
Ryu terlihat sibuk didepan laptopnya.
dreettt,
''Halo boss, bisakah kau ke kota J,
Pemilik tanah itu memberiku nomor cucunya dan aku sudah menghubunginya, hari ini jam 11 siang dia mau bertemu dengan kita, ternyata Kevin yang menelfon Ryu.
''Kau bisa datangkan, tidak cukup waktu kalau aku menjemputmu kesana, jangan berangkat sendiri, minta Sergio untuk menemanimu!!!, ucap Kevin
''Baiklah'', jawab Ryu sejak kecelakaan itu Ryu meminta Sergio pengawal sekaligus sopir bribadinya datang ke kota J untuk menjaga dan membantunya.
''Ok, aku akan kirimkan lokasinya segera.
ting, Ryu melihat notif diponselnya
Ryu segera bersiap menuju kota J ditemani Sergio.
5 jam perjalanan dari bukit ke pusat kota J. perjalanan yang melelahkan.
Sergio menghentikan mobilnya di depan sebuah Restauran, Sergio turun untuk membukakan pintu, turunlah Ryu dengan setelan jas yang terlihat pas di badannya, dia terlihat begitu tampan dan berwibawa, beberapa pelayan perempuan tampak terpaku melihat ketanpanan Ryu. Ryu memasuki area restoran Kevin yang melihatnya melambaikan tangan pada Ryu.
''Dia belum datang??, tanyanya pada Kevin
''Dia dalam perjalanan kesini, sebentar lagi datang'', jawab Kevin.
Tak menunggu lama datanglah seorang yang tak asing bagi mereka.
''Tuan Kevin!!!, sapanya sopan, ''maaf menunggu''.
''Bukanya anda dokter Firman??, ucap Kevin. Ryu tampak mengingat wajah lelaki itu.
''Anda yang menelfon saya kemarin, kata dokter Firman, ''anda mengenal saya??
''Tentu saja, anda yang membantu operasi teman disebelah saya ini beberapa bulan lalu dia mengalami kecelakaaan.
''Ohh ya'', dokter Firman tampak mengingat-ingat sesuatu.
Ryu mengulurkan tangannya dibalas dengan uluran tangan dokter Firman, ''terimakasih anda mau datang memenuhi undangan kami''.
Tak lama kemudian pelayan datang mengantarkan makanan yang sudah dipesan Kevin terlebih dulu.
Tampak pelayan itu menyajikan dengan sopan, ''Silakan menikmati'' ucap pelayan itu lalu meninggalkan mereka.
''Mari kita makan dulu dokter!!!, sopan kevin
''Trimakasih'', jawab dokter Firman
Mereka menikmati hidangan dengan santai.
Setelah selesai makan, Kevin memanggil pelayan untuk membersihkan mejanya.
''Langsung saja dokter, kata Kevin sopan sahabat saya ini ingin membangun rumah sakit di pinggir desa J dengan taraf internasional. tapi ada beberapa lahan yang tidak bisa kami beli, menurut informasi yang saya dapatkan karena pemiliknya sudah meninggal dunia dan lahan tersebut sudah diwariskan kepada ahli warisnya yaitu cucunya''. Kevin terus menjelaskan dengan sopan, ''ini penawaran harga yang kami ajukan''.
Dokter Firman tampak menyimak penjelasan Kevin.
''Maaf tapi lahan itu bukan milik saya, jawab dokter Firman dengan santai.
Kevin dan Ryu melihat kearah dokter Firman dengan serius.
''Aku hanya walinya saja, lahan itu bukan milikku dia tidak berniat menjualnya.
''Tapi dokter kami sudah membeli lahan di sekitar situ, dan sebentar lagi sudah siap untuk proses pembangunan, jadi saya harap anda mau mempertimbangkannya, atau begini saja bolehkan saya bertemu pemiliknya untuk bernegosiasi''.
''Dia sudah memutuskan kami tidak bisa apa-apa, karena lahan itu memang bukan milik kami.
__ADS_1
drettttt dretttt
Suara getar ponsel dari saku dokter Firman, ''maaf'' segera dokter firman berdiri sedikit menjauh,
''Ok baik saya segera kesana jawabnya''.
''Maaf tuan-tuan saya harus kembali ke rumah sakit sekarang''.
''Saya harap dokter mau mempertimbangkannya memberi kesempatan pada saya untuk mempertemukanya dengan pemilik lahan itu, ini kartu nama saya dokter, terimakasih atas waktunya, ucap Kevin
''Sama-sama, terimakasih atas makan siangnya, permisi'', dokter Firman melangkah pergi meninggalkan Kevin dan Ryu.
''Haaaahhhhh, Kevin mendesah ''sepertinya ini agak sulit''.
''Aku mau kamu cari tahu informasi tentang dokter Firman, sepertinya ada yang di jaga dan lindungi''.
''Apa yang akan kau lakukan???, tanya Kevin penuh selidik''.
''Seringai jahat terlihat dari senyum Ryu, kau terlalu lembek kevin, aku mau info secepatnya!!!
''Baiklah, akan segera aku dapatkan infonya.
Apa yang tidak bisa di dapatkan oleh Ryu. semua yang diinginkannya pasti dia akan dengan gigih mengejarnya. Makanya sebagai pengusaha dan pebisnis muda, banyak yang tidak suka padanya, bahkan ada yang dengan sengaja ingin Ryu celaka.
Mereka berdua beranjak pergi meninggalkan restauran . Ryu pergi ke apartemen bersama Sergio dan Kevin langsung menelfon seorang untuk membantunya mendapatkan informasi yang diminta sahabat dan juga bosnya.
Kevin tampak memarkir mobilnya disebuah kawasan kompleks perumahan, rumah-rumah disana terlihat besar dan asri, meski letaknya di kota J, banyak pohon-pohon rindang disekitar jalanan rumah, soerang laki-laki turun dari mobil, ''berhati-hatilah jangan terlihat mencurigakan''.
Terlihat seorang perempuan membawa kantong sampah keluar dari rumah dokter Firman, sepertinya dia art dikediaman dokter Firman.
Laki-laki itu mendekat ke arah perempuan yang sedang membuang sampah, terlihat mereka mengobrol di pintu masuk.
Kevin terus mengamati lelaki itu, tak lama sebuah motor datang memasuki kediaman dokter Firman, ternyata yang datang Kai dan Ara.
Art itu segera masuk setelah menutup pintu pagar.
Laki-laki itu kembali masuk ke dalam mobil, dimana Kevin menunggu.
''Bagaimana, informasi apa yang kau dapatkah??, tanya Kevin pada lelaki itu.
Lelaki itu menjelaskan informasi yang ia dapat barusan. Kevin tampak menyimak penjelasan pria itu.
''Baiklah, sepertinya aku sudah tahu. trimakasih. Kevin menjalankan kendaraannya, pulang ke rumahnya.
Seorang art membukakan pintu untuk Kevin, ''Apa Clara sudah pulang?? tanyanya pada si art.
''Baru datang tuan, jawab art itu.
Kevin naik ke lantai dua, sambil memanggil adiknya
''Clara.... Clara''...
Clara yang mendengar panggilan kakaknya segera membuka pintu kamarnya. ''
Ada apa Kak teriak-teriak aku capek baru juga datang.
''Apa temanmu ada yang bernama Mutiara Cinta?? tanyanya pada Clara.
''Ada, bagaimana kakak tahu???,tanyanya balik.
Apa kau dekat dengannya??
''Biasa saja, hanya beberapa kali mengobrol.
''Dia anaknya seperti apa dan bagaimana???.
__ADS_1
''Sebentar, kenapa kakak ingin tahu tentangnya, apa jangan-jangan kakak suka sama dia, kapan kakak mengenalnya??.
''Taaakk, Kevin menyentil kening adiknya.
''Auuuhh sakit kak''.
''Dengar!!...katakan pada kakak dia anak seperti apa, nanti kakak tambah uang sakumu.
''Serius kak'' girang Clara, ''baiklah'' Clara mulai bercerita tentang siapa Ara, teman satu fakultasnya yang dimaksud kakaknya.
Jujur saja Clara sedikit iri dengan Ara gadis desa yang banyak disukai teman-teman cowoknya, terutama Kai teman satu sekolahnya yang menjadi idolanya, dari dulu Clara menyukai Kai, tapi tidak berani mengungkapkanya. Kai memang terkesan cuek, dingin terhadap teman perempuannya. Meskipun dari dulu satu kelas tapi mereka juga tidak akrab, tapi melihat perlakuannya pada Ara sangat berbeda, bagaimana melihat kedekatan cowok yang di sukai dengan temannya sekarang, dia sebenarnya jeles tiap hari melihat Kai dan Ara berboncengan ke kampus, tapi kata Ara dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Kai.
Clara malah mencurahkan isi hatinya pada kakaknya.
''Issshhh kau ini cowok aja kamu pikiran kuliah yang benar kau punya nomornya''.
''Daripada kakak, gak punya pacar cuma hidup untuk ngurusi bosmu saja.
Clara menunjukkan kontak milik Ara, terlihat foto Ara sedang berdiri di balkon memandang ke arah bukit. Foto itu memang diambil oleh kakaknya Rei sebelum dia berangkat ke London dan Rei yang memasang foto itu di kontak Ara, dia tidak pernah menggantinya.
''Ok baiklah, hari ini sudah cukup, kakak pergi dulu, kirim kontaknya padaku!!!.
''Untuk apa??
''Kau ini banyak tanya, kirim saja kontaknya ke nomor kakak, mau tidak dapat tambahan uang saku???.
''Iya baiklah sudah ku kirim.
ting......
Kevin melihat notif di ponselnya. .dia langsung menyimpan kontak Ara.
''Jangan lupa di transfer ok''. Clara merasa senang hanya memberi sedikit informasi yang dia tahu dia dapat tambahan uang saku dari kakaknya, lagi pula kalau kakaknya menaruh hati pada temanya itu dia tidak masalah dengan begitu dia ada kesempatan untuk memiliki Kai, cowok yang diam-diam telah membuatnya jatuh hati, dia tersenyum puas, sudah dapat uang saku masih ada harapan untuk memiliki pria idamannya.
Kevin pergi meninggalkan Clara, dia membersihkan diri dikamarnya, seharian ini dia berputar-putar di kota J, mencari informasi tentang dokter Firman dan keluarganya. Tampaknya dia mendapatkan informasi yang di minta bosnya itu.
Kevin mengambil ponselnya, dia mendial salah satu kontak di dalamnya.
''Bos aku sudah mendapatkan yang kamu mau apa kau masih di apartemenmu??.
''Baiklah sebentar lagi aku ke sana, Kevin menutup telfonya.
''Clara kakak pergi dulu''.
''Iya'', terdengar suara Clara dari kamarnya.
Kevin keluar mengendarai mobilnya menuju apartement Ryu, sekitar setengah jam Kevin sampai disana. Kevin masuk ke dalam lift menekan angka 25.
ting pintu lift terbuka,
Kevin menekan tombol apartemen Ryu, Sergio membukakan pintu apartemen.
''Slamat malam tuan Kevin, bos sudah menunggu.
Kevin memberikan amplop yang berisi informasi yang diminta sahabatnya.
Ryu membuka amplop itu, dia melihat beberapa lembar foto seorang gadis cantik bersama dokter Firman dan keluarganya.
Kevin memberikan informasi yang dia dapatkan. ''Aku juga mendapatkan nomor kontaknya, dia satu kampus dengan Clara adikku, dia menempuh kuliah yang sama dengan Clara''.
Ryu mengamati foto Ara, ''cantik, menarik'', gumannya.
''Apa yang akan kau lakukan kau akan mendekatinya''.
Ryu tersenyum sambil menatap foto-foto Ara, ''dia hanya anak kecil, apa susahnya mendekatinya.
__ADS_1