
''Dia pria yang menyelamatkanmu,
harusnya kau berterima kasih juga padanya, tapi apa yang kau lakukan, kau membuatnya mengkuatirkan aku setiap hari, karena kau menculikku dan menguntitku terus, bisakah kau pergi saja, jangan menggangguku, jangan ganggu kehidupanku, menjauhlah dariku''. Ara semakin emosi.
Kai terlihat memegang tangan Ara. ''Kau dengarkan, tidak seharusnya kau melakukan hal seperti ini, kami tidak butuh apapun darimu, kami tidak butuh pengakuan dari siapapun, menjauhlah dari kami, kami sudah melupakannya, jangan mengusik kami lagi, kau tidak berutang apapun'', jelas Kai.
Ryu tampak terdiam, mendengar semua, dia tampak menyesali perbuatannya yang membuat kedua orang yang menyelamatkannya terusik kehidupannya, bahkan teman-teman mereka juga merasa terusik. Ryu benar-benar seperti orang bodoh saat di depan gadis ini otaknya tak bisa berfikir.
Niat baiknya ingin minta maaf dan menjelaskan kesalahpahaman dan kekacauan yang dia buat, sepertinya mereka tidak menginginkan maafnya.
''Pergilah, jangan muncul di kehidupan kami lagi''. kata Ara
Ryu tertegun kata-kata Ara yang tak menginginkan kehadiran dia, benar-benar melukai hatinya.
''Baiklah aku minta maaf sekali lagi, tapi aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kalian, sebagai ucapan terima kasih telah menyelamatkanku, aku harap kalian bisa menerimanya. Assistenku akan mengurus semua, permisi, maaf telah membuat kekacauan dalam hidup kalian''.
''Kau sudah dengar kan, kami tidak butuh apapun darimu, jadi pergilah!!!. tegas Ken
Ryu berdiri dan beranjak dari kursi yang ia duduki. Dia tampak menarik nafas panjang, ''aku pergi''.
Kai membantu Ara agar duduk kembali, Ken juga tampak menenangkannya, Clara yang dari tadi melihat dari jauh segera bergabung dengan mereka.
''Apa yang terjadi, Kalian mengusirnya??, tanya Clara.
''Clara'', Kai memandangi Clara, terlihat ingin mengatakan sesuatu walaupun suaranya berat keluar dari mulutnya.
''A...pa???, jawabnya dengan suara yang sedikit lirih dia takut kalau Kai akan marah lagi padanya.
''Apa kau tahu apa sebenarnya yang kakakmu dan orang itu inginkan, bukanya kakakmu bekerja padanya, aku yakin kakakmu tahu semua, bisakah kau cari tahu???, tidak ada aura marah padanya, suaranya datar, tatapannya juga biasa.
''A...ku..... Clara menjeda kalimatnya.
''Aku... tidak tahu kakaku terlibat atau tidak, dia memang kerja padanya, setahuku dia yang membantu mengurus pembangunan resortnya yang ada di bukit''.
''Sudahlah, dia sudah pergi, aku yakin dia akan berfikir untuk bertindak lebih jauh lagi'', sahut Ken.
''Ayo kita pulang, trima kasih Ken'', Kai menepuk pundak Ken
__ADS_1
''Hai-hai aku tidak menyukaimu Kai, aku mau peluk Ara saja'', mereka tertawa.
''Terima kasih Ken, Ara memeluk Ken, Kai segera menariknya, jangan lama-lama nanti dia bisa ketagihan''.
''Ciiihhhh tidak perlu terimakasih baby. aku menyayangimu, sudah sepantasnya menjagamu''.
''Bye Ken, Clara''.
''See you baby''.... balas Ken ..''take care''.
Ara dan Kai keluar dari Cafe milik Ken, mereka menaiki motor dan langsung pulang, begitu juga dengan Clara.
Sementara itu Ryu yang kacau tidak tahu apa yang sedang dirasakan saat ini. Dia mengendarai kendaraannya tanpa arah dan tujuan, sampai akhirnya dia memberhentikan kendaraannya di suatu tempat, dia masuk ke sebuah bar di kota J. Hari memasuki malam, masih sedikit pengunjung yang datang, Ryu terlihat menelfon seseorang.
''Cepat kau datang kesini, aku tidak mau mabuk sendiri'', setelah itu di matikan ponsel dan di masukan ke saku.
Kevin yang saat itu sedang berada di resort milik Ryu, tergesa-gesa setelah mendapatkan telfon dari sahabat dan juga bosnya itu, dia keluar dari ruangan tempatnya bekerja
''Sudah mau pergi tuan Kevin??, Deigo aku harus ke kota J, Ryu menelfonku, kau ikut bersamaku''.
''Apa sesuatu terjadi pada Bos??.
''Ya kau tahu dia sedang jatuh cinta tapi tidak menyadarinya, orang jatuh cinta memang mudah menjadi bodoh'', jelas Kevin
''Seperti tuan waktu itu ha ha ha''.
''Jangan mengejeku Deigo aku sudah melupakanya'', mereka segera menjalankan kendaranya menuruni bukit menuju kota J.
Ryu memesan beberapa botol minuman beralkohol yang ada di bar itu, dia memesan sebuah kamar yang bisa melihat ke lantai bawah, ditemani beberapa perempuan seksi dan menggoda. Ryu terus saja meminum sampai akhirnya, kevin dan Deigo datang. mereka langsung menuju ke ruangan Ryu berada. Ryu terlihat sudah sangat mabuk saat Kevin membuka pintu.
''Kenapa kau lama sekali, pesan minuman lagi''. kata Ryu.
''Bos anda sudah mabuk'', kata Deigo.
Diego menyuruh wanita-wanita yang menemani Ryu keluar.
__ADS_1
''Aku belum mabuk Deigo, Kevin kau tahu, gadis itu dia bilang tidak mau melihatku lagi, dia menyuruhku pergi jauh, dia bilang aku mengganggunya, dia punya pacar. Pria itu jelek sekali, kenapa gadis itu mau dengannya, dia berani membentakku dia pikir siapa dia''.
''Kenapa sakit dadadaku, mendengar kata-katannya, dia membuatku terlihat bodoh'', Ryu menangis
''Kevin berikan 10% sahamku untuk gadis itu dan 10% lagi untuk saudaranya, sebagai ucapan trimakasihku, pastikan dia hidup senang, bicarakan pada pengacara Henry, segera mengurusnya''. Ryu terus saja bicara, alkohol itu telah membuatnya merancau tidak jelas.
''Apa???..... kaget Kevin, ''Ryu kau sedang mabuk, kau gila, untuk apa Kau berikan sahamu pada orang lain. Aku yakin mereka tidak Akan menerimanya, mereka tulus menolongmu''.
''Tidak aku sudah putuskan. Kau Teflon pengacara Henry ok, aku belum mabuk aku mau minum lagi''.
''Cukup Ryu, sebaiknya kita pulang Sekarang''.
''Tidak kita belum selesai, Henry belum datang''.
''Pengacara Henry sedang sibuk, dia tidak bisa datang sekarang, kita pulang dulu besok baru bicara dengan Henry''.
''Diego ayo kita bawa pulang!! ajak Kevin
''Tidak Kevin kau berani me.... Ryu Mencoba berdiri tapi bandanya menjadi limbung pengaruh alkhohol yang banyak dan akhirnya
bruukkkkk,
Ryu tersungkur di lantai, Diego dengan cepat memapah bosnya Itu dan membawanya ke Mobil. Kevin segera menyusul Deigo dan Ryu setelah menyelesaikan semua tagihan Ryu.
Diego memapah Ryu masuk ke kamar Apartment milik Ryu.
''Haaahhhh, apa anda yakin tuan Kevin bos mau memberikan sahamnya pada anak-anak Itu???.
''Entahlah.... dia sedang tidak sadar Diego, kita lihat saja besok''.
''Sebaiknya kau istirahat, aku mau pulang .... kau jaga dia''.
''Baik tuan'', jawab Deigo.
Kevin mengambil kunci mobilnya di meja, ... ''Aku pergi. Kevin meninggalkan apartment milik Ryu. Selarut apapun Kevin selalu pulang Karena adiknya sendirian di rumah, orang tua memilih untuk Liburan ke berbagai negara berdua.
Sesampainya di rumah, Kevin membuka Kamar adiknya dengan pelan. Dari luar terlihat lampu kamar masih menyala.
__ADS_1
''Heeeehhhh, kebiasaan selalu saja ketiduran saat belajar''.
Kevin mengangkat tubuh Clara yang tertidur di lantai dengan buku-buku berserakan. Dari dulu Clara selalu Saja seperti Itu. Kevin sangat menyayangi adiknya, meski kadang terlihat tidak akur, bagaimanapun mereka hanya tinggal berdua Saja.