Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 57


__ADS_3

Pagi ini Ara sudah bersiap, dia tampil santai hanya memakai kemeja putih dan celana jeans, dengan sepatu santai. Dia sangat malas berangkat magang ke perusahaan Orland, terutama dia malas bertemu dengan direktur Orland, padahal magangnya tinggal satu bulan saja. Tiba-tiba saja hari ini terbesit dipikiranya ingin membolos. Gadis itu segera keluar dari kamarnya dan menuju meja makan, terlihat bunda masih disana.


''Pagi sayang kau sudah siap??, sapa Bunda.


''Pagi bunda''.


''Sayang bunda sudah siapkan sarapan untukmu, bunda akan berangkat sekarang, maaf tidak menemanimu sarapan''.


''Kenapa bunda tergesa-gesa??.


''Ada rapat pagi ini, dan semua dokter harus ikut rapat. Maaf ya, bunda berangkat sekarang'' cup.


''Iya hati-hati bunda'', Ara mencium tangan bundanya dan cup ganti mencium dokter Aisyah.


''Da sayang, assalamualaikum'', dokter Aisyah melambaikan tanganya bergegas keluar.


''Waalaikum salam'', Ara melambaikan tangannya dan mengantar bundanya keluar.


Ara mematung sendirian, Ara melihat ponselnya, kemudian mencari kontak Joy.


Dreettt.....dreettt


Joy segera mengangkat ponselnya, saat dilihat ada nama Ara tertera di layar ponselnya.


"Halo Ra, ada apa???, sebentar lagi aku berangkat??.


''Joy tidak usah menjeputku, aku sudah berangkat''. Jawab Ara ditelfon.


''Oh begitu ya, ya sudah sampai ketemu da''.


Ara diam berfikir apa tindakan membolosnya akan membuat direktur marah, ''hahhhh terserah dia mau marah, aku benar-benar tidak ingin bertemu dengannya'', desahnya.


Kemudian Ara memesan objek online dan menunggunya di teras, tak lama ojek yang ditunggunya datang.


Dia segera keluar menghampiri ojek yang dipesan.


''Nona Ara ya??, tanya sopir ojek.


''Iya benar''.


Silahkah, sembari membuka pintu mobil


''Trimakasih''.


''Ken'z cafe and resto ya''.


''Iya pak''.


''Kerja disana neng??


''Iya'', jawab Ara sekenanya, Ara tidak tahu mau kemana, dia tidak punya tujuan, hari ini dia hanya tidak ingin bertemu El Ryu, dia memilih untuk ke cafe Ken saja, sudah lama dia tidak kesana.


Setelah beberapa menit akhirnya dia sampai di Ken'z cafe dan resto, Ara segera turun dan mengucapkan terimakasih.


Ara berjalan memasuki cafe yang masih tampak sepi, hanya beberapa orang yang antri membeli kopi dan langsung pergi setelah mendapatkan kopinya.


''Halo'', sapa Ara ramah.


''Mbak Ara ya??, kata pelayan cowok, ''tumben pagi-pagi kesini???.


''Iya kangen, lama gak kesini''.


''Kangen cafe atau kangen bos Ken''.


''Dua-duanya'', jawabnya sambil tersenyum.


''Bos belum turun, langsung naik saja''.


''Tidak, biar aku tunggu disini saja''.


''Coklat panas dan cheese cakenya satu''.


''Siap gratis untuk mbk Ara'', jawab pelayan yang bernama Denis itu.


''Jangan dong, nanti bisa dipotong gajimu''.


''Mending dipotong gaji dari pada di pecat bos, mau kerja dimana, cari kerja susah'', jawabnya.


''Mana mungkin dia memecatmu, cari karyawan yang baik juga susah''.


''Bos sudah bilang kalau mbk Ara yang pesen apapun gratis katanya''.


''Hahaha.... dia benar-benar tidak butuh uang''.


''Dia memang tidak butuh uang mbk Ara, tapi dia butuh cinta mbk Ara'', katanya sambil menyerahkan kopi dan cake pesananya.


''Terimakasih, aku duduk disana ya''.


''Ok'', sambil mengangkat jari jempol dan telunjuk membentuk huruf O.

__ADS_1


Ara duduk sendiri di sudut ruangan yang mengarah keluar. Hingga sampai satu jam Kenzo sang pemilik kafe baru turun.


''Bos sudah di tunggu lama sama mbk Ara disana''.


Kenzo seketika menoleh ke arah yang ditunjuk Denis.


''Kangen katanya'', kata Denis.


Ken segera menghampiri Ara pelan, Ara yang sedang menatap kejalan dimana orang sedang berlalu lalang berangkat kerja dan segala aktifitas di jalan raya, jalanan tampak padat, Ara tidak menyadari kehadiran Ken, entah sedang memikirkan apa. Tiba-tiba Ken menutup mata Ara dari belakang.


''Siapa yang bilang kangen denganku??, kata Ken.


Seketika Ara yang kaget memegang kedua tangan Ken yang menutup matanya dan membukanya. Ara tersenyum mendongak.


''Kenapa kau pagi-pagi disini, dan tidak memberitahuku. Apa kau tidak berangkat ke perusahaan tempatmu magang??, atau... kau libur hari ini??? tanya Ken tanpa henti.


''Aku kangen cafemu, jadi kesini kenapa???, kau tidak suka karena memberiku kopi gratis''.


Ken menoel hidung Ara, ''siapa yang bilang tidak suka. Apa hanya kangen cafe tidak kangen denganku'', Ken pura-pura ngambek.


''Iya kangen denganmu juga'', kata Ara.


''Benarkah??, senang Ken karena pagi-pagi gadis pujaaanya sudah duduk di cafenya menikmati kopi dan cheese cake kesukaannya, tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


''Kau tidak seperti biasa pagi-pagi kesini, ada apa?


''Tidak ada apa-apa aku bosan, dan tidak ingin berangkat ke perusahaan''.


''Kau membolos, apa kau sudah ijin???.


Ara mengangguk, kemudian menggeleng.


''Apa kau tidak sibuk, aku tidak akan mengganggumu, pergilah bekerja''.


''Tidak masalah, mereka bisa di andalkan''. Mereka berdua mengobrol santai.


Sementara itu hari ini Clara sangat senang setelah tadi pagi kakaknya Kevin memberitahunya bahwa Ara akan belajar dilantai 24 bersamanya dan juga Joy.


Saat sampai di perusahaan, dan melihat Joy, Clara langsung menghampirinya.


''Pagi Joy mana Ara??.


''Pagi cantik???, sapa Joy dia selalu memanggil Clara dengan sebutan cantik. Clara memang cantik, orang tuanya keturunan cina, makanya matanya agak sipit dan kulitnya putih bersih.


''Apa dia belum sampai, tadi dia menghubungiku katanya sudah berangkat dan memintaku untuk tidak menjemputnya, mungkin sebentar lagi'', kata Joy.


''Begitu ya'', Clara mencoba menghubungi tapi ''nomornya tidak aktif'', guman Clara, ''Joy'' panggilnya


Clara membeliakan matanya dia sangat jengah selalu dipanggil cantik oleh Joy.


''Kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, coba kamu yang telefon dia''.


Joy segera mengambil ponselnya dari saku mencari kontak Ara dan segera menelfonya.


''Bagaimana??, tanya Clara.


''Tidak aktif, ini sudah jam 09.00 harusnya dia sudah sampai'', guman Joy.


''Apa mungkin terjadi sesuatu padanya??, Kau tahu hari ini dia akan belajar bersama kita disini'', kata Clara.


''Benarkah??, Kenapa aku jadi kuatir, takut dia diculik lagi'', kata Joy.


''Apa mungkin dia masih dilantai 25??, kemarin dia diminta belajar disana''.


''Lantai 25, kenapa dia disana bukankah tidak ada karyawan yang bekerja disana, apalagi pekerja magang'', tanya Joy penuh selidik.


''Apa dia ke kampus ya??, menemui dosen pembimbing, tapi kenapa nomornya tidak aktif'', guman Clara.


''Clara mana temanmu, suruh datang keruanganku'', Seru Kevin.


''Dia belum datang kak, nomornya tidak aktif, apa mungkin dia masih di lantai atas''.


''Aku habis dari sana tidak ada orang, disana hanya direktur Orland''.


''Coba hubungi nomornya'', suruh Kevin


''Sudah, tapi tidak aktif''.


''Aneh'', Kevin mengeryitkan dahinya


berlalu meninggalkan Clara dan Joy, masuk ke ruang kerjanya dan menghubungi Ryu


Dreett.... dreettt


''Ada apa Kevin???


''Bos apa kau sedang bersama nona Ara??.


''Apa maksudmu Kevin, bukanya kau memintanya belajar dengan adikmu''.

__ADS_1


''Sampai sekarang dia belum datang bos, nomornya juga tidak aktif. Apa terjadi sesuatu padanya''.


''Aku akan menanyakan pada dokter Rei'' kata Ryu segera mematikan teleponya dengan Kevin. Ryu segera mencari kontak dokter Rei


Dreettt.... dreettt


''Hallo dokter Rei, apa kau sibuk???.


''Ada apa direktur???, tanya Ryu.


''Apa kau tahu nona Ara tidak datang magang hari ini, sampai sekarang dia belum datang. Kata teman-temanya nomornya tidak aktif, apa kau tahu kemana dia???, jelas Ryu.


''Tidak, dia tidak memberitahuku, tunggu dulu biar aku tanya bunda atau ayah??. Maaf direktur saya matikan dulu'', tut...tut... tut.


Rei segera mencari nomor kontak bundanya, namun nomornya juga tidak aktif, setelah itu menghubungi nomor ayahnya juga tidak diangkat, kemudian Rei menelfon rumahnya, tapi menurut art adiknya itu sudah berangkat naik ojek online, karena tadi art itu berpapasan dengannya. Rei sangat kuatir, tidak biasanya nomornya tidak bisa dihubungi, Rei langsung menghubungi Kai, adik bungsunya.


Dreettt...dreett


''Halo Kak ada apa???, tanya Rei.


''Apa Ara memberitahumu dia pergi kemana hari ini, nomornya tidak aktif, dia juga tidak datang ke perusahaan magangnya pagi ini''.


''Tidak, sudah tanya ayah dan bunda???, tanya Kai


''Nomor mereka juga tidak aktif, mungkin ayah dan bunda sedang sibuk atau meeting, aku sudah telfon rumah katanya sudah berangkat''.


''Kai hubungi ayah dan bunda, terus tanyakan pada rumah sakit, mungkin ayah dan bunda bersamanya, segera ke ruanganku''


''Baik'', Kai segera menghubungi ayah dan bundanya.


Rei tampak panik, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada adiknya perempuannya.


''Lanlan aku keruang direktur dulu'', kata Kai sambil tergesa.


''Ada apa, kenapa buru-buru sekali???, tanya Lanlan, dia sampai berteriak.


Kai tidak menjawab, dia langsung bergegas menaiki lift ke lantai tiga. Kai langsung berlari ke ruangan Rei, tanpa mengetuk.


"Kak Ayah dan bunda sedang rapat, dia tidak bersamanya''.


''Nomornya masih tidak aktif, apa kau tahu teman yang lain, coba tanyakan???.


''Kemana sih C kenapa tidak aktif???, Kai berfikir keras mengingat teman-teman nya yang dekat dengan Ara saudara sepersusuanya.


''Coba kau hubungi Kenzo''.


''Ahh ya benar Kenzo'', Kai segera mencari kontak Kenzo dan menghubunginya, namun tidak ada jawaban. ''Kemana sih kamu Ken kenapa gak diangkat'' Kai terlihat kuatir. ''Tenang Kai'', kata Rei.


''Bagaimana aku bisa tenang kak, bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa padanya, seperti waktu itu''.


''Coba hubungi kafe Ken, apa kau tahu nomor telefon cafenya atau nomor karyawanya''.


Kai melihat daftar dikontaknya sampai akhirnya dia menemukan nomor telefon kafe milik Kenzo. Kai segera menghubunginya.


Kring.... kriing


''Halo Ken'z cafe dan Resto, selamat pagi, ada yang bisa di bantu'', suara dalam sambungan telepon


''Apa bisa bicara dengan Kenzo'', tanya Kai.


''Maaf Kak, bos sedang keluar jawabnya''.


''Kemana??


''Saya tidak tahu, bos sedang keluar cafe dengan kekasihnya''.


''Kekasihnya???, guman Kai, apa maksudmu dia Ara''.


''Bagaimana anda tahu??, ini dengan siapa??


''Aku Kai, ini dengan siapa ya??


''Ohhh Kai saudaranya mbk Ara ya, halo brother aku Denis''.


''Hai Denis apa kau tahu Kenzo pergi kemana??, apa dia pergi dengan Ara??.


''Tadi mbak Ara disini sejak pagi, setelah sarapan dia pergi bersama bos Ken, tapi aku gak tahu mau kemana, baru saja berangkat'', jelas Denis.


''Kau yakin Denis, aku sudah menelfon Kenzo tapi tidak diangkat, nomor Ara juga tidak aktif''.


''Mungkin bos sedang sibuk menyetir, dan mbk Ara sepertinya ponselnya mati, soalnya tadi pinjam charger'', jelas Denis.


''Ohhh, baiklah, terimakasih Denis, aku tutup ya da''


''Ok brother'', jawab Denis


''Haahhhhh'', desah Kai.


''Bagaimana??, tanya Rei.

__ADS_1


''Dia pergi dengan Ken''.


''Syukurlah, hubungi Ken lagi pastikan apakah dia benar-benar bersamanya''.


__ADS_2