Mutiara Cinta

Mutiara Cinta
Extra Part 3


__ADS_3

Beberapa hari pasangan yang sedang berbulan madu itu mengunjungi tempat-tempat yang indah yang banyak dikunjungi wisatawan tentunya. Dari shopping di Dubai mall, mengunjungi museum Dubai, jumeirah park, Aquarium Dubai dan Sea under water, Alfahidi Distric Dubai, Opera Dubai, Mericle Garden, Montiongate Dubai dan banyak tempat tempat lain.


Tak terasa hampir tiga minggu mereka berkeliling Dubai. Satu tempat yang membuat mereka betah Al Mamzar Beach Park yang menyuguhkan pemandangan pantai yang indah dan alami, serta daratan yang hijau dan eksotis, membuat mereka menginap selama beberapa hari di sana, Ryu benar -benar memanjakan istrinya, apapun yang diinginkan langsung dibeli dan yang anehnya lagi yang dibeli bukan barang mewah yang dia inginkan melainkan pernak-pernik yang dijual dari tempat-tempat yang mereka kunjungi. Mereka bermaian di pantai menikmati anugrah Tuhan, Ara merasa sangat bersyukur karena El mengajaknya mengunjungu tempat yang pernah suaminya datangi bersama kedua orang tuanya.


Saat ini mereka sedang duduk di tepi pantai Al Mamzar. Ara menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


''Terimakasih El, ucapnya"


Ryu mengernyitkan dahinya, ''terimakasih untuk???.


''Semuanya, karenamu aku bisa mendatangi tempat yang pernah ayah dan ibuku datangi bersamamu dulu''.


''Aku yang harusnya berterimakasih padamu, karenamu aku bisa menemukan dan menikmati hidupku kembali.''


''Memangnya selama ini kau tidak menikmatinya?


''Haaahhhh, Ryu mendesah panjang, sejak orang tuamu pulang ke kota J, aku tidak pernah lagi bermain dan mendatangi tempat yang pernah kami datangi dulu, aku berjanji akan belajar giat dan segera besar agar bisa mencari orang tuamu, aku tidak pernah bermain, dan di jauhi teman saat disekolah. Aku benci menunggu tapi aku tetap menunggu. Dan tempat inilah tempat terakhir yang kami kunjungi dulu. Setelah itu aku tidak pernah kesini dan baru sekarang datang kesini bersamamu. Trimakasih karena menikah denganmu aku bisa merasakan bagaimana dulu bermain disini''. Ryu berbicara sambil menatap ke depan disana terlihat seorang anak sedang bermain dengan orang tuanya begitu menyenangkan.


Ara diam mendengarkan, ''apa yang kau lakukan saat bermain bersama ayah dan ibuku''.


''Lihatlah anak itu, dulu aku senang bermain seperti mereka''.


Ara melihat ke arah yang di tunjuk Ryu. ''Apa kau sangat senang''.


''Ya, dulu aku senang, sekarang aku bahagia, setelah aku bisa bekerja aku mulai gila kerja dan tujuanku datang memperluas bisnis disana agar aku bisa segera menemukan kedua orang tuamu, hingga aku banyak melakukan hal di luar akal sehat, aku ingin dikenal di kota J agar orang tuamu bisa melihatku, aku membangun gedung yang tinggi agar terlihat oleh mereka''. Ryu menceritakan dengan berkaca-kaca.


Ara menghapus air mata suaminya dan menciumnya memberi kekuatan. ''Menangislah jika bisa membuat lega, kau pasti sangat merindukan mereka. Seumur hidupmu kau habiskan waktu menunggu, dan mereka telah pergi untuk selamanya, meninggalkan kita''.


Mereka menikmati hingga hari hampir gelap dan kemudian kembali ke hotel membersihkan diri.


Suara ponsel mengagetkan tidur mereka. Ryu segera mengambil ponselnya dan melihat nama mommynya, dia pun segera mengangkatnya.


Dreettt.... Drettt

__ADS_1


''Halo mom ada apa??, jawab Ryu dengan suara bangun tidur


''Apa mommy mengganggu kalian, kalian masih tidur atau sedang membuat cucu untuk mommy.'' suara dalam telepon.


''Ryu tersenyum mendengarnya, ''kami sedang berusaha mom'', jawabnya kemudian.


''Pesta pernikahan kalian tiga hari lagi, segeralah bersiap pulang''.


''Baik mom aku akan memberitahunya besok ini sudah malam, istriku sudah tertidur.''


''Baiklah kalau begitu, istirahatlah biar kalian besok tidak terlalu lelah.'' Mommy tutup ya.


''Terimakasih mom I love you''.


***


Pagi yang cerah, Sinar matahari terlihat sudah meninggi, Ara mengeliat di bawah selimutnya, dia merasa enggan membuka mata, tiap pagi badanya terasa remuk, suaminya terlalu bersemangat tentang memiliki anak, karena tidak ingin terlihat tua saat anaknya menginjak dewasa nanti.


''Pagi princess'' sapa Ryu dengan senyum menawan saat istrinya itu membuka mata.


''Ayo bangun dan berkemas'', semalam mommy menelfon pesta pernikahan kita akan dilaksanakan tiga hari lagi. Kita pulang dulu setelah itu kita bisa meneruskan bulan madu kita, seluruh Dubai sudah kita kunjungi, setelah ini mau dilanjutkan kemana?''


''Kemana lagi?''


''Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi''.


''Apa tidak apa-apa, bagaimana nanti kalau uangmu habis. Aku ingin menagih janjimu''.


''Ryu mengernyitkan dahinya,


''Janji yang mana? ''


''Bukankah kau berjanji akan mengajaku untuk berkeliling dunia''. Apa kau sudah lupa saat aku koma kau mengakui kesalahanmu dan berjanji akan membawaku berkeliling dunia''.

__ADS_1


''Bagaimana kau tahu?? tanya Ryu penasaran.


''Aku bisa mendengar semua yang di katakan orang di sekitarku saat aku koma''.


''Benarkah??, lalu kenapa kau tidak segera bangun?


''Aku tidak tahu jalan pulang'', kata Ara kemudian.


''Ceritakan padaku apa yang kau alami saat koma'', mohon Ryu mereka berbincang di ranjang tidur.


''Aku tidak tahu, aku merasa berada ditempat yang tidak aku kenal, aku terus berjalan tanpa arah hingga aku menemukan padang yang luas dan ditumbuhi aneka bunga yang indah. Aku memetiknya untuk ku berikan pada bunda, lalu aku bertemu seorang wanita yang ku kira seorang bidadari dia bilang ibuku dan ayah, disana juga ada eangku. Mereka yang menanam bunga itu dan tinggal disana. Tapi kemudian mereka menyuruhku pulang, padahal aku ingin ikut bersamanya. Mereka tidak mau aku ikut bersama mereka. Ibu bilang aku harus mencari El, anak yang dia sayangi dan di jaga dulu. Ibu bilang dia berjanji pada ayah dan ibuku akan membawaku berkeliling dunia. Mereka memaksaku pulang karena ayah dan bunda menungguku. Mereka juga bilang aku tidak boleh membenci dan mendendam pada El, Ayah dan ibu bilang kita harus bahagia. Mereka bilang El akan menjagaku''. Ara menceritakan apa yang dialami saat koma.


''Apa kau El yang di maksud mereka dan akan menjagaku El''? tanya Ara, namun Ryu diam seperti sedang mencerna sesuatu.


''EL!!!?. Panggilnya lagi yang melihat Ryu terdiam mendengar cerita istrinya itu.


''Iya itu aku, kau tahu orang tuamu selalu memanggilku dengan sebutan itu, Aku sangat senang saat kau memanggil El aku seperti dekat dengan mereka, hanya ayah dan ibumu yang memanggilnya dengan sebutan itu. Tentu saja aku akan menepati janjiku, tapi bagaimana studimu nanti?''.


''Kita akan pergi saat tidak ada jadwal atau saat libur, bagaimana??.


''Tidak masalah, kita akan berkiling dunia setelah pesta pernikahan kita, baby bagaimana kau bisa bangun dari koma, waktu itu keluargamu dan keluargaku sempat berencana membawamu berobat keluar negeri.''


Ayah dan ibu serta eang mengantarkanku pulang, aku sangat lelah tidak ingin pulang dan ingin bersama mereka. Lalu ayah mendorongku keluar dari pintu yang ada di taman itu aku berteriak memanggil ayah dan kemudian bangun, aku melihat ayah di sampingku bersama bunda. Lalu aku memberikan bunganya pada bunda''.


''Bunga? Sebuket bunga di nakas?'' tanya Ryu yang mendengar cerita istrinya saat mengalami koma.


Iya aku memetik bunganya bersama ibuku untuk bunda.


Ryu heran antara percaya dan tidak bagaimana bisa berkaitan. '' Subhanalloh, ucap Ryu lirih.


''Sepertinya kita memang sudah ditakdirkan untuk bersama dan berjodoh'', ucap Ryu.


''Maksudnya??.

__ADS_1


''Entahlah aku juga tidak tahu, ayo sekarang kita mandi, Ryu mengangkat tubuh istrinya yang masih di balut selimut dan membawanya ke kamar mandi, dan berlanjutlah kegiatan mereka.


__ADS_2