Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 50


__ADS_3

Nyonya Silvia segera menghubungi suaminya melalui sambungan telepon selulernya.


Dan disinilah mereka berada sebuah restoran mewah di kota J, Silvia memesan sebuah private room


Jonathan heran melihat Silvia yang mengajak putri Rania, mereka terlihat dekat seperti seorang ibu dan anak. Padahal baru beberapa hari mereka saling mengenal, mungkin ini awal yang baik untuk memperbaiki hubungan pikirnya, meskipun putranya itu telah mengacaukan keadaan gadis yang duduk di depannya saat ini.


''Apa kau tahu Honey, kenapa aku mengajak mereka makan bersama hari ini dan sangat tiba-tiba'', kata Silvia.


Jonathan hanya mengangkat bahunya.


''Hari ini adalah kejutan besar bagiku iya kan Eric, desainer yang aku cari selama ini, ternyata dia putri Rania''.


''Kamu serius sayang'', tanya Jonathan seperti tidak percaya, kemudian melihat ke arah Eric meminta jawaban.


''Benar tuan Jonathan, nyonya Silvia mengirim saya ke kota J untuk mencari informasi tentang desainer online cantik ini, tapi aku tidak menemukannya. Hari ini nyonya Silvia datang ke ruang kerja saya dan melihat hasil rancangannya kemudian mencocokkan desain yang sudah ia beli, dan ternyata itu benar milik dia''. jelas Eric.


''Kau memang keren baby'', kata Eric memuja Ara.


''Aku tidak menyangka, takdir kita bertemu seperti ini, rasanya semua tidak mungkin, tapi ini kenyataan. Sayang anggaplah kami seperti orang tuamu'', kata Jonathan


''Benar sayang abaikan Ryu putraku yang menyebalkan itu''.


''Terimakasih atas ketulusan anda tuan dan nyonya'', jawab Ara.


''No.... no.. no, mulai sekarang jangan panggil kami tuan dan nyonya, panggil kami mommy and daddy, seperti Ryu memanggil kami ok'', tegas Silvia.


Ara membelikan matanya tidak percaya dengan apa yang dikatakan dua orang di depannya.


''Ya benar panggil kami seperti itu, kita adalah keluarga''.


Tak berapa lama pelayan datang membawakan pesanan mereka, mereka segera menikmati hidangan yang dipesan nyonya Silvia.


''Dengar sayang kalau Ryu berani mengganggumu lagi bilang pada kami. Kau tidak perlu takut padanya'', seru Jonathan


'Soda direktur Orland mengganggumu baby, katakan padaku aku akan membantu menghajar putra nyonya Silvia dan tuan Jonathan'', kata Eric dengan kemayu.


''Tapi putra anda sangat tampan, aku tidak tega menghajarnya. Aku sangat mengaguminya, tapi dia sama sekali tidak tertarik padaku dan selalu berbicara kasar padaku'', kata Eric membuat semua tertawa


''Hahaha..... Kau benar-benar tidak bisa sembuh Eric, menjijikkan ketus Jonathan bercanda. Banyak wanita cantik, kenapa kau menyukai sesama jenis, lagi pula putraku bukan penyuka sesama jenis, satu-satunya yang dia suka hanya putri Rania''.


Hukk....hukkk, Ara tersedak saat mendengar kata-kata Jonathan barusan.


''Pelan-pelan sayang'', kata Silvia sembari menyodorkan air minum. ''Kau ini membuatnya tersedak'', kata Silvia pada suaminya.


''Maaf sayang, kamu pasti kaget mendengarnya, apa kau mau mendengar ceritaku, dulu saat kau masih dalam kandungan Rania, Ryu selalu mencium perut ibumu, dia berharap kau segera lahir dan dia bilang akan menjagamu, mengajakmu bermain dan pergi berkeliling dunia. Dia selalu ikut saat ibumu memeriksakan kandunganya ke dokter, dia sangat senang saat pulang sekolah dijemput oleh ibumu, dan tidak peduli dengan mommynya meski ditinggal keluar negeri. Dia memilih tinggal dirumah bersama ayah dan ibumu''. Jonathan mulai bercerita tentang Ryu yang dekat dengan Rania ibu Ara, ''Benarkan istriku??.


''Benar saat ayahmu sibuk dengan suamiku, Eric yang sering mengantarkan ibumu pergi ke dokter, ditemani Ryu. Dia setiap hari minta pulang ke rumahmu, Silvia menimpalinya''.


''Benarkah??, apa anda sedekat itu??, tanya Ara.


''Dengar baby kau harus datang ke Dubai kalau ingin tahu lebih banyak tentang orang tuamu, disana banyak foto-foto kami saat masih bersama dulu, iyakan nyonya Silvia''.


''Iya sayang, benar kata Eric kau harus datang ke Dubai, kau tidak perlu kuatir, kau bisa tinggal dengan kami, orang tuamu juga mempunyai apartemen disana'', Kata Silvia.


''Kita bisa pergi bersama-sama'', Jonathan menimpali.


''Maaf nyonya dan tuan, saya sangat berterima kasih atas kebaikan anda, tapi saya punya orang tua, jadi saya harus membicarakannya dengan mereka terlebih dahulu'', tolak Ara sopan, ''lagi pula saya masih kuliah''.


''Ahhh benar, bagaimana kalau kau melanjutkan studymu disana, setelah lulus nanti, aku akan carikan universitas yang bagus untukmu. Kau mewarisi bakat ayah dan ibumu, kau bisa mengembangkannya lagi'', tutur Silvia.

__ADS_1


''Terimakasih nyonya''.


''Sayang jangan panggil aku nyonya panggil mommy. Kau putri kami, baiklah aku ingin bertemu dengan kedua orang tua angkatnya, apa bisa??, tanya Silvia.


''Saya akan menyampaikannya nanti''. jawab Ara sopan.


dretttt....drettttt


''Aku angkat telefon dulu ya??, kata Silvia.


''Halo'' ada apa Ryu?


''Mommy dimana''? tanya Ryu di telfon.


''Mommy sedang makan siang bersama daddymu, Eric dan putri Rania''.


''Apa mom, mommy mengajaknya makan siang??.


''Begitulah, mommy ada urusan pekerjaan dengannya, apa kau sudah makan??.


''Aku sedang bersama Kevin, Henry dan Morgan''.


''Ada apa menelfon mommy??


''Mom aku ingin memberitahumu nanti malam dokter Firman dan istrinya mau meluangkan waktu bertemu kita aku sudah menghubungi dokter Rei, dia juga akan datang aku juga akan ikut bersama mommy bertemu mereka''.


''Baiklah, kau siapkan tempatnya''.


''Baik mom sampai nanti, i love you''.


''Kau manis sekali kalau seperti ini, pasti ada maunya sama mommy''.


Ryu masih berada di apartemenya yang terletak diatas gedung perusahaanya, dilantai 25 dia sedang berbincang dengan Kevin, Henry dan Dave Morgan.


Setelah menghubungi kedua orang tuanya, Ryu kembali berbincang dengan rekan kerjanya.


''Sampai dimana tadi???, kata Ryu setelah mamatikan ponselnya.


''Kau mehubungi dokter Rei, ada apa??, kenapa mau bertemu dengan kedua orang tua dokter Rei??, tanya Kevin.


''Ya, mom and dad ingin bertemu mereka, Mereka ingin tahu penyebab meninggalnya kedua orang tua nona Ara. Sudah 21 tahun kami berpisah tanpa kabar apapun, kami hampir lelah mencarinya''.


''Apa nanti Rei akan datang, apa ini pertemuan dua keluarga??, tanya Henry penuh selidik.


''Aku ingin dia ikut serta, ada hal yang ingin aku bahas dengannya''.


Henry dan Morgan mengernyitkan dahinya.


''Apa ini tentang nona Ara juga?, tanya Dave.


''Hahhhh, sebenarnya aku penasaran kemarin dokter Rei mengatakan padaku kalau dia ingin menikahinya??.


''Apa....,??? kaget Henry dan Morgan


''Serius bos??, kata Kevin.


''Tapi dia belum sempat mengatakannya, dia menyampaikan keinginannya kepada kedua orang tuanya dan mereka melarangnya, dia harus menguburnya kembali keinginanya itu''.


Peefffff, hahaha Henry menahan tawanya

__ADS_1


''Kenapa kau tertawa, apa itu lucu?? tanya Morgan


''Jelas saja orang tua Rei melarangnya, bagaimana bisa dia berfikir ingin menikahinya. Kasihan sekali Rei pasti dia sulit menahan perasaannya. Pantas saja selama ini aku tidak pernah melihat Rei dekat perempuan manapun, dan dia sangat melindungi dan menjaganya, bahkan Rei tidak mau mengenalkanya padaku, jadi karena alasan itu, konyol sekali Rei''.


''Kenapa tidak bisa??, tanya Ryu


Bukankah mereka hanya saudara angkat??.


''Mereka bukan sekedar saudara angkat, mereka saudara sepersusuan, dokter Aisyah merawat nona Ara dari bayi dan menyusuinya, nona Ara adalah wanita yang tidak boleh dinikahi oleh Rei ataupun saudaranya Kai, karena mereka saudara sepersusuan'', Jelas Henry


''Aku ada ide bagaimana nanti setelah pertemuan kalian kita ajak Rei pergi ke club, untuk menghiburnya, kasihan dia pasti patah hati'', usul Henry.


''Tidak masalah kalau dia mau'', jawab Ryu.


''Apa nona Ara juga akan datang ke pertemuan keluarga kalian''.


''Aku tidak tahu, saat ini nona Ara sedang bersama Eric dan kedua orang tuaku, mereka sedang membahas pekerjaan bersama'', jawab Ryu.


''Tadi aku berpapasan dengan nyonya Silvia, dia terlihat kesal, apa ada masalah dengannya???, tanya Kevin.


''Haahhhh, ............. aku memberitahu mereka tentang penculikan yang aku lakukan padanya, dan mereka sangat kesal, karena saat ini kondisi nona Ara tidak baik-baik saja, dia mengalami trauma merasa tidak aman dan curiga terhadap orang yang baru dikenalnya, mereka memintaku bertanggung jawab''.


''Apa yang akan kau lakukan???, tanya Dave


''Mereka memintaku menikahinya''.


''What.......?????!!!!.kaget mereka bertiga.


''Tidak perlu kaget seperti itu kalian''.


''Bagaimana kau akan menikahinya, dia tidak mau berhubungan denganmu bos'', tanya Kevin


''Entahlah, aku juga tidak tahu.


Mom mengingatkanku tadi, ini adalah perjanjian antara kedua orang tua kami, dan itu atas permintaanku sendiri, tapi aku mengacaukannya''. Ryu terlihat sedih, aku benar-benar menyesal sekarang telah menculiknya.


''Lalu bagaimana denganku, aku juga menyukainya, aku belum sempat mengatakannya, apa aku harus menyerah dan mengalah padamu, aku menunggunya selama 8 tahun'', kata Henry.


''Aku juga menyukainya, walau aku baru mengenalnya 2 tahun terakhir'', sedih Morgan, yang tidak berani menentang Ryu bosnya yang telah banyak membantunya.


''Aku sudah 21 tahun menunggunya, sejak dia masih dalam kandungan aunty Rania''. jelas Ryu datar.


Mereka bertiga melihat ke arah Ryu, tidak ada kebohongan dimatanya.


''Kalian semua menyedihkan, kenapa kalian harus jatuh cinta pada orang yang sama, memangnya tidak ada wanita lain'', kata Kevin.


''Kau yang menyedihkan Kevin, dulu kau bahkan menangis ditinggal pacarmu yang materialistis itu'', ejek Ryu.


''Aku sudah melupakannya bos, dan aku sudah menemukan penggantinya'', kata Kevin.


''Oh ya siapa???, tanya Henry penasaran.


''Tunggu saja undanganya, aku serius kali ini. '-Aku ingatkan nona Ara tidak ingin berkencan dengan siapapun, dia ingin taaruf''.


''Kau tahu darimana? tanya Dave Morgan


''Dari adikku Clara, mereka berteman baik sekarang''.


Ryu, Henry dan Dave Morgan terdiam, memikirkan kata-kata Kevin barusan.

__ADS_1


__ADS_2