
Acara wisuda telah usai, sebelumnya keluar dari aula mahasiswa yang mendapat beasiswa berkesempatan berfoto dengan rektor, dan guru besar. Kai dan Bisma tidak menyia-nyiakan kameranya, dia menerobos masuk dan mengambil foto bersama saudara sepersusuanya dan sahabat serta seniornya yang di wisuda hari ini, untuk mengabadikan moment wisudanya.
Kai memeluk Ara, ''selamat ya C'' ucapnya. Kai adalah saudara sepersusuan yang selalu mendukung dan menjaganya, bahkan dia memilih untuk tidak kuliah keluar negeri seperti kakaknya Rei karena ingin menemaninya, dia selalu ingat pesan kakek dan nenek saudara sepersusuanya itu, untuk menjaganya setelah mereka tak mampu lagi menjaganya. Walaupun dia selalu kelepasan bicara bahwa dia menginginkan perempuan seperti saudara sepersusuanya itu, namun dia tahu jelas batasanya, tidak bisa berharap lebih. Selamanya mereka akan menjadi saudara. Selamanya mereka akan saling mengasihi dan menjaga serta melindunginya, mungkin itu wujud cinta Kai padanya.
Keempat sahabat, Ara, Ken, Clara dan juga Joy hari ini wisuda bersama dan saling memberi selamat. Bisma dan Kai bergantian memberi ucapan selamat.
''Baby bolehkah aku memelukmu'', ucap Ken
Ara tersenyum dan menyambut pelukan Ken.
Bisma dan Kai menarik Ken. ''Jangan lama-lama dia sudah ada yang punya'', kata Bisma.
''Haaahh... kalian ini menyebalkan'', ketus Ken pada Kai dan Bisma, namun mereka malah tertawa.
''Kapan kau akan berangkat ke Dubai, aku pasti sangat merindukanmu, cepat pulang ya''.
''Aku bahkan belum berangkat Ken, bagaimana kau menyuruhku cepat pulang'' , jawab Ara
''Apa kau akan menikah disana, jangan lupa mengabariku, selamat ya'', kata Ken seperti tidak rela.
''Selamat untukmu juga Ken'', aku berharap kau cepat dapat istri yang kau harapkan dan Ken'z cafe dan restomu tetap akan ramai pengunjung, tentang menikah aku belum tahu''.
''Kamu yang ku harapkan'', ucap Ken lagi.
''Sebagai sahabat yang baik kau harus merestuinya Ken, dia yang terpilih'', ucap Bisma, ''kenapa kalian cepat sekali lulusnya??, kalian tega meninggalkanku sendiri'', tiba-tiba Bisma merengek merasa sendiri di tinggal kedua sahabatnya yang sebentar lagi akan melanjutkan studinya ke luar negeri.
''Lebay'', ucap Joy sambil merangkul sahabatnya itu.
''Kau adalah sahabatku yang paling bijaksana dan selalu bijaksana, cepat susul aku nanti'', kata Joy lagi.
''Aku juga tidak keluar negeri'', kata Clara
''Cantik kenapa tidak lanjut'', tanya Joy
__ADS_1
''Aku diminta kakak membantu di perusahaannya'', jawab Clara
''Ngomong-ngomong di mana kakak ipar'', tanya Joy yang ikut memanggil Lanlan sahabatnya dengan sebutan itu.
''Lanlan sedang hamil muda, jadi tidak boleh capek, dia ada diluar'', jawab Ara
''Serius, wah sebentar lagi kita punya keponakan dong'' , mantep Lanlan ya, dapat suami pas banget, kuliah tetep jalan terus''. ucap Joy gembira.
''Iya tapi kasihan sekarang tiap pagi kena sindrom morning sickness, jadi lemas dan kurang bersemangat'', sahut Ara.
''Oh ya, Kaijun sepertinya kau harus siap menyambut keponakanmu yang sedikit bandel menyusahkan ibunya'', ucap Bisma.
''Kau benar Bisma, beberapa hari lalu dia minta dibeliin rujak yang ada kedondong sama mangga mudanya, dan lebih menyebalkan dia tidak minta sama bapaknya, malah minta aku yang cari, mana malam-malam lagi,'' keluh Kai membuat semua tertawa.
''Dia sengaja mengerjaimu, soalnya kamu menyebalkan, iyakan baby'', ketus Ken.
''Dia tidak menyebalkan Ken, tapi dia tahu bapaknya capek dan sibuk kerja, jadi memanfaatkannya'', sahut Ara.
''Bener tuh dia tidak bandel tapi pinter, tahu pamannya pengangguran'' sahut Clara yang membuat Kai melotot padanya dan yang lain tertawa.
''Aaauuu sakit,... Clara mengusap-usap keningnya, maksudku kamu kan belum bekerja seperti kak Rei'' elak Clara meluruskan kata-katanya
Selama ini Kai selalu menghindari Clara, bahkan jarang sekali bicara walaupun sekedar menyapanya, dia sama sekali tidak tertarik berkencan dengannya, hari ini kata-kata Clara terdengar konyol dan berani hingga Kai tergerak menyentil keningya, tapi suara Clara yang terdengar manja membuatnya tersenyum menawan membuat jantung Clara berdesir.
''Sebaiknya kita keluar, berfoto dengan Lanlan, Keluarga kita pasti menunggu'', kata Bisma mereka segera keluar bersama.
''Oh ya baby, saat kamu koma aku janji akan mengenalkanmu pada papa dan mamaku serta adiku, sekarang kau sudah bangun dari koma, mereka sudah datang ayo aku kenalkan'', ajak Ken. Mereka semua bergegas ke luar aula untuk menemui keluarganya.
Di luar aula, keluarga Mereka menyambut dengan suka ria, mereka bergantian memeluk dan mengucapkan selamat.
Begitu juga dengan orang tua Joy yang sudah mengenal Ara, memberi selamat pada sahabat kecil putranya itu.
''Kenapa tidak ke Amerika bersama Joy sayang??, biar Joy ada temenya'', ucap mama Joy yang biasa dipanggil ai oleh Ara.
__ADS_1
''Apa Ai mau nanti Joy bisa tidak punya pacar karena aku menempel padanya terus'', kata Ara sambil mengerucutkan bibirnya terlihat begitu mengemaskan.
''Kalau begitu kalian menikah saja, kamu itu menantu idamanku dari dulu'', ucap papa Joy, seketika Ara membeliakan matanya.
''Pa jangan bilang begitu aku dan Ara sudah terikat perjanjian menjadi sahabat selamanya, kami bisa saling mengunjungi nanti, dan lagi ada calonnya Ara disini'', ucap Joy pelan sambil melihat ke arah Direktur Orland yang masih berbincang dengan Rei, Kevin dan Henry. Sedangkan Morgan, Sergio dan Diego berusaha menghalau wartawan yang masih nekat mendekati bosnya.
''Kau ini kenapa bikin perjanjian seperti itu, papa jadi rugi'', ucap papa Joy.
''Apanya yang rugi tidak ada jual beli, kuliahku juga di biaya perusahaan Orland, tidak merugikan papa dan mama'', kata Joy tidak terima.
''Tetap saja papa rugi tidak mendapatkan menantu sepertinya'', iyakan ma? papa Joy tidak mau kalah dan minta dukungan istrinya.
''Papa sama mama yang dipikirkan cuma bisnis saja, tahu tidak aku sekarang lapar, aku belum makan dari pagi'', kata Joy memelas, semua tertawa mendengar Joy yang kelaparan.
''Tenang Joy, setelah ini kita makan bersama''.
Ara melanjutkan dengan berfoto bersama keluarganya lengkap bersama Lanlan dan bibi An, dengan Bisma sebagai fotografer.
Dan di akhir sesi Henry memberikan sebuket bunga lily yang di bawanya.
''Selamat atas wisudamu,'' ucap Henry, dia ingin memeluk gadis yang membuatnya jatuh cinta, namun belum apa-apa Ryu sudah menarik baju bagian belakangnya.
''Apa kau mau kita bergulat disini'', ucap Ryu pelan namun mengintimidasi, membuat semua yang ada disitu tertawa.
''Hahhh, kau ini belum apa-apa sudah posesif, adikku lihatlah apa kau yakin akan menikah denganya, dengar ya kalau dia berani membuatmu menangis lagi, aku bersedia membantumu menghajarnya'', ucap Henry percaya diri.
Secara bergantian mereka memberikan ucapan selamat dan tak lupa Kai dan Bisma mendokumentasikan semua.
Mari kita makan siang bersama, direktur Orland sudah membooking tempat yang pasti akan membuat kita semua nyaman, kita semua langsung ke Ken'z cafe dan resto, ucap Dave Morgan yang membuat Ken kaget.
''Jadi yang membooking cafe dan resto kami anda tuan Morgan'', tanya Ken.
''Ya, direktur Orland yang memintanya'' jawab Dave.
__ADS_1
''Trimakasih'' ucap Ken yang diangguki kepala oleh Dave Morgan''. Ken sangat senang karena dua hari lalu cafe dan restonya di booking seseorang yang langsung membayarnya lunas dan pantas.
Mari kita semua berangkat ke Ken'z cafe dan resto ucap Dave dan semuapun mengikuti Ken dan Dave.