Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 24


__ADS_3

Ryu dan Henry memasuki resto itu, menuju ke arah dimana Kevin, Ara dan Kai berada.


Ryu dan Henry melihat dua remaja yang sangat ingin ditemuinya, mereka berdua terlihat sudah berdiri dan mau keluar dari resto.


''Tunggu!!!, kata Henry memberhentikan langkah Ara dan Kai, ''bisakah anda berdua duduk kembali''.


''Maaf kami tidak ada urusan dengan anda''. tolak Kai, Kai menarik tangan Ara segera pergi dari mereka.


''Sebentar saja, kami tidak akan mengganggu waktu anda setelah ini''.


Ara menatap Kai. Ara berhenti melangkahkan kakinya. menarik tangan Kai


''Baiklah, segera katakan apa mau kalian, kami sudah terlalu lama disini''. kata Ara


''Silahkan duduk kembali nona''.


Ara dan Kai duduk kembali di tempatnya.


Henry diam memandang ke arah mereka berdua bergantian. dia tampak sedang mengamati dua remaja yang ada didepanya. dia merasa tidak asing dengan wajah mereka tapi dimana batin Henry


''Katakan apa mau kalian??. tegas Ara


Henry tersadar dari lamunannya. ''Begini nona, saya Henry pengacara tuan El Ryu Saviero Orland, anda pasti sudah mengenalnya''.


''Satu tahun lalu tuan Orland mangalami kecelakaan, saat itu anda berdua yang menyelamatkannya bukan, selama satu tahun ini tuan Orland terus mencari anda berdua, tapi tidak disangka malah terjadi peristiwa yang mengacaukan kehidupan anda, untuk itu sebagai ucapan terimakasih dan permohonan maaf dari tuan Orland, saya sebagai pengacaranya di utus untuk membuatkan surat perjanjian hibah saham kepada anda berdua masing-masing 10%, jadi saya ingin menyerahkan dokumen ini anda bisa baca terlebih dahulu, kami tidak punya maksud apa-apa, tuan Orland sangat berharap anda berdua mau menerima hibah saham dari tuan Orland'', jelas Henry ''bukankan begitu tuan Orland???. tanyanya pada Ryu


Ryu dari tadi hanya diam menatap Inten ke arah Ara dan Kai, yang tampak mulai kesal.


''Iya benar ini adalah ucapan terimakasih saat itu anda berdua sudah mau menyelamatkanku, dan juga sebagai permohonan maaf saya atas penculikan yang saya lakukan serta kekacauan yang terjadi, aku El Ryu Saviero Orland tulus meminta maaf pada anda tuan Kai dan nona Ara''. Ryu berdiri dan membungkukan badannya sebagai tanda permohonan maafnya yang tulus.


Henry menyodorkan beberapa tumpukan kertas, ''silakan dibaca dulu''.


''Haahhhh, kami tidak perlu membacanya''. Ara mendorong tumpukan kertas itu ke arah Henry.


''Sepertinya anda masih tidak faham tuan El Ryu dengan apa yang kami katakan tempo hari, kami tidak tahu lagi bagaimana menjelaskan kepada anda, apa kata-kata kami kurang jelas???.


''Saya tegaskan sekali lagi, bahwa saya Mutiara Cinta dan saudara saya Kai Sang Arjuna, tulus menolong anda dan tidak pernah mengharapkan imbalan apapun dari anda tuan El Ryu, jadi anda tidak perlu menghibahkan saham anda kepada kami sebagai permohonan maaf dan ucapan terimakasih, kami tidak bisa menerimanya''.


''Benar, menolong sesama adalah kewajiban, jadi anda tidak perlu repot-repot seperti ini, kami memang bukan orang berada seperti tuan-tuan, tapi kami juga bukan orang yang senang dengan pemberian orang lain ini adalah kerja keras anda, pastinya anda mendapatkan dengan sulit, kami tidak bisa menerimanya, untuk itu cukup sampai disini, masalah antara kami dan tuan El Ryu tidak perlu di perpanjangan lagi, kita akhiri sampai disini, tentang penculikan Ara, saya harap tidak akan terjadi lagi, itu sangat mengacaukan hidup kami, saya mohon jangan ganggu kehidupan kami lagi'',jelas Kai dengan tegas.


''Itu saja kami permisi tuan-tuan''. Kai menggenggam tangan Ara dan berdiri, Ara ikut berdiri


''Maaf tuan-tuan kami permisi''. Ara dan Kai langsung melangkahkan kakinya.


Ryu tidak bisa berkata-kata lagi. Kevin bahkan diam tidak bersuara mendengar pembicaraan sedari tadi.


Henry berdiri dari duduknya ''tunggu..!!!. apa anda tidak ingin mempertimbangkannya dulu???, dan juga apa sebelumnya kita pernah bertemu, saya dari awal tadi merasa tidak asing dengan anda berdua''.


Kai dan Ara berhenti, ''maaf kami rasa tidak perlu, mungkin anda salah orang, permisi'', mereka berdua melanjutkan langkahnya keluar dari restoran menuju motornya diparkirkan. menyalakan motornya dan berlalu meninggalkan resto itu.


Ryu terpaku melihat keduanya meninggalkan mereka bertiga, dia heran karena ada orang-orang setulus mereka, terlebih mereka masih muda, sama sekali tidak tergoda dengan harta. dimana saat ini banyak orang yang serakah soal harta, dia berfikir bahwa mereka pasti akan dengan senang hati menerimanya, tapi kenyataannya mereka sama sekali tidak menerima apapun darinya.


Begitu juga dengan Henry, dia tampak berfikir keras mengingat rupa wajah mereka yang tidak asing baginya.


''Hahhhh siapa mereka dan kenapa wajahnya seperti sangat tidak asing bagiku???, aku seperti pernah bertemu mereka sebelumnya???.

__ADS_1


Kevin yang sedari tadi diam menjadi pendengar, akhirnya mengerti kenapa semuanya terjadi.


''Hemmm'', Kevin berdeham memecah keterdiaman mereka.


''Sudahlah Ryu dari awal aku sudah bilang, mereka pasti akan menolak, aku tahu kau menyesal melakukan penculikan terhadap nona Ara dan mengacaukan hidup mereka. menurutku kau terlalu berlebihan menghibahkan saham sebagai permohonan maaf dan ucapan terima kasih, 20% untuk mereka berdua itu tidak sedikit''.


''Benar bos, memang penculikan itu pasti pempengaruhi psikologi mereka, mungkin saat itu mereka sangat ketakutan dan hancur, bagaimanapun tindakanmu sangat fatal, kau melakukan kesalahan pada orang yang tidak seharusnya, masih untung gadis itu punya keberanian dan bisa meloloskan diri darimu, dan lagi mereka tidak melaporkannya ke pihak berwajib, tidak semuanya bisa diukur dengan materi, aku rasa kau tidak perlu mengusik mereka lagi''. jelas Henry


''Betul'', sahut Kevin .''Bahkan adikku Clara yang tidak tahu apa-apa, sempat jadi sasaran kemarahan pemuda itu, bagaimapun ini salahku telah melibatkanya, aku tidak tahu kalau kau akan menculiknya, aku memberikan undangan seminar itu pada Clara dan meminta Clara untuk mengajaknya datang ke seminarmu, pemuda itu adalah pria yang disukai adikku Clara, mereka pernah satu sekolah sejak kecil sampai sekarang meski tidak dekat, aku minta tolong untuk membantunya mempertemukan dengan mereka berdua, tapi Clara tidak mau karena merekalah teman baiknya, terlebih sejak kejadian itu, cinta Clara bertepuk sebelah tangan, dia mengabaikan adikku, tapi dia tetap mau berteman karena Clara dan Ara mengambil kuliah yang sama, untuk menghindari terjadinya penculikan tiap hari Clara dan Ara, setelah selesai kelasnya pulang bersama Kenzo teman mereka juga karena Ara tidak diijinkan pergi kemanapun sendiri, menunggu Kai selesai dan menjemputnya''. keluh Kevin.


''Hahhhhh sudahlah aku lapar, mereka tidak mau memesan makanan atapun minuman, apa kau berdua sudah makan??. tanya Kevin pada Ryu dan Henry.


''Kita pesan makan siang dulu, masalah ini benar-benar menguras otak, kami tadi buru-buru datang kesini, aku seperti pernah melihat mereka, tapi dimana aku benar-benar tidak ingat'' ucap Henry.


Ryu tidak bisa berkata apapun dia larut dalam pikirannya, mungkin dia menyesali perbuatannya, benar-benar menyesal ''hahhhh baiklah ayo pesan makanan''.


Kevin menepuk punggung Ryu, ''sudahlah bos jangan di pikirkan semua sudah di akhiri''.


Sementara Kai dan Ara menuju Ken'z Cafe & Resto, tempat yang hampir setiap hari mereka datangi. Ara hampir tiap hari pulang bersama Ken ke Cafe ini dan Kai yang setelahnya menjemput Ara kesini.


Setelah sampai Kai memarkirkan motornya di tempat biasa, mereka berdua langsung masuk kedalam.


''Selamat Siang menjelang sore kak'', seorang pelayan yang berjaga di depan langsung menyapanya dengan ramah, pelayan itu sudah mengenal mereka berdua.


''Mat Sore juga'', Ara membalas dengan senyum manisnya, apa Ken ada??.


''Ohhh cari bos, ada lagi di lantai 2''.


''Apa dia sedang istirahat??. tanya Ara lagi.


''Tidak usah biar kami telefon saja''. jawab Kai


Ara segera mengambil ponselnya di tas mencari kontak nama Ken


drettt.... dretttt


bunyi ponsel Ken


Ken yang sedang bersantai di kamarnya di lantai atas, segera mengangkat panggilan di ponselnya setelah memastikan siapa penelfonya.


''Hai baby, ada apa menelfon, ahh sehari ini belum bertemu, kau pasti merindukanku''.


''Ken aku dan Kai di bawah''.


''Apa.....aku maunya kamu saja di bawah, biar aku di atas, kenapa bawa Kai??


''Ken.... kesal Ara, mulai deh!!!.


''Bercanda baby, kenapa kau tampak kesal begitu??.


''Aku lapar, apa ada makanan yang enak di makan''.


''Kau kelaparan, apa Kai tidak memberimu makan, naiklah aku dilantai dua''.


''Ok'', jawab Ara dan menekan tanda off pada ponselnya.

__ADS_1


''Kami ke lantai atas dulu ya!!, pamit Ara pada pelayan, menarik tangan Kai.


''Silahkan''pelayan disana memang sudah mengenal Ara dengan baik, mereka mengira dia adalah pacar bosnya.


Sampai lantai atas dia segera mengetuk pintu


tok..tok.. Ken segera berjalan ke pintu membukakanya untuk gadis pujaaanya.


''Hai Ken!! sapa Ara dan Kai bersamaan.


''Hai!!!, Ken mau memeluk Ara, tapi Kai segera menariknya.


''Ciiih kau ini pelit sekali'', kata Ken


''Bukan muhrim'', jawab Kai.


''Posesif brother, kesal Ken.


''Masuklah, kenapa wajahmu jelek-jelek menggemaskan''.


Mereka berdua masuk ke ruangan lantai atas. Ara sudah biasa disini bahkan kalau dia ngantuk saat menunggu Kai menjemputnya, Ken akan menyuruhnya istirahat di lantai atas, terkadang juga membantu menjadi pelayan di lantai bawah saat cafenya sedang ramai lain dengan Kai yang baru pertama masuk ke ruangan lantai atas yang hanya digunakan sebagai tempat tinggal Ken.


''Aku lapar Ken, kami belum makan dari pagi hanya makan selembar roti''. kata Ara memelas


''Kalian dari mana???, ini sudah hampir sore belum makan'', tanya Ken


''Hahhh nanti saja ceritanya, beri kami makan dulu'', kata Ara sambil berjalan ke lemari pendingin, mengambil 2 botol minuman dan memberikan salah satunya untuk Kai.


Ken hanya melihat dan mengikuti Ara, ''kau sangat mengemaskan kalau lapar''.


Kai hanya diam melihat sekeliling ruangan Ken yang luas dengan penataan yang sangat rapi.


''Apa kau tinggal sendiri disini Ken??, tanya Kai.


''Aku ingin mengajak Ara untuk tinggal bersamaku, apa kau akan mengijinkanya??, kata Ken sambil menyiapkan bahan-bahan, untuk membuatkan makanan kedua sahabatnya yang kelaparan.


''Cihhhh, ngarep aku saja 17 tahun menunggu untuk bisa tinggal bersamanya'', ketus Kai.


''Apa ada yang bisa ku bantu Ken??? biar cepat'', tawar Ara.


''Baiklah kau janji akan masak bersamaku jadi bantu aku mencuci bahan-bahanya''.


''Ok siap chef'', semangat Ara sambil tersenyum


Kai malah mengambil gitar Ken dan memainkanya.


''Apa dia bisa memainkannya??, tanya Ken.


''Eemm kadang kami bermain bersama''.


''Haahhh kalian mesra sekali, aku cemburu''.


Ara memutar bola matanya, mendegar gombalanya.


Mereka berdua sibuk memasak,Ken tidak tega, terlebih saat melihat Ara dan Kai datang dengan wajah kesal dan bilang belum makan, ini tidak biasanya Ara meminta Ken memasakanya, biasanya Ken yang menawarkan diri membuatkanya makanan untuk Ara.

__ADS_1


__ADS_2