Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 48


__ADS_3

Pagi ini Ara sudah kembali ke kota J, memulai lagi aktivitas magangnya di perusahaan Orland. Ara sudah tahu perusahaan tempatnya magang adalah perusahaan milik El Ryu Saviero Orland. Sebenarnya dia sangat malas berurusan denganya, tapi sudah terlanjur magang disana, mau tidak mau dia harus tetap melanjutkanya, dan lagi perusahaan Orland sudah memberi kesempatan padanya turut andil membuka jalan untuk mengembangkan bakatnya yaitu dibidang desain. Setelah mempertimbangkan masak-masak, dan tentunya saran dari kakaknya Rei dan saudaranya Kai, dia melanjutkan magangnya, direktur Orland sudah meminta maaf berkali-kali padanya, tentunya tidak akan mengulanginya lagi, mereka juga sudah tahu siapa diri Ara.


Hari ini Ara berangkat bersama Joy kembali, karena Rei sudah aktif bekerja sebagai direktur rumah sakit Orland sekaligus sebagai dokter spesialisis bedah jantung disana dan Kai juga magang disana.


''Slamat pagi'', sapa Ara saat memasuki ruangan.


''Pretttttt dar.... dar.... dar suara terompet dan petasan kertas yang bertebaran kearahnya.


''Selamat dan sukses''!!!, semua rekan seniornya mengagetkanya dengan pesta kecil, yang di gagas oleh manajer Eric.


Manajer Eric melangkah ke arah Ara dan memeluknya. ''Selamat untukmu baby, selamat datang kembali''.


Ara tertegun matanya berkaca-kaca terharu, seumur hidupnya tidak pernah ada perayaan untuknya, bahkan ulang tahun saja tidak pernah di rayakan, hanya berkumpul dengan keluarga memanjatkan doa untuk kedua orang tua yang telah meninggal saat dia dilahirkan dan memotong kue buatan bibi An saat masih dirumahnya dan bunda saat di rumah dokter Aisyah.


''Hei.... don't cry baby'', kata Eric sambil menghapus air mata Ara dan tak ketinggalan logat kemayunya.


''Aku sangat terharu manajer, apa ini ide anda??, tanyanya pada Eric


''Ini ide kita semua kau pantas mendapat apresiasi, kau sudah bekerja keras baby dan kau tahu semua karyamu sudah terjual semua. Kau baru beberapa hari bergabung tapi sudah membuat sesuatu yang luar biasa, satu lagi aku tidak suka kau memanggilku manajer terus, panggil aku kakak Eric'', kata Eric tegas tapi tetap saja lemah gemulai.


''Iya maaf aku lupa manajer, eeee maksudku kakak Eric'', jawab Ara sambil tersenyun. ''Trimakasih atas bimbingan kak Eric dan senior semua''.


''Ara kamu keren, semangat'', kata salah satu desainer disana, semua menyalami dan memeluk Ara.


Diruangan lain tepatnya dilantai 25 El Ryu dan kedua orang tuanya yaitu Jonathan Orland dan Silvia Orland, sedang berbincang santai.


''Ryu, ...mom ingin bertemu putri Rania dan Ar'rasi, apa kau sudah memberitahunya???tanya Silvia Orland.


''Benar Daddy juga ingin bertemu, banyak yang ingin daddy tanyakan. Bagaimana Rania dan Ar'rasi meninggal, apa kau tahu penyebabnya???, tanya Jonathan.


''Haaaahhh.....Ryu mendesah, sebenarnya dia sedang kerja magang di perusahaan ini mom''.

__ADS_1


''Benarkah, di departement mana??, tanya Silvia.


''Bisakah mom and dad menunda dulu bertemu denganya. Aku tidak tahu penyebab aunty Rania dan uncle Ar'rasi meninggal. Dia sedang tidak baik-baik saja sekarang''.


''Apa maksudmu??, tanya Silvia, begitu juga dengan Jonathan, dia mengernyitkan dahinya.


''Kenapa dengannya??, tanya Jonathan.


Ryu terdiam.... ''ini salahku'', jawabnya kemudian.


''Salahmu, .....apa yang kau lakukan padanya??? tanya Silvia.


''Kau melakukan kesalahan padanya??, Jonathan menimpali pertanyaan Silvia istrinya.


''Haahhhhh,.....maaf mom dad, aku tidak tahu dia putri aunty Rania dan uncle Ar'rasi, yang aku tunggu selama ini. Aku menyesal melakukannya, terlebih itu padanya'', Jawabnya datar penuh penyesalan.


''Apa maksudmu Ryu, jelaskan pada kami, kesalahan apa yang membuatmu menyesal, Apa kau menyakitinya? tanya Silvia lagi.


Ryu menjeda kata-katanya


Terlihat Jonathan dan Silvia menunggu jawaban Ryu.


''Dia sedang mengalami trauma, dia sedikit merasa tidak aman dan curiga terhadap orang yang baru ditemuinya. Aku tidak ingin dia menjadi depresi kalau aku memaksanya bertemu terus''.


''Kenapa begitu, dia trauma kenapa???, tanya Silvia tidak sabar.


''Tiga tahun lalu, saat aku ingin memperluas resort dan membangun rumah sakit serta pusat perbelanjaan di pinggiran desa kota J, aku ingin membeli tanah warga disana, sebagian tanah disana milik keluarganya, tapi mereka tidak ingin menjualnya. Saat bersamaan aku mengalami kecelakaan yang hampir membuatku kehilangan nyawa. Aku meminta asistenku mencari informasi orang-orang yang telah menyelamatkanku, hingga sampai satu tahun aku melakukan penculikan padanya untuk bernegosiasi agar mereka mau menjual tanahnya padaku''.


''Apa.......? apa begini caramu menjalankan bisnis Ryu''!!, bentak Jonathan. Jonathan tampak tidak bisa menahan amarahnya.


''Kau keterlaluan Ryu'', kesal Silvia.

__ADS_1


''Aku belum selesai mom, dengarkan aku dulu, tapi saat itu aku menyadari bahwa Ara adalah gadis yang menyelamatkanku dari kecelakaan. Saat itu juga aku berjanji akan melepaskannya, tapi dia menemukan senjata yang aku taruh sembarangan dan berhasil mengancamku memintaku mengantarkanya kembali kerumah, hingga dia bisa kembali ke rumahnya. Aku berusaha memohon maaf dan ingin berterimakasih padanya dengan menghibahkan 10 % saham yang kumiliki untuknya dan saudaranya Kai, mereka berdua yang menyelamatkanku, akan tetapi mereka berdua menolaknya dan memintaku menjauhinya dan tidak mengganggu kehidupannya. Akhirnya setelah pertemuan terakhir itu aku meninggalkan kota J. Aku meminta Dave Morgan untuk menjaga dan mengawasinya, tapi dia juga ketahuan, sehingga dia merasa di awasi dan tidak nyaman''. Ryu menjelaskan dengan detail


''Lalu kemarin aku kembali untuk meresmikan rumah sakit dan pusat perbelanjaan di pinggiran desa kota J, serta mengangkat direktur rumah sakit. Aku dan dewan direksi menyetujui penunjuk dokter Rei sebagai direktur, setelah mempertimbangkanya karena dia memang layak''.


''Lalu apa hubungan dokter Rei denganya??, tanya Silvia.


''Dokter Reino adalah kakak dari Kai, mereka berdua saudara angkat Ara, putri dari aunty Rania dan uncle Ar'rasi. Menurut cerita dokter Rei, ayahnya yaitu dokter Firman yang membantu proses kelahiran Ara, tapi tidak bisa menyelamatkan aunty Rania. Kemudian mereka merawat dan membawa pulang bayi Ara, saat itu istri dokter Firman yaitu dokter Aisyah juga melahirkan putra keduanya yang bernama Kai dia yang menyelamatkanku bersama Ara. Dokter Firman juga yang telah membantu mengoprasi luka pada kakiku saat kecelakaan yang terjadi padaku waktu itu''. Jelas Rei begitu panjang.


''Daddy tidak suka kau membangun kerajaan bisnismu dengan jalan seperti ini Ryu, Daddy tidak pernah mengajarkanmu untuk bertindak semaumu, tanpa memperhitungkan baik buruknya terhadap orang lain', Jonathan terlihat marah.


''Maaf dad mom, saat itu aku ingin segera kembali ke Dubai, saat kecelakaan aku meminta Sergio dan Deigo serta Nania datang kesini membantuku, dan atas usul mereka aku menyetujuinya begitu saja''.


''Kau benar-benar keterlaluan Ryu, mom tidak akan bisa memaafkanmu kalau sampai putri Rania kenapa-napa''.


Ryu tertunduk, kedua orang tuanya benar-benar kesal padanya, selama ini orang tuanya selalu mendukung Ryu menjalankan bisnisnya, tanpa tahu bagaimana Ryu ternyata sangat berambisi dan megunakan cara-cara licik.


''Apa kau puas dengan bisnis yang kau jalankan tapi banyak melukai orang lain atau bahkan membuatnya rugi'', kesal Silvia


''Maaf mom'', lirih Ryu.


''Apa kau pikir permintaan maafmu bisa mengembalikan semuanya???. Silvia semakin geram dengan putra tunggalnya itu.


''Lalu apa yang kau lakukan sekarang, bagaimana menghilangkan traumanya. Apa kau sudah membawanya ke psikiater untuk berkonsultasi???, tanya Jonathan.


''Kemarin aku sudah bertanya pada dokter Rei, Ara tidak mengalami depresi, dia hanya merasa tidak aman dan selalu curiga dengan orang yang baru dikenalnya, dia tidak mudah percaya pada orang lain''.


''Menurutnya kita tidak boleh memaksakan apapun padanya, biarkan dia mengambil keputusan sendiri selama itu baik dan tidak membahayakanya. Dokter Rei bilang kalau terlalu sering bertemu denganya ditakutkan dia akan depresi, karena rasa takut yang berlebihan. Biarkan dia nyaman dulu, baru nanti kita bisa menemuinya'', jelas Ryu.


''Mom sangat senang saat kau bilang menemukan putri Rania, tapi mom benar-benar kecewa padamu Ryu. Apa yang harus kita lakukan untuknya, bagaimana kita menolongnya''.


''Sabarlah sayang, kita harus pelan-pelan mendekatinya'', seru Jonathan menenangkan istrinya. Silvia diam meski sangat kesal dengan putranya itu, sedangkan Ryu tidak berani menatap kedua orang tuanya, setidaknya dia sudah berkata jujur pada kedua orang tuanya, dan rasa penyesalanya yang membebaninya sedikit berkurang.

__ADS_1


__ADS_2