyatanya dia tidak pernah pulang dan betah disana bahkan saat liburan dia juga gak pulang''.


''Kalau kak Rei punya pacar orang sana dan bekerja disana mungkin tidak akan pulang hanya sesekali saja pulang''.


''Haaahhhh... tapi kan itu belum tentu kaijun''.


''Ya mungkin saja''.


''Kalau kak Rei punya istri bule pasti wajah anaknya tidak jauh beda sama Ken''.


''Kok bisa???


''Ken itu kan campuran''.


''Sepertinya kalian jadi lebih dekat sekarang''.


''Tentu saja tiap hari aku dan Clara sehabis kuliah pulang ke sana, nungguin kamu menjemputku''.


''Maksudku bukan itu... maksudku kalian berdua ada hubungan spesial gitu''.


''Enggak ada kita berteman biasa saja''.


''Serius'',,


''Seriuslah!!


''Yakin''


''Yakinlah, menurutmu????


''Tapi ku rasa dia punya perlakuan yang berbeda padamu''.


''Berbeda bagaimana, kau ini tidak faham, maksudku dia memperlakukan kamu berbeda dengan yang lain''.


''Maksudmu dengan Clara???


''Bisa di bilang begitu''.


''Tunggu, apa kau sedang cemburu Clara juga dekat dengan Ken''.


''Tidak, kenapa juga harus cemburu, aku tidak ada perasaan apapun pada Clara''.


''Tapi Clara itu menyukaimu Kaijun, kau jangan mengabaikannya begitu''.


''Ya itu urusan dia, cinta kan gak bisa di paksa, apalagi kalau cuma kasian''.


''Lalu kamu suka siapa''.


'-Tidak ada, aku sedang menikmati hidupku denganmu, karena aku sudah menunggu lama''.


''Haaaaaa, terserah, jangan salahkan aku jika nanti kamu menyesal melepas seseorang yang menyukaimu''.


''Tidak akan''.

__ADS_1


''Terserah deh iya'', mereka terus mengobrol, banyak hal


__ADS_2