Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 09


__ADS_3

Ryu mendapat undangan sebagai pembicara diseminar bisnis yang diadakan di hotel bintang 5 di kota J dan tentunya Ryu juga pemilik sebagian saham hotel tersebut. awalnya Ryu menolak, dia sudah tidak punya banyak waktu untuk hal-hal yang menurutnya sepele, terlebih setelah seminar akan banyak mahasiswa perempuan yang meminta foto bersama sudah seperti artis saja, tapi kali ini dia merasa tidak bisa menolaknya. Menurutnya ini salah satu jalan mendekati gadis itu.


Sebagai pengusaha dan pembisnis muda yang sukses, tentu Ryu sering mengisi acara seminar bisnis, membagi ilmu kesuksesan dengan kaum muda untuk memacu semangat kaum muda didunia bisnis, dan kali ini dia punya tujuan sendiri.


''Apa kau bisa??, tanya Kevin.


''Atur saja dan pastikan gadis itu datang ke seminarku''.


''Tenang saja aku akan menyuruh Clara untuk mengajaknya datang ke seminarmu''.


Pagi ini Ara sudah sampai kampus, disambut Kenzo cowok tampan yang sedang berusaha keras mendapatkan cinta Ara, tapi tidak dengan Ara dia hanya menganggapnya teman saja, entahlah kenapa Ara tidak punya pacar, padahal banyak cowok yang berusaha mendapatkan cintanya, tapi melihat Ara setiap hari berangkat dan pulang dengan Kai, banyak yang mengira mereka itu pasangan, tidak dengan Kenzo yang tidak peduli dan acuh dengan keberadaan Kai ataupun Joy yang tiap hari bersama Ara. Menurutnya masih ada kesempatan buat dia untuk mendapatkan cinta sang pujaan hati. Selama janur kuning belum melengkuh ah salah selama belum ada akad, jalan masih terbentang luas. Mungkin Ara bosan dengan segudang rayuan dan kata-kata manis dari cowok-cowok yang menginginkanya, tapi mungkin juga Ara nyaman dengan keadaan dimana selalu ada Kai disisinya, atau Joy yang selalu bisa mencairkan suasana, atau Kenzo yang selalu mengeluarkan kata-kata manisnya. Ara masih setia dengan status jomblonya. Kenzo pernah menyatakan perasaan cinta pada Ara tapi, Ara menolaknya dia hanya bilang tidak ingin berpacaran, lebih baik berteman saja. Kenzo tidak bisa berbuat banyak selama dia masih bisa ada di dekat Ara. Bagaimanapun cinta gak bisa dipaksa, mungkin dia terlalu tergesa-gesa menyatakan perasaannya. Masih banyak waktu untuk saling memahami, meski dia sangat berharap cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan.


''Hai semua capa Clara pada mereka''. ''Aku ada undangan seminar bisnis, kalian harus datang, Aku dapat undangan ini dari kakakku, gratis buat kalian''.


''Dengar Ara aku kasih 2 undang untukmu satu berikan pada Kai ya, please ajak Kai''. Ara memang sudah tahu kalau Clara menyukai saudara sepersusuanya Kaijun. Dia sudah menjelaskan hubungannya dengan Kai sebagai saudaranya.


Ara dan Kenzo mengambil undangan seminar itu, dibacanya undangan itu


''Pembicara El Ryu Saviero Orland'', kata Kenzo.


''Iya, pengusaha dan pembisnis muda yang tampan dan sukses itu'', jelas Clara, ''tidak ada salahnya kan kita tahu bisnis''.


''Kamu dapat dari mana biasanya undangan ini sangat terbatas, di hotel bintang 5 lagi. Bagaimana kau bisa mendapatkan gratis'', tanya Kenzo.


''Kakakku bekerja untuknya, jadi dia memberikan beberapa undangan untukku, kita tidak akan rugi datang, itung-itung tambah ilmu bisnis'', jelas Clara lagi.


''Ara please ajak Kai ya, pokoknya gimana caranya kamu harus ajak dia'', rengeknya pada Ara.


''Aku tidak bisa berjanji, tapi akan ku sampaikan nanti''.


Clara berbinar bahagia, ''nih 2 undangan untukmu dan Kai''. Clara memberikan 2 undangan untuk Ara. dia berharap Kai bisa ikut datang ke seminar itu. Bagaimanapun sejak kuliah dia jarang melihat pria pujaaanya. Mungkin dengan cara dekat dengan Ara dia berharap nantinya bisa semakin dekat dengan Kai, tanpa Clara tahu bahwa kakaknya Kevin punya tujuan lain.


 


drettttt Kevin mengangkat ponselnya yang bergetar.


''Bagaimana sudah kamu atur semua??, tanyanya


''Beres bos, Clara sudah pastikan dia akan datang ke seminarmu besok''.


''Baguslah'', ponsel langsung mati, dasar Ryu, kebiasaan buruk matian HP seenaknya, umpat Kevin.


Ryu tampak duduk dikursi kerjanya, dia melihat foto -foto yang diberikan oleh Kevin. Seorang gadis berdiri di balkon melihat ke arah bukit, foto yang diambil Kevin dari kontak Ara, dan beberapa foto lain bersama keluarga dokter Firman, ada foto Ara dengan kakaknya Rei yang saat ini masih di London, mungkin foto itu diambil sebelum Rei ke London karna Ara terlihat masih kecil. Ada juga foto Ara saat masih sma bersama ketiga sahabatnya yaitu Joy, Bisma, dan Bulan. Ada foto Kai dan Ara dengan berbagai pose. ''Senyum yang manis, sampai ketemu besok baby'' guman Ryu pelan.

__ADS_1


 


Malam harinya di kediaman dokter Firman. Setelah makan malam bersama mereka berkumpul di ruang keluarga.


''Bagaimana kuliah kalian??.


''Begitulah, ayah kan pernah merasakannya, melelahkan dan membosankan jawab Kai jujur, tiap hari selalu ada praktek''.


''Kalau kamu princess?? tanya dokter Firman pada Ara, dia selalu memanggil Ara dengan panggilan princess. Dari Ara kecil sampai sebesar sekarang panggilan itu tidak pernah berubah.


''Baik-baik saja, sejauh ini masih bisa mengikuti''.


Dokter Firman diam sesaat, ''Ayah harap kalian fokus pada kuliah dan hati-hati memilih teman. Ayah tidak ingin kalian salah pergaulan''.


Dokter Aisyah datang membawa irisan buah, menaruhnya di meja.


''Makan dulu buahnya'', mengambilkan irisan buah untuk suaminya terlebih dahulu, baru kemudian putra-putrinya.


''Oh ya hampir lupa, aku besok ada seminar bisnis . Kai kamu juga dapat undangan dari si cantik Clara, apa kau bisa datang''.


''Aku tidak bisa besok kuliah full, dan lagi kenapa kau selalu memangilnya dengan sebutan si cantik. Dia sama sekali tidak cantik, Masih juga cantikan kamu'', jawab Kai sambil memakan irisan buah.


''Ihhhhh, Clara itu memang cantik Joy saja mengakuinya''.


''Itukan pendapat Joy, dia bilang cantik karena Joy menyukainya''.


''Tapi Clara itu kasih undangannya buat kamu Kaijun bukan buat Joy, hargai dia dong''.


''Ayah bunda lihat putramu dia tidak menghargai perempuan''.


''C, dia itu perempuan yang terobsesi, kita sudah pernah membahasnya, itu sejenis penyakit''.


''Dia begitu karena kamu selalu mengabaikannya, bahkan dulu saat awal-awal kuliah dia sangat ketus padaku, dia mengira aku ini pacarmu''.


''Yahhh, aku berharap begitu'' (dalam hati Kai)


''Kalian ini sedang membicarakan siapa?


''Teman sekolah Kaijun, tapi Kaijun selalu mengabaikannya''.


''Dia temanmu sekarang''.


''Tidak baik mengabaikan teman. Bunda selalu mengajarkan pada kalian untuk menghargai orang lain,'' tutur bunda

__ADS_1


''Kau besok tidak kuliah sayang tanya bunda pada putrinya''.


''Tidak ada bunda, jadi apa boleh aku pergi ke seminar besok''.


''Boleh tapi Kai tidak bisa menemanimu sayang''.


''Biar dia ajak Joy saja bunda, daripada dirumah sendirian. Kuliahku benar-benar full besok. Joy pasti tidak akan menolaknya. Joy itukan sahabat setiamu, setelah selesai mungkin aku bisa menjemputmu''.


''Telefon Joy sekarang, aku mau ngerjain tugas'', kata Kai sambil berdiri mencubit kedua pipi Ara dengan gemas, meninggalkan ruang keluarga.


''Aauuuucchh sakit tahu'', keluh Ara.


'Ayah bunda aku mau menelfon Joy, Slamat malam''. Ara menyusul Kai yang berjalan ke lantai atas, melompat ke punggungnya.


''Aahhh kamu semakin berat C, kamu makan banyak ya''. Kai terengah-engah saat menaiki tangga dengan Ara dipunggungnya.


''Rasain balas Ara''.


Kedua orang tua mereka tersenyum melihat tingkah mereka berdua, meski Ara bukan anak yang dilahirkannya, tapi benar-benar melengkapi kehidupan mereka.


''Trimakasih telah merawat dan membesarkanya, ucap dokter Firman pada istrinya, sambil memeluk dan mencium kening istrinya.


''Apaan sih so sweet''......mereka tertawa berdua.


Kai membawa Are ke kamarnya dan melemparkannya ke kasur tapi Ara berpegang erat di leher Kai sehingga Kai ikut terjatuh dikasur, dengan Ara dibawa punggung Kai.


''Kaijun kau bohongkan tentang besok jadwal kuliahmu padat, sampai kapan kau menghindarinya.


''Aku sudah bilang tidak tertarik dengannya.


''Kalau Lanlan bagaimana??


''Aku juga tidak tertarik.


''Apa kau mau jadi jomblo??


''Kamu juga jomblo.


''Lalu tipe perempuan seperti apa yang kau suka??.


''Sepertimu!!!!, jawab Kai spontan, ''lepaskan C!!


Ara melepas pegangan pada leher Kai

__ADS_1


''Jawaban apa itu??.


Kai terlihat kebingungan menyembunyikan raut mukanya yang merah karna jawaban dia yang spontan, dia mengatakan isi hatinya tapi dia berusaha menutupinya. ''Telefon Joy sekarang!! , serunya sambil berlalu meninggalkan Ara di kamarnya.


__ADS_2