Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 87


__ADS_3

Setelah jumpa pers selesai malam itu Ryu mengajak Ara untuk makan malam berdua, sejak makan siang setelah wisuda tadi, mereka berdua belum makan lagi. Tentunya setelah meminta ijin pada dokter Rei yang tadi ingin mengajaknya pulang. Sebenarnya Ryu masih ingin bersamanya, bukan cuma sekedar alasan untuk makan malam saja, namun ada hal yang ingin dia lakukan, selain itu sudah tiga minggu dia tidak bertemu dan menahan rindu, serta membuat princess keluarga Firman itu kuatir.


Ryu mengajaknya naik ke atap gedung perusahaan Orland yang digunakan sebagai hellypad. Terlihat sebuah helly kopter terparkir di atas atap perusahaan orland. Ryu mengandeng tangan Ara mengajaknya memasuki helly kopter yang terparkir disana.


Sesaat Ara berhenti hingga Ryu pun ikut berhenti.


''Kita mau kemana El??, tanya Ara.


''Dinner, kita belum makan sejak siang tadi''.


''Iya tapi kemana??, kenapa malah kesini??, tanya Ara ragu.


''Nanti kau akan tahu'' Ryu segera mengajaknya masuk dan mendudukan Ara di kursi serta memasangkan seat belt. Lalu Ryu juga duduk di sampingnya dan memasang seat belt untuk dirinya.


''Tunggu'', kata Ara mengagetkan Ryu yang hendak bersiap menyalakan helly kopter.


''Ada apa''???


'' Dimana pilotnya?, kenapa kau duduk disitu?.


Ryu tersenyum, ''Aku yang akan menerbangkannya'', jawabnya enteng


''Apa!!!... apa kau yakin kau bisa menerbangkannya???, tanya Ara kuatir.


''Kau meragukanku princess? duduklah dengan tenang dan sebentar saja kita akan sampai''.


''Aku tidak yakin kau bisa, aku belum mau mati'', katanya kemudian.


''Aku juga belum mau mati, aku masih ingin hidup lebih lama bersamamu dan memiliki anak yang banyak untuk penerus kita nanti, bersiaplah kita akan segera lepas landas''.


Ara terlihat sangat takut, hingga dia mencengkeram pegangan kursi yang didudukinya dan memejamkan mata serta memanjatkan doa saat Ryu mulai menyalakan helly kopternya. Suara baling-baling helly koper begitu kencang, perlahan helly kopter mulai bergerak naik. Setelah beberapa saat helly kopter sudah terbang dengan stabil.


''Bukalah matamu princess'', kata Ryu sambil membelai rambut calon istrinya yang ketakutan.


Perlahan Ara membuka matanya, melihat pada Ryu yang tersenyum menawan, lihatlah ke bawah kita sedang berada diatas kota J'', ucap Ryu.


Ara segera melihat ke bawah dari kaca, kerlap kerlip lampu kota J begitu indah. Ara tersenyum seumur hidupnya baru pertama kali bisa melihat kota J dari atas, ''Kita mau kemana El? ''

__ADS_1


''Sebentar lagi kita sampai, lihatlah ke sana puncak bukit kota J''. Ryu mengarahkan helly kopternya ke atas bukit, tepat di puncak bukit itu ada vila milik Ryu yang waktu itu di gunakan untuk menyekap Ara'' tiba -tiba muncul lampu-lampu kecil yang menyala perlahan membentuk huruf dan dengan perlahan Ara membacanya.


''I LOVE YOU ''


''MUTIARA CINTA''


''WILL YOU MARRY ME''.


Ara menutup mulutnya, dia hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


''Apa kau yang membuat itu??, kapan kau menyiapkannya??, tanya Ara tanpa melihat Ryu, dia fokus melihat tulisan yang terus menyala bergantian.


Tanpa Ara tahu Ryu mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya.


''Princess Ara will you merry me'', ucap Ryu


Seketika Ara menoleh ke arah Ryu yang memegang cincin.


''Jangan macam-macam El kau sedang menerbangkan pesawat, kita sedang di atas awan'', kata Ara takut melihat Ryu yang justru memegang cincin dan tidak sedang mengendalikan helly kopter yang di tumpanginya berdua, pikirannya melayang takut kemungkinan kalau sampai terjatuh.


Tanpa pikir lagi Ara segera berkata '' yes i will, fokuslah menyetir El aku takut'', katanya kemudian.


Ryu menarik tangan Ara dan memasangkan cincin itu di jari manisnya, kemudian mencium tangannya, ''thank you princess''.


Ryu kembali fokus mengemudikan helly kopter dan beberapa saat kemudia helly kopter itu mendarat di sebuah lapangan, kemudian Ryu mengajak Ara turun berjalan di sebuah lapangan dimana setiap jalan yang di lalui itu ada lilin yang menyala menuju sebuah bangunan yang bertuliskan Green Orland Vila and Resort, yang tak jauh dari tempat mereka turun tadi.


''Apa kita akan makan disini'' tanya Ara


''Iya, apa kau sudah pernah kesini?''tanya Ryu sambil melepas jasnya dan memasangkan di pundak Ara agar tidak dingin.


Ara menggeleng, mereka berdua tiba di depan Resort seorang pelayan menyambutnya dengan ramah dan memberikan sebuket bunga mawar yang cantik pada Ara.



''Terimakasih, ucap Ara sopan. Pelayan itu membalas dengan mengangguk hormat dan segera mengantar ke tempat yang sudah mereka siapkan untuk pemilik resort dan calon istrinya.


Mereka sampai di sebuah gasebo yang terdapat dua kursi di dalamnya, dengan dihiasi lampu-lampu kecil disekitarnya. suasana sangat romantis. Beberapa pelayan datang membawa hidangan yang sudah disiapkan oleh Ryu untuk dinner mereka berdua, mereka segera menikmati.

__ADS_1



Suasana malam ini begitu romantis, suara deburan ombak memecah keheningan, tak jauh dari resort memang terdapat pantai, saat siang hari banyak wisatawan yang berjemur disana.


Sementara itu jumpa pers Ryu langsung disiarkan dalam lintas berita malam ini, berbagai media langsung menayangkanya, dan tentunya membuat banyak pria dan wanita pengaggum pasangan ini patah hati.


Kebahagiaan sedang menyelimuti keluarga dokter Firman, akhirnya princess keluarga Firman bisa memutuskan setelah bergulat dengan pikiran dan menghadapi masalah yang terjadi, dan yang membuat kedua pasangan dokter paruh baya itu bahagia adalah kata-kata yang spontan Ara pada saat jumpa pers tadi tentang keluarganya sebagai harta yang paling berharga. Mereka berdua tampak tersenyum melihat ke layar televisi.


''Princess kita sudah dewasa sekarang, banyak masalah yang menimpanya tapi dia bisa menghadapi dan menjadikannya kuat'', ucap dokter Firman yang merangkul istrinya.


''Semoga kedepanya dia semakin kuat, dijauhkan dari segala derita dan tinggal kebahagiaan mereka," Aamiin ucap dokter Aisyah.


Tak berapa lama Rei dan Kai datang.


''Assalamualaikum'' sapa mereka berdua.


'Waalaikum salam'', jawab dokter Firman dan istrinya.


''Dimana princess ayah'' tanya dokter Firman yang tidak melihat putrinya pulang bersama mereka.


''Direktur Orland mengajaknya dinner'', jawab Kai,


''Aku mengijinkanya tapi aku juga minta mereka untuk tidak pulang terlalu malam, aku memberi waktu padanya sampai jam 10 malam adiku sudah harus sampai di rumah'', sahut Rei.


''Dinner dimana?'' tanya bunda Aisyah


''Mungkin di apartemenya, tadi setelah selesai jumpa pers, mereka pamit dan kembali naik'', jawab Rei


Rei pamit ke kamarnya untuk istirahat dan menemui istrinya, sedang Kai ikut menonton siaran televisi bersama kedua orang tuanya.


''Dia keren ya menjawab pertanyaan dengan tegas dan tidak ada persiapan sama sekali. Tadi sempat menunggu sesaat untuk menjawabnya dan jawaban Ara membungkam semua yang di sana'', kata Kai yang bangga dengan saudara perempuannya itu.


''Ayah dan bunda juga bangga padamu, setelah dia menikah nanti, kau bisa melepas beban tanggung jawabmu, karena suaminya akan mengambil tanggung jawabmu untuk menjaga dan membahagiakanya'', ucap dokter Firman.


''Dan segera selesaikan kuliahmu'', kata bunda menimpali perkataan suaminya pada putra bungsunya sambil memeluk putra bungsunya yang bersandar disampingnya. ''Kau tidak perlu kuatir berlebihan padanya, karena bunda yakin suaminya orang yang bertanggung jawab''.


''Semoga, kalau dia berani menyakitinya dan membuatnya menangis aku akan menjemputnya dan mengajaknya pulang'', kata-kata Kai membuat kedua orang tuanya tertawa''.

__ADS_1


__ADS_2