
Sementara itu Ryu yang sudah selesai seminar meminta Sergio segera pulang ke bukit, dan menyuruh Kevin kembali bekerja mereka berpisah di lantai dasar mengendarai kendaraan masing-masing.
drettttt,
''Bagaimana?? tanyanya.
''Ok baiklah aku akan segera sampai, pastikan dia makan, jangan sampai lepas, jangan ada yang menyentuhnya''.
Ryu tampak menyandarkan kepala disandarkan mobilnya, memejamkan matanya.
5 jam kemudian.
Ditempat lain di atas bukit seorang gadis terlihat tertidur di sebuah ranjang di kamar sebuah villa, dia tampak mengerjapkan matanya.
Membuka matanya mengamati ruangan yang tampak asing baginya.
Dia langsung terduduk di ranjang tempat dia tidur tadi. ''Dimana ini??? gumanya. Ara mengingat-ingat apa yang terjadi. Disinilah Ara sekarang vila El Ryu di puncak bukit pinggiran kota J.
Terdengar suara pintu kamar di buka dari luar. Seorang wanita dengan pakaian khas pelayan layaknya di film-film masuk sambil membawa nampan berisi makanan.
''Anda sudah bangun nona, saya bawakan makanan untukmu, makanlah selagi hangat anda pasti lapar tidur dari tadi'', kata pelayan itu
''Siapa anda dan di mana ini??, tanya Ara.
''Anda di rumah tuan kami, sebentar lagi tuan akan datang'', jawabnya.
''Bagaimana bisa aku disini, siapa tuanmu??, tanyanya lagi
''Sebentar lagi nona akan bertemu denganya''.
Ara tidak bergeming dari duduknya.
dia tampak berfikir keras mengingat apa yang terjadi padanya.
''Nona apa ada yang anda inginkan, minumlah dulu'', pelayan itu menyodorkan segelas air mineral ke arah Ara.
Ara menerimanya dan meminumnya. Ara memang merasakan tenggorokanya kering. Setelah habis mengembalikan gelas yang sudah kosong kepada pelayan itu.
''Makanlah!!, kata pelayan sambil menyodorkan nampan ke arah Ara, Ara tetap diam.
''Nona kalau anda tidak makan nanti tuan bisa marah, anda bisa sakit nanti'', Ara masih tetap diam
''Nona'', suara pelayan itu berhenti setelah pintu kamar terbuka menampakan sosok pria tampan dengan setelan jas yang pas di badan, dia tersenyum berjalan ke ranjang tempat tidur dan duduk.
''Selamat datang tuan''.
__ADS_1
''Terimakasih Nania, pergilah''. Pelayan itu menyapa tuanya dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Ara langsung berdiri dia ingin bilang pada pelayan itu untuk tidak meninggalkannya, tapi suaranya tercekat dia pikir itu hal yang sia-sia saja.
''Kenapa tidak makan tanyanya pada Ara, mau aku suapin atau makanan ini kurang enak buatmu''.
''Anda siapa??, tanya Ara pada pria itu dengan wajah takut.
''Kau tidak ingat, bukanya tadi kau ikut seminar, aku sudah memperkenalkan diriku tadi di ruang seminar tidak perlu takut''.
Ara baru ingat tadi dia ikut seminar di hotel XXX, bersama Joy, Ken dan Clara. Ara tadi benar-benar ling lung tidak ingat apapun.
''Kenapa anda membawaku kemari, anda penculik dimana teman-temanku, dimana ini???.
Ryu tampak santai, ''apa kau baru sadar, atau terlalu nyenyak tidur diranjangku??, sambil duduk di kursi yang ada dikamar itu dan menyilangkan kakinya.
Ara semakin takut, 'dosa maumu, aku mohon pulangkan aku, kalau kau ada masalah bisa bicara baik-baik, tapi tidak menculikku, apa salahku padamu???, Ara semakin panik dan ingin menangis.
''Makanlah dulu nanti kita bicara, aku mau mandi!!.
Pria itu berdiri lalu berkata ''apa kau mau ikut???.
Ara menggelengkan kepalanya, mundur beberapa langkah
''Benarkah kau tidak bohong??
Pria itu malah berlalu pergi ke kamar mandi.
Ara mengambil nampan yang di bawa pelayan tadi untuknya.
Ara mengamati makanan itu, takut kalau ada racunya. Ara berfikir takut di racuni, kalau sampai di racun pasti akan segera mati tidak bisa bertemu dengan siapapun.
''Ya Tuhan lindungi aku, selamatkan aku''.
''Ayah bunda, maaf aku belum bisa membalas kebaikanmu. Kak Rei aku merindukanmu, Kaijun maaf aku selalu membebanimu'', air mata Ara tidak terbendung lagi, dia terduduk dilantai sambil menangis tergugu
''Bapak ibu, eang kalau aku mati hari ini, apa kita akan bertemu, apa kita akan bisa bersama-sama di surga''.
''Joy, Bisma, Lanlan, Ken, Clara, teman-temanku semua maafkan aku''.
Ara mengingat semuanya, Ara juga mengingat dia adalah laki-laki yang ditolongnya bersama Kai saat baru pulang dari mengunjungi makam keluarganya.
Pria itu bahkan hampir mati waktu itu, dia penjahat
Ryu yang sudah selesai mandi keluar dengan kimononya. Dia terlihat segar, dia menghampiri Ara yang terduduk di lantai sambil memegangi nampan berisi makanan, air mata Ara terus keluar, dia menangis tanpa suara, wajahnya pucat pasi , dia tidak sadar Ryu sudah berjalan ke arahnya.
__ADS_1
''Hai, kenapa tidak di makan??, kau tidak ingin pulang?? serunya.
Dia mendekat ke arah Ara,
''Hai kenapa menangis??, Ara tidak merespon Ryu meraih wajahnya mendongakkan wajahnya yang sudah pucat dengan air mata yang mengalir tanpa suara, badannya sangat lemas
''Hai kau kenapa saat tatapan sayu Ara bertemu dengan tatapan mata Ryu dan isakan tangis yang sedikit tertahan jantung Ryu benar-benar seperti berdetak, Ryu mengambil nampan dari tangan Ara melemparkannya ke sembarang, meraih tubuh Ara dan memeluknya erat, dia masih berusaha menetralkan detak jantungnya yang entah kenapa tidak bisa berhenti dan semakin kencang berdetak. Ara semakin lemas dan pingsan dipelukan Ryu.
''Hai nona ....nona panggil Ryu, bangun!!!, Ryu mengangkat tubuh Ara membaringkanya ke ranjangnya.
Ini adalah kamar Ryu entah kenapa tadi dia minta Deigo untuk membaringkan di kamarnya saja. Deigo adalah penjaga vila Ryu yang di tugaskan menculik Ara. Dia sama dengan Sergio, lebih tepatnya body guardnya Ryu.
''Nania!!, Ryu memanggil pelayan wanita dari pintu kamarnya. ''Nania cepat kemari bantu aku menyadarkanya''.
''Nania tergopoh masuk ke kamar Ryu, kenapa nona bisa pingsan tuan kata nania''.
''Mana aku tahu, dia terlihat pucat saat aku keluar dari kamar mandi''.
''Tidak terjadi apa-apa kan tuan tadi???
''Tidak ada'' jawab Ryu.
''Dia pingsan mungkin lapar dan kelelahan, dia tidak memakan makananya''. Nania melihat makanan yang berserakan dilantai.
''Apa dia akan sadar???
''Tenanglah tuan dia hanya pingsan.
Nania turun memungut makanan dilantai yang dilemparkan Ryu tadi.
''Bersihkan dan siapkan makanan lagi, untukku juga!!, perintah Ryu.
''Baik tuan saya permisi, Nania keluar membawa nampanya.
''Sadarlah, Ryu memegang tangan Ara, maafkan aku membuatmu ketakutan dan jadi seperti ini'', dia membelai wajah ara, ''aku senang akhirnya bisa menemukanmu. Kita harus bicara, maafkan aku'' katanya sekali lagi mencium tangan Ara. ''Kau penyelamatku, aku mohon cepatlah sadar''. Ryu terus bicara sendiri, ''aku yakin ini kau''.
flash back------
''Helf me..... helfme please'' suara Ryu yang lemas, matanya yang sudah hampir tertutup melihat dua remaja yang mendekatinya, dia ingat mereka adalah remaja yang mengendarai motor yang disalibnya sebelum kecelakaan
Tapi dia tidak bisa bergerak karna kalo dia bergerak mobil yang di kendarainya sebentar lagi akan jatuh ke jurang atau meledak karena sudah berasap.
Ryu melihat seorang gadis memeluknya dan menariknya serta seorang lagi menarik kakinya. meski wajahnya terlihat ketakutan dan pucat serta air mata yang tertahan. Ryu masih bisa melihat wajah gadis itu sebelum akhirnya dia pingsan di tepi jalan.
flash back off.
__ADS_1