Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 47


__ADS_3

Sepulang dari mengunjungi makam keluarga Ara, Ryu mengajak Rei kembali ke rumah sakit, mereka berdua sedang berada di ruang Rei sekarang.


''Dokter Rei ada yang ingin aku tanyakan tentang nona Ara'', tanya Ryu.


Rei mengernyitkan dahinya, ''apa yang ingin direkut Orland ketahui tentangnya??.


''Beberapa tahun lalu aku bertemu denganya sebelum aku meninggalkan kota J, dia tampak baik-baik saja, tidak ada hal aneh, bahkan waktu itu dia sangat berani menghadapi masalah, tapi tadi aku melihatnya seperti takut bertemu dengan kedua orang tuaku. Dia seperti menjaga jarak''.


''Hahhh ....,,,Rei mendesah. Dia tidak baik-baik saja direktur, dia mengalami gejala Stockholm Syndrome (yaitu suatu efek samping yang terjadi akibat rasa takut yang berlebihan). Korban penculikan pasti mengalami PTSD (post-traumatic-stress- disorder, gangguan pasca peristiwa traumarik). Gejalanya bisa kecemasan, depresi, panik attack, takut yang berlebihan, tidak mudah percaya, selalu merasa terancam tidak aman dan curiga''. Jelas Rei


Ryu terdiam mendengarkan penjelasan Rei, Ryu mengusap wajahnya dengan kasar, Semua ini adalah perbuatannya, apa yang telah dilakukan pada Ara beberapa tahun lalu telah membuatnya trauma. Saat itu Ryu hanya memikirkan kepentingannya sendiri, apapun akan di lakukan demi usahanya yang dia rintis sendiri hingga bisa berkembang seperti sekarang, tapi tidak terpikir olehnya kalau perbuatannya membuat Ara seperti ini.


Ara adalah gadis yang dia nantikan kehadirannya sejak masih dalam kandungan ibunya. Hati Ryu benar-benar seperti diiris sembilu, berdarah namun tak terlihat.


Ryu tampak diam menyesali perbuatanya dan yang lebih membuatnya menyesal adalah dia melakukannya pada Ara yang tak lain adalah putri dari nyonya Rania dan Tuan Ar'rasi, orang yang sudah dianggap seperti keluarga dan dicarinya selama ini dan bayi Ara yang dia nantikan kehadirannya selama 21 tahun. Tapi dia tidak menyangka akan seperti ini sekarang, bahkan setelah kejadian itu, permohonan maaf dan ucapan trimakasih Ryu yang ingin menghibahkan saham kepada Ara dan Kai di tolaknya, dan setelahnya dia meninggalkan kota J begitu saja tanpa bertanggung jawab. Ryu merasa adalah sosok pria egois dan sombong, mementingkan diri sendiri, tidak tahu harus melakukan apalagi untuk menebus semuanya. Mata Ryu terlihat merah, menahan kejolak di dadanya yang tidak bisa dia ungkapkan.

__ADS_1


''Kemarin aku sempat panik saat acara peragaan busana lanjut Rei, Ara memang sudah cerita padaku tentang penculikan itu, tapi dia tidak bilang siapa penculiknya dan kemarin aku baru mendengar dari adiku Kai yang saat ini magang di rumah sakit Orland, dia menceritakan semua padaku, dan saat itu juga aku langsung pergi ke acara pertunjukan fashionnya, aku takut ketika dia melihat anda traumanya akan kembali''.


''Dan setelah acara itu dia memintaku mengembalikan senjata milik anda, menyimpannya hanya akan membuatnya mengingat terus kejadian yang menimpanya. Kemarin dia bahkan tidak ingin datang bersamaku. Tapi dia juga penasaran dengan foto-foto yang ditemukan di dalam surat wasiat yang ditinggalkan keluarganya, yang sekarang sudah diketahui, mau tidak mau dia harus menghadapinya''.


''Dia memang tidak depresi, tapi dia tidak mudah percaya dan sedikit merasa tidak aman dan curiga terhadap orang yang baru dikenalnya, itu cara dia bertahan hidup akibat perasaan takut yang timbul di alam bawah sadarnya''.


'Dan untungnya waktu itu tidak ada berita penculikan tentangnya, yang bisa membuatnya mengingat kejadian itu ketika melihat beritanya muncul di tv ataupun media. Beruntung dia punya teman-teman yang baik dan selalu menjaganya, selalu ada untuknya, mereka semua sibuk, tapi selalu ada yang bisa dan mau meluangkan waktu untuknya''.


''Karena kejadian itu adikku Kai menjadi pria posesif, aku ingat saat dia kecil dia meminta langsung pada kakek Ara, agar Ara diizinkan tinggal bersama kami, tapi kakek bilang nanti setelah kakek tidak mampu lagi menjaganya, dan keluarga kami menunggu selama 17 tahun baru bisa memboyongnya. Sejak kecil kami ingin hidup bersama Ara tinggal di satu rumah. Saat liburan tiba adalah hari yang paling kami tunggu, dimana kami akan bergantian mengunjungi''.


Rei mengernyitkan dahinya, ''menikahinya, benarkah'', tanya Ryu?.


''Yah, tapi sekarang harapan itu sudah aku kubur dalam-dalam. Selamanya dia akan menjadi saudara sepersusuanku''.


''Apa ada cara untuk menghilangkan traumanya???, tanya Ryu.

__ADS_1


''Sebenarnya kemarin dia berani tampil di depan orang banyak, itu adalah satu cara menghilangkan traumanya. Dia juga mengisi waktu senggangnya dengan menggambar dan mendesain itu kegemaranya sejak kecil, itu juga satu cara mengurangi traumanya, sehingga dia sedikit bisa melupakan peristiwa itu''.


''Kemarin salah satu temanya yang hadir di acara melihatmu beserta rombongan datang ke acaranya dia langsung memberitahunya agar berhati-hati dan setelah acara selesai dia hendak membawanya pergi, dan kebutulan kami bertemu disana. Dia juga yang banyak menemani dan mengajari Ara memasak, bermain musik di cafenya, sambil menunggu Kai selesai kelas dan menjemputnya''.


''Kedua orang tuaku sampai sekarang juga tidak tahu menahu tentang penculikan Ara, keduanya sepakat untuk menyembunyikan semua hal yang terjadi padanya, karena tidak ingin masalahnya bertambah panjang''.


''Ayah dan ibu sangat menyayangi Ara, meski bukan putri yang di lahirkan ibuku. Aku sangat ingin punya adik perempuan, dan ketika pulang dari rumah sakit kedua orang tuaku membawa dua bayi, kupikir mereka terlahir kembar, setelah masa cuti ibuku habis Ara di boyong ke rumah kakek dan nenek, sampai akhirnya 17 tahun kami baru bisa tinggal bersama''.


''Katakan padaku dokter Rei apa yang harus aku lakukan untuknya sekarang, aku ingin dia hidup normal seperti kebanyakan orang tanpa rasa takut, aman dan nyaman. Aku akan melakukan apapun untuknya''.


''Biarkan dia melakukan apapun yang dia inginkan selama tidak membahayakan, biarkan dia putuskan sendiri apa yang dia mau, jangan memaksakan apapun padanya, terlebih sekarang dia sedang bekerja magang di perusahaan anda, jangan membuatnya tertekan. Dia memang terlihat baik-baik saja, tapi aku kuatir dia menyembunyikan rasa takutnya dan bisa menjadi depresi ketika terlalu sering bertemu denganmu, dia akan lebih tertekan'', jelas Rei.


''Tapi kami sudah menunggu selama 21 tahun, terutama mom and dad''.


''Saya tahu direktur, keluarga anda pasti sangat menantikanya, tapi seperti yang anda lihat saat ini, kondisi Ara tidak bisa dipaksakan, dia bisa depresi dan bisa melakukan hal-hal yang fatal, kami tidak ingin hal itu akan terjadi padanya''.

__ADS_1


Mereka berdua terus berbincang mencari solusi terbaik untuk Ara.


__ADS_2