
hal pertama yg dilakukan Alia pada keesokan paginya ialah menelepon Laila. dia bercerita tentang apa yg terjadi kemarin, apa yg bakal terjadi nanti, apa yg harus di beli, dan apa yg akan diperbuatnya. sedangkan Laila telah menyebarkan berita Alia itu kpd sebagian teman-teman sekolah. mungkin Laila mendengar dari salah satu temannya bahwa calon Alia seorang lelaki yg telah berumur. tapi dia tdk menyinggung hal itu sama skali saat bicara dgn Alia. obrolan mreka tentang masalah apa-apa yg harus dibeli, bukan ttg calon suami.
Tiba-tiba Laila berteriak seakan baru teringat sesuatu, " oh iya, Alia! apa yg sebaiknya kita lakukan saat ultah sekolah nnt? " tanya Laila. tapi Alia menjawabnya dgn nada seolah olah orang dewasa,
" kau masih pergi sekolah? aku jd ingat masa laluku dulu! " kata Alia berlagak dewasa. inilah pertama kali Alia memutuskan hubungan dengan sekolah.
Setelah itu, selama tiga hari Alia sibuk menyiapkan gaun tunangan. dia mengitari pertokoan dgn selalu ditemani sang ibu. dan tepat tiga hari, Alia telah berdiri di depan kaca, Siap-siap berdandan utk hari tunangan. teman-temanya sudah berkumpul disekeliling bersama sebagian wanita muda yg sudah menikah yg tentu saja lbih tua dari mereka. semua orang berusaha membantu Alia berdandan. dia merasa lebih bahagia berada di sekeliling wanita-wanita yg lbih tua daripada di sekeliling teman-teman sekolahnya. Alia lbih banyak bergaul dgn para wanita itu. dia berusaha mengikuti jalan pikiran dan obrolan mereka, serta menjauh dari teman-temannya. Alia memandang teman-teman sekolahnya masih kecil, hingga tak bisa diajak bicara ttg rahasia org dewasa dan kecantikan.
tak lama kemudian Alia keluar menyambut tamu. tdk ada yg berubah dri Alia, kecuali polesan lipstik tipis yg tampak berada diatas kedua bibir, sepatu bertumit tinggi yg menempel di kedua kalinya, serta gaya rambut yg merusak kepang kuda dan kepolosannya.
sajian pesta hanya sebatas minum teh. tamu undangan pun kebanyakan hanya dari kerabat dekat dua keluarga tersebut. acara dimulai, dan Aziz melingkarkan cincin berlian lapis emas dan permata di jari manis Alia. semua orang terkesima. hati mereka terpana melihat keindahan dan kemewahan cincin itu.
aziz memasukan cincin tersebut ke jari Alia dgn lembut, seakan takut melukai tangannya. dia lalu menunduk dan mencium tangan Alia dgn mesra. Alia tidak memperhatikan Aziz yg telah menyentuh tanganya dgn lembut. dia juga tidak terkesan dgn ciuman mesra itu. mata dan hati Alia hanya tertuju pada cincin mewah yg melingkar di jari, layaknya bocah yg terkesima mendapat mainan baru di hari ulang tahunnya.
Ibu Alia mendekat masih dgn kedukaan yg menyelimuti. dia lalu mencium kening Alia dgn dua bibir yg dingin. semua api yg ada di dalam tubuhnya seolah berkobar, lalu membakar air mata agar tdk pernah tercurahkan lagi.
setelah itu, saudari kandung Aziz menghampiri, mencium, dan menatap Alia dgn dingin. dia hanya mengucapkan kata " selamat ".
Secara bergilir para tamu undangan menyalami dan mencium Alia. mereka berlomba mengucapkan kata-kata indah sebagai ungkapan kegembiraan atas pertunangan itu, serta menyembunyikan rasa iri atau malah rasa kasihan.
lalu terdengar teriakan-teriakan gembira untuk meramaikan acara tunangan, meski tuan rumah tidak senang dgn teriakan -teriakan gembira itu. bagi tuan rumah, teriakan gembira itu hanyalah mereka yg ingin mengungkapkan rasa gembira nya dgn cara khusus.
masing -masing tamu kembali pada jamuan minum teh. tak lama kemudian Aziz mengajak tunangannya, mertua dan kedua saudarinya ke hotel syibrad untuk makan malam.
__ADS_1
❤❤❤
Kemudian...
Empat bulan telah berlalu, selama itu kepolosan Alia tidak juga berubah. rasa kewanitannya pun sama sekali tdk tersentuh. Alia setelah empat bulan ttp sama seperti dulu, polos, suci, dan tdk berdosa. dia menyembunyikan keremajaannya dibalik sepatu tumit tinggi, atau dibalik polesan lipstik. empat bulan ini seolah Alia bermain drama. dia membawakan peran seorang wanita dewasa yg sudah matang, yg seharusnya belum pantas dia perankan.
sekarang atas dalih dewasa, Alia tidak lagi menjahili pembantu, koki, atau tukang kebun. dia tdk lagi mengisi rumah dgn tawa dan keriangan nya lamban laun Alia mengikuti kewibawaan dan kebisuan ibunya. dia berusaha menenggelamkan diri dalam kesunyian.
Alia sadar, sedikit demi sedikit dia mulai menjauh dari teman-teman sekolahnya, tak terkecuali juga Laila yg dulu pernah menyimpan segala rahasianya. Alia mulai menyembunyikan segala rahasia pribadinya dari Laila. dia menganggap Laila terlalu kecil utk menyimpan rahasia dirinya yg sudah besar dan lebih dewasa. bahkan, Alia mulai menyayangi Laila seperti kasih sayang seorang ibu. saat ketemu Laila, dia menyapa dengan bahasa orang dewasa.
" bagaimana kabarmu, manis? bagaimana kabar ibu? " sapa Alia sambil mengelus pipi Laila
Laila pun mulai sadar. dia menganggap bahwa temannya telah berpindah ke dunia lain, yg dia sendiri tdk bisa memasukinya. sedikit demi sedikit Laila mulai menjauh.
ratusan tamu diundang.
Abdul Wahhab, seorang penyanyi mesir terkenal diundang utk meramaikan pesta. penari perut handal, Kariuka juga diundang diiringi kelompok musik.
tiba saatnya Alia memakai gaun pengantin, lalu duduk disamping mempelai pria dipelaminan. Alia tidak memperhatikan keberadaan sang pengantin pria yg disampingnya. dia lebih memperhatikan baju pengantin nya.
Alia dikelilingi rasa gembira dan ucapan selamat dari tamu undangan tanpa sedikit pun mendengar bisikan mereka. saat para tamu undangan melihat kebeliaan Alia dan kematangan pengantin pria, mereka sangat menyayangkan. sampai Abdul Wahhab pun menyindir mereka dalam satu bait lagu,
" sang pengantin wanita cantik jelita dan sangat muda "
__ADS_1
" beruntunglah orang tua yg duduk disampingnya".
kariuka si penari perut juga berbisik, " kasihan sekali. pengantin wanita bagaikan sekuntum mawar yg belum lagi mekar ".
tapi bisikan-bisikan tersebut tdk mengubah suasana pesta dan proses pernikahan mereka.
sampai kedua mempelai mengendarai mobil pengantin dan pergi menuju hotel Mina House utk menikmati bulan madu.
Pelayan hotel telah menyiapkan sebuah kamar utk mereka. dikamar itu juga sudah tersedia sebuah meja antik dgn satu botol sampanye dan dua gelas cangkir. Aziz tdk suka minum arak. tapi utk malam ini dia percaya, satu gelas sampanye sangat berperan penting utknya.
Alia pun tdk terkejut dgn botol minuman dan dua gelas yg tersedia. dia telah melihat hal itu dan sangat mirip dengan salah satu adegan film yg pernah dia tonton. Alia juga tahu apa yg akan terjadi setelah itu, meski yg diketahuinya tdk lebih menjijikan dari apa yg dia bayangkan dan dengar dari para wanita dewasa. tapi Alia yakin pasti bisa mengatasinya. dia telah mempersiapkan cara khusus sebuah ciuman dari seorang aktris ternama.
Tak lama kemudian mereka asyik membahas suasana pesta pernikahan yg baru saja berakhir.Aziz berusaha membuka botol sampanye hingga tutup botolnya terlempar lalu menuangkan ke gelas Alia dan dirinya.
" selamat untuk perkawinan kita... selamanya! "
ujar Aziz sambil mengangkat gelas.
Alia menatap gelas yg ada di depannya dgn takjub. dia memejamkan mata, meneguk minumannya, lalu tersenyum dan berkata " toos! "
" minumlah lagi seteguk, " ajak Aziz sambil tersenyum. Alia pun meneguk kembali minumannya. dengan lembut, Aziz mengulurkan tanganya ke arah Alia utk membuka tutup kepala gaun pengantin. dia lalu meraih pundak Alia dan mendekap nya lembut. Alia terlihat damai berada di dada Aziz. tapi ketika Aziz melihat, ternyata Alia sudah tertidur... tertidur pulas.
Aziz tersenyum penuh kesabaran. dia mengangkat Alia, lalu meletakkannya di atas ranjang, layaknya putri tercinta.
__ADS_1
❤❤❤