Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 62


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir mereka magang dan akan segera kembali ke kampus lagi untuk melanjutkan belajar mereka. Pagi ini di depan gedung perusahaan Orland Group diadakan bazar produk-produk hasil produksi perusahaan Orland group dan nanti malam semua kayawan diharuskan mengikuti pesta perayaan berdirinya perusaan Orland Group kota J, yang diadakan di gedung serbaguna yang berada di area perusahaan.


Ketiga remaja itu mengelilingi stand bazar, suasana begitu ramai, pengunjung bahkan bukan dari karyawan perusahaan saja, melainkan dari luar perusahaan juga sangat banyak. Setiap tahun sejak berdirinya Orland group selalu diadakan bazar produk dengan harga yang lebih murah di banding dengan harga diluar, dan antusias masyarakat kota J sangat luar biasa.


Banyak barang dijual disana dari elektronik, kendaraan, fashion, kebutuhan sehari-hari, produk rumah tangga, kebutuhan anak-anak dan lain-lain, selain itu juga ada acara promosi perumahan dan appartement yang bekerjasama dengan Orland Group


''Kalian berdua mau beli apa sih, dari tadi muter-muter??, tanya Joy.


''Gak cari apa-apa, cuma lihat-lihat aja Joy''.


''Capek aku lapar, makan yuk, nanti malam masih harus datang kesini lagi''.


Ara menarik Joy dan Clara ke stand fashoin, dia melihat manajer Eric di sana.


''Halo Kak Eric apa kabar??, sapa Ara.


''Oh baby apa kabarmu??, lama tidak melihatmu'', Eric langsung memeluk Ara, masih dengan logat kemayunya.


''Kakak manajer Eric nanti malam kan ada acara pesta kami dapat undangan, tolong pilihkan busana yang pantas untuk kami nanti malam''.


''Untuk kalian bertiga???, tanya Eric.


''Iya kak Eric, biar kami terlihat keren'', kata Joy sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.


Clara menyenggol lengan Joy dan ikut tersenyum


Eric melihat mata Joy dan mata Eric membola, dengan langkah kemayu kemudian diapun memilihkan jas berkancing satu untuk Joy di padukan dengan celana jeans dan kaos putih, itu terlihat muda dan mancho, ''rapikan rambutmu'', ucap Eric pada Joy.


''Dan ini untukmu cantik, sebuah gaun berwarna merah marun untuk Clara. Kulitmu sangat putih cantik, kau pantas memakai ini, kalian bisa coba''.


''Kemudian mengambil gaun untuk Ara, ini desaimu, kau harus memakai desainmu sendiri agar semakin di kenal, kurasa ini cocok untuk kalian''.


''Benarkah ini desainku sendiri??. Ara melihat gaun di tangannya.


''Ini yang aku minta di chat waktu itu''.


''Wah bahanya bagus sekali kak, apa aku pantas memakai ini''.


''Kau ini cantik, kulit kuning langsatmu itu cocok dengan warna kuning keemasan akan terlihat anggun, padukan dengan aksesori kau punya kan''.


''Ini gratis untuk kami??, tanya Ara.


''Ini yang pertama dan terakhir. Aku bisa bangkrut kalau harus memberikan untuk tiga orang sekaligus''.


''Terimakasih ya, kak Eric baik banget, sampai ketemu nanti malam'', kata mereka bertiga. Mereka bertiga melangkah meninggalkan Eric.


''Wah gila aku dapat jas keren gratis, Ara nanti malam aku jemput ya kita berangkat bersama''.


''Tidak bisa aku berangkat dengan kak Rei dan Kaijun juga Lanlan mereka dapat undangan. Sekarang mereka sedang perjalan pulang''.


''Apa kak Rei jadian sama Lanlan??, tanya Joy.


''Entahlah kenapa??, tanya Ara.


''Jadi benar Lanlan jadian sama kak Rei??, tanya Joy lagi.


''Aku tidak tahu tapi mereka dekat sekarang''.

__ADS_1


''Wah Lanlan sangat beruntung ya cinta pertama langsung dapat, aku bagaimana??, cantik mau aku jemput??.


''Aku berangkat sama kak Kevin Joy''.


''Ara, apa benar kak Rei jadian sama Lanlan??.


''Aku tidak tahu Cla, tapi mereka memang dekat'', kata Kaijun sih.


''Kenapa apa kau sudah berpaling dari Kaijunmu itu, setelah bertemu kak Rei kemarin'', kesal Joy karena tidak ada yang mau dijemput.


''Apaan sih Joy aku cuma nanya'', Elak Clara.


''Dari mana kamu tahu kalau kak Rei cinta pertama Lanlan'', tanya Ara.


''Aku tidak sengaja pernah baca buku diary dia saat sma''.


''Apa Joy kau keterlaluan, bagaimana bisa membaca buku diarynya''.


''Buku diarynya terjatuh saat itu, aku memungutnya pas jam istirahat dan aku kembalikan lagi'', jelas Joy.


''Ayo makan dan pulang istirahat, kita hari ini cuma ambil sertifikat magang saja. Cantik mau aku antar pulang juga??.


''Gak apa-apa nih, kak Kevin mungkin pulang nanti''.


''Ya gak apa-apa??, jawab Joy.


''Ok, baiklah aku kasih tahu Kak Kevin dulu'', Clara segera mengirim pesan pada kakaknya. Mereka segera bergegas berjalan ke parkiran.


Sementara itu Rei, Kai dan Lanlan masih dalam perjalanan pulang, Rei membelokkan mobilnya ke sebuah pusat perbelanjaan di kota J.


''Kenapa kesini kak??, kata Kai.


''Kau sudah punya gaun untuk acara nanti malam??, tanya Rei.


Lanlan menggeleng


''Ya sudah ayo turun'', mereka bertiga segera turun dan berjalan memasuki pusat perbelanjaan.


Rei menuju sebuah butik


''Selamat datang!!, sapa pelayan butik


''Lanlan cari gaun untukmu dan pilihkan untuk Ara juga, ukuran kalian kan hampir sama''.


''Mbak tolong bantu dia pilih gaun yang pantas buat dia dan adik saya hampir sama ukuran sama dia'', kata Rei pada pelayan.


''Baik kak, mari silakan sebelah sini'', ajak pelayan itu ramah.


Lanlan merasa tidak enak, tapi dia memang tidak punya gaun.


''Kaijun kau cari juga untukmu''.


'Kakak mau belikan Lanlan???, tanya Kai


''Iya kenapa??, jawab Rei


''Tidak apa-apa??, Kai berjalan dulu ke deretan pakaian pria

__ADS_1


Hampir satu jam Lanlan melihat gaun- gaun yang di pajang disana, dia tidak tahu harus pilih yang mana. Rei dan Kai sudah mendapatkan apa yang mereka mau.


''Bagaimana??, apa sudah dapat??, tanya Rei


Lanlan menggeleng, hal' Rei saja yang pilihkan''.


''Haah, aku juga tidak tahu seleramu, Kaijun telefon Ara dia mau yang seperti apa''.


Kai segera menelfon Ara.


Dreetttt...dretttt


Ara sedang makan siang bersama Joy, Clara dan juga Ken di kafenya. Ara segera melihat ponselnya yang bergetar.


''Halo Kaijun ada apa??, sudah sampai rumah??, tanya Ara dalam sambungan telepon dan dia menekan speaker, karena sedang makan.


''Belum, ini masih cari gaun buat Lanlan sama kamu C, tapi dia bingung mau yang seperti apa kakak minta tanya kamu'', jawab Kai.


''Aku sudah ada, carian saja buat Lanlan. Aku sedang makan bersama Joy, Clara dan juga Ken, habis ini langsung pulang, ajak Lanlan pulang ke rumah ya''.


''Ok, selamat makan, salam buat semua'', ponsel Kai dimatikan.


''Bagaimana??, tanya Rei.


''Ara bilang dia sudah punya, beli buat Lanlan saja'', katanya.


''Haaahh, Rei melihat gaun-gaun itu, Lanlan tadi pilih yang mana??.


''Belum pilih kak, cuma lihat saja''.


''Terus suka yang mana??, tanya Rei dia juga tidak tahu.


''Terserah kakak saja yang pilihkan'', kata Lanlan.


''Maaf tadi saya tawarkan ini kak, ini model terbaru, warna soft pink, cocok buat kulitnya atau warna putih ini juga bagus, ini baru datang kemarin saya pastikan tidak ada yang punya, karena di butik kami semua produk cuma satu macam saja'', jelas pelayan butik itu.


''Ya sudah bungkus dua-duanya, jadikan satu sama yang tadi''.


''Baik kak, mari silakan ke kasir''.


''Biar aku bayar sendiri saja kak''.


''Kenapa??, kau malu aku belikan''.


''Bukan begitu, aku tidak enak di bayaran kakak''.


''Sudahlah jangan sungkan, lagipula ini tidak gratis''.


''Maksud kak Rei??


''Jangan berani melihat pria lain nanti di pesta'', kata Rei di telinga Lanlan yang membuatnya langsung membeku.


Rei meninggalkan Lanlan yang tertegun.


''Ciiieeee, awas kalau sampai lihat cowok lain'', ejek Kai


''Apa maksudnya??

__ADS_1


''Maksud kak Rei dia nembak kamu barusan, mengerti!!!! selamat kakak ipar'', kata Kai sambil tersenyum.


Wajah Lanlan berubah jadi merah seketika. Hatinya seperti ada ribuan kupu-kupu, dia begitu senang.


__ADS_2