
Dretttt... dreeettt
''Pagi bos, aku sudah siapkan semua tigal ketemu sama mereka dan tanda tangan'', pagi ini Henry sudah bersiap menemui Ryu
''Baguslah suara Ryu, aku akan minta Kevin menghubungi mereka berdua, kita akan bertemu di mana nanti?
''Bagaimana kalau mereka tidak mau????.
''Siapa yang tidak suka dapat hibah saham''.
''Ini beda masalahnya, aku tahu orang akan suka Ryu, masalahnya ini terkesan seperti menggampangkan orang''.
''Kenapa, kau tidak percaya padaku???,
''Bukan itu, masudku hubungan kalian dari awal menurutku sangat tidak baik, dan aku sangat yakin mereka tidak mengharap balas budi darimu karena telah menyelamatkanmu''.
''Coba saja dulu, kalau mereka tidak mau, nanti cari cara lain, kau siapkan saja semua'', tegas Ryu yang tidak bisa di bantah.
''Ok baiklah''.
Sementara itu Kevin terus membujuk adiknya untuk membantunya mempertemukannya dengan temannya yaitu Ara dan Kai.
'Ayolah Clara bantu kakak, semua sudah siap, tinggal ketemuan''.
''Aku tidak mau, gara-gara kakak aku bisa kehilangan sahabat dan orang yang aku sukai, kemarin-kemarin aku sudah menjadi sasaran kemarahan mereka. Aku baru saja berbaikan dengan mereka, sekarang kakak menjerumuskanku lagi, aku tidak mau lagi. Aku yakin mereka berdua tidak mengharapkan balasan, mereka itu tulus kak, mereka kan sudah bilang''.
''Kakak telefon saja sendiri, aku saranin telefon Kai saja, karena Ara tidak akan menemui siapapun tanpa Kai, apalagi orang yang tidak dia kenal terlebih lagi urusannya dengan bos kakak yang telah menculiknya''.
Kevin diam, kali ini dia tidak bisa membujuk adiknya lagi agar mau membantunya.
''Kai itu pria yang kau sukai, apa dia teman sekolahmu dulu''.
''Iya, aku tidak mau lagi melibatkan diri dengan urusan kakak terlebih berhubungan dengan mereka. Aku menyukai Kai sejak pertama kali melihatnya dan Ara adalah sahabatku dan saudara Kai''.
''Aku ingat betul bagaimana Kai sangat marah saat Ara diculik, dia langsung menuduhku, seperti mau menelanku hidup-hidup''.
''Tapi dia mengabaikanmu, apa kau tidak sakit hati??.
''Aku tahu kak, itu karena dia hanya fokus pada sekolah, tapi sekarang sudah berubah, dia mau berteman terlebih teman-teman Ara, meskipun mereka berasal dari desa Ara. Mungkin karena dulu sekolah kami banyak siswa yang cenderung kurang rasa pedulinya, dulu aku juga merasa tidak punya teman, tapi sekarang berteman dengan Ara membuatku juga punya banyak teman, dan mereka itu sangat baik saling menjaga dan melindungi''.
''Jadi aku mohon sama kakak jangan hancurkan persahabatan kami''.
''Siapa yang mau ngancurin persahabatanmu, kakak cuma gak mau kamu kecewa dan sakit hati karena terus diabaikan sama dia''.
''Tapi baiklah kalau kamu tidak mau bantu, kakak akan cari cara sendiri''.
''Jangan menyakitinya kak''.
''Kau tenang saja''.
''Ya sudah kakak pergi dulu''. Kevin beranjak pergi meninggalkan adiknya.
''Haahhh bagaimana caranya, agar mereka mau diajak ketemu????, pikir Kevin.
Dia segera keluar menuju garasi, menghidupkan kendaraannya dan mengendarainya keluar rumah, dia terus berfikir bagaimana caranya agar bisa bertemu dengan Kai dan Ara, sampai akhirnya dia meminggirkan mobilnya di tepi jalan. Dia tetap duduk di dalam mobilnya.
Kevin mengambil ponselnya di saku, mencari nomor seseorang yang baru di simpan tadi ke kontak ponselnya, dia tampak ragu ingin menekan tombol hijau di layar ponselnya.
Sementara itu Kai sibuk mengerjakan tugas dan Ara sedang asik mendesain diponselnya sambil tiduran di sofa.
''Kenapa tidak belajar C, sebentar lagi ujian??.
''Aku sudah'', belajar jawabnya.
''Haahhhh, aku ke kamar mandi dulu'', kata Kai dia beranjak dari duduknya mengacak rambut Ara dan berlalu menuju kamar mandi.
''Kaijuuuun... gangu aja ah'', omel Ara
Kai berlalu sambil tersenyum dia selalu gemas dengan saudara sepersususuannya itu.
Drettt.... dretttt,
''Kaijun ada panggilan ponselmu'', teriaknya.
''Angkat saja'', teriak Kai dari kamar mandi
Ara mengambil ponsel itu, terlihat panggilan tanpa nama. Ara membiarkannya tidak menjawab panggilan itu.
Kai keluar dari kamar mandi, ''siapa C???
''Tidak aku angkat gak ada namanya'', jawabnya.
Dretttt.... dreetttt,
Ponsel itu berbunyi lg, Kai melihatnya masih nomor yang sama.
''Siapa sih????Kai menekan tombol hijau di layar ponselnya
__ADS_1
''Halo!!..... tidak ada suara
''Halo!!... hahhhhh''
''Halo..... sekali lagi aku matiin ya kalau gak mau jawab''.
Ara menoleh ke arah Kai yang sedikit kesal, dia bangun dari tidurnya dan duduk.
Kai melihat ke arah Ara dan mengangangkat bahu.
''Iya halo, emmm.... maaf'' (suara dalam telfon).
''Benar ini dengan Kai Sang Arjuna??, tanyanya.
''Iya saya sendiri, anda siapa? tanya Kai.
''Aku Kevin kakaknya Clara, bisakah kita bertemu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, ini tentang adiku Clara''.
''Ada apa dengan Clara, aku tidak ada urusan denganya, kenapa harus bertemu.??
''Aku harap kau bisa meluangkan waktu sebentar, kau bisa kan? mohon Kevin.
''Haahhh.... baiklah'', jawab Kai.
''Kapan kau ada waktu kalau bisa secepatnya''.
''Aku akan kirimkan alamatnya''.
''Baiklah'', Kai menutup telfonya.
''Siapa, ada apa dengan Clara???, tanya Ara.
''Namanya Kevin katanya kakaknya Clara, ada yang ingin di bicarakan denganku''.
''C kau harus ikut menemaniku, aku takut kalau kamu di rumah sendiri, dan aku keluar, mereka mungkin punya rencana lain. Kakaknya Clara kan bekerja pada Ryu''.
''Menurutmu begitu???, tanya Ara
''Dia bilang ini soal Clara'' ,
''Mungkin dia sakit karena selalu kau abaikan???.
''Kau ini, siapa tahu mereka memanfaatkan Clara sebagai alasan menjebak kita berdua''.
ting, suara notifikasi pesan masuk
Kai segera membukanya, ''dia mengirimkan lokasinya, ayolah sekalian kita keluar makan''.
Kai dan Ara bersiap keluar untuk menemui Kevin kakak Clara, setengah jam kemudian mereka sampai di tempat yang dituju.
Sebuah resto yang terletak dekat kampus mereka. Kai dan Ara menghubungi nomor yang tadi menelfonya, dia segera memasuki resto.
Terlihat seseorang melambaikan tangan pada mereka.
Kai dan Ara menuju ke arah Kevin.
''Apa anda Kevin??, tanya Kai.
Kevin langsung berdiri saat melihat mereka datang tadi, ''benar saya Kevin kakak Clara''.
''Maaf saya mengajaknya, apa tidak masalah? tanya Kai
''Dia....,??? kata Kevin melihat ke Ara
''Dia saudara perempuanku, Ara''
''Maksudmu Mutiara Cinta teman Clara adikku''.
''Iya benar'', jawab Kai
Kevin mengamati wajah Ara yang cantik dengan pakaian yang santai, hanya sweter hodie dipadukan dengan celana jeans serta sepatu ket.
''Aku bisa meminta dia menunggu di meja lain''.
''Tidak ...tidak masalah, kebetulan sekali, senang bertemu anda!!!, Kevin mengulurkan tangannya ke Ara.
Ara membalas uluran tangan Kevin sambil tersenyum.
''Silakan duduk''...kata Kevin. ( ''kenapa jantungku jadi dekdekan, gila cakep banget, menggemaskan, senyumnya ohhh pantas Ryu tergila-gila,'' batin Kevin.
Mereka duduk di kursi dekat kaca kondisi resto tidak begitu ramai, karena waktu makan siang telah berlalu.
''Hemmmm, ada apa anda ingin bertemu saya???, tanya Kai
''Ooooohhh maaf'', pertanyaan Kai mengagetkan lamunan Kevin yang terus melihat ke arah Ara.
Ara merasa risih dengan tatapan Kevin.
__ADS_1
''Kalian pesen makan dulu, aku yang traktir'', kata Kevin
''Tidak perlu, langsung saja''.
''Kalau begitu pesan minuman saja''.
''Tidak terima kasih, langsung saja ada apa?.
''Baiklah'', Kevin mengalah dia melihat sosok Kai yang tegas dan sangat menjaga saudaranya karena dari saat masuk ke restoran tadi dia terlihat terus mengenggam tangan saudaranya.
Drettttt.... dreettttt,
Getar ponsel dari saku Kevin
''Maaf aku ada telefon sebentar''.
''Angkat saja''.
Kevin berjalan agak menjauh dari tempat yang mereka duduki tadi
''Halo... !!! (suara dalam telfon).
''Ada apa Henry aku sedang bertemu mereka'', kata Kevin.
''Benarkah, dimana?
''Aku di Resto dekat kampus xxx
''Kirimkan alamatnya, aku sedang bersama Ryu sekarang segera kesan''.
''Aku belum ngomong Henry, ini baru ketemu''.
''Tidak masalah kau tahan dia, tidak ada kesempatan lagi, kalau mereka tahu pasti mereka akan menolak bertemu''.
''Haaahhh baiklah''.
Kevin mengirim lokasi tempat mereka bertemu dengan Kai dan Ara dan segera kembali ke tempat semula
''Maaf ya, membuat kalian menunggu''.
''Ok langsung saja, sebelumnya aku minta maaf atas kejadian penculikan anda nona Ara, jujur saya memang bekerja pada tuan El Ryu, dia adalah bos sekaligus sahabat saya, waktu itu saya memang di minta untuk mencarikan informasi tentang pemilik tanah di desa pinggir kota J, dan ternyata tanah itu milik kakek anda nona, tentunya anda sudah tahu Ryu ingin membangun rumah sakit dan pusat perbelanjaan disana dia punya resort di bukit yang jauh dari kota, tapi saya tidak tahu kalau informasi yang saya berikan ternyata membuat Ryu menemukan nona sebagai penyelamatnya dimana satu tahun lalu dia mengalami kecelakaan. Saya benar-benar tidak tahu kalau Ryu malah menculik anda, jadi mohon maafkan saya, dan ini tidak ada hubungan dengan Clara adikku'',....Kevin menjeda bicaranya.
''Apa kau tahu dia sangat menyukaimu Kai, tolong jangan kau abaikan dia. aku menyayanginya seperti kau menyayangi saudaramu. Dia tidak pernah berkencan dengan siapapun, aku memang mencari informasi padanya, tapi ini benar -benar tidak ada hubungannya dengan penculikan nona Ara, jangan membenci adikku dia sangat sedih tentunya''.
Kai dan Ara diam menyimak pembicaraan Kevin.
''Apa aku boleh bicara??? kata Kai,
''Maaf tuan Kevin''.
''Panggil saja Kevin''.
''Ok.....Kevin aku tidak pernah membenci Clara dan soal aku marah padanya dan menuduhnya ada kaitanya dengan penculikan itu, aku akui memang benar, karena aku berfikir dialah yang memberikan undangan seminar pada Ara.
Aku memang mengabaikannya karena aku tidak sedekat itu denganya, meskipun kami dulu dari sekolah yang sama, mungkin sekarang kami sering bertemu karena dia teman kuliah Ara, tentang dia menyukaiku, aku tidak bisa membalasnya, karena aku belum berfikir untuk memiliki sebuah hubungan dengan seseorang, aku tidak pernah memberikan harapan padanya atau berpura-pura menyukainya, itu hanya akan menyakitinya, aku juga tidak ingin mempermainkannya, kami hanya berteman sekarang dan kami juga tidak dekat, aku juga sudah minta maaf padanya atas tuduhanku waktu itu'', jelas Kai tegas.
''Ok aku kira sudah jelas semua, aku melakukan ini agar tidak ada salah paham lagi antara aku, kalian berdua dan juga adikku, sekali lagi aku minta maaf''.
Mereka diam, Kevin terlihat ingin mengatakan sesuatu.
''Apa ada lagi, kalau sudah tidak ada kami pamit''.
''Tunggu dulu, masih ada yang ingin ku katakan, sebenarnya Ryu dan pengacaranya ingin bertemu dengan kalian berdua, ada yang ingin dia bicarakan dengan kalian berdua, tadi pengacaranya menelfonku dan sekarang sedang menuju kesini, karena tadi saya bilang sedang bertemu dengan kalian berdua disini. jadi tolong tunggu sebentar lagi''.
'Haaaahhhh, ada apa lagi, waktu itu kami sudah bertemu, apalagi yang ingin di bicarakan, kami tidak ada urusan lagi dengannya''.
''Tunggulah sebentar saja, aku yakin mereka sedang menuju kesini, dan mungkin setelah ini dia akan berhenti mengganggu kalian''.
Kai dan Ara diam dan saling tatap.
''Please tunggulah sebentar lagi...!!!
Drettt .......drettt
Suara getar ponsel Kevin di meja, Kevin segera mengangkatnya
''Halo....!!!
''Apa kalian masih di dalam resto???
''Ya cepatlah....!!! seru Kevin
''Ok, aku sudah sampai'', jawabnya di telfon
''Kita tidak ada urusan lagi'' kata Kai, Kai dan Ara berdiri dari duduknya.
''Mereka sudah sampai, itu mereka!!!
__ADS_1
Ara dan Kai menoleh ke arah pintu terlihat dua pria memasuki restoran berjalan ke arah mereka......
jeng.... jeng