Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 39


__ADS_3

Ditempat lain tak jauh dari rumah sakit, tepatnya di sebuah pusat perbelanjaan, yang hari ini juga akan diresmikan oleh direktur utama.


Ara duduk melihat para model cantik yang sedang berlenggak-lenggok di atas catwalk, pagi ini mereka glady bersih untuk acara fashion show yang akan segera di selenggarakan beberapa jam ke depan.


Model-model itu segera kembali ke belakang panggung untuk bersiap dengan pakaian karya desain Ara, yang sudah disiapkan secara dadakan hanya dua minggu saja.


Kenzo datang menyapa Ara dan memberikan rangkaian bunga mawar berwarna putih.


''Trimakasih Ken, kau mau datang menemaniku'', kata Ara.


''Aku senang bisa menemanimu'', mereka duduk di barisan depan kursi yang sudah disediakan.


Hari ini dia sengaja datang menemani Ara, karena teman-temanya sibuk magang semua, sebenarnya Ken juga sibuk, tapi dia masih bisa meluangkan waktunya terlebih untuk gadis yang disukainya, meskipun di tolak berkali-kali tapi Ken tetap tidak menyerah dan nyatanya dia tidak lelah mengejar cintanya.


''Bagaimana perasaanmu??, melihat mereka memamerkan hasil karyamu sebentar lagi'', tanya Ken.


''Entahlah, aku tidak bisa mengungkapkanya. yang pasti deg - degan, karena akan di lihat banyak orang dan di lihat langsung oleh direktur utama serta jajaranya''.


''Tenanglah, aku yakin ini akan sukses'', Ken mengenggam tangan Ara.


''Semoga ya aamiin'', wajah Ara memang sedikit tegang.


Diruang ganti model, ''dimana baby Ara??, tanya manager Eric.


''Baby Ara duduk di depan panggung kak Eric'', kata seorang model dengan logat manjanya, ''dia sedang bersama pria tampan'', bisiknya di telinga Eric.


Eric yang dengar ada Pria tampan langsung melangkah ke depan panggung, dia mencari sosok Ara.


''Ohh baby kau disini rupanya, aku mencarimu''. Eric melihat ke arah Ken, menelitinya dengan gaya kemayunya.


''Apa dia pacarmu beb?? kau tidak ingin mengenalnya padaku'', tanya Eric.


''Ara berdiri diikuti Ken, kakak manajer kenalkan dia temanku namanya Kenzo dia ini pemilik Ken'z cafe dan resto, Ken kenalkan dia kak Eric manajer departement fashion tempatku magang, dia koordinator model dan fashion desainer''.


Mereka berdua berjabat tangan, Eric sedikit meremas tangan Ken.


''Tampan aku pinjam dulu ya baby Ara, dia harus bersiap juga''.


''Aku.....???!!,


''Maaf Ken aku tinggal dulu ya, tidak apa-apa kan??, pamit Ara


''Ok, semangat!!!.


Ara melambaikan tanganya pada Ken.


Di belakang panggung, yang di penuhi model-model cantik sedang merias dan berganti pakaian.


''Ada apa kak Eric, kenapa aku harus bersiap, bukankah aku tidak perlu tampil''.


''Baby maafkan aku, direktur Morgan ingin kau tampil juga, karena ini pertunjukan karyamu, jangan kuatir aku akan mendampingimu''.


''Ohhh... ayolah kak, kenapa tiba-tiba'', rengek Ara.


''Sayang ini karyamu, kau akan dikenal banyak orang, karyamu bisa di kenal sampai manca negara, ini kesempatanmu, jangan kau sia-siakan''.

__ADS_1


''Tapi aku hanya karyawan magang''.


''Apa masalahnya kalau kamu karyawan magang??, bahkan kamu juga bukan desainer terkenal, tapi ini tentang karyamu, dan kamu tahu dimana kamu berada perusahaan Orland Group, siapa tahu direktur utama melihatmu dan kau bisa melanjutkan bakatmu di luar negeri''.


''Aku gugup kak''.


''Itu wajar beb, karena ini pertunjukan pertamamu, hasil kerja kerasmu yang kau kerjakan sampai larut malam. Hargailah karyamu sendiri, kau harus percaya diri.


Ara diam berfikir, dia mengembungkan pipinya, membuang nafas.


''Jangan kelamaan berfikir, percayalah kau berbakat, dan kau hebat'', kata Eric menyemangati.


''Tarik nafas dulu dan buang perlahan'', makeup segera kau benahi dandananya dan aku akan pilihkan gaun untukmu'',Eric segera mengambil baju untuk Ara.


''Ayo semua segera bersiap'', kata Eric ''sebentar lagi acara dimulai''.


Sementara itu di rumah sakit, Ryu telah selesai memimpin rapatnya, dan Rei telah resmi diangkat sebagai direktur rumah sakit. Sebelumnya Morgan telah mengirimkan resum milik Rei kepada Ryu, dan tentu saja Ryu telah menyelidiki identitas Ryu yang sebenarnya anak sulung dokter Firman dan dokter Aisyah, serta kakak dari dua penyelamatnya Kai Sang Arjuna dan Mutiara Cinta, dengan penuh pertimbangan Ryu memintanya, bukan karena Rei adalah salah satu keluarga yang menyelamatkannya, akan tetapi karena Rei adalah dokter yang cerdas dan berpengalaman saat di London.


El Ryu segera keluar setelah memberi ucapan selamat pada Rei, diikuti oleh yang lainnya. Rombongan El Ryu segera menuju pusat perbelanjaan dimana hari ini Ryu juga akan meresmikan pusat perbelanjaan tersebut dan meninjau perkembanganya.


Setelah resmi menjadi direktur rumah sakit, Ryu segera menghubungi Kai adiknya dengan nomor barunya, karena Kai belum tahu nomor baru miliknya.


ting....bunyi notifikasi di ponsel, Kai melihat ada pesan masuk tanpa ada namanya.


Temui aku di lantai atas!!, Rei


Kai sedang makan siang bersama Lanlan dan teman magangnya yang lain, ''maaf aku duluan'', pamitnya.


''Mau kemana??, kau belum menyelesaikan makanmu, tanya Lanlan.


Lanlan membulatkan matanya, ''menyebalkan, memangnya aku apa suruh makan sisanya''. gerutu Lanlan, teman-temanya tertawa mendengar kekesalanya.


Rei berdiri di lantai atas rumah sakit, rumah sakit ini terdiri dari 3 lantai, yang atapnya di gunakan sebagai landasan helly kopter, memandang jauh ke bukit sambil menunggu adiknya, tak berapa lama Kaijun datang.


''Ada apa direktur memanggilku??, tanya Kai dari arah belakang.


Rei segera berbalik saat mendengar suara adik bungsunya, mereka saling berpelukan melepas rindu.


''Kenapa baru pulang sekarang, aku merindukanmu kak'', katanya sambil menangis.


''Aku juga merindukanmu, maaf... maafkan kakak yang egois''.


Kai melepas peluknya pada kakaknya, kapan kak Rei datang??.


''Sudah dua minggu lalu'',


''Apa dua minggu!! tidak menengoku sama sekali, adikmu bukan cuma Ara saja''.


''Sebenarnya kakak mau menengokmu dan mengujungi bibi An, kakak nunggu Ara libur tapi dua minggu ini dia sibuk sekali, berangkat pagi pulang malam, dan lagi kakak masih harus mengurus kelengkapan di kantor pusat, jelas Rei.


''Kenapa kak Rei memilih bekerja di rumah sakit ini???.


''Aku ditawari seorang teman saat masih di London, sudah lama kakak mempertimbangkannya''.


''Teman siapa??, tanya Kai penuh selidik.

__ADS_1


''Morgan teman kakak saat di London dia yang merekomendasikanku, dia mencari beberapa kandidat dan terpilihlah kakak''.


''Kenapa??,,...kau tidak senang kakak jadi direktur di rumah sakit ini!!, kau tidak memberiku ucapan selamat??, tanya Rei.


''Tentu saja aku senang, selamat ya!!!.


Apa kakak mengenal direktur utama??.


''Aku baru bertemu tadi, sebelumnya tidak, Morgan yang mengirimkan resum kakak kepada direktur utama''. jelas Rei.


''Apa Ara tidak cerita sesuatu??, tanya Kai lagi.


Rei menoleh ke Arah Kai, ''dia sudah cerita, aku tidak tahu kenapa kalian berdua harus merahasiakan hal seperti ini, terutama pada ayah dan bunda''.


''Kalau ayah dan bunda tahu masalahnya akan bertambah panjang. Ayah dan bunda tidak akan tenang, dan kakak mungkin akan pulang dan tidak ingin melanjutkan belajar di sana''.


''Haaahhh,.... kau benar mungkin kakak akan langsung pulang saat itu''.


''Apa Ara juga memberitahu siapa penculiknya??.


''Tidak, dia bilang bahwa penculiknya tidak lain adalah orang yang kalian selamatkan''.


''Apa kak Rei ingin tahu siapa orang itu??.


''Siapa ???? tanya Rei


''Dia direktur utama rumah sakit atasan kak Rei dan kawan-kawanya!!!.


''Apa maksudmu!!!


''El Ryu Saviero Orland, orang yang bersama kakak tadi, dalang penculikan Ara, Assisten Kevin dia kakak Clara temanku bertugas sebagai pencari informasi, Dave Morgan dia mata-mata sejak dua tahun ini terus menguntit Ara, pengacara Henry dia pengacara yang ditunjuk oleh El Ryu, Deigo dia yang menculik Ara dan membawa ke vila mereka di puncak bukit, Sergio dia sopir dan bodyguardnya dan Nania dia pelayan di Vila milik El Ryu di bukit''.


Rei diam tertegun dengan apa yang ia dengar, dia benar-benar shok mendengar penjelasan Kai.


''Kau yakin apa yang kau katakan??, tanya Rei tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


''Tentu saja, aku, Ara, Lanlan, Joy, Bisma, Ken dan Clara, kami semua bingung dan takut saat itu, mencarinya kemana-mana, sampai akhirnya Ara menghubungiku, bibi An juga tahu, sampai sekarang aku tidak mengerti semua saling berhubungan''.


''Dokter Hanaya dan kepala perawat Nadia, mereka yang memberikan pertongan pertama pada El Ryu setelah tiba di klinik desa dan merujuknya ke rumah sakit tempat ayah dan bunda bekerja''.


Rei mengusap wajahnya kasar, ''bagaimana bisa?? apa mereka mengincar Ara??.


''Tidak, .. gawat Kaijun.... ikut aku sekarang!!, Rei langsung menarik tangan adiknya.


''Ada apa kak'', tanya Kai.


''Ara dalam bahaya, cepat!!, jawab Rei


''Apa maksud kak Rei??, bahaya apa?.


Rei berhenti sebentar, ''Ara ada di pusat perbelanjaan yang akan diresmikan oleh direktur utama, ada fashion show disana dan Ara yang mendesain pakaiannya, Ara magang di Orland Group''.


''Apa!!!!! cepat kak!!!.


Mereka berdua tergesa-gesa turun melalui tangga, mereka berlari ke parkiran rumah sakit dan segera memasuki mobil melajukan mobil ke pusat perbelanjaan dimana acara fashion show diselenggarakan.

__ADS_1


__ADS_2