
Waktu terus berjalan hingga pagi berganti malam. Mereka telah bersiap, Ara memakai gaun warna golf yang dipilihkan Eric, dan Lanlan mencoba dua gaun yang dibelikan Rei tadi. Setelah mencoba dua gaun akhirnya memutuskan untuk memakai gaun warna merah muda bermotif bunga, mereka berdua di bantu dokter Aisyah berdandan.
tok....tok...tok
''Hai, apa kalian berdua sudah siap segeralah turun kami tunggu di bawah'', kata Kai dari luar kamar Ara.
''Iya sebentar'', jawab Ara.
15 menit kemudian Ara dan Lanlan menuruni tangga, diikuti sang bunda
Rei terpaku melihat Ara dan Lanlan yang tampak cantik menuruni tangga.
''Kenapa lama sekali dandannya??, dan kenapa jadi se.... kata-kata Rei terhenti
''Jadi secantik ini maksudnya??, sahut bunda.
''Wah princess ayah cantik banget malam ini'', kata dokter Firman
''Kakak ipar juga tidak kalah cantik kan yah'', kata Ara yang langsung mendapat cubitan dari Lanlan
Dokter Firman tersenyum sambil mengangguk, ''Bagaimana kak, jangan sampai keduluan orang lain, kau terlalu lama berfikir'', tegur ayah sambil menepuk pundak putra sulungnya.
''Baiklah sudah siap, ayo berangkat'' kata Rei, Kaijun kau bawa mobil ayah atau bunda saja.
''Tidak masalah, ayo C'', Kai dan Ara segera berpamitan pada ayah dan bunda untuk segera berangkat.
''Hati-hati sayang, Kai jaga saudaramu'', kata ayah.
''Siap'', sambil mengacungkan jempolnya.
Rei masih diam ditempat, melihat ke arah Lanlan.
Begitu juga Lanlan, mereka berdua saling menatap
''Kak nanti terlambat lo, sana berangkat'', seru bunda
''Eh iya, kami berangkat dulu'', pamit Rei pada kedua orang tuanya diikuti Lanlan
''Jaga dia baik-baik, kalau tidak bisa diambil orang nanti, hati-hati'', kata ayah menggoda putra sulungnya.
Lanlan mengangguk pamit.
''Kak digandeng dong'', goda bunda.
Rei berjalan sejajar dengan Lanlan, membukakan pintu untuk Lanlan dan segera masuk mobil, namun tidak segera menjalankan kendaraannya.
''Kak kenapa tidak jalan, tidak jadi berangkat''.
Rei melihat ke arah Lanlan. Kenapa kau bedandan secantik ini??, tanya Rei
''Aku...., ini dokter Aisyah tadi yang mendandani...ku'', kata Lanlan terbata.
''Dengar ya, lain kali aku tidak ingin kau dandan secantik ini kecuali didepanku'', tegas Rei dan terdengar mengintimidasi
''Ke.. na... pa??, takut Lanlan.
''Kau bilang menyukaiku, tapi dandan secantik ini dan nanti akan dilihat banyak orang''.
Lanlan bingung tidak mengerti maksud Rei. ''Maksud kak Rei, kan kak Rei yang belikan gaunya''.
''Setelah ini kau harus mengenalkanku pada keluargamu dan ingat jangan melirik pria lain disana nanti, kau hanya boleh melihat ke arahku. Haaahh rasanya tidak ingin berangkat saja, aku tidak rela kau nanti dilihat banyak orang'', desah Rei pelan namun masih terdengar ditelinga Lanlan
Lanlan tersenyum, ''aku takut kalau kak Rei seperti ini''.
__ADS_1
''Mana ada orang takut sambil tersenyum. Jangan memberikan senyumu pada orang lain, Kita berangkat sekarang''. Rei menjalankan kendaraannya menyusul Kai dan Ara. Tidak ada perbincangan antara mereka berdua, mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing hingga sampai di tujuan.
Kai dan Ara telah sampai lebih dulu dan di sambut Joy yang sendirian saja, mereka sudah janji bertemu di parkiran.
''Hai Joy, sendirian saja??, sapa Kai yang keluar dari kendaraanya.
''Kau mengejeku memangnya aku harus mengajak siapa??.
''Baru juga ketemu sudah ribut kalian ini'', kata Ara yang baru keluar.
Joy membelalakkan matanya, ''wah kau benar-benar cantik Ra'', Joy memutari Ara, ''kau terlihat seksi banget, aku tidak pernah melihatmu berdandan sebelumnya''.
''Tidak usah merayunya Joy, percuma tidak akan bisa mendapatkannya, ingat sumpahmu'', kata-kata telak Kai.
''Kau saudaranya yang paling menyebalkan'', ketus Joy, mereka berjalan ke lobi gedung.
''Bolehkan aku mengandengmu', kata Joy.
''Dia datang bersamaku Joy'', kata Kai tidak mau kalah.
Tak lama kemudian Rei dan Lanlan datang
''Kenapa kalian masih disini??, tanya Rei.
''Kita menunggu kak Rei, dan siapa ini??, apa kau Lanlan sahabatku??, kenapa kau..... jadi can...tik''. tanya Joy yang menyadari sahabatnya yang biasanya cerewet berubah jadi cantik dan anggun malam ini.
Lanlan tidak berani menjawab ataupun tersenyum, karena Rei memegang tanganya dengan erat, jemari mereka saling bertautan
Flash back,
Saat Rei dan Lanlan tiba di parkiran, Lanlan segera akan turun namun tanganya di tarik oleh Rei, "ingat kata-kataku tadi" berbisik ditelinga Lanlan, Lanlan menoleh ke arah Rei dan jarak mereka begitu dekat dan tiba-tiba cup, Rei mencium bibir Lanlan dan ********** pelan. Lanlan sangat syok dia membelalakkan matanya, sesaat mereka berdua larut dalam ciuman mereka, tapi kemudian mereka berdua sama-sama sadar, ''benahi riasmu, maaf aku khilaf'', kata Rei.
Wajah Lanlan merah merona, pikirannya melayang entah kemana sesaat setelah ciuman pertama mereka tadi.
Flash back off
''Ayo masuk'', ajak Rei.
Mereka segera masuk ke ruangan, Rei dan Lanlan berjalan lebih dulu, dan Kai, Ara serta Joy mengikuti di belakang mereka, suasana sangat ramai ruang aula yang sangat luas dan penuh dengan karyawan.
''Hai semua apa kabar??, terdengar suara Clara menyapa, Clara memeluk Ara dan Lanlan bergantian.
''Kau sendirian saja Cla??, tanya Ara.
''Tadi berangkat bersama kak Kevin, tapi dia sedang bersama direktur, jadi aku menunggumu dari tadi''.
''Aku bilang apa tadi mau aku jemput tidak mau'', kata Joy. Clara menatap ke arah Kai,
'''Hai Kai apa kabar??.
''Baik'', jawabnya santai, mereka segera bergabung
Acara akan diadakan di lantai satu, namun di lantai dua dan tiga juga di gunakan, karena diperkirakan tidak akan muat. Selain karyawan masih ada tamu-tamu undangan yaitu dari relasi dan rekan bisnis perusahaan Orland. Penjagaan di luar dan dalam begitu ketat, bahkan yang tidak memiliki undangan tidak bisa masuk. Mobil pemadam kebakaran dan beberapa ambulan juga siaga di luar gedung. Selain pihak keamanan terlihat beberapa pria berseragam hitam berjaga di pintu masuk baik di luar dan di dalam.
Tiap lantai terdapat beraneka hidangan yang disugguhkan oleh perusahaan Orland. Ara, Joy, Lanlan dan Kai belum pernah datang ke pesta besar seperti itu, meskipun Ara pernah berjalan di atas catwalk bersama Eric, tapi saat itu dia sama sekali tidak menikmati, karena saat itu baru pertama dia sangat grogi berjalan anggun di depan orang banyak dan rasa waswas karena bertemu dengan direktur Orland yang menculiknya 3 tahu lalu, dan untuk pertama kalinya setelah hampir dua tahun tidak pernah bertemu.
Tepat jam 07 malam acara dibuka oleh mc dari artis ternama.
Semua karyawan antusias sambil menikmati berbagai hidangan yang di sajikan oleh para pelayan disana.
Standing party ini sangatlah meriah, hanya ada kursi-kursi di pinggir dan sudut ruangan.
Setelah acara di buka beberapa saat, kemudian mc memberikan waktu kepada pimpinan perusahaan untuk memberikan sepatah dua patah kata sambutan. Mari sejenak sebelum acara berlanjut, Kita berikan waktu untuk pimpinan perusahan Orland Group tercinta, kita persilahkan Tuan El Ryu Saviero Orland sebagai Direktur utama Perusahaan Orland Group. Tepuk tangan meriah dari orang-orang menyambutnya.
__ADS_1
El Ryu memasuki podium di lantai satu di dampingi Kevin dan Dave Morgan serta Sergio dan Deigo di belakangnya.
Semua mata tertuju padanya baik di lantai satu, dua dan tiga. Direktur utama Orland memang masih muda dan banyak dikagumi, karena diusia mudanya dia sudah sukses mengembangkan bisnisnya di kota J yang semakin luas berkembang di berbagai bidang.
Salam pembukaan dan ucapan terimakasih oleh pimpinan perusahaan, kepada seluruh karyawan serta rekan bisnis dan kolega yang telah bekerja bersama mewujudkan perusahaan Orland hingga semakin berkembang diucapkan oleh Direktur utama
Acara selanjutnya adalah pemberian tanda jasa kepada karyawan yang mempunyai kinerja yang baik dan loyalitas kerja yang tinggi, beberapa orang di panggil oleh mc untuk ke depan menerima penghargaan langsung dari direktur utama dan dilanjutkan pemberian beasiswa kepada peserta magang yang sangat kompeten untuk melanjutkan studinya ke universitas ternama di luar negeri.
Dan diantara nama yang terpanggil itu ada nama Kai Sang Arjuna dan Joyo Utomo.
Seketika Kai memeluk Ara, dan segera ke depan bersama Joy untuk menerima beasiswa mereka. Ucapan selamat dari Rei, Lanlan dan Ara serta Clara.
Senang bercampur haru tentunya. Kai memang sangat tekun belajar dan Joy sangat pandai mengelola bisnis, mungkin karena dari kecil kedua orang tuanya sudah banyak mengajarkan bagaimana cara menjalankan bisnis dan tidak segan Joy selalu membantu kedua orang tuanya jadi sangat pantas mendapatkannya.
Setelah acara selesai Ryu segera turun menemui beberapa rekan bisnis dan koleganya. Mereka bercakap- cakap, terlihat juga pengacara Henry, dokter Hanaya, mereka bercakap dengan Rei. Dokter Hanaya tidak menyangka kalau sepupunya itu dekat dengan direktur rumah sakit, tempat mereka bekerja.
''Slamat malam dokter Rei'', sapa dokter Hanaya sopan.
''Slamat malam dokter Hanaya'', jawab Rei santai.
''Halo Kak Naya, kak Naya datang sama siapa??, kata Lanlan lirih.
''Sendiri, memang kau lihat sama siapa lagi''.
''Sejak kapan??, bisik dokter Hanaya di telinga Lanlan.
''Nanti saja ceritanya di rumah'.
''Ok'', kata dokter Hanaya.
Rei sedang bercakap dengan Henry, terlihat Ryu mendatangi satu persatu rekan dan kolega bisnisnya, dan didampingi asisten Kevin.
Kai, Ara, Clara dan Joy serta anak magang lain berkumpul di tengah aula mereka asyik mengobrol dan menikmati hidangan bersama.
Terlihat Eric datang mendekati Ara,
"Halo sayang kau terlihat mempesona memakai itu'', kata Eric memuji kecantikan Ara,
''Terimakasih kak, ini karena gaun pilihan kak Eric'', kata Ara sambil tersenyum.
''No... no... no.. kau itu aslinya memang sudah cantik dan mengemaskan, dan gaun itu adalah desainmu''.
''Aku ingin mengenalkan seorang model internasional padamu, dia ini Khaterina, panggil ketty''
''Kaki', sapanya ramah, mereka saling memperkenalkan diri.
''Kau lihat gaun yang dia kenakan ini adalah desainmu dan aku merekomendasikan padanya, dia suka dan aku membuatnya, dia sangat senang dengan semua desainmu. Kau sangat berbakat baby, sebentar lagi kau akan terkenal'', kata Eric begitu senang.
''Kau sendirian saja dimana Ryu kenapa dia tidak bersamamu. Si Ryu itu memang menyebalkan'', kata Eric dengan logat kemayunya.
''Aku dengan kak Rei dan saudaraku, juga teman-teman''.
''Kenalkan dia ini Kaijun saudaraku, dia barusan mendapat beasiswa studi ke luar negeri bersama Joy dari perusahaan Orland kak, hebat kan''. kata Ara mengenalkannya pada Eric dan Khaterina dan ini Clara
''Bolehkan berfoto??, kata Joy yang melihat wanita cantik di depanya
''Ok'', jawab Chaterina, mereka berfoto bersama, dan kemudian Eric Chaterina dan Ara berfoto bersama-sama.
Tiba-tiba saja lampu hias besar yang tergantung di atas dan berada tepat ditengah aula itu jatuh meluncur ke bawah, orang-orang yang melihatnya berteriak
''Awas..... awas,'' suara orand di lantai atas.
Dan bruaaakkk ....prangg.. criinggg
__ADS_1