
Sementara itu, Ken dan Ara yang dikuatirkan banyak orang, malah asyik bermain di taman hiburan, mencoba menaiki berbagai wahana hiburan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, mereka berteriak, menjerit, tertawa, bahkan Ara sampai menangis. Seumur hidupnya dia tidak pernah berani menaiki wahana yang membuat jantungnya seperti mau copot.
Setelah tadi Ken mengintrogasi Ara, dan Ara menceritakan perihal kenapa dia membolos, akhirnya Ken mengajaknya keluar jalan-jalan awalnya hanya berkeliling kota tapi akhirnya terbesit ingin bermain di wahana permainan yang ada di kota J.
Ken memang selalu ada untuk Ara, dia bisa membuat Ara tertawa dengan kekonyolanya, selain itu karena Ken orang yang santai namun tetap disiplin, pekerjaannya bisa di handel oleh assintenya Denis setiap kali dia bisa meninggalkan pekerjaannya, dia sangat menikmati hidup, jiwa bebas, tidak memporsir dirinya hanya untuk bekerja dan bisnis. Seperti saat ini dia memilih menemani gadis pujaaanya pergi ke taman bermain.
Setelah puas mencoba beberapa wahana yang membuat energi mereka terkuras, akhirnya mereka berhenti untuk mengisi perutnya yang kosong.
Mereka berjalan ke rest area dan mencoba membeli beberapa cemilan dan makanan disana. Berbagai jenis makanan siap saji dijual disana. Mereka berdua sangat menikmati, tidak peduli tatapan orang-orang disekitarnya. Mereka benar-benar seperti remaja yang sedang berkencan. Ara mengambil ponselnya dan numpang mengisi daya, begitu juga Ken dia mengambil ponselnya yang sengaja dimatikan saat memasuki taman bermain, dia tidak ingin diganggu dan hanya ingin berdua dengan gadis pujaaanya.
Ken melihat ada 56x panggilan masuk dan yang paling banyak adalah dari Kaijun dan Denis, beberapa pesan masuk dari Kaijun dan Denis juga.
Ken segera menghubungi posesif brother Kaijun dan saat ini Kai masih berada di ruang bersama Rei.
Dreettt.....dreettt
''Hai posesif brother apa kau merindukanku??, kenapa menelfonku sebanyak itu??. Ken sengaja membuka speaker panggilan teleponnya agar Ara bisa mendengar.
''Ken, apa benar kau bersama Ara, dimana dia sekarang??, kemana kau membawanya?? kenapa nomornya tidak aktif??, suara Kai memberondong pertanyaan.
''Hai-hai tenang Kaijun, dia masih utuh, tidak berkurang sama sekali. Baby kau tidak memberitahu posesif brothermu kalau kita pergi bersama''.
__ADS_1
Ara yang sangat merasa lapar, masih menikmati makanan yang dia beli
''Halo Kaijun, maaf ponselku mati, ini lagi di cas''.
''Kau kemana C, kenapa tidak pergi ke perusahaan magangmu???, mereka mencarimu dan bahkan direktur Orland menghubungi kak Rei'', suara Kai begitu kuatir.
''Apa itu Ara???, biar aku yang bicara'', kata Rei, Kai memberikan ponselnya pada kakaknya Rei dan menekan tanda speakernya agar bisa mendengar juga.
''Halo dek, kau baik-baik saja??, apa benar kau bersama Ken???. tanya Rei pelan.
''Iya kak, maaf membuat kalian kuatir, hari ini aku tidak berangkat magang. Sekarang aku bermain di taman hiburan dengan Ken, Aku bosan kak magang, suasanya tidak nyaman, Aku tidak mau mereka memaksaku''. Ara selalu berkata jujur pada Rei.
''Ya sudah hati-hati, kalau ada apa-apa ceritakan pada kakak. Untuk Kenzo tolong hati-hati mengemudi, jaga adikku'', kata Rei dalam sambungan telefonnya.
''Kenapa kau susah sekali dihubungi Ken??, kesal Kai
''Hahaha, kau selalu mengganggu kencanku denganya, jadi hari ini aku tidak mau diganggu''.
''Memangnya dia mau denganmu???.
''Tidak masalah dia mau atau tidak, tapi hari ini kami pergi berdua saja, jadi rasanya seperti berkencan, kau ingin berkencan juga, sana ajak Clara dia pasti dengan senang hati menerima ajakanmu'', ejek Ken, ya sudah kami sedang makan, sampai nanti, bye... posesive brother'', Ken mematikan panggilan telefonya.
__ADS_1
''Haahhhhh, Dia pasti sedang ada masalah ditempat magang kak, 5 bulan kemarin dia baik-baik saja, tinggal satu bulan malah bikin masalah''.
''Sudahlah biar kakak yang bicara pada direktur Orland, kau kembalilah'', Rei tahu adik bungsunya sangat kuatir, dia pasti sangat tidak ingin hal yang dulu terjadi lagi pada saudara perempuannya. Terlebih sekarang dia harus berhadapan langsung dengan pria Arrogan yang pernah menculiknya.
Kai kembali ke lantai bawah tempatnya magang, dan Rei segera menghubungi direktur Orland, memberitahukan padanya keadaan Ara sekarang sedang ingin memberontak tidak mau dipaksa dengan keadaan yang membuatnya tertekan. Rei sekaligus memperingatkannya agar tidak memaksakan keinginannya padanya. Meski niat Ryu baik, tapi mungkin tidak bagi Ara, karena traumanya secara otomatis dia berusaha bersikap berani untuk membentengi diri.
''Bagaimana???, tanya Kevin yang berada di dekat Ryu setelah dimatikan panggilan telepon dari Rei
''Dia kabur'', jawab Ryu.
''Maksudnya???, tanya Kevin penasaran.
''Dia tidak akan datang hari ini, dia juga tidak ingin melanjutkan magangnya, dia tertekan berada didekatku'', jujur Ryu dia mengusap wajahnya dengan Kasar.
''Haahhh, benar kan kataku, dia pasti akan melarikan diri. Bukankah dulu Rei sudah memperingatkanmu agar kau tidak memaksakan diri. Itu menandakan bahwa traumanya belum sembuh, meski sudah dua tahun kau tidak menampakkan diri, tapi keberadaan Dave Morgan yang kau suruh untuk mengawasi dan menjaganya, semakin membuatnya membentengi dirinnya. Apalagi sekarang harus bertemu denganmu tiap hari. Dia pasti kabur, makanya kemarin dia dengan berani menolakmu. Kau boleh merasa tertantang dengan penolakannya, tapi kau harus tahu kondisi dia seperti sekarang, kau yang membuatnya begitu''. Jelas Kevin begitu menyadarkan sahabat dan juga atasannya yang terkadang menjadi bodoh.
''Sudahlah, sebaiknya kau jangan menampakkan diri padanya dulu, biarkan dia menyelesaikan magangnya dibawah pengawasanku bersama teman-temanya. Apa kau tidak ingin dia segera lulus kuliah, dia sudah berusaha keras untuk belajar dan menata dirinya. Apa kau tidak ingin dia sembuh dan bisa hidup normal tanpa rasa takut dan merasa aman jauh dari bayang-bayang kejadian buruk, maaf aku bicara seperti ini, aku juga punya adik perempuan, aku juga tidak akan rela adikku mengalami hal semacam itu. Aku tahu Rei dan Kai sebagai saudara nona Ara, pasti kuatir tentang keadaannya. Jangan menambah beban nona Ara''.
''Menurut Rei dia kemana??, karena tadi Joy bilang sudah berangkat''.
''Dia pergi berkencan dengan pria itu''.
__ADS_1
''Oh ya, berkencan dengan siapa??, dia benar-benar ingin menunjukkan padamu kalau dia menolaknya dan tidak memberi kesempatan padamu. Tapi percayalah bos seperti yang dikatakan Dave kemarin bahwa Jodoh, hidup dan mati adalah kuasa Tuhan, sekeras apapun kita berusaha kalau Tuhan tidak menghendakinya dia tidak akan pernah menjadi milik kita, dan sebaliknya kalau Tuhan berkehendak, apapun akan mendekat pada kita. Kurasa Dave Morgan banyak belajar dari dokter Rei, menjadi sabar dan bersyukur menerima kehendak Tuhan. Seperti hidupmu sekarang kau sangat sukses menjalankan bisnis, tapi kau tidak bisa memiliki seorang gadis yang kau harapkan seumur hidupnya. Kau tahu itu adalah kehendakNYA''. Jelas Kevin begitu panjang membuat Ryu terdiam, Kevin sebagai sahabat dan sekaligus partner dan asistennya selalu menyadarkanya.
''Baiklah aku akan kembali bekerja, kau pikirkan baik-baik kata-kataku''. Kevin segera pergi dari ruangan Ryu meninggalkannya sendiri untuk berfikir.