Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Extra part 2


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang mereka akhirnya sampai di kota Dubai. Ara terlihat begitu lelah, bahkan saat dibangunkan untuk makan malam tadi dia enggan untuk bangun, sampai akhirnya Ryu membawakan makanan ke ruang privat mereka dan makan berdua. Saat turun dari pesawat Ara nampak begitu kesal dengan suaminya, dia berjalan tanpa menghiraukan suaminya.


''Princess kita tidak akan pulang ke rumah mommy dan daddy, kata Ryu yang melihat Ara berjalan di belakang mertuanya dan mengabaikannya. Seketika Ara menghentikan langkahnya.


''Kenapa?, kita mau kemana?''


''Nanti kau akan tahu baby'' Ryu memeluknya posesif, ''kau semakin mengemaskan saat marah, membuatku semakin menginginkanmu'', ucapnya lagi membuat Ara membelalakkan matanya, Ryu hanya tersenyum cuek.


Dua mobil yang menjemputnya menunggu diluar bandara. Nyonya Silvia dan tuan Jhonatan berhenti sebelum memasuki mobil.


''Sayang kalian pergilah berbulan madu dulu, mommy dan daddy sudah meminta orang untuk menyiapkan pesta pernikahan kalian, nanti akan mommy kabari. Buatkan mommy dan daddy cucu yang banyak, kata nyonya Silvia memeluk putra dan menantunya bergantian.


Terimakasih mom dad, ucap Ryu sambil merangkul pinggang istrinya, orang tua paruh baya itu segera masuk ke mobil dan mobil itu berlalu meninggalkan mereka.


''Ayo sekarang waktunya berbulan madu'', ucap Ryu sambil membukakan pintu mobil membungkuk dan mempersilakan istrinya masuk bergaya ala prince. kemudian setelah menutup pintunya Ryu berjalan masuk melalui pintu sebelahnya.


''Kau dengar princess mommy dan daddy sepertinya sudah tidak sabar ingin menimang cucu, anak-anak kita'', ucap Ryu setelah duduk disebelah istrinya.


Ara tidak menanggapi, dia benar-benar masih terlihat lelah. Ara melihat keluar jendela melihat gedung-gedung yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari gedung perusahaan Orland di kota J.


''Maaf membuatmu kelelahan tadi'', ucap Ryu yang merasa di abaikan, lalu mencium kening istrinya menyandarkan pada pundaknya.


''Kita mau kemana El?'', tanyanya kemudian.


''Kita akan berbulan madu baby, aku ingin mengajakmu berkeliling dunia tapi diawali dari kota ini dulu, kota kelahiranku dimana aku mengenal kedua orang tuamu, ada beberapa tempat yang ingin aku kunjungi bersamamu.'' Ryu mulai bercerita.


''Dulu kedua orang tuamu sering mengajaku datang ke tempat yang bagus dan indah yang ada di sini, karena mommy dan daddy sangat sibuk, daddy sering menemani mommy keluar negeri sehingga aku dititipkan pada kedua orang tuamu'', Ryu terdiam sejenak mengingat masa lalunya.


''Sebelum orang tuamu pulang ke kota J untuk menengok kakek dan nenekmu, mereka bilang padaku, saat aku besar nanti akan membawamu berkeliling Dubai dan aku berjanji akan mengajakmu kelililing dunia. Aku terus menunggunya, dan sejak itu aku tidak pernah mengunjungi tempat itu lagi, aku selalu berharap ayah dan ibumu akan segera kembali membawa bayinya dan mengajaku bermain bersama, tapi itu tidak pernah terjadi'', tiba-tiba suasana jadi sedih.


Ara mendongak melihat wajah tampan suaminya yang berkaca-kaca mengenang masa lalunya bersama kedua orang tuanya yang Ara sendiri tidak pernah tahu. Seperti ada sebuah kerinduan yang begitu dalam terpancar dari wajah Ryu yang tidak pernah dilihatnya selama ini. Suaranya bahkan tercekat di tenggorokan.


''Teruskan saja ceritanya'' ucap Ara menatap suaminya.


''Waktu itu aku hanya mengantarkanmu ke kampus dan beberapa tempat yang dekat dari rumah saja, tapi karena sekarang sudah malam, kita istirahat dulu'', jawab Ryu mengalihkan topik perbincangan mereka.

__ADS_1


Ryu kecil adalah sosok anak yang patuh, disiplin dan penyayang. Kedua orang tuanya yang sibuk, seringkali tidak ada waktu untuk menemaninya, dan seringkali Ryu kecil dititipkan pada nyonya Rania dan tuan Ar'rasi yang merupakan orang tua Ara. Mereka berdua baru menikah dan belum memiliki anak sehingga sering mengajaknya bermain ke tempat-tempat yang indah di Dubai. Nyonya Rania melanjutkan study ke Dubai setelah menikah dengan tuan Ar'rasi yang sudah bekerja bersama tuan Jhonatan. Ryu menceritakan kisahnya bersama kedua orangtua istrinya itu, namun kemudian diam bersandar pada sandaran kursi belangkang.


''Kenapa diam, ceritakan padaku, sepertinya kau sangat mengenal ayah dan ibuku, aku sangat iri padamu'' ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya, membuat dada Ryu berdetak kencang, istrinya terlihat manis jika bertingkah seperti itu.


''Aku lelah dari tadi bicara sendiri, masih banyak waktu, dan kenapa kau iri padaku, padahal kau hanya mendengar ceritaku'' tanya Ryu.


''Entahlah, aku merasa iri padamu, aku yang putrinya tidak pernah mengenalnya sama sekali, tapi kamu mengenalnya begitu dekat''.


Ryu tersenyum, ''ku pikir kau iri karna hal lain, ternyata itu. Nanti aku akan ceritakan lebih banyak lagi, dan kau tidak harus iri princess, karena rencana Tuhan sangatlah indah, dengan aku mengenalnya kau jadi banyak tahu tentang mereka, mungkin kalau kau menolak menikah denganku, lain lagi ceritanya. Trimakasih sudah mau menikahiku, i love you''. ucap Ryu begitu tulus dan mengelus rambut istrinya yang terurai.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya mereka sampai di sebuah gedung yang sangat tinggi berada di kota Dubai.



Ryu mengandeng istrinya memasuki gedung yang sangat tinggi, dari gedung lainya. Ara pernah membaca di majalah saat pertama datang ke Dubai bersama keluarganya saat itu. Burj Khalifa, sebuah menara yang tinggi yang terdapat 153 lantai dan lengkap dengan mall, apartemen, hotel, perkantoran dan sebagainya. Ara nampak terpukau dengan gemerlap kota Dubai, saat itu dia terpukau dengan keindahan kota J pada saat Ryu melamarnya. Dan sekarang dia terpukau melihat gemerlap kota Dubai.


''Apa kita akan menginap disini El'', tanya Ara


''Yes baby ini sudah malam, kita istirahat disini besok baru aku akan mengajakmu berkeliling dan melihat tempat yang indah lainnya''.


Ryu mengajak Ara naik dilantai tertinggi agar istrinya bisa melihat keindahan dari Burj Khalifah saat malam dan siang hari. Mereka memasuki sebuah ruangan terlihat fasilitas lengkap dan mewah di dalamnya.


''Baby aku mau mandi, apa kau mau mandi bersama'', tanya Ryu menggoda.


''Ara membulatkan matanya, mandilah dulu El, aku ingin melihat-lihat dulu'', jawabnya


''Haahhh, kau serius tidak mau mandi bersama sekarang??.


Ara hanya menggeleng, tidak tahu kenapa pria yang di nihkhinya itu tidak punya rasa malu mengajaknya mandi bersama. Ara asyik melihat keluar.


''Jangan keluar dari ruangan ini, aku takut kau hilang nanti'', kata Ryu memberitahu istrinya.


''Iya aku tahu, pergilah mandi''.


Ryu segera bergegas ke kamar mandi yang begitu mewah. Hingga akhirnya dia menyelesaikan mandinya dan keluar dengan menggunakan handuk kecil yang menutupi badan bagian bawahnya dengan rambut yang masih menetes.

__ADS_1


Terlihat istrinya yang masih bersandar di kaca melihat keluar, ''apa yang kau lihat princess?


Sontak Ara kaget dan memegang dadanya'' kau menga.....Ara tidak melanjutkan bicaranya dan malah tertegun melihat suaminya berdiri di belakangnya hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah perutnya, terlihat sangat seksi dengan rambut basahnya.


Ryu mengernyitkan dahinya menga.... apa,?


''Aku mau mandi'', katanya. Ara tidak menjawabnya malah berlalu dan buru-buru masuk ke kamar mandi. Hingga sampai hampir satu jam lebih tidak keluar.


Ryu tidak sabar menunggu nya, dia berfikir kenapa istrinya begitu lama mandi, akhirnya Ryu mengetuk pintu kamar mandi.


Tok....tok.. tok...


Princess, kenapa lama sekali mandinya???, panggilnya dari luar, dan tidak ada jawaban dari dalam.


''Baby apa belum selesai??, teriaknya sedikit kencang, namun masih tidak ada jawaban Ryu menjadi kuatir.


''Istriku.... kenapa belum juga keluar??, teriaknya lebih kencang. Kalau kau tidak keluar aku akan masuk. Ryu semakin kuatir dan tidak sabar akhirnya dia membuka dengan cepat pintu kamar mandi yang tidak terkunci, dan melihat istrinya di bathtub dengan mata tertutup.


''Baby!!!, Ryu meraih tubuh istrinya dan mendekapnya membungkus dengan handuk, membuat Ara kaget dan terbangun.


''Haaahh...ada apa El, kau mengagetkanku'', Ara gelagapan dan sangat kaget.


Ryu terdiam sesaat, ''kau tidak apa-apa??, kenapa kau tadi mandi dengan mata terpejam??. Jantung Ryu naik turun


''Maaf aku ketiduran'', jawab Ara santai.


''What, kau tidur sambil berendam??.


Ara mengangguk, kemudian tersenyum suaminya pasti panik melihatnya tertidur di bathtub dan entah berapa lama.


''Ohh kau membuatku kuatir baby'', sambil mengusap wajahnya kasar, melihat tubuh istrinya yang polos hanya handuk yang di selimutkan asal tadi.


Ryu merasa geram, dia sudah menunggu lama, tapi malah ditinggal tidur di kamar mandi.


''Kamu harus membayar kekuatiranku tadi baby''.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Ara, Ryu segera menggendong istrinya keluar dari kamar mandi dan membuka handuk yang menutupi tubuh polos istrinya dan mencumbunya.


Ara tidak bisa mengelak tenaga Ryu sangat tidak sepadan dengannya, Dia masih lelah dengan apa yang di lakukan suaminya tadi siang di dalam pesawat, dan sekarang dia mengulanginya lagi. Ara hanya pasrah, mendesah dan mengerang, mengeliat di bawah tubuh suaminya. menjambak rambutnya, hingga akhirnya mereka mencapai puncak bersama, dan terkulai lemas ke alam mimpi.


__ADS_2