
Setelah mendatangi beberapa dealer mobil, akhirnya Rei membeli satu yang dia inginkan. Dia juga membeli kartu seluler baru, kemudian mencari kontak seseorang, tertulis nama kontak Henry, Rei mendial nomor kontak tersebut.
Dretttt.... dretttt
Henry meraba saku celananya yang bergetar, dia melihat nomor baru masuk, Henry tidak mengangkatnya, saat itu Henry sedang bersama seorang klien.
Beberapa saat kemudian klien itu berpamitan dan pergi meninggalkan Henry.
Henry melihat sekali lagi panggilan masuk, kemudian mendial nomor tersebut.
''Halo maaf dengan siapa ini??, tadi nomor anda menghubungi nomer saya'' tanya Henry
''Halo senior apa kabar??, jawaban dari telfon.
''Rei, benarkah ini kau??, apa kau sudah kembali??. Henry mengingat-ingat suara itu, seperti milik Rei junior di internasional school dan sahabatnya waktu di London.
''Ya ini aku, apa kau sibuk??, aku sedang ada di Ken'z cafe and resto, kalau tidak sibuk datanglah kesini''.
''Baiklah tunggu aku disana, aku matikan dulu''. tut....tut... tut. Entah kenapa Henry sangat senang mendengar sahabatnya kembali, dia segera berkemas dan berpamitan pada sekretarisnya.
Henry memacu kendaraannya ke Ken'z cafe dan resto, tidak sampai setengah jam Henry sampai disana. Dia segera memarkirkan kendaraannya dan masuk ke dalam cafe, mencari sosok sahabatnya.
Rei melihat Henry yang baru masuk ke cafe langsung melambaikan tangannya.
''Rei kapan kau datang??, kenapa tidak mengabariku??, mereka saling berjabat tangan dan berpelukan. Reino dan Henry memang teman sejak sekolah di internasional school, Henry adalah seniornya saat masih sekolah dan mereka akrab saat di London.
''Kenapa kau sulit sekali di hubungi??, tanya Henry.
''Maaf aku sibuk, apa kau sudah makan??, pesanlah makanan dulu aku yang traktir''.
''Kau sudah menjadi dokter sekarang??, kapan kau datang??
''Aku baru datang kemarin, ya begitulah''.
Mereka berdua segera memesan makananya.
''Kau hanya cuti atau memang pulang seterusnya'', tanya Henry
''Aku pulang seterusnya, aku dapat tawaran kerja disini''.
''Baguslah, kapan kau akan mengenalkanku pada adik perempuanmu''.
''Siapa yang mau mengenalkannya padamu??.
''Ayolah Rei, aku sudah menunggu lama ingin bertemu adikmu kita bisa jadi saudara ipar''.
''Siapa yang mau jadi iparmu??,ketus Rei
''Haaahhh waktu itu aku sempat menyimpan nomor kontaknya dari ponselmu, tapi setelah aku sampai disini nomornya tidak bisa dihubungi''.
''Apa......!!!,kaget Rei kau mencuri kontaknya, peeffff hahaha itu artinya kalian tidak berjodoh''.
__ADS_1
Wajah Henry langsung memerah, ''kalau aku minta padamu kau juga tidak akan memberikannya'', protes Henry.
Tak lama pelayan datang membawakan makanan yang mereka pesan.
Selamat menikmati kata pelayan itu setelah menyajikan makanan di meja.
''Kenapa kau memilih bertemu disini??, tanya Henry.
''Kenapa kau tidak suka atau kurang mewah bagimu??.
''Bukan itu maksudku, aku sering nongkrong disini, kalau sedang tidak terlalu sibuk, hanya sekedar ngopi, cafe ini setiap hari selalu ramai, apalagi malam minggu ada permainan akustik pemilik cafe dan teman-temanya''.
''Benarkah, kau mengenal pemiliknya??.
''Tidak tapi aku pernah melihatnya, sepertinya dia bukan asli penduduk sini, maksudku warga keturunan, kenapa memangnya??.
'-Tidak apa-apa, makanannya enak'', jawab Rei sambil menatap makan siangnya. Sebenarnya Rei sangat penasaran dengan Kenzo pemilik Ken cafe dan resto yang dekat dengan adik sepersusuanya yaitu Ara.
''Dengar Rei kalau kau tidak mau mengenalkan adikmu padaku, aku akan mengenalnya sendiri'', aku serius kata Henry
'-Kenapa kau sangat ingin mengenalnya, aku yakin banyak wanita yang mau dijadikan pacar oleh pengacara sepertimu''.
''Entahlah, apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama??.
''Kau bahkan belum pernah bertemu dengannya, mana bisa disebut cinta pada pandangan pertama''.
''Tapi aku sudah pernah melihatnya di telefon dan aku suka begitu saja, kau jangan pelit'', jawab Henry tidak mau kalah.
''Aku tidak janji, dia sibuk dengan kuliah magangnya sekarang, lagi pula aku tidak yakin dia mau kukenalkan padamu''.
''Bukan begitu, dia bilang tidak ingin pacaran, dia mau taaruf'', jawab Rei
Henry terdiam mendengar jawaban sahabatnya Rei, ''benarkah???.
''Sudahlah kenapa membahas dia terus, aku yakin kamu tidak kekurangan wanita. Kenapa masih mengejar adikku, aku tidak mau gara-gara adikku persahabatan kita jadi renggang, carilah wanita lain saja''.
'-Belum juga di coba, bagaimana kalau malam minggu besok kita kesini, kau ajak adikmu''.
''Haaahhh aku tidak janji, karena aku akan mengunjungi adikku yang satu lagi dia sedang magang di rumah sakit di pinggir desa''.
''Baiklah aku tidak akan memaksamu, aku akan cari tahu sendiri. Apa kau ada acara nanti malam??, setelah ini kau mau kemana??, tanya Henry.
''Aku mau menjemput bunda, tadi aku meminjam mobilnya, nanti malam...... entahlah....''.
''Kalau kau belum mulai bekerja mainlah ke kantorku, hubungi aku dulu kalau mau main ke kantor''.
''Baiklah, terimakasih sudah mau meluangkan waktumu. Kapan-kapan saja aku main, sekarang aku masih kangen sama keluargaku''.
''Ya.. ya... ya... sudah berapa tahun kau tidak pulang, mereka pasti sangat merindukanmu''.
''Sebenarnya orang tuaku sekitar dua tahun lalu mengunjungiku di London, kebetulan ada seminar disana, tapi kedua adikku tidak bisa ikut''.
__ADS_1
''Oh ya, pasti mereka senang sekarang bisa berkumpul denganmu lagi''.
''Begitulah, terlebih adik perempuanku, dia sampai menangis kemarin''.
''Kau membuat wanitaku menangis'', kata Henry
''Dia bukan wanitamu, dia adikku'', jawab Rei.
''Baiklah, terimakasih traktiranya, senang kau sudah kembali, aku balik dulu ke kantor, bye sampai ketemu lagi''.
''Ok bye'', mereka berdua berdiri, Henry keluar lebih dulu, Rei pergi ke kasir untuk membayar tagihanya.
Saat membayar di kasir, kasir wanita itu tertegun memandang Rei.
''Kak apa kau punya saudara kembar???, wajah kakak sangat mirip dengan seseorang??.
''Benarkah? aku tidak kembar'', kata Rei.
Kenzo yang baru keluar dari kichent dengan pakaian kas seorang chef menghampiri kasir.
''Bos Ken, teman bos yang sering jemput pacar bos kesini mirip banget sama kakak ini'', kata kasir itu.
Kenzo melihat ke arah Rei begitu juga Rei juga melihat ke arah Kenzo. Mereka saling menatap beberapa saat, mereka berdua tersenyum ramah.
''Jadi ini yang namanya Kenzo'', batin Rei.
''Siapa dia kenapa mirip banget sama Kaijun??. batin Kenzo.
''Ini kembalianya kak, terimakasih, semoga berkenan datang kembali ke cafe dan resto kami'', kata kasir cewek itu.
''Terimakasih'', setelah membayar Rei keluar dan melajukan kendaraannya menuju rumah sakit, untuk menjemput sang bunda.
Jam 03 sore adalah waktu bunda pulang dari rumah sakit tak berapa lama mereka telah sampai di rumah, begitu juga dengan dokter Firman ternyata dia sudah sampai di rumah lebih dulu.
Terlihat sebuah mobil sedan keluaran terbaru berwarna putih terparkir di halaman rumah mereka.
''Mobil siapa??, sepertinya masih baru'', batin bunda.
''Aku baru membelinya'', jawab Rei santai.
''Kau ini kenapa tidak bilang kalau mau beli mobil, apa uangmu cukup??, tanya bunda lagi.
''Tidak apa-apa, aku membutuhkannya sekarang, dua minggu lagi aku mulai bekerja, tidak mungkin aku pinjam mobil bunda terus''.
''Kau sudah diterima bekerja??, tanya bunda.
''Iya aku sudah diterima kerja, tapi aku minta waktu dua minggu untuk memulainya, karena aku masih rindu dengan bunda dan ayah juga adik-adikku'', jawab Rei sambil memeluk bundanya.
''Pakkkk'',....bunda memukul lengan Rei.
''Aduhhh kenapa bunda memukulku''.
__ADS_1
''Ayo masuk'', Rei merangkul bundanya, aku mau istirahat sebentar habis ini mau menjemput princessnya ayah''.
''Dia pasti senang kau menjemputnya'', kata bunda.