Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 85


__ADS_3

Setelah makan siang bersama di Ken'z cafe dan resto, Ryu meminta ijin pada keluarga dokter Firman untuk mengajak Ara guna mempersiapkan jumpa pers malam ini. Ryu ingin mengklarifikasi semua hal yang terjadi.


''Kenapa harus denganku'' tanya Ara setelah memasuki mobil dan duduk, sebenarnya dia sangat tidak ingin pergi dia sangat lelah hari ini, karena harus bangun pagi sekali untuk berdandan dalam rangka wisuda.


''Bagaimana aku akan mengklarifikasi semua tanpamu'' jawab Ryu dengan tenang.


Sesaat mereka berdua terdiam. ''Apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku??, apa kau tidak merindukanku?? kau tidak mengkhuatirkanku??, tanya Ryu lagi.


''Bagaimana kau tiba-tiba bisa masuk ke gedung aula tadi??, kapan kau datang?? kenapa tidak membalas pesanku?? apa kau tidak tahu semua orang mengkuatirkanmu??, Ara menanyakan banyak hal dengan raut muka berkaca-kaca yang membuat Ryu menyunggingkan tersenyumnya, namun dia juga merasa bersalah telah membuatnya kuatir.


''Apa kau sangat mengkuatirkanku?, kau takut aku tidak kembali??, Ryu malah balik bertanya.


''Kenapa harus menghilang??, apa kau sangat sibuk sampai tidak bisa memberi kabar??, bahkan kau tidak membaca pesanku, kau sengaja melakukanya??, Ara bicara dengan emosi yang meluap menumpahkan semua unek-unek yang menganjal di dadanya. Air matanya mengalir deras.


''Hai jangan menangis, sekarang aku sudah kembali, apa kau tidak senang'' ucap Ryu sambil meraih tangan calon istrinya. ''Maaf membuatmu kuatir'', ucapnya kemudian.


''Kau menyebalkan El, kupikir aku akan menjadi anak durhaka, karena belum bisa memaafkanmu''. Ara tidak bisa menahan air matanya lagi dia menangis terisak.


Ryu meraih tubuh Ara membawanya kedalam pelukannya. ''Maaf, aku juga tidak tahu akan sepeti ini, aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu denganmu lagi'', ucapnya pelan.


Ara mendongakkan wajahnya mengurai pelukan Ryu, ''apa maksudmu??.


''Saat berangkat dari kota J cuaca sangat buruk setelah itu transit dan penerbangan di tunda cukup lama, aku tidak bisa menunggu lagi dan saat bersamaan pesawat Orland mendarat disana, untuk mengejar waktu aku memutuskan untuk berganti pesawat dan langsung berangkat ke London. Sepertinya pesawat yang aku tumpangi sebelumnya mengalami masalah hingga akhirnya berhasil terbang namun kemudian hilang kontak. Jelas Ryu


Ara menoleh menatap mata Ryu, ''lalu kenapa tidak memberi kabar sama sekali bahkan pada assistenmu'', tanya Ara dia semakin penasaran.

__ADS_1


''Sejak insiden di aula, aku terus meminta seseorang untuk menyelidiki insiden itu. Pelaku yang waktu itu berhasil ditangkap awalnya tidak mau mengakui siapa dalang di balik insiden itu, tapi beberapa hari sebelum aku berangkat ke London tiba-tiba dia meminta bertemu dan mengakui siapa orang yang menyuruhnya, aku dan pengacara Henry serta Morgan mencari pelakunya. Ini semua ada kaitanya dengan model Ketty".


Ara mengerutkan keningnya," maksudmu Khaterine??.


"Sebenarnya target dia adalah Khaterine, menurut info yang aku terima Ketty dulu pernah dekat dengan seorang pria yang mungkin sangat mengaguminya, mereka sudah lama bersama entah hubungan seperti apa yang mereka jalin, hingga akhirnya Ketty memutuskan untuk berpisah dan meninggalkan pria itu, kurasa pria Itu tidak terima Ketty meninggalkanya, lalu dia memanfaatkan keadaan, saat itu Ketty datang bersama Eric, pria itu ingin mencelakai Ketty, tapi malah kau yang jadi korban, Ketty memanfaatkan keadaan dengan membuat berita konyol tentang hubunganya denganku, dan semakin memperkeruh situasi, pria itu seorang psikopat. Dia ingin Ketty celaka hingga akhirnya terjadi insiden di gedung aula. Pria itu akhirnya tertangkap saat memaksa Ketty di bandara untuk ikut bersamanya, tentunya berkat kerjasama Ketty dengan pihak keamanan, pria itu juga membuat beberapa harga saham milikku anjlok.


''Dia juga menyuruh beberapa orang bayaran untuk mengikutiku sehingga aku mematikan ponselku agar tidak mudah di lacak, Sergio, Deigo dan Morgan berhasil mengalihkan situasi, aku juga tidak mau mereka tahu hubungan kita saat aku tidak ada di dekatmu, karena bisa saja mereka mencarimu. Tiga minggu ini aku berusaha menyelesaikan pekerjaanku di London, pria itu mengira aku punya hubungan dengan Ketty, dia berusaha menghancurkan perusahaanku, sepertinya pria itu bukan orang biasa''.


''Princess percaya padaku aku tidak ada hubungan dengan mereka, Aku tidak tahu kenapa Ketty membuat berita seperti itu, mungkin untuk menutupi hubungan dia dengan orang tersebut dan memanfaatkanku, untuk Itu aku ingin segera menikahimu bulan ini sebelum kita berangkat ke Dubai'', tegas Ryu


Ara terdiam sejenak, ''bulan ini aku sudah harus berangkat ke Dubai, dokumenku sudah selesai semua''.


''Kau tidak perlu kuatir aku yang akan menyiapkan pernikahan kita semua, kau hanya perlu menyiapkan dirimu saja, bagaimana dengan jasku apa kau sudah buatkan untukku''.


''Apa kita harus menikah secepat ini''.


''Dengarkan aku jika kita menikah, aku yakin pria yang mengagumi Ketty akan berhenti menganggu kita, dan lagi keluarga dokter Firman akan tenang karena aku akan menemanimu di Dubai, daddy dan mommy sangat menantimu, aku akan membuat pesta pernikahan disini, mommy dan daddy ingin membuat pesta disana, jadi setelah selesai pernikahan disini, kita akan langsung berangkat. Bagaimana apa kau setuju??.


''Haaahhh, aku tidak tahu El, kau bilang saja pada ayah dan bunda''.


''Tentu saja aku akan memohon izin pada mereka untuk menikahi putrinya yang mereka banggakan''.


Akhirnya merekapun sampai di apartemen Ryu.


''Apa kau mau membersihkan diri dulu''? tanya Ryu

__ADS_1


''Tidak, lagi pula aku tidak punya baju ganti'' jawabnya sambil mendudukan dirinya di sofa.


''Aku sudah minta Eric untuk menyiapkan baju untukmu, mungkin sebentar lagi dia akan datang''. Kata Ryu sambil melangkah ke kamarnya dan segera masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Setelah selesai Ryu segera keluar dengan hanya memakai jubah mandinya.


Suara bel pintu berbunyi beberapa kali, Ryu segera berjalan untuk membukakan pintu.


Ceklek


''Haahhh, kenapa kau lama sekali membuka pintu Ryu'', apa kau menyembunyikan perempuan di apartemenmu??, tanya Eric dengan logat kemayunya.


''Kalau iya kenapa? aku tidak akan menyuruhmu masuk, berikan bajunya padaku'', ketus Ryu.


''Awas kalau kau berani main-main dan menyakiti putri kak Rania, aku akan menghajarmu'', ucap Eric kemayu sambil mengulurkan kantong baju pada Ryu.


Ryu menerimanya, ''kembalilah bekerja''


''Kau benar-benar tidak tahu trimakasih, tidak membiarkan aku masuk dan membiarkanku menunggu lama di depan pintu. memangnya siapa yang kau sembunyikan??, kesal Eric.


''Pergilah, jangan mengganggunya, dia sedang istirahat''.


Eric berusaha menerobos masuk ke apartemen Ryu, namun Ryu menghalanginya di pintu masuk.


''Baiklah aku pergi, itu jas darinya yang di desain khusus untukmu, ku harap kau tidak akan membuatnya menangis lagi''.


''Tidak akan, trimakasih'' ucap Ryu kemudian menutup pintu sambil tersenyum bahagia, membawa kantong baju itu mencari keberadaan calon istrinya yang tadi duduk di sofa.

__ADS_1


Ryu tertegun melihat calon istrinya tertidur di sofa, dia segera menaruh kantong itu di meja dan kemudian membopong calon istrinya itu ke kamarnya dan membaringkannya di ranjang, sejenak Ryu memandangi wajah Ara yang kelelahan dan cantik dengan riasan tipis di wajahnya karena sehabis wisuda, kemudian Ryu mengecup kening gadis yang ingin segera di nikahi yang sedang terlelap.''Trimakasih'' ucapnya lirih.


__ADS_2