Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Episode 29


__ADS_3

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Mereka kini sibuk dengan kuliah masing-masing, tak terasa mereka sudah memasuki tahap magang. Ara, Joy dan Clara telah mendaftar di sebuah perusahaan untuk magang bersama, sedang Kai dan Lanlan magang di rumah sakit yang baru di resmikan di desa Ara, mereka berdua mendapat rekomendasi dari dokter Hanaya yang merupakan sepupu Lanlan, dokter Hanaya bekerja dirumah sakit itu.


Bisma sendiri magang di salah satu sekolah di kota J, lain dengan Ken yang sibuk mengurus cafe dan restonya yang dia kelola sendiri bersama beberapa karyawanya.


Sudah beberapa tahun ini tidak ada yang mengusiknya, menurut cerita Clara, El Ryu si biang kacau sudah kembali ke negaranya. Setelah semester dua berakhir dia juga tidak terlihat di kampus. Dave Morgan terus mengawasi Ara tanpa sepengetahuannya. Hanya saat waktu di desa Dave Morgan terlihat setelah kembali ke kota dia tidak terlihat lagi. Meski Ara terkadang takut, akan tetapi Dave Morgan tidak pernah mengganggunya.


Hari ini adalah hari pertama magang, Ara dan teman-teman magangnya di ajak berkeliling gedung perusahaan diperkenalkan dengan masing -masing departemen yang ada di bawah naungan perusahaan itu. Setelah berkeliling mereka di tempatkan ke departemen yang berbeda-beda.


Dan disinilah Ara bersama Clara dan Joy berada, sebuah perusahaan besar yang banyak menaungi perusahan di bawahnya dari expor impor, pertelevisian, fashion , penerbangan dan banyak lagi. Ara sendiri di tempatkan di bagian fashion di mana terletak di lantai 9, gedung ini khusus untuk para desainer pakaian, dimana terbagi ke dalam beberapa divisi. Banyak model yang keluar masuk di gedung ini. Sedang Joy berada di departement expor impor yang berada di lantai 3 dan Clara di ditempatkan di departemen pertelevisian di lantai 7 perusahaan ini juga di lengkapi cafetaria dan area makan yang luas yang ada di lantai 12.


Ara benar-benar terpana melihat bangunan yang begitu megah dan menjulang tinggi. Terdiri dari beberapa lantai yang terbagi dalam setiap dapartement, kalau tidak salah ada 25 lantai, namun tadi dia tidak sampai di lantai 25, karena tidak ada yang diijinkan naik kelantai itu.


Kota J memang berkembang pesat dan cepat, sejak Ara pindah ke kota J dan tinggal bersama keluarga dokter Firman dan dokter Aisyah, banyak perubahan yang terjadi, banyak gedung dibagun serta pusat perbelanjaan yang menjamur.


Ara sangat senang di tempatkan di devisi yang berkaitan dengan kegemarannya yaitu mendesain. Meski dia tidak mengambil jurusan desain, tapi beberapa desainya sudah ada yang dijual secara online dan hasilnya dia gunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan sebagian di simpan, meskipun semua kebutuhan Ara sudah di tanggung oleh dokter Firman, pasangan dokter itu tidak pernah membeda-bedakan putra putrinya. Justru mereka sangat menyayanginya. Ara selalu menyimpan uang pemberian orang tua angkatnya dan menggunakan uangnya sendiri tanpa sepengetahuan mereka.


Di departemen desain, Ara belajar dari para desainer senior.


Ara disuruh sana sini dari membeli kopi, foto copy, mengambilkan pakaian untuk di coba para model, tas, sepatu dan banyak hal yang dia kerjakan, dia sampai berkeringat, terlebih hari ini dia memakai rok pendek dan sepatu berhak, yang sangat tidak biasa dia kenakan dan tentunya sangat tidak nyaman, dia bahkan sampai bertelanjang kaki saat disuruh kesana kemari.


''Baby siapa namamu??, kenapa kau tidak memakai sepatu??, tanya seorang desainer laki-laki tetapi terlihat lemah gemulai, wajahnya sebenarnya tampan tapi kalau bicara seperti perempuan, dia adalah manager di departemen fashion.


''Maaf, namaku Ara ini hari magang pertamaku, aku belum terbiasa memakai sepatu berhak, apa boleh besok aku memakai sepatu ket dan memakai celana, maksudku bukan rok pendek ini sangat tidak nyaman'', keluh Ara.


Tiba-tiba seorang laki-laki masuk ke ruangan itu tanpa permisi, ''halo eric!!!,.


Manajer itu langsung menyapa, ''ada apa kau kemari Dave??, kenapa tidak memberitahu terlebih dulu??, dengan logatnya yang sangat menjijikkan.


Laki-laki itu terpaku melihat Ara. Sesaat dia terdiam...''aku hanya mengecek saja'', jawabnya tanpa mengalihkan pandanganya dari Ara.


''Dia berjalan ke arah Ara, ''lama tidak bertemu nona, apa kabar??, tanyanya dengan formal.


Ara diam tidak menjawab, dia sedikit lupa dengan pria di depannya, tapi dia tadi dengar manajernya memanggilnya Dave. Ara langsung mengingat Dave Morgan katanya pelan.


''Anda......???, suara Ara tercekat


''Sudah lama tidak bertemu, tidak disangka bertemu disini. Apa nona sudah lupa dengan saya??, tanya Dave


''Jangan panggil aku nona, apa anda bekerja disini??, tanya Ara


''Seperti yang anda lihat nona, jawab Dave sambil tersenyum, ''permisi dulu nona, Eric bisa bicara berdua sebentar''.


Dave dan Eric berjalan ke arah ruangan Eric. ''Siapa yang menerimanya di sini???, tanya Dave

__ADS_1


''Dia anak magang Dave, hrd yang mengirimnya kesini??, jawab Eric.


''Tolong kau jaga dia baik-baik, kalau bos tahu kau suruh dia ini itu, kepalamu bisa meledak''.


''Memangnya dia siapanya bos, tidak mungkin bos suka gadis kecil seperti dia kan??, kau kesini karena gadis itu''.


''Aku hanya memberitahumu, kalau bos tahu dia pasti akan segera berkunjung ke sini, Ingat kata-kataku jaga dia dengan nyawamu. Jangan sampai membuatnya kelelahan, aku pergi dulu''.


Dave meninggalkan ruangan manager Eric.


''Hahhh siapa gadis itu???, desah Eric.


''Hai baby sini, siapa tadi namamu?? tanyanya dengan gerakan kemayunya.


Ara segera berjalan mendekati Eric. Eric melihat ID yang di kalungkan di leher Ara, sebagai tanda peserta magang di perusahaan.


''Mutiara Cinta hemmm nama yang bagus'', kata Eric, apa kau sudah makan siang??, tanya Eric.


Ara menggeleng


''Mau makan bersama, ayo kita istirahat makan dulu'', kata Eric. Dia langsung menarik tangan Ara diikuti beberapa desainer. Mereka naik ke lantai 12 dimana cafetaria berada di lantai itu.


Sudah banyak karyawan disana, Eric mencari tempat duduk dan menyuruh Ara untuk duduk. ''Mau makan apa biar aku ambilkan''.


''Jangan panggil aku manajer, panggil aku kakak Eric''.


''Apa....,kenapa ini kan kantor???.


''Jangan banyak protes sayang''. Eric pergi mengambil makanan.


Ara melihat Joy masuk ke cafetaria.


''Joy'', Ara melambaikan tangannya Joy langsung mendekati Ara.


''Hahhh akhirnya ketemu juga, tidak ada yang kenal diriku, ayo ambil makanan dulu ajak Joy''.


Mereka berjalan mengambil makan siangnya. ''Aku hubungi Clara dulu, biar kita bisa makan bersama'', kata Ara.


Tak berselang lama Clara datang, dan mengambil makanan bersama.


Eric menengok kesana kemari mencari sosok Ara.


''Hahhh ......gadis ini merepotkan'', keluhnya. Eric mendekat ke meja dimana Ara sedang makan bersama kedua temannya.

__ADS_1


''Hai baby aku mencarimu, mereka siapa???, dengan gaya kemayunya.


''Maaf manajer, kenalkan mereka temanku Joy dan Clara''.


''Sudah ku bilang panggil aku kakak saja!!!, katanya sambil duduk dan mulai memakan makanannya.


Joy dan Clara menahan untuk tidak tertawa melihat gaya bicara Eric yang kemayu.


''Teman atau pacar???, tanya Eric pada Ara.


''Teman'', jawab Ara.


Dretttt.....bunyi ponsel Eric, dia segera mengangkatnya.


''Ya baiklah aku segera kesana''.


''Baby aku pergi dulu, wakil direktur memanggilku, habiskan makanmu dan segera kembali bekerja''.


''Siap'' jawab Ara, Eric pergi meninggalkan mereka bertiga. Joy dan Clara langsung tertawa


''Hahahaha, dia itu laki -laki atau perempuan???, tanya Joy.


''Iya benar dia itu manusia jadi-jadian ya??? timpal Clara.


''Shuuutt, pelankan suara kalian!!!, dia itu manajer di departemen fashion dan koordinator model''.


''Benarkah????, apa dia juga memintamu jadi model, baru hari pertama magang kau sudah dekat dengannya??, tanya Joy


''Siapa juga yang mau jadi model, Joy kamu ingat tidak dengan Dave Morgan, ternyata dia bekerja disini, tadi dia datang ke ruangan dan bicara dengan manajer Eric''.


''O ya....... kaget Joy, lalu apa dia melihatmu?, di departemen mana dia?


''Siapa Dave Morgan??, tanya Clara.


''Haahhhh, seseorang yang dulu menguntitku, kami bicara sebentar tadi, ku pikir dia sudah berhenti mengawasiku, sekarang malah ketemu disini''.


''Sebaiknya kau hati-hati, ponselmu jangan sampai mati, kalau ada apa-apa beri tahu aku, selama dia tidak mengganggumu tidak masalah, tapi siapa sebenarnya bosnya'', tegas Joy.


Mereka makan sambil ngobrol hingga waktu istirahat habis, dan segera mereka kembali ke departemennya masing-masing.


Setelah kembali ke ruangan Ara tidak melihat Eric hanya para desainer yang sibuk, membuat pakaian.


Ara duduk dia tidak tahu harus melakukan apa.

__ADS_1


__ADS_2