
Siang itu setelah sidang ujian selesai, Ryu meminta ijin pada Kai dan Lanlan sebagai saudara dan ipar Ara untuk mengajaknya makan siang berdua. Kai dan Lanlan tidak keberatan dengan syarat Ryu bisa menjaganya. Kai dan Lanlan tahu mereka perlu waktu untuk bicara berdua mengenai hubungan mereka, pasalnya setelah memutuskan untuk bertaaruf, Ryu tidak ikut kembali ke kota J, Ryu masih ada pekerjaan disana. Mereka butuh waktu untuk mengenal satu sama lain. Ara juga memberitahu ayah dan ibunya, meminta izin untuk pergi bersama Ryu.
Mereka berdua memasuki kendaraan milik Ryu yang dikemudikan oleh Sergio. ''Mau makan apa??, tanya Ryu setelah mendudukan dirinya.
''Eemmm, kau sendiri ingin makan apa??, tanya Ara balik.
''Terserah kau saja, kau yang putuskan'' jawab Ryu.
Ara mengerucutkan bibirnya, terlihat sangat mengemaskan dimata Ryu. ''Aku bisa makan apa saja'', ucap Ara.
''Benarkah, lalu ingin makan apa???, tanya Ryu lagi.
''Bagaimana kalau makan seafood??,
''Kau suka Seafood??,
Ara mengangguk kepalanya
''Ok, Sergio kita cari rumah makan seafood??, kata Ryu
Baik tuan, jawab Sergio dia segera mejalankan kendaraannya, Sergio mencari rumah makan yang di inginkan tuan dan calon istrinya. hampir 45 menit mereka menemukan rumah makan seafood yang berada di pusat kota. Sergio segera memarkirkan kendaraan di halaman rumah makan itu.
Sergio membukakan pintu untuk Ryu dan sebelum turun Ryu menahan tangan Ara yang hendak turun sendiri, Ara menoleh karena kaget, jarak mereka begitu dekat, mata Ara membelalak dan seketika Ara menahan nafas,
''Biar aku bukakan'', kata Ryu kemudian, Ara terdiam sesaat dia mengelus dadanya, setelah Ryu keluar.
Mereka segera memasuki rumah makan itu, seorang pelayan menghampiri mereka, Ryu memesan ruangan untuk mereka berdua dan memesan tempat untuk Sergio. Pelayan itu segera mengantarkan mereka ke sebuah ruangan yang dipesan dan menyodorkan buku menu pada mereka berdua.
''Kau terlihat kurus, makanlah yang banyak, pesanlah mana yang kau suka'', kata Ryu.
''Baiklah aku akan makan banyak hari ini, Ara memesan beberapa menu yang dia suka, dan Ryu memesan juga untuk dirinya''.
Mereka menunggu pesanan datang sambil mengobrol untuk menghilangkan kecangungan.
''Sebulan ini apa yang kau lakukan??.
''Kau belum menjawab pertanyaanku tadi??, kata Ara
''Pertanyaan yang mana? Ryu mengingat-ingat pertanyaan Ara.
''Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sidang ujian hari ini, dan kapan kau datang??, Kenapa tiba-tiba muncul di kampus??.
''Kemarin malam aku menghubungimu, tapi kau tidak mengangkatnya, lalu aku menghubungi Kai, dia memberitahuku'', jujur Ryu, lalu Kenapa kalau aku ke kampus??, apa ada larangan, aku ingin memberikan kejutan untukmu''.
''Tapi teman-temanku jadi tahu semua kalau kita sedang taaruf, dan lagi kau pernah mengajar mereka''.
__ADS_1
''Baguslah kalau mereka tahu'', kata Ryu santai.
''Apanya yang bagus, apa kau tahu itu taaruf, kalau kita tidak ada kecocokan kita tidak akan menikah''.
''Aku akan berusaha agar kita bisa cocok, untuk itu kau harus memberitahuku apapun yang kau mau ataupun tidak, apa yang kau sukai dan apa yang tidak kau sukai''.
''Kenapa begitu?
''Kalau kau tidak memberitahuku, bagaimana bisa aku tahu. Sebulan ini kau bahkan tidak menanyakan kabarku??, aku dimana??, sedang apa??, bahkan kau tidak pernah menghubungiku jika aku tidak menghubungimu lebih dulu''.
''Aku tidak ingin mengganggumu, bukanya kau sangat sibuk''.
Ryu tersenyum, ''sesibuk apapun, aku masih bisa meluangkan waktu untuk istriku''.
Ara terdiam mendengar kata-kata Ryu, tiba-tiba wajahnya terasa menghangat.
''Kenapa tidak mengajak Sergio makan bersama??, tanya Ara kemudian untuk mengalihkan suasana mereka.
''Aku ingin berdua saja denganmu'', jawab Ryu dengan tenang.
Lagi-lagi wajah ara terasa semakin menghangat, mungkin saat ini wajahnya sudah merona karena hawa panas.
Seorang pramusaji datang membawakan pesanan mereka, dan setelah selesai menghidangkan makanan dimeja, pramusaji itu meninggalkan ruangan itu.
''Mari makan aku sudah lapar'', kata Ara dan langsung menyantap makanan di depanya.
''Bagaimana enak tidak??, tanya Ryu.
''Eemmm, kau mau??, Ara mengupas udang dan menyodorkan udang ke mulut Ryu ''cobalah''.
Ryu menghentikan makanya melihat ke Ara dia seperti sedang berfikir sesaat.
''Aaaaa, buka mulutmu!! cobalah ini enak!!.
Akhirnya Ryu membuka mulutnya dan Ara langsung menyuapi Ryu dengan udang yang sudah dikupas olehnya.
''Mau lagi'', tanya Ara.
''Tidak, makanlah kalau kau suka bisa tambah lagi''.
''Kau pikir aku apa, ini saja belum habis''.
Mereka kembali memakan makananya, Ara benar-benar lahap, mungkin karena tadi saat menghadapi dosen penguji dia menahan ketegangan, dan sekarang sudah dinyatakan lulus sehingga dia bisa makan dengan tenang dan begitu menikmati.
''Aahhhhh, aku kenyang'' kata Ara sambil mengelus perutnya, setelah mencuci tangannya.
__ADS_1
Ryu hanya tersenyum melihat calon istrinya.
''Setelah ini mau kemana??, tanya Ryu.
''Pulang, aku lelah habis sidang ujian'', kata Ara.
''Bagaimana dengan hubungan kita???.
''Maksudnya???, Ara mengerti dengan maksud pertanyaan Ryu. Selama ini Ara memang tidak begitu peduli bahkan dia terkesan menghindar.
''Mommy dan daddy tidak mau kita menjalani taaruf terlalu lama, kau sudah lulus sekarang, aku serius dengan hubungan kita, aku juga tidak ingin menunggu terlalu lama, bagaimana kalau kita segera menikah''.
Ara terdiam sesaat, ''menikah', kata Ara lirih. Bagaimana dengan beasiswa yang ku terima tadi???.
''Kau tetap bisa melanjutkannya, aku tidak akan melarangmu. Lagi pula apa ayah dan bunda akan mengijinkanmu melanjutkan studi sendiri disana, selama disini saja kau tidak boleh pergi sendirian. Kita harus menikah dulu, jadi mereka bisa tenang kalau kau melanjutkan studimu disana nanti. Aku akan bersamamu, disana juga ada mommy dan daddy'', jelas Ryu
''Bagaimana dengan pekerjaanmu disini???, tanya Ara
''Kau tidak perlu kuatir, aku bisa mengerjakan pekerjaanku dari manapun, Aku menempatkan orang-orang yang tepat untuk menjalankan perusahaanku dan mereka dapat dipercaya dan diandalkan, aku tetap akan memantaunya''.
Ara menatap Ryu, begitu juga Ryu dia menatap Ara, manik mata mereka bertemu, tidak ada keraguan di mata Ryu, dia terlihat bersungguh -sungguh dengan hubungan mereka.
Sesaat Ara tidak tahu harus menjawab apa, dia merasa sangat bimbang dengan keadaan ini. ''Bagaimana dengan Khaterina, bukankah dia kekasihmu???, kata Ara kemudian.
''Maksudmu Ketty, kekasih siapa?? tanya Ryu dia tidak menyangka kalau calon istrinya berfikir dia ada hubungan dengan model itu.
''Aku tidak pernah ada hubungan dengannya, dulu kami memang pernah dekat, tapi setelah itu dia pindah ke New York memilih menjadi model disana, dan kami tidak pernah berhubungan lagi''.
''Apa kau membaca berita bulan yang lalu setelah insiden itu terjadi. Bukankah dia datang karena menyukai desainmu''.
''Entahlah, aku tidak yakin El, kupikir dia datang untuk mencarimu''.
''Jangan percaya dengan berita yang tidak jelas, kau harus siap dengan berita murahan seperti itu, karena kau calon istriku, lagi pula aku sudah men.... ci.. um.. mu, apa kau akan membatalkan pernikahan hanya karena berita aku dan Ketty''.
''Apa kamu bilang, menciumku, kapan???, Ara berdiri dari duduknya dan bicara dengan sedikit keras.
Ryu tertegun, mendengar suara keras Ara, ''pagi itu sebelum kau sadar dan terbangun dari koma, kupikir kau itu putri tidur seperti dalam kisah cerita Disney'', kata Ryu dengan jujur.
''Kau menyebalkan El, Ara berdiri dan memukul Ryu, kau mencuri ciuman pertamaku, aku membencimu, kau menjijikan, bagaimana kau bisa menciumku yang sedang sekarat'', Ara terus memukul Ryu dan Ryu tidak bisa menghindar, Ryu menangkap kedua tangan Ara dan langsung memeluknya.
''Aku mencintaimu, aku akan bertanggung jawab atas apa yang ku lakukan padamu, Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, aku hampir gila karenamu" I love you'', kata Ryu sambil mengeratkan pelukanya.
Ara berhenti memukul Ryu, mereka saling pandang dan'' cup'' Ryu mencium bibir Ara, seketika Ara membeku, matanya membelalak, ''cup'' Ryu mencium bibir Ara sekali lagi dan tidak melepasnya, Ryu ******* bibir Ara pelan. Ara terhanyut dengan ciuman Ryu yang mulai menuntut, namun seketika Ara sadar dan menarik diri.
''Maaf aku khilaf'', kata Ryu.
__ADS_1
''Aku tidak mau seperti ini, aku mau kau bertanggung jawab atas semua perbuatanmu El Ryu Saviero Orland. Ayo kita menikah!!!! kata ara.
''Kau sungguh-sungguh??, aku akan mempertanggungjawabkannya'', kata Ryu.