
Kevin sudah sampai di apartemen milik Ryu di pusat kota J, saat di bawah tadi dia ketemu Henry, pengacara Ryu. Mereka memang sudah janji akan datang ke apartemen Ryu, karena semalam Ryu minta Kevin menghubunginya.
Henry juga kaget ketika semalam mendapat chat dari Kevin.
Deigo membukakan pintu apartemen
''Apa Ryu sudah bangun Deigo??, tanyaKevin langsung
''Hai Deigo'' sapa Henry
''Belum tuan mungkin sebentar lagi''.
''Mau kopi'', tawar Deigo
''Boleh''.
''Aku juga'', Jawab Henry
''Aahhhh, kepalaku'', Ryu bangun dan merasakan kepalanya yang berat, dia memijit kepalanya, dia masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan diri, 15 belas menit kemudian dia keluar, dan melihat Deigo, Kevin dan Henry sedang berbincang di meja makan
''Haaahhh akhirnya yang kita tunggu keluar juga, halo boss apa kabar sapa Henry!!!
Deigo menyiapkan air madu untuk Ryu, ''diminum dulu bos''.
Ryu langsung meneguk habis air madu buatan Deigo.
''Thanks Deigo''.
Deigo juga menyiapkan roti dan selai di meja untuk sarapan Ryu, walaupun sudah melewatkan waktu sarapan pagi, setidaknya tuannya tidak kelaparan, sambil nunggu waktu makan siang.
''Kenapa kalian pagi-pagi berisik di rumah orang'', kata Ryu santai sambil mengambil roti dan mengoleskan selai dan memasukan ke mulutnya.
''Ini bukan lagi pagi, sebentar lagi sudah waktunya makan siang'', ketus Henry yang selalu saja di buat menunggu oleh El Ryu.
''Kau masih suka minum rupanya''. tegur Henry
''Ada apa kalian berkumpul disini??, tanya Ryu lagi
''Bagaimana???, tanya Kevin
''Kau semalam yang memintaku menghubunginya'', Kevin menoleh ke arah Henry.
''Ada apa kau menyuruhku datang, sudah lama aku tidak melihatmu minum-minum sampai tidak bisa bangun, kenapa sekarang???. ucap Henry
''Sebentar....,,,Henry tampak melihat ke arah Ryu kau tidak sedang patah hati atau di tolak perempuan kan''.
''Lagi pula wanita mana yang berani menolak pesona pria sepertimu, yang ada mereka bakalan datang sendiri padamu'', lanjut Henry
''Kau sendiri ??, apa sudah tidak ada perempuan yang mau denganmu, aku bahkan tidak pernah melihatmu bersama perempuan'', ejek Ryu pada Henry
'Haahhhh aku sibuk'', jawab Henry
''Di kampusmu banyak gadis cantik kan, sebagai dosen muda sekaligus pengacara lajang, kau tidak akan kesusahan menghidupi seorang wanita'', timpal Kevin.
''Jadi itu alasannya menjadi dosen di kampus xxx???. tanya Henry
''Kau sendiri.... ????, mata Henry mengarah ke Kevin.
__ADS_1
''Tenang aku sudah punya, masih proses pendekatan tinggal menunggu waktu yang tepat'', jawab Kevin
''Benarkah.......???, aku menyukai seseorang, hanya saja aku sedang menunggu temanku balik ke kota ini, dan ketika dia pulang aku akan langsung meminangnya, aku sedang mempersiapkannya'', jawab Henry
''Wooowww......,,,,''tepuk tangan dari Ryu.
''Siapa, dan wanita mana??, kepo Kevin
''Sudah lama aku menyukainya, bahkan bisa dibilang sejak 5 tahun lalu, saat pertama kali aku bicara di telefon padanya''.
''Saat masih di London???, tanya Kevin.
''Dia adik dari temanku, lebih tepatnya juniorku, saat itu tidak sengaja mengangkat telfon miliknya, ku pikir dia pacarnya, aku tidak tahu kenapa waktu melihatnya di telfon langsung suka, dan tanpa sepengetahuan temanku aku menyimpan nomor kontaknya. Setelah pulang ke sini aku ingin menghubunginya, tapi nomornya malah tidak bisa di hubungi lagi''.
''Heeehhhh berkali-kali aku minta temanku, dia tidak memberikanya''.
''Hahahaha....kau bahkan belum bertemu denganya, hanya lihat dia ditelfon''. Ryu tertawa terbahak
''Kasian, kau harus menunggu selama ini, kau lambat sekali brother'', sahut Kevin.
Deigo hanya diam mendengarkan, ''apa kau punya pacar Deigo???, tanya Henry
''Belum tuan''.
''Jangan mengikuti Ryu terus perempuan itu hanya melihat ke Ryu tidak melihat ke arahmu'', ucap Henry.
''Jangan memengaruhi Deigo, aku tidak pernah melarangnya berkencan dengan perempuan manapun''.
''Deigo belilah makanan untuk makan siang, aku malas keluar''.
''Baik tuan'', Deigo keluar dari apartemen menuju kendaraannya mencari restaurant
''Ryu apa yang kau katakan semalam itu benar????, atau kau sudah lupa'', tanya Kevin.
''Dia mengatakan apa???, tanya Henry
''Dia meminta kau mengurus surat-surat yang dibutuhkan untuk memberikan sahamnya kepada seseorang yang menyelamatkannya waktu itu''.
''What.....!!!???? ,,,,kaget Henry, serius
apa kau gila, apa kau sudah mempertimbangkannya''.
''Sebentar kau sudah bertemu mereka, apa kau sudah memastikanya. Maksudku itu benar-benar mereka'', tanya Kevin.
Ryu diam... kemudian dia mengambil nafas panjang ''aku sudah putuskan dan sudah aku pertimbangkan. Kau urus saja, hanya saham yang aku miliki disini bukan yang di luar negeri''.
''Berapa persen????, tanya Henry lagi
''Masing-masing 10 %''.
''Apa....!!!!???? kau bener-bener gila Ryu, tolong kau pertimbangkan lagi. 10% itu tidak sedikit'', kesal Henry
''Betul dan untuk dua orang jadi 20%
apa kau yakin dia mau menerimanya'', sahut Kevin
''Itu tugasmu membuatnya menerima''.
__ADS_1
''Haahhhh, serius Ryu''.
''Yes i'am''.
''Dengar Ryu menolong itu dimanapun perbuatan yang terpuji, dan aku yakin mereka itu menolong dengan tulus, tidak mengharapkan apapun balasan darimu''. jelas Henry
''Aku tahu, mungkin mereka memang tulus padaku''.
''Lalu....ada alasan yang bisa di terima''.
''Ada kesalah pahaman dari awal aku bertemu dengannya. Aku melakukan sesuatu kesalahan pada mereka, dan aku menyesalinya''.
''Setelah aku tahu itu dia, aku menginginkan hal lain, aku sendiri tidak tahu, tapi hatiku sakit mendengar dia memintaku menjauhinya''.
''Dia tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini. Satu-satunya keluarganya hanyalah keluarga angkatnya. Aku ingin menjaga dan melindunginya tapi caraku salah, aku ingin mereka memaafkan kesalahan yang ku perbuat''.
''Apa dia seorang perempuan'', tanya Henry
''Laki-laki dan perempuan, mereka hanya saudara angkat, aku tidak tahu bagaimana keluarga angkatnya memperlakukannya, sejauh ini kulihat mereka baik-baik saja''.
Henry dan Kevin diam memikirkan semua yang di katakan Ryu.
Henry mengetuk-etukan jarinya dia tampak berfikir, ''aku tahu''.
''Tahu apa???, jawab Kevin.
''Kau sedang jatuh cinta Ryu, tapi kau tidak menyadarinya, tapi kau mengacaukannya'', jelas Henry
''Aku juga berfikir begitu'', sahut Kevin.
''Apa dia cantik, seksi, menggemaskan???, goda Henry kenalkan padaku''.
''Jangan berharap kau urus saja tugasmu''.
''Aaahhh kau pelit sekali, aku tidak akan menikung sahabatku, Kevin apa kau tahu, kau mengenalnya''.
''Kevin mangut-mangut tersenyum simpul, tentu saja''. Aku sudah menebaknya, ada yang tidak beres padamu dan jawabannya kau sedang jatuh cinta Ryu''.
''Siapa...????, Henry penasaran.
''Hanya seorang gadis kecil yang membuatnya tidak berdaya dan berfikir bodoh''.
''Kau benar-benar tidak bisa di maafkan Ryu. menyuruhku mencari informasi tentangnya, lalu kau dan Deigo serta Sergio dan Nania menculiknya''.
''Apa...menculiknya!!!!, peeeffff.... hahahaha, apa-apaan ini. Apa yang ku dengar benar Kevin???, kau tidak bercanda kan??hahaha.
Ryu hanya mengangkat bahunya cuek.
Tak berapa lama Deigo datang dengan membawa beberapa kantong makanan dan minuman.
''Haaahhh...'', Ryu berdiri aku lapar ayo makan.
Henry dan Kevin saling pandang, ''hahaha akhirnya es di kutup utara mencair''.
''Ini karena pemanasan global''.
Deigo yang baru datang bingung melihat Henry dan Kevin tertawa mengejek bosnya yang merupakan sahabat tuannya, namun yang di ejek malah santai berjalan ke meja makan.
__ADS_1
Deigo segera menyiapkanya mengeluarkan makanan dari kantong plastik dan mengambilkan piring untuk bosnya dan kedua temannya.