My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Kupu-Kupu Biru


__ADS_3

Hari penghakiman datang. Saat Cruz masuk ke dalam ruang tamu milik Ran, dengan senyum sumingrah Cruz menatap tepat ke punggung wanita yang sudah di carinya selama seminggu lebih. Wanita yang mengabaikan telponnya, wanita yang tidak pernah membalas pesan teksnya.


Noa duduk di sana, sibuk mengobrol dengan Cleo. Noa tidak memeperhatikan bahwa seekor singa jatan ganas yang kelaparan sudah menatapnya sejak tadi.


Cruz berjalan dengan santai lalu meletakan wine yang di bawanya untuk kado ulang tahun pernikahan Ran dan Cleo.


"Hai Cleo... Apa kabar?", Cruz menyapa Cleo dengan basa basi yang tidak perlu. Padahal mereka baru saja bertemu kemarin.


" Hai Cruz", Cleo berdiri lalu menyapa Cruz ramah. " Sudah datang?".


Noa kaget mendengar nama Cruz di sebut. Wanita cantik itu langsung berbalik dan menemukan Cruz sedang berdiri di belakangnya. Mentapnya dengan mata yang lapar dan penuh dendam.


Mata mereka bertemu. Cruz tersenyum ramah ke arah Noa lalu tanpa malu-malu dia menyapa.


" Hai, Noa. Lama tidakbertemu".


***


Noa kaget di sapa oleh Cruz. Di dalam hatinya dia sudah bertekad akan berpura-pura tidak mengenal Cruz jika suatu saat akan bertemu.


Noa tidak menyangka Cruz adalah salah satu sahabat Ran dan Cleo yang juga di undang. Noa hanya bengong melihat Cruz.


" Noa, kalian sudah saling kenal?", Cleo bertanya pada Noa.


"Tidak", jawab Noa. "Ya", jawab Cruz.


Noa dan Cruz menjawab serempak tapi tidak satu suara, membuat Cleo menatap mereka dengan bingung.


" Jadi?", Cleo menunggu kesimpulan.


" Cle, dia teman baikku. Sangat baik, kami bahkan pernah bermalam bersama", Cruz menjawab tanpa malu.


" Apa? Tidak, itu hanya tidak sengaja", Noa menyanggah cepat.


"Ah... Aku paham. Kalian pernah pacaran?", Simpul Cleo.


Cruz tersenyum penuh arti, seperti sengaja memberikan misteri pada Cleo. Membuat Cleo bertepuk tangan seolah tidak percaya.


Noa menatap Cruz seolah meminta Cruz untuk memberi penjelasan pada Cleo, tetapi yang di tatap malah pergi dengan cuek.


Noa menghembuskan nafas penuh kesabaran. " Cleo bukan seperti itu. Kami tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya teman.. ya teman", Noa menjelaskan dengan berat hati.


" Hmm... Ya ya aku paham Noa. Cruz itu anak yang baik kok, tampangnya saja yang sombong tapi hatinya sangat baik", Cleo mempromosikan Cruz dengan sepenuh hati.


Noa tersenyum ke arah sahabatnya itu. " hah, baik dari mana. Dia selalu mengancam dan meremehkan. Cleo pasti sudah tertipu", batin Noa.

__ADS_1


Acara makan malam berlangsung dengan baik. Noa selalu berusaha bersikap biasa pada Cruz yang mencoba mengusiknya. Seperti saat duduk di meja, Cruz memilih duduk di sebelah Noa. Lalu Cruz dengan sengaja menginjak kaki Noa dengan keras di bawah meja. Lalu Cruz menaruh banyak sayuran di piring Noa. Kadang Cruz memaksa menyuapi daging ke mulut Noa.


Tingkah laku Cruz seperti anak kecil yang membuat Noa kesal sekaligus heran. Saat Noa akhirnya masuk ke dapur untuk mengambil beberapa kaleng bir, tanpa malu Cruz mengikutinya dari belakang. Tentu saja membuat Ran, Jim dan Cleo menatap heran ke arah mereka berdua.


Sampai di dapur Noa berbalik ke arah Cruz dan berbicara dengan kesal.


" Apa maumu?", kata Noa saat sudah berhadapan dengan Cruz.


" Perhatianmu", kata Cruz lagi.


" Ha? Gila ya. Untuk apa aku memperhatikan kamu", Noa berkata kesal. Lalu Noa membuka pintu kulkas untuk mengambil Bir. Dengan cepat Cruz menutup lagi pintu kulkas itu.


" Karena kita sudah menghabiskan malam bersama Noa", kata Cruz jelas dan padat.


" Kita hanya menghabiskan malam tanpa melakukan apa-apa Cruz", Noa berkata tegas. "Jadi jangan ganggu aku. Minggir", Noa membuka pintu kulkas dengan kasar lalu mengeluarkan kaleng bir yang cukup banyak dari sana.


" Noa, kau harus betanggung jawab atas perbuatanmu padaku", kata Cruz lagi tak pantang menyerah. Entah kenapa menganggu Noa adalah kesenangan tersendiri baginya.


" Tanggung jawab atas apa? ", Noa meletakan kaleng bir itu di atas meja didekatnya karena tau pembicaraan ini pasti akan lama.


" Biaya pembersihan mobil yang sangat bau karena muntahmu, Baju sponsor yang rusak karena muntahmu dan iklanku yang berantakan karena bibirku yang bengkak karena ulahmu", Cruz berkata jujur.


" Sebentar kenapa bibirmu bisa bengkak?", Noa bertanya takut. Dia pikir mungkin dia memukul Cruz dengan sesuatu.


Noa terdiam seolah memikirkan kejadian malam itu. Lalu dia menutup mulutnya seolah kaget dengan pikirannya sendiri.


" Kau serius aku melakukan itu?", Noa berbisik.


" Ya.. Kau berteriak... Permen permen. Aku suka permen... Dan cup... Kau mencium tidak tepatnya memakan bibirku", kata Cruz dramatis.


Noa memegang Jantungnya. "Sial... Sepertinya benar.. ceritanya meyakinkan sekali", batin Noa.


" Dan... Karena kau melakukan itu pada bibirku yang se*i dan mahal ini. Aku sampai harus retake berkali-kali hanya untuk sebuah iklan. Menghabiskan waktu dan tenagaku", Cruz mulai mebeberkan kerugiannya.


"Tapi... kau...", Noa sedikit curiga.


" Apa? Kau harus mengganti rugi semuanya",Kata Cruz kejam.


" Apa? tapi kan aku...", Noa berusaha berkelit.


" Atau ... aku akan menganggumu setiap waktu, setiap jam, setiap detik", ancam Cruz. " Aku ini orangnya niat loh".


Noa menggelengkam kepalanya, ngeri jika setiap hari dia harus berhubungan dengan Cruz.


Dengan sedikit ragu Noa bertanya " Memangnya berapa total kerugianmu?".

__ADS_1


Cruz menahan senyumnya, wanita ini mudah di bohongi orang ya.


Cruz mulai menghitung jarinya dengan dramatis. " membersihkan mobil SPORT yang kau MUNTAHI sekitar 80 juta, kerusakan BAJU SPONSOR yang kau MUNTAHI sekitar 40 juta, lalu BIBIRKU yang kau cium eh bukan tapi kau kunyah sekitar.. ".


"Stop... Oke stop ..", Noa memotong hitung-hitungan itu. " Oke aku tanggung jawab. Tapi aku belum ada uang sekarang, jadi tolong berikan waktu", kata Noa jujur.


Noa benar-benar tidak memiliki uang sebanyak itu. Gila ya baju harganya 40 juta, duit darimana coba batin Noa. " Aku benar-benar belum ada uang sekarang. Bisakah aku cicil?", Noa berharap.


Cruz menyipitkan matanya dramatis. " Emm aku akan memikirkannya. Tapi ingat Noa, jangan coba-coba kabur dariku. Aku ini orang yang sangat tidak sabaran", Jelas Cruz di dekat wajah Noa.


"Yaa. Aku tidak akan kabur kok. Aku ini orang yang bertanggung jawab", Kata Noa kesal.


" Baguslah kalau begitu. Simpan nomorku dan balas secepat kau bisa. Kalau kau tidak membalas dengan cepat atau tidak mengangkat telponku, maka aku akan menlipatgandakan kerugianku di kali 2", Ancam Cruz kejam.


" Hei... Kamu udah gila?", Noa sangat kesal.


" Tidak mau? ya sudah, aku akan mengirim tagihannya ke rumahmu dan bayar tanpa cicil", Cruz hendak berbalik saat Noa menarik ujung bajunya.


" Oke.. Aku mau. Aku setuju. Kita buat perjanjian", kata Noa.


" Oke... Aku akan buat surat perjanjian", kata Cruz merasa menang.


"Tapi jangan seenaknya, harus membuatnya bersama", Kata Noa curiga.


" Ya aku setuju. Aku tidak seperti seseorang yang membuka baju seenaknya di depan orang lain", kata Cruz berbisik di dekat wajahnya.


Noa menutup wajahnya karena malu, wajahnya bersemu merah. Cruz tersenyum melihat itu, sangat menggemaskan batin Cruz.


"Tolong jangan pernah bahas itu", kata Noa pada Cruz.


" Oke, aku tidak akan membahasnya", Cruz tersenyum.


Noa bernafas lega. " Bisakah kau membantu membawa sebagian kaleng bir ini", Noa menyondorkan setegahnya kepada Cruz.


Cruz menatap Noa lalu mengambil 1 kaleng darinya, membuka kaleng itu dan meneguknya sedikit.


Cruz lalu berbisik di telinga Noa yang sedang kerepotan memeluk kaleng-kaleng itu.


" Aku suka kupu-kupu biru kecil di pinggangmu", Cruz meletakan tangannya di pinggang Noa, lalu tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Noa yang wajahnya merah padam.


Noa berusaha menenangkan dirinya, lalu berjalan mengikuti Cruz dari belakang.


" Dasar cowok mesum", Noa memaki pelan.


***

__ADS_1


__ADS_2