
Sementara di kota J, Kai dan teman-teman Ara masih sibuk mencari Ara
Waktu sudah menunjukkan jam 3 sore. Mereka sudah bertemu kembali tapi tidak di hotel melainkan di rumah Joy. Semua bertemu dan berkumpul disana termasuk Clara.
Mereka diam dengan pikirannya masing-masing. Kai sampai duduk dilantai sambil menghubungi ponsel Ara, mengirim pesan berkali-kali, dengan perasaan campur aduk, bahkan mereka lupa kalau hari ini belum ada yang makan.
Joy meminta bi sumi menyiapkan makanan untuk teman-temanya semua, dia juga memesan makanan dari aplikasi pesan antar.
drettttt dretttt
''Siapa?? tanya Bisma yang duduk di lantai dekat Kai.
''Ayahku''.
''Angkatlah!!, kata Lanlan.
''Halo, ada apa yah?? Kai menekan tanda speaker di layar ponselnya sehingga teman-temanya bisa mendengar kekuatiran keluarganya.
''Masih di kampus, princess ayah bersamamu, kenapa bunda dan ayah tidak bisa menghubungi ponselnya, kakakmu Rei juga tidak bisa??,
''Ehhh itu ponselnya rusak yah, tadi pas seminar ponselnya tercebur ke kolam ikan??, bohong Kai
''Benarkah?? (suara bunda)
''Ini masih di service.
''Ya sudah cepat pulang!!.
''Bunda ayah hari ini aku dan Ara tidak pulang kami ada undangan dari Joy sekalian nengokin rumah dan bibi An, besok baru pulang, maaf baru pamit, semua temen-temen Ara juga ikut.
''Ya sudah hati-hati, jawab ayah
Kai mengelus dadanya, tidak tahu cari alasan apa, hanya itu yang terlintas di otak cemerlangnya saat ini, sepertinya otaknya sudah tidak bisa diajak berfikir jernih sampai dia harus berkata bohong pada orangtuanya, dia tidak ingin ayah dan bundanya kuatir jika sampai mereka tahu Ara menghilang saat seminar sedang berlangsung, dan sampai sekarang belum ada kabar.
Bisma menepuk pundak Kai pelan, ''sabar berbohong untuk kebaikan tidak apa-apa.
''Bagaimana kalau sampai besok tidak ditemukan??, ucap Kai tanpa tenaga, dia menyembunyikan wajahnya yang berkaca-kaca, di lututnya, ada rasa kuatir, takut, sedih, marah dan lelah yang tak bisa di keluarkan.
''Kita lapor polisi besok, setelah sampai waktu 1 x 24 jam, sahut Ken
''Setuju, sekarang kita makan dulu biar ada tenaga dan bisa berfikir kembali. Setelah itu kita cari Ara lagi!!!!, sahut Lanlan.
''Benar kita harus isi perut dulu biar bisa mikir lagi, bi sumi sudah siap kan makanannya???
Clara juga sedih melihat Kai seperti itu, dia jadi merasa bersalah mengajak Ara keseminar.
Begitu juga dengan Joy dia yang menjemput Ara seharusnya menjaganya, dia hanya diam dari tadi.
Kai terlihat tetap duduk di tempatnya.
''Kai ayolah, segera makan dan setelah ini kita cari lagi, jangan menunda!!!, tegas Joy
Kai bangkit dari duduknya masuk ke kamar mandi mencuci mukanya, melihat ke arah cermin, ''dimana kamu C, cepat telefon aku, jangan membuatku kuatir''.
__ADS_1
*****
Ara sudah siuman dari pingsanya, ''hai kau sudah sadar'', kata Ryu
Ara nampak lemah, dia berusaha menjauhi Ryu. ''Jangan takut, mau kubantu duduk???.
''Pergi.... pergi!! kata Ara, dengan takut sambil menundukan wajahnya
''Hai jangan takut aku tidak akan menyakitimu, kau itu penyelamatku, kau tidak mengenaliku, sudah hampir satu tahun aku mencarimu, aku ingin berterima kasih padamu'', kata-kata Ryu membuat Ara melihat ke arah Ryu.
''Kau penjahat.... jangan mendekatiku, menjauhlah!!!, kata Ara lagi pergi
Ryu tampak mengernyit, pasti gadis di depanya ini berfikir kalau Ryu adalah seorang penjahat karena telah menculiknya.
''Baiklah aku tidak akan mendekat, dengarkan aku, aku tidak akan menyakitimu, aku akan mengantarmu pulang, tapi setelah kamu makan dan berjanji padaku.
Ara melihat ke arah Ryu.... menatapnya lama Ara tampak berfikir, dia memang ingin segera pergi dari tempat ini, tapi dia juga tidak ada tenaga untuk kabur tidak tahu juga jalan keluarnya.
''Bolehkah aku ke kamar mandi?
''Tentu, pintu kamar mandi di belakangmu, jawab Ryu
Di dalam kamar mandi, Ara melihat senjata api yang sudah terisi peluru yang tergeletak di meja wastafel. Setelah mencuci muka untuk menyegarkan diri, dia berfikir bagaimana menggunakan senjata itu.
Ryu heran kenapa gadis ini lama di kamar mandi, dia tidak sabar menunggunya keluar, takut kenapa-napa di dalam.
Entah mendapat keberanian dari mana Ara berdiri dengan memegang senjata membuka pintu kamar mandi dengan pelan, tangan Ryu sudah terangkat dan
ceklek
Ara memegang senjata api itu dan mengarahkan senjata itu ke arah Ryu.
''Baby jangan main-main, itu berbahaya!!
''Keluar.... tunjukkan jalan untuku pulang!!, kata Ara dengan tatapan marah.
''Baby turunkan senjatamu please, itu benar benar berbahaya, apa kau bisa menggunakannya!!.
dor....
Ryu terkaget melihatnya, ''kau bisa???.
Sergio dan Deigo yang sedang
bermain catur dan mendengar suara tembakan dari kamar tuannya langsung berlari begitu juga dengan Nania yang sedang bersih-bersih.
''Tuan!!!.. (kata mereka)
Mereka masuk ke kamar tuannya, dan ...
''Angkat tangan kalian!!!.
__ADS_1
Mereka bertiga melihat ke arah tuanya yang berdiri mengangkat tangannya.
''Keluar, perintah Ara pada Ryu, ''kalian bertiga diam atau kutembak!!!
Ryu berjalan keluar pintu kamar dan mereka bertiga masih di dalam kamar.
''Kunci pintu (Ryu mengunci pintu kamar dimana ketiga pelayannya di dalam kamar.
''Jalan ke mobil!!!, Ryu terus mengikuti perintah Ara, dia mengumpati kecerebohan dirinya sendiri dalam hati, dia benar-benar tidak menyangka akan terjebak dengan situasi seperti ini.
''Jalankan mobilnya!!!, perintah Ara sambil terus mengacungkan senjata api ke arah Ryu.
Tidak ada pilihan lagi bagi Ryu untuk tidak menurutinya.
Hari sudah mulai sore mobil mereka terus menuruni bukit, semakin turun Ara melihat arah jalan ini adalah arah jalan ke rumahnya.
Sampai akhirnya mobil itu dekat dengan halaman belakang rumah kaluarga Ara di pinggir desa, hari sudah gelap
''Berhenti, dan buka pintunya, putar balik mobilmu setelah aku turun jalankan mobilnya. Kembalilah ke negaramu tuan El Ryu Saviero Orland!!!.
''Baby aku...???
''Diam aku tidak mau mendengar apapun.
Ara keluar dari mobil, ''jalankan sekarang''.
Dan setelah beberapa meter mobil itu berjalan
Dor ...Ara menembakkan peluru tepat ke arah roda belakang mobil Ryu, mobil Ryu oleng dan akhirnya menabrak pohon di pinggir jalan
Ryu turun dari mobil dia mengumpat kebodohannya kali ini, dia benar-benar tidak menyangka gadis kecil ini bisa memperdaya dirinya dan semua pelayannya.
Dari jauh Sergio dan Deigo berhasil keluar dari kamar tuanya, Deigo dan Sergio langsung masuk ke dalam mobil berusaha mengejar mobil tuanya.
Sergio mengendarai mobil dengan kencang, sedang Deigo fokus melihat ke arah depan, sampai akhirnya dia melihat sebuah mobil yang dia kenali, itu mobil tuan Ryu, terlihat Ryu berdiri di pinggir jalan dimana ia masih memakai kimononya, dia terus mengumpat.
Sergio memberhentikan mobilnya
Deigo turun, ''tuan anda baik-baik saja??.
Ryu sangat marah, baru kali ini dia diperdaya anak kecil.
''Tuan di mana nona, dia menghilang???tanya Deigo
''Baru juga dapat sudah kabur, guman Sergio.
''Kita kembali dulu tuan pakaian anda, ....ucap Deigo
Sedang Ara setelah menembak roda mobil Ryu dengan jitu, dia masuk ke dalam kebun di belakang rumahnya yang luas yang terlihat seperti hutan karena banyak pohon-pohon besar yang masih tumbuh, dia sudah hafal jalan pulang karena Ara tumbuh besar disana.
Ara adalah gadis yang cerdas dan pemberani dari kecil dia di didik kakeknya seorang mantan tentara dan sudah pensiun.
dia bukan gadis yang manja, kakeknya banyak mengajari Ara seperti memanah berkuda dan menembak, serta bermain pedang dan bela diri. jadi sedikit tahu bagaimana saat dia terdesak.
__ADS_1