Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Extra part


__ADS_3

Setelah pernikahan Ara dan El Ryu usai, esok harinya mereka berdua bersiap berangkat ke Dubai. Keluarga dokter Firman mengantarnya sampai bandara.


''Sayang nanti kami akan menyusul saat pesta pernikahan kalian disana, bunda harap kalian bisa saling menerima segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Berbahagialah nak, doa bunda selalu untukmu, meski kau sibuk kuliah jangan lupa kalau statusmu sekarang sudah menikah, kamu harus bisa menjaga kehormatan keluargamu, hormati suamimu dan mertuamu'', ucap dokter Aisyah berkaca-kaca.


''Iya bunda, Ara akan ingat semua nasihat bunda'', ucap Ara sambil mengurai peluknya.


Dokter Firman juga nampak berbicara dengan Ryu. Nak Ryu tolong jaga putri kami, aku berharap anda bisa membimbingnya menjadi istri yang baik.'' Ucap dokter Firman tegas dan berwibawa.


''Jangan kuatir ayah, aku akan menjaganya dengan nyawaku. Aku berjanji akan menjaga dan membahagiakanya,'' ucap Ryu.


Mereka bergantian berpelukan, ''jaga adikku'', meskipun dia sudah menjadi istrimu, selamanya dia tetap adikku, kalau kau menyakitinya atau membuatnya menangis aku akan menjemputnya''. Ucap Rei begitu mengultimatum Ryu.


''Anda mengancamku kakak ipar,'' percayalah padaku, aku pasti akan membuatnya menjadi satu-satunta wanita paling bahagia di dunia, semua tidak perlu kuatir''.


Ara berganti memeluk Lanlan, ''jaga keponakanku ya''.


''Aku pasti akan kesepian hanya dengan Kaijun dirumah''.


'' Kita kan masih bisa berhubungan kapanpun, sebentar lagi kau tidak akan kesepian kakak ipar, tinggal beberapa bulan lagi keponakanku akan lahir kan'', ucap Ara.


''Nyonya Silvia tuan Jonathan, titip putri kami, kata Dokter Firman


''Jangan kuatir dokter dia putri kami juga, jawab tuan Jonathan''.


'Kami tunggu kedatangan anda sekeluarga besan''. ucap nyonya Silvia.


''Insyaalloh kami pasti datang''.


''Bibi An jaga bibi baik-baik ya, kalau sakit segera berobat ada kak Rei dan kakak ipar yang akan menemani bibi''.

__ADS_1


''Kau juga harus menjaga dirimu sayang'' ucap bibi An berkaca-kaca, ''berbahagialah''. Segera beri kami cucu ya.'' ucapnya lirih.


Ara membulatkan matanya


''Kaijun cepat selesaikan kuliahmu, nanti cepat susul aku ya''. Ara memeluk Kai erat, ''terimakasih sudah menjagaku selama ini''.


''Apaan sih, itu sudah kewajibanku, tapi sekarang suamimu yang harus bertanggung jawab padamu''.


''Sayang kita harus berangkat sekarang'', ucap nyonya Silvia.


Ryu menarik istrinya dari pelukan saudara sepersusuanya itu, '' kita berangkat sekarang princess'', ucap Ryu,


''Semuanya kami berangkat'', sekali lagi Ara memeluk ayah dan bundanya, aku menyayangi kalian semua'', Ara melambaikan tangannya pada keluarganya, beberapa kali dia menoleh ke belakang serasa tidak rela berpisah. Ryu mengelus punggung Ara, dia tahu apa yang dipikirkan istrinya itu, pasti berat berpisah dengan keluarga besarnya, meski hanya keluarga angkat, tapi merekalah yang memberikan kasih sayang padanya selama ini. Ryu berjanji dalam hati akan membahagiakan, melindungi istrinya dengan jiwa raganya.


Ryu merangkul pinggang istrinya posesif, banyak calon penumpang yang melihat mereka, usia mereka memang hanya selisih 7 tahun, Ara terlihat masih sangat muda usianya baru menginjak 21 tahun, tapi wajahnya tidak menampakkan usianya, sedang Ryu sekarang sudah 27 tahun, Wajah tampan, tegas dan berwibawa, mereka terlihat seperti adik kakak atau sepasang kekasih. Mereka segera memasuki jalur khusus pesawat pribadi mereka.


''Aku meminta ayah untuk memodifikasi ulang, agar mommy dan kamu nyaman, saat bepergian jauh, sepertinya nanti kita akan sering bepergian dan aku harap anak-anak kita nanti tidak rewel saat berada di pesawat, aku buat khusus ruang yang nyaman untuk anak-anak bermain, agar mereka betah dalam perjalanan''.


Ara terdiam sesaat mendengar kata anak dari mulut pria yang baru kemarin menikahinya. Semalam bahkan mereka melewatkan malam pertama karena setelah acara pernikahan mereka Ara kelelahan dan tertidur.


''Kenapa??, tanya El Ryu yang melihat Ara terdiam dengan ekspresi yang berbeda. Sedangkan Ryu semalam juga masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


''Ehhhh, tidak apa-apa'', jawabnya sedikit terbata.


''Semalam kita melewatkanya baby, aku tidak tega membangunkanmu yang terlihat lelah, tapi aku akan minta gantinya '', ucap Ryu menggoda membuat raut muka Ara merasa panas seketika.


Kemudian Ryu memeluknya erat.


''Apa kau mau menggantinya sekarang baby'', ucapnya lirih.

__ADS_1


Ryu mengeratkan pelukanya dan menaruh wajahnya di ceruk leher Ara, menyesapi leher istrinya perlahan. Ara diam tidak bergeming dan membiarkan suaminya. Badannya meremang, kemudian Ryupun mencium bibir istrinya pelan, Ryu menciumnya lagi ******* bibir yang semakin merah, sampai beberapa lama lidah Ryu menerobos dan bermain di dalam semakin dalam Ara membalas ciuman itu dan terbawa suasana, mereka diselimuti kabut birahi, hingga Ryu melepas ciuman.


''Baby bolehkan aku minta ganti yang semalam sekarang, aku tidak bisa menahanya lagi'',ucap Ryu dan mengigit telinga istrinya.


Ara membelalak dan merona malu, ''ini di pesawat El jangan macam-macam'', jawabnya


Ryu tidak mendengar penolakan istrinya, dan segera menggendong Ara ke sebuah ruangan privat dimana terdapat ranjang tidur dan membaringkannya di ranjang. ''Bersiaplah baby'' Ryu mencium kening istrinya dan....


***Maaf adegan dewasa siang pertama El dan Ara dilewati saja***.


Hingga sampai beberapa jam Ryu melihat istrinya yang kelelahan karena ulahnya, Peluh mereka bercucuran entah sudah berapa kali Ryu melakukanya, hingga istrinya lelah dan tertidur, Ryu merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan ikut tidur tanpa mengenakan apapun hanya selimut yang menutupi tubuh mereka dan membawanya ke alam mimpi. Pasangan yang baru kemarin menikah itu mengganti malam pertamanya dengan siang yang semakin panas.


Setelah beberapa jam diatas pesawat nyonya Silvia dan tuan Jonathan keluar dari ruangan yang biasa mereka gunakan untuk istirahat.


''Apa mereka sedang membuat cucu untuk kita, kenapa tidak nampak disini'', ucap nyonya Silvia sambil membuatkan minuman untuk suaminya.


''Putramu pasti sudah tidak bisa menahan hasratnya hingga sampai rumah, pantas saja dia minta aku untuk memodif ulang pesawat'', Dia harus mengganti biaya modifikasi pesawat dengan cucu-cucu kita nanti.''


''Kau ini perhitungan sekali, mana bisa mengganti biaya modifikasi dengan cucu kita nanti, Ryu meminta semua ini pasti untuk membuat istrinya dan anak-anaknya nyaman saat perjalanan jauh nanti'', ucap nyonya Silvia lagi


''Apa kau tidak ingin cucu yang lucu -lucu, aku bahkan sudah membayangkan jika setiap tahun mereka melahirkan cucu, dalam beberapa tahun rumah kita akan sangat ramai, dan kita tidak akan kesepian, kata tuan Jhonatan.


''Kau tahu, sejujurnya aku kasihan melihat Ryu selama ini tidak punya saudara dan harus menanggung sendiri semua beban dan tanggung jawab sebagai penerus Orland. Aku berharap mereka akan segera di beri momongan''.


''Bagaimana dengan pesta mereka nanti'', tanya tuan Jonathan.


''Aku akan minta orang mengurus semua, biarkan anak kita menikmati bulan madunya dan membuat cucu untuk kita saja. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin menggendongnya nanti. Aku akan minta mereka menyiapkan makan malam''.


Nyonya Silvia bergegas ke kichent bar yang ada di dalam pesawat, disana tampak seorang juru masak di kediamannya yang selalu di bawa pergi saat perjalanan jauh untuk memasak.

__ADS_1


__ADS_2