
Setelah puas bermain seharian Ara pulang diantar Ken, sekitar jam 3 sore dia sampai rumah.
''Trimakasih Ken sudah menemaniku bermain seharian ini. Aku sangat senang''.
''Hai, aku juga sangat menikmati, lain kali kalau kau ingin bermain kemana saja kau harus mengajaku''.
''Bagaimana kalau berkeliling dunia saja, setelah lulus nanti. Aku dan Kaijun berencana untuk pergi ke beberapa negara, aku akan bekerja keras dulu membuat desain yang banyak dan menjualnya. Biar tidak kehabisan uang saku''.
''Hahaha sampai tujuh turunan pun uangmu tidak akan habis'', kau kan pewaris Orland Group.
''Aku tidak akan memanfaatkannya Ken, aku akan memakai uangku sendiri''.
''Boleh, bagaimana kalau ke Swiss ada keluargaku disana, aku juga punya seorang adik perempuan dia masih sekolah menengah. Kurasa dia akan menyukaimu''.
''Aku tanya Kaijun dulu, karena kalau tidak dengan Kaijun atau kak Rei, ayah dan bunda tidak akan mengijinkan, terimakasih untuk hari ini dan hati-hati'', Ara segera turun dan melambaikan tangan pada Ken.
''Sama-sama, tidak perlu sungkan, bye'', Ken segera melajukan kendaraannya pulang.
Ara memasuki rumah, dan ternyata ayah dan bunda sudah di rumah.
''Assalamualaikum??, sapa Ara.
''Waalaikum salam'', jawab ayah dan bunda bersamaan.
''Kok tumben sudah pulang sayang, apa kamu sakit??, tanya bunda.
''Iya, ini baru jam tiga kata Ayah. biasanya princess ayah pulangnya masih nanti''.
''Tidak aku baik-baik saja'', Ara duduk di depan ayah dan bunda setelah menyalami mereka berdua. ''Aku tidak pergi ke perusahaan magang tadi''.
''Kenapa sayang???, lalu seharian ini kamu kemana? tanya bunda lagi.
''Aku pergi ke kafe Ken, kemudian kami bermain ke taman hiburan. Aku tidak ingin pergi magang, mereka memaksaku belajar mengurus perusahaan, mereka bilang itu perusahaan orang tuaku juga, aku juga sudah menolak pinangan direktur Orland kemarin. Aku tidak ingin bertemu dengannya''.
''Apa yang terjadi sayang'', Tanya dokter Aisyah. Dokter Firman memegang tangan istrinya agar tidak bertanya terus.
''Kau pasti lelah seharian bermain, lebih baik princess ayah mandi dan beristirahat. Apa kau sudah makan princess???, tanya ayah.
''Sudah, aku makan banyak makanan disana tadi, maaf ayah bunda, aku permisi dulu''. Ara pergi ke lantai atas, mengguyur tubuhnya dengan air. Dia memang sangat lelah.
Dokter Firman segera menghubungi kedua putranya, memintanya pulang hari ini juga.
''Kenapa meminta Rei dan Kai pulang??, tanya dokter Aisyah
__ADS_1
''Princess kita sepertinya tidak baik-baik saja, tidak biasanya dia seperti itu. Dia lebih terbuka dengan Rei dan Kai''.
''Aku tahu, semoga saja tidak terjadi apa-apa padanya. Aku akan menyiapkan makanan untuk mereka''.
Sementara itu Rei dan Kai, segera bersiap pulang ke kota J setelah mendapat telfon dari ayahnya, kebetulan sudah waktu pulang kerja juga. Setelah berpamitan dengan bibi An, mereka langsung berangkat.
Selama tiga jam lebih mereka akhirnya sampai, karena sore hari waktunya orang pulang kerja jalanan menjadi padat. Karena mereka menggunakan mobil, biasanya Kai hanya butuh waktu dua jam saja, dengan naik motor kesayangannya.
''Kenapa mobilmu lama sekali kak, ini dua jam lebih''.
''Apa kau tidak tahu ini jam pulang kerja, pasti padat jalanan. Jangan kau samakan dengan naik motor bisa nyalip kanan kiri, sebentar lagi juga sampai''.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah kedua orang tuanya.
''Assalamualaikum'', sapa mereka berdua,
''Halo bunda'' Kai langsung memeluk bundanya. Saat mendengar mobil putranya datang, dokter Aisyah segera berjalan kedepan membuka pintu. Mereka berdua bergantian memeluk bundanya.
''Temui ayah di kamar bawah, ayah menunggu kalian berdua disana'', princess sedang tidur.
''Benarkah??, pasti dia kecapekan habis kencan dengan Ken''.
''Apa mereka jadian??, tanya bunda
''Enggak, mereka masih berteman baik, tapi pergi berdua tidak mengajaku, apa namanya kalau bukan kencan'', kata Kai.
''Kak Rei saja belum laku, santai bunda'', kata Kai
Rei menyentil kening adik bungsunya, ''kamu pikir kakak barang dagangan''.
Kai meringis sambil memegang keningnya. ''Kami menemui ayah dulu''.
Tok.... tok... tok..
Pintu terbuka, ''kalian sudah datang''
''Hai ayah, ada apa menyuruh kami pulang??.
''Duduk dulu, bagaimana perjalanannya??.
''Mobil kakak kaya kura-kura, lambat'', jawab Kai.
''Jalanan padat, utamakan keselamatan'', kata Rei tidak terima, ada apa yah???.
__ADS_1
''Ini tentang princess ayah, ayah rasa dia sedang tidak baik-baik saja sekarang??, apa kalian tahu penyebabnya??.
Rei dan Kai saling pandang, kemudian Rei mulai menceritakan pagi tadi dia mendapat telefon dari direktur Orland tentang Adik sepersusuanya yang tidak pergi magang, dia sempat panik, karena nomor adiknya tidk akif, takut kenapa-napajuga, Rei menceritakan penyebab adiknya membolos magang sampai akhir tanpa ditutup-tutupi.
''Lalu bagaimana solusinya?? Kenapa dia sampai bersikap begitu pada direktur Orland???, bukanya mereka baik, kedua orang tua mereka merintis usaha bersama jadi wajar kalau dia harus belajar mengelola perusahaan mereka''.
''Bukan itu masalah yang sebenarnya sedang dihadapi Ara yah'', kata Kai.
Dokter Aisyah tiba-tiba masuk ke kamar, dan ikut mendengarkan penuturan Rei dan Kai.
''Ada masalah apa dengannya??. tanya dokter Aisyah yang duduk disamping suaminya.
Kai tidak bisa menahan lagi, dia sudah terlalu lama memendamnya, akhirnya dia menceritakan bahwa bagaimana dulu saudara perempuanya itu pernah mengalami peristiwa penculikan yang dilakukan oleh direktur Orland. Kai bercerita dari awal hingga akhir, dengan detail.
Dokter Aisyah menangis terisak mendengarnya. Dia tidak tahu kalau putrinya mengalami hal yang membuatnya trauma.
''Kenapa baru cerita sekarang??, tanya dokter Firman. Dokter Firman sampai bekaca-kaca.
''Maaf ayah bunda, semua itu karena kami tidak ingin membuat ayah dan bunda kepikiran, dia juga tidak mau memberitahu kak Rei karena saat itu kakak masih studi di London. Dia berfikir kalau kak Rei tahu pasti kakak akan pulang dan tidak melanjutkan studinya disana. Dia juga mengancam kalau aku cerita sama ayah dan bunda, juga kak Rei, dia tidak akan mau tinggal bersama lagi disini. Aku tahu ini bukan masalah sederhana, sebenarnya selama dua tahun terakhir dia sudah sangat baik, tapi beberapa kejadian yang mempertemukan lagi dia dan keluarga direktur Orland, terlebih mereka ingin menikahkan Ara dengan direktur Orland, pasti dia berat mengambil keputusan''.
''Tadi dia bilang, kemarin dia berani menolak pinangan mereka, dan tidak ingin lagi bertemu denganya, itu adalah cara dia melindungi diri. Dia terang-terangan memberontak''. kata ayah mereka.
''Sebenarnya hari ini dia sudah di pindahkan ke lantai 24 bersama Joy dan Clara, tapi dia belum tahu dan pagi ini baru akan di beri tahu, ternyata dia tidak datang dan memilih ke kafe Ken, dan mereka pergi ke taman hiburan. Aku juga sudah meminta dan memperingatkan direktur Orland untuk tidak memaksanya dan mengungkitnya lagi, untuk sementara tidak muncul di hadapan Ara, agar dia bisa tenang''.
''Benarkah??, apa kakak tidak takut di berhentilah dari jabatan direktur''.
''Tidak, kenapa harus takut, tidak masalah tidak menjadi direktur, masih banyak rumah sakit yang mau mempekerjakan kakak, kalaupun tidak ada kakak bisa dirumah dan menjaga Ara terus'', jawab Rei santai.
''Kak Rei memang keren, pantas Lanlan sangat mengagumi kakak dari dulu, ternyata sejak kecil dia sudah pintar memilih calon suaminya''. Puja Kai pada Lanlan, gadis yang selalu jadi sasaran kejahilan mereka.
''Kau ini kita lagi serius malah memikirkan yang lain. Kurangi kekonyolanmu itu''.
''Sudahlah, yang penting sekarang kita semua tahu, tidak perlu membatasi kemauannya selama itu baik buatnya
dan kalian sering-seringlah menghubungi dia kalau tidak sibuk''. tegas dokter Fiman
''Apa kita perlu berkonsultasi dengan psikiater'', tanya bunda
''Kita lihat saja nanti, biarkan dia tenang dulu, berikan dia kasih sayang yang lebih, agar dia tidak merasa sendiri. Kapan-kapan kita bisa pergi berlibur bersama-sama''.
''Aku setuju yah, sebenarnya aku dan Ara ingin pergi ke beberapa negara, tapi tabunganku belum cukup, kalau Ara jangan ditanya lagi, tabunganya sudah banyak. Dia bilang ingin punya galeri sendiri yang menampilkan hasil lukisan dia ataupun desainnya. Tapi setelah menyelesaikan kuliah nanti''.
''Kenapa harus menunggu sampai lulus kuliah, kalau memang sudah siap ayah dan bunda akan senang hati membantunya''.
__ADS_1
''Kalau begitu ayah dan bunda saja yang memberitahu dia, dan kurasa kalau dia punya galeri sendiri dia akan sibuk dan tidak memikirkan hal-hal yang buruk yang terjadi padanya'', kata Rei.
''Ide bagus itu kak, aku mau ke atas melihatnya'', Kai segera keluar menuju lantai atas dan membangunkan saudara sepersusuan yang sangat dia sayangi.