
Sementara itu Kai yang sedang berada di kampus sedang diskusi dengan beberapa temanya.
drettt dretttt
Kai mengambil ponselnya yang bergetar.
''Halo''... diskusi mereka pun terhenti.
''Apa maksudmu Joy???, Lanlan yang juga sedang diskusi bersamanya mendengar nama Joy disebut langsung menoleh ke arah Kai.
''Aku masih di kampus.
''Joy.... Joy kau masih disana.
''Joy.....,
''Jangan main-main Joy. Kalau sampai terjadi apa-apa dengannya aku tidak akan memaafkanmu.
tutt tuut....
Telefon dimatikan, wajah Kai tampak terlihat tidak bersahabat. Dia tampak menahan emosi.
''Ada apa Kai??, tanya Lanlan
''Maaf aku tidak bisa melanjutkan diskusi.
Kai tampak terburu-buru pergi meninggalkan diskusi mereka.
Lanlan yang melihatnya merasa ada yang tidak baik-baik saja, dia berlari menyusul Kai yang sudah sampai parkiran.
''Kai tunggu!!!!, panggilnya sambil mengatur nafasnya.
''Ada apa, tadi itu Joy yang menelfonmu??.
''Ara menghilang dari seminar.
''Apa?? kaget Lanlan.
''Kau mau kemana?
''Ke hotel mereka seminar, jawabnya
''Aku ikut, LanLan langsung naik ke motor Kai tanpa diminta.
Kai langsung menjalankan motornya.
''Kai sabar jangan terburu-buru, utamakan keselamatan, kata Lanlan
Kai mengendarai motornya dengan kencang, menyalip kendaraan di depannya, tidak mempedulikan Lanlan yang sangat ketakutan sampai memejamkan matanya, memeluknya dengan erat.
Tak berapa lama mereka sampai di hotel bintang 5 kota J, jarak kampus ke hotel dimana Ara dan teman-temanya mengikuti seminar memang tidak begitu jauh, apalagi Kai mengendarai motornya seperti pembalap.
Kai berhenti di depan lobi hotel dia langsung turun, memarkir motornya begitu saja.
Dia melihat Joy, Kenzo dan Clara sedang berbicara dengan pihak keamanan hotel, cctv sudah dilihatnya tidak nampak kemana perginya Ara, hanya terlihat saat cctv menampilkan kedatangan Ara saat di lobi dan di dalam ruang seminar, terlihat Ara keluar dari ruang seminar tapi setelah itu tidak terlihat kemana perginya.
''Joy, panggilnya, wajah Kai terlihat tampak tegang menahan marah.
Semua yang ada disitu melihat ke arah Kai dan Lanlan yang mengikutinya dari belakang.
''Bagaimana bisa?? tanya Kai
__ADS_1
Joy diam tak bisa berkata-kata, terlihat jelas muka Joy rasa bersalah.
''Jawab Joy jangan diam saja. Apa yang kau lakukan sampai dia bisa menghilang. Kau benar-benar tidak bisa diandalkan, suara Kai meninggi wajahnya terlihat memerah, giginya sampai gemeretak, tanganya sudah mengepal ingin melayangkan tinjunya ke arah Joy
''Kai tenang dulu, biarkan Joy menjelaskanya, apa yang sebenarnya terjadi??, kata Lanlan menengahi.
''Joy bicaralah, titah Lanlan
Joy menceritakan semuanya tanpa ditambah ataupun mengurangi, diyakinkan dengan anggukan Kenzo dan Clara.
''Sebaiknya telefon dulu keluarganya, siapa tahu dia sudah pulang, kata menajer hotel.
''Benar Kai kau telefon ke rumahmu dulu, aku akan telefon bibi An. Joy kau telefon Bisma sekarang sapa tahu dia bersamanya, perintah Lanlan dengan tegas.
Kai mengikuti saran Lanlan menelfon nomor rumahnya dari ponselnya.
Joy menelfon Bisma
dan Lanlan menelfon bibi An.
''Tidak ada, ucap Kai lemah.
''Kau telefon papa dan mamamu dulu kata Clara, mungkin bersama mereka.
''Bagaimana Kalau tidak, mereka akan kuatir.
''Coba dulu Kaijun!! kata Clara ikut memanggil Kai dengan panggilan Kaijun.
Kai tampak ragu mencoba menelfon ayah dan bundanya yang jelas masih di rumah sakit
Tak lama kemudian Bisma datang. ''Apa yang terjadi Joy, kenapa Ara menghilang???
Mereka semua diam, ''kenapa semua diam, ada yang bisa menjelaskan padaku??.
''Joy, bagaimana bisa??, tanya Bisma pada sahabatnya itu.
Joy meremas kepalanya, menjambak rambutnya ''entahlah''.
''Apa yang harus kita lakukan sekarang, kita cari kemana??, kata Bisma.
''Apa ada tempat yang biasa dia kunjungi?? tanya Ken
''Ara tidak pernah pergi sendiri setelah pindah ke kota ini, kata Kai
''Dia juga tidak membawa tasnya. Joy menunjukkan tas Ara yang ditinggalkan ditempat duduknya tadi.
''Bolehkan kita lihat cctv sekali lagi??, untuk memastikanya, ucap Bisma pada petugas dan menajer hotel.
Mereka semua pergi ke ruang cctv untuk memastikan sekali lagi, tidak terlihat jejak Ara sama sekali, hanya saat kedatangan di lobi dan saat di dalam ruang tempat seminar.
Semua masih diam.
Tiba-tiba Kai menarik tangan Clara.
''Apa yang kau rencanakan?? tanya Kai dengan marah.
''Apa maksudmu Kai??, aku tidak merencanakan apa-apa.
''Kau yang memberikan undangan seminar padanya, jadi kau sumber semua ini, apa yang kau rencanakan hahhh jawab!!!, bentak Kai
Clara sangat ketakutan, dia tidak pernah melihat Kai semarah ini.
__ADS_1
''Kai aku tidak punya rencana apapun.
''Apa kau pikir aku tidak tahu, kau ini perempuan yang terobsesi, kau itu sakit. Kai semakin erat mencengkeram tangan Clara menariknya ke atas mendorong Clara ke tembok. ''Kalau sampai terjadi apa-apa pada Ara aku tidak akan memaafkanmu!!! ucapnya dengan keras
Clara menangis menahan sakit, ''aku benar -benar tidak tahu Kai, tolong lepaskan tanganku sakit.
Kai melepaskan cengkramanya pada tangan Clara.
''Katakan!!! tegas Kai
''Aku tidak tahu, aku memang menyukai mu dari dulu, entah sudah berapa tahun.
Clara tampak menjeda kalimatnya
untuk mengambil nafas.
''Dan aku juga tidak suka kau dekat dengan Ara. Tapi aku tidak berfikir menyakitinya ataupun merencanakan sesuatu yang buruk pada Ara. Clara menangis tubuhnya merosot ke lantai
''Aku benar-benar tidak tahu kemana Ara dan bagaimana dia bisa menghilang, Clara menangis tersedu.
Semuanya terdiam melihat pengakuan Clara.
Bisma berjalan ke arah Kai.
''Tenang Kai sebaiknya kita bicarakan baik-baik ok, ini baru 3 jam tidak bisa disebut kehilangan kita juga tidak bisa lapor polisi belum 24 jam, masih banyak kemungkinan, Bisma berusaha menenangkan Kai
Lanlan juga mendekati Clara dan menenangkanya. Clara menangis dipelukan bulan. ''Berdirilah kita bicarakan baik-baik''.
''Begini saja, kita berbagi tugas'', kata Bisma.
''Joy dan Clara kau disini, jika kemungkinan Ara masih ada di hotel ini''.
''Lanlan kau temani ken ya cari di kampus atau dimana tempat yang biasa di datengin Ara.
''Aku akan pergi dengan Kai.
''Baiklah kita berpencar sekarang dan siapa yang menemukan lebih dulu segera kasih tahu, pastikan nomer kalian aktif semua, Bisma mengomando.
Mereka membubarkan diri dan pergi meninggalkan hotel, meninggalkan Joy dan Clara.
''Kai, apa tidak sebaiknya kamu hubungi dulu orangtuamu, siapa tahu Ara bersama mereka, kata Bisma sambil berjalan ke depan menuju motornya.
dretttt.... dretttt
''Halo bunda, Kai jangan lupa jemput Ara!! ( suara bunda di telfon).
''Iya, jawab Kai
''ya sudah (bunda)
tut tut tut.
''Bunda malah menyuruhku menjemput Ara berarti dia tidak ada bersama mereka.
''Apa Ara ada masalah akhir-akhir ini????, tanya Bisma
''Tidak dia baik-baik saja, jawab Kai
''Apa dia pernah cerita sesuatu??
''Tidak, Kai menggelengkan kepalanya, diam diatas motornya mengusap wajahnya kasar, ''aku tidak tahu harus mencari kemana???.
__ADS_1
''Kita datangi saja tempat-tempat yang pernah dia kunjungi.