
Ting.... suara lift telah sampai di lantai 23, Rei melangkah keluar dari pintu lift, terlihat seorang wanita di depan lift tersenyum ramah pada Rei.
''Selamat pagi tuan , apa anda dokter Rei??, sapa wanita itu.
''Pagi, iya benar'', jawab Rei sambil tersenyum melihatnya disambut dengan baik wanita di depannya, Rei melihat meja kerja wanita itu terdapat tulisan secretary.
''Silakan masuk, tuan Morgan menunggu di dalam''.
''Terimakasih'', balasnya ramah. Rei segera masuk, setelah sekretaris itu membukakan pintu.
''Selamat datang dokter Rei'', Dave Morgan yang melihat pintu dibuka dan muncul sosok dokter Rei langsung berdiri menyapa, ''selamat datang di kotamu'', ucapnya.
''Halo kau sangat sibuk rupanya??, sapa Rei pada Dave Morgan.
''Yah begitulah, senang bertemu kembali'', mereka saling berjabat tangan.
Morgan mengenal Rei saat mereka di London. Saat itu Rei sudah menjadi dokter di London. ibu Dave menderita sakit jantung, hampir setiap bulan ke rumah sakit, dan harus melakukan pemasangan ring. Dokter Rei yang menolongnya, saat ibu Dave sedang belanja dengan adiknya di sebuah pusat perbelanjaan, tiba-tiba jatuh pingsan disana dan kebetulan Rei sedang ada disana.
Adik Morgan yang saat itu masih sekolah menengah, menangis histeris meminta tolong. Rei yang melihat kejadian itu segera memberi pertolongan pertama dan menelfon ambulan membawanya ke rumah sakit sehingga ibunya bisa diselamatkan, kini ibu morgan sudah sehat namun tetap tidak boleh bekerja berat. Morgan sangat menyayangi ibu dan adiknya Megan. Morganlah tulang punggung keluarga, pasalnya setelah kedua orang tuanya bercerai dan ayahnya menikah lagi, ayahnya sudah tidak peduli lagi dengan keadaanya, dia harus bekerja keras membiayai pengobatan ibunya dan adiknya bisa melanjutkan sekolah. Morgan sendiri harus menyelesaikan kuliah dan bekerja.
Dokter Rei juga yang menyarankan untuk operasi pemasangan ring pada Ibu Morgan, saat itu Morgan belum punya pekerjaan tetap seperti sekarang. Morgan sangat berterima kasih pada Rei, dengan kesembuhan ibunya dia akhirnya memilih bekerja keluar dari London dan pekerjaan pertama yang dia dapat adalah menjadi seorang mata-mata mengawasi seorang gadis di kota J, melaporkan apapun yang berkaitan dengan gadis itu pada bosnya dan menjaga serta melindunginya, dengan gaji yang lumayan dan ibu serta adiknya tetap hidup baik dan berkecukupan, sampai akhirnya dia dipercaya menjadi direktur pelaksana perusahaan bosnya yang ada di kota J. Meskipun dia harus berpisah dengan ibu dan adiknya. Morgan adalah mahasiswa jurusan bisnis semester akhir disalah satu universitas di London waktu itu.
''Bagaimana dengan tawaranku, apa kau sudah memikirkanya??, tanya Morgan
''Apa itu rumah sakitmu'', tanya Rei.
''Tentu saja bukan, aku juga bekerja disini, direktur utama memintaku mencari kandidat dokter yang bisa memimpin rumah sakit, aku juga sudah megirim resumu padanya, dua minggu lagi dia akan datang sekaligus meresmikan rumah sakit dan memilih direktur rumah sakit ku harap kamu yang terpilih''.
''Kenapa kau sangat yakin padaku??, tanya Rei.
''Karena aku tahu kinerjamu, aku juga ingin membalas budi padamu, tanpa bantuanmu aku tidak akan bisa seperti sekarang brother aku percaya padamu''.
''Bantuan apa maksudmu??, tanya Rei penasaran.
''Kau telah menyelamatkan ibuku''.
''Hei itu sudah tugas seorang dokter'', jawab Rei. Rei selalu mengunjungi ibu Morgan setelah pasca operasi. Hampir setiap bulan dia mengunjungi Ibu Morgan, memeriksanya tanpa mau di bayar sepeserpun.
__ADS_1
''Aku tahu, kau selalu bilang begitu. Aku sangat menyayangi ibu dan adikku Megan, karenamu juga Megan memilih kuliah di fakultas kedokteran, kau adalah inspirasinya''.
''Sebenarnya aku ingin mengajak ibu dan adikku untuk pindah kesini dan menetap disini, tapi adikku belum menyelesaikan studinya, jadi aku harus menunggu dia selesai dulu studinya''.
''Apa sebelum kembali kesini, kau bertemu dengan adiku Megan???.
''Beberapa kali aku bertemu saat dia praktik di rumah sakit tempatku bekerja''.
''Apa dia tahu kalau kau kembali ke sini''.
''Aku tidak memberitahunya, tapi sempat berpamitan pada ibumu waktu terakhir kali aku mengunjunginya''.
''Pantas saja, Megan menangis''.
''Kenapa dia menangis??.
''Dia bilang ingin kau menjadi dokter pembimbingnya''.
''Banyak dokter hebat disana''.
Tiba-tiba saja pintu terbuka, terlihat manajer Eric masuk begitu saja.
''Haaaahhh maaf kau sedang ada tamu rupanya, tapi ini penting, tidak apa-apa kan tampan aku mengganggu sebentar??!!!, kata Eric dengan kemayu.
Rei hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.
''Ahhhh kau tampan sekali kalau tersenyum'', menatap ke arah Rei
''Eric dia tamuku jaga sikapmu'', ada apa kemari??, Morgan berjalan ke meja kerjanya diikuti Eric.
''Aku ingin menunjukkan desain untukmu, ku rasa bos akan menyukainya dan ini akan jadi acara yang spektakuler, kau lihatlah, aku butuh persetujuanmu sekarang, kalau kau setuju akan segera di buat karena waktu dua minggu tidak akan cukup''.
Morgan melihat desain yang di bawa Eric, dia membolak-balik lembaran desain itu.
''Bagaimana???, tanya Eric.
''Bagaimana??, aku tidak begitu paham fashion, tapi sepertinya bagus semua''.
__ADS_1
''Kalau begitu kau setuju'', tanya Eric
''Dengar Eric ini untuk acara pembukaan mall baru, jadi kurasa tidak masalah''.
''Kalau begitu, tanda tangani sekarang karena aku butuh persetujuanmu, dan akan segera membuatnya, aku tidak mau bos kecewa''.
Morgan menandatangani lembaran kertas yang di bawa Eric.
''Ok baiklah aku permisi'', Eric keluar dan membawa tumpukan kertas yang di bawa tadi.
''Bye tampan, see you again'', sapanya pada Rei
''Eric cepat keluar'', suara Morgan agak meninggi.
Rei tertawa melihat tingkah Eric. ''Hahaha kenapa ada manusia jadi-jadian disini, dia itu laki-laki atau perempuan'', kata Rei
''Dia itu manajer departemen fashion di sini, namanya Eric, tingkahnya menyebalkan, melebihi wanita''.
Mereka melanjutkan kembali percakapanya.
''Baiklah aku tidak akan mengganggu waktumu'', setelah berbincang lama akhirnya Rei pamit pulang.
''Bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama??, ajak Morgan.
''Aku masih ada urusan, lain kali saja tidak apa-apa kan''.
''Ok baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti persiapkan semua''.
''Baiklah trimakasih, aku pergi dulu, sampai ketemu lagi''. Rei beranjak meninggalkan ruangan Dave Morgan.
Dave mengantarkan Rei sampai pintu depan sekretarisnya.
Sekretaris Morgan langsung berdiri saat melihat tamu tuanya keluar, dia tersenyum.
''Aku akan menghubungimu lagi nanti'', kata Morgan
''Ok sampai ketemu lagibye'',
__ADS_1
Rei segera memasuki lift turun ke lantai bawah menuju parkiran depan gedung perusahaan, hari ini rencananya dia akan membeli mobil agar bisa mengantar jemput adiknya, karena tidak ada kendaraan lain, dia tadi harus meminjam mobil ibundanya, lagi pula dia sangat membutuhkannya sekarang karena sebentar lagi dia akan memulai bekerja di kota ini. Kota kelahirannya berkumpul dengan keluarganya. Rei sudah menabung selama bekerja di London. Rei segera melajukan kendaraannya menuju sebuah dealer mobil di kota J.