
Hari ini adalah awal untuk Rei memulai pekerjaanya di rumah sakit yang baru akan di resmikan oleh direktur utama sebagai pendiri rumah sakit, dan tentunya pengangkatan Reino Abhipraya yang akan menjabat sebagai direktur rumah sakit.
Rei sudah berangkat sejak pagi menuju rumah sakit. Henry sebagai pengacara yang ditunjuk langsung oleh Ryu dan Morgan selaku direktur pelaksana di perusahaan Orland Group yang menaungi rumah sakit dan beberapa bisnis lainya sudah siap menyambut kedatangan direktur utama, Henry dan Morgan tampak santai karena mereka sudah mengenal sosok direktur, tidak dengan Rei, selama ini keberadaan direktur utama tidak diketahui umum bahkan karyawan di jaringan Orland Group tidak banyak yang tahu, mereka hanya mengenal Morgan sebagi direktur pelaksana Orland Group. sehingga banyak yang megira Morganlah pemilik rumah sakit dan bisnis lainya.
Rei sangat penasaran siapa sebenarnya direktur utama pendiri rumah sakit tempatnya akan bekerja, sebenarnya jauh hari Rei sudah menyelidiki dan mencari tahu, namun yang tertera disana hanya nama Dave Morgan teman yang kebetulan dia kenal sejak di London.
Rei heran kenapa mereka membangun rumah sakit dipinggiran desa, bahkan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan dan penginapan dan bahkan juga di bangun sekolah yang lengkap dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah umum dengan fasilitas kegiatan extra yang lengkap dan memadahi.
kota J memang strategis terdapat bandar udara dan dermaga, dan Rei juga baru tahu kalau dibukit kota J ada sebuah resort bertaraf internasional dan juga vila- vila yang desewakan dan terdapat landasan hellykopter disana.
''Apa aku terlalu lama di London??, sampai desa ini berkembang cukup pesat aku tidak tahu??, batin Rei.
Meski letaknya di pinggir desa dan hanya dua jam perjalanan saja dari kota J jika menaiki kendaraan bermotor, namun kini desa pinggiran ini menjadi sangat ramai banyak ruko-ruko berdiri disepanjang jalan.
Rei, Henry dan Morgan sudah datang disambut dengan baik oleh para rekan dokter yang bekerja disana.
Beberapa dokter magang, perawat serta bagian umum terlihat bersiap menyambut kedatangan direktur utama, semua menempati posisinya masing-masing.
Namun dari tadi Rei belum melihat keberadaan Kai, adiknya yang sedang melakukan magang dirumah sakit ini.
''Apa dia tidak hadir??, padahal aku ingin mengejutkanya'', gumanya.
Tak berapa lama beberapa rombongan mobil datang memasuki pelataran rumah sakit, beberapa bodyguard segera turun berbaris dan sebagian berpencar berjaga.
Seorang pria tampan berwibawa dan berbadan tegap dengan setelan jas yang pas dan rapi turun dari mobil setelah dibukakan pintu oleh assistenya.
Dialah direktur utama yang membuat banyak mata terpesona dan berbisik-bisik.
El Ryu Saviero Orland yang di dampingi Kevin dan Deigo serta Sergio dan beberapa bodyguard memasuki lobi rumah sakit.
Morgan yang tahu siapa yang datang segera melangkah maju menyambutnya diikuti oleh Henry.
''Selamat datang direktur!!, sapa Morgan sambil mengulurkan tangannya, mereka terlihat bercakap-cakap sebentar.
Henry juga melangkah maju menyambutnya, ''Selamat datang tuan Orland sapanya'', kau semakin keren!!, kata Henry, Kevin dan Diego tersenyum.
Dan kemudian Rei menganggukkan kepalanya, ''Selamat datang direktur'', sapa Rei, mereka berjabat tangan cukup lama.
__ADS_1
Mereka saling bersitatap, kemudian Morgan berbisik dekat El Ryu, terlihat Ryu mengerti maksud Morgan.
''Terimakasih sudah mau kembali dan bergabung dengan kami disini dokter Rei'', sapa El Ryu
''Terimakasih atas kesempatan yang di berikan kepada saya direktur, mohon dukunganya dan bimbingannya'', jawab Rei sopan.
Kemudian diikuti serta oleh dokter- dokter lainnya, dan diantaranya ada dokter Hanaya yang sudah lebih dulu bekerja disana.
Para petinggi rumah sakit dan jajaranya memasuki setiap ruangan menyapa pasien yang di rawat disana, melihat setiap ruangan dan mengecek peralatan serta kelengkapan rumah sakit, memastikan semua untuk mendukung opresional rumah sakit.
Saat rombongan direktur utama dan jajaranya memasuki ruangan depan ruang oprasi, beberapa tidak ikut masuk hanya direktur utama El Ryu, Morgan, Kevin, dokter Rei, dan dokter Hanaya masuk ke dalam ruangan operasi.
Seorang dokter dan timnya yang baru selesai melakukan operasi keluar, mereka masih mengenakan seragam hijau khasnya.
Selamat datang direktur, mereka mengangguk hormat, sapanya hormat, dia sedikit bingung mana yang direktur rumah sakit.
''Selesaikan tugasmu, segera setelah ini saya mau semua dokter mengikuti rapat penting'', kata Morgan yang sudah dikenal disana sebagai direktur rumah sakit
'Baik direktur'', jabaw sopan dokter itu.
Kai yang berdiri di belakang dokter ketua tim oprasi sangat kaget melihat orang-orang di depannya, dia masih ingat betul wajah-wajah mereka, ''El Ryu di biang kacau, Morgan si mata-mata, Kevin asisten andalan, dan ini kak Rei kenapa mereka disini, apa hubungan mereka'' guman Kai. Kai diam terpaku memandang ke arah kakaknya Rei meminta jawaban.
''Siapa dia, wajahnya mirip Kaijun, apa dia kak Rei'', batin Lanlan, dia berusaha mengingat-ingat wajah laki-laki yang dikenalnya dulu.
Rombongan direktur segera keluar, Ryu dan Kevin keluar lebih dulu diikuti Morgan dan dokter Hanaya.
Sebelum keluar dari ruang oprasi Rei menghampiri Kai yang dari tadi tidak bergeming menatapnya. Rei mendekat dan berbisik ''apa kabar adikku??, semangat ya!!, kata Rei sambil menepuk punggung Kai dan tersenyum.
Kai tetap diam tak menjawab, dan Lanlan yang berdiri disampingnya menyikut Kai agar tersadar dari lamunanya.
''Kak Rei'', lirihnya. Kai hampir memeluk kakaknya itu tapi dia berusaha menahanya, karena pikiranya sedang entah ada dimana.
Sudah hampir delapan tahun tidak bertemu kakaknya Rei, tapi saat bertemu dia malah dikagetkan dengan keberadaan kakaknya bersama seorang penculik berwajah dewa siapa lagi kalau bukan El Ryu Saviero Orland dengan kawan-kawanya.
Meskipun kini penampilan El Ryu tampak berbeda, terlihat lebih matang dan sangat berwibawa. wajahnya tegas dan berkarisma bahkan bisa di bilang semakin keren. Kai masih mengingat betul mereka sosok Kevin kakaknya Clara yang bekerja padanya, membutnya berfikir keras, pertanyaan yang harus segera ingin mendapatkan jawaban, ''bagaimana kakaknya Rei bisa bersama mereka, dan apa ada hubunganya dengan semua ini?? batin Kai.
''Saya akan mengikuti rapat, kalian kembalilah bekerja''. kata dokter itu.
__ADS_1
''Baik dokter'', jawab Kai dan Lanlan, setelah dokter itu meninggalkan ruangan operasi, Lanlan segera menarik Kai.
''Apa??, kata Kai.
''Kau lihat tadi, siapa dia mirip denganmu??, apa dia kak Rei??, kakakmu itu dan siap''.........ppfff
Kai membekap mulut Lanlan yang selalu saja cerewet saat penasaran dengan sesuatu. ''Pelankan suaramu, kau ini benar-benar tidak bisa menahan diri.
''Ka...iiii... jun.... lepaskan'', kata Lanlan
''Kau kenapa??, saat melihat raut wajah Kai yang berubah sendu dan terlihat lemas bersandar di dinding ruangan.
''Apa kau sakit dari tadi diam saja??, Lanlan menempelkan tanyanya di kening Kai.
Kai segera menyingkirkan tangan Lanlan dari keningnya, dia berjalan keloker mau mengganti bajunya, dia melihat ponselnya ada beberapa panggilan dan notifikasi pesan masuk.
Panggilan tak terjawab dari nomor ayah dan bunda serta Ara. Melihat beberapa pesan masuk dari Ara
kejutan ⚡⚡⚡☁☁😜😛😋😍
''Apa kau sudah bertemu kak Rei? 🤗🤗🤗
''Maaf tidak memberitahumu jangan marah ya 😈😈 sengaja hihihi''.
''Kak Rei keren kan baru pulang langsung jadi direktur''. 😇😇😇
''Kak Rei semakin tampan''.🤔🤔😘
''Apa...!!!, Lanlan melihatnya dengan terpana🤓😘😍
''Kau sibuk ya, apa kau bisa datang di acaraku jam 01 siang??,😊😊🙏🙏
''Semangat, sampai ketemu di rumah bibi An nanti malam''.🙋🙋
''Dasar, menyebalkan, kesal Kai dengan beberapa pesan yang dikirim Ara, namun dengan sudut bibirnya menyungingkan senyuman.
Kai membacanya semua pesan.
__ADS_1
dan membalas dengan satu kata
''Entahlah''.😋😷