My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Perasaan Yang Menganggu Noa


__ADS_3

Noa sedang mengobrol bersama Tian dengan seru saat pelayan restoran datang mengantarkan pesanan makanan kepada mereka.


" Apa kau memesan makanan lagi?", tanya Noa.


" Tidak aku tidak memesan makanan lagi", Christian ikut bingung.


"Tuan dan Nyonya, ini adalah kiriman hadiah dari tuan yanh ada di meja sebelah sana", Pelayan itu menunjuk dengan sopan. " selamat menikmati", lanjut pelayan itu.


Noa dan Tian sama-sama melihat ke arah yang di tunjuk pelayan tadi. Cruz dengan pedenya melambaikan salah satu tangannya ke arah mereka dan senyum penuh kemenangan tersungging di wajah Cruz. Dia berhasil membuat Noa melihatnya.


Noa menatap tidak percaya ke arah Cruz yang nekat melakukan hal seperti itu.


Sedangkan Tian hanya menatap Cruz dengan tatapan dingin. Lali senyum tersungging di wajah Tian, senyum penuh permusuhan.


" Temanmu ada di sini?", Tian beralih menatap Noa.


Noa mengangguk mengiyakan. " Sepertinya dia kegiatan di sekitar sini", jawab Noa.


" Tidak masalah. Apa kita perlu membalas mengirimkam sesuatu?", Tian meminta persetujuan Noa.


" Tidak. Kita tidak perlu membalas apa-apa. Biarkan saja ", kata Noa sambil sesekali menatap ke arah Cruz yang terus melihatnya dan memberikan kode seperti 'aku mengawasimu'.


Noa memandang Cruz sewot dan memberikan kode dengan matanya. ' Tenang-tenang di situ'.


Lalu Noa tersenyum manis kepada Tian. Semoga Tian tidak sadar kalau Cruz sedang menganggu mereka.


" Aku senang bisa mengobrol denganmu Noa", kata Tian.


Noa mengangguk malu. "Aku juga senang bisa berteman denganmu Tian", kata Noa.


" Lain kali kita makan malam bareng lagi ya?", kata Tian.


" Ya bolehlah. Dan ini ulang tahunmu yang ke berapa?", tanya Noa tiba-tiba.


Tian kaget, baru sadar dia tadi membohongi Noa dengan mengatakan hari ini adalah ulang tahunnya.


Tian tertawa malu. " Sebenarnya aku malu mengakuinya. Aku telah berbohong padamu Noa", kata Tian. " Aku berbohong agar kau mau pergi makan malam bersamaku", Tian berkata malu.


Noa terdiam lalu tertawa kecil karena pengakuan Tian. Saat ini Tian seperti anak kecil yang sedang tertangkap basah mencuri permen.


" Apa kau marah padaku?", tanya Tian.


Noa menggelengkan kepala. " Aku tidak marah karena kau mengakuinya sekarang", kata Noa.


Tian tertawa mendengar perkataan Noa. "Terima kasih Nona karena kemurahan hatimu", Tian tersenyum jahil.


Noa tertawa mendengar perkataan Tian. Noa tidak sadar bahwa Cruz menatapnya dengan tajam dari sebrang ruangan.

__ADS_1


***


Makan malam selesai, Tian pergi setelah mobil Noa meninggalkan parkiran.


Cruz yang sedang menunggu kesempatan untuk mendekati Noa, langsung menghalangi mobil Noa. Letu hanya bisa menghela nafas di balik kemudi.


Noa menatap Cruz yang turun dari mobil Letu dan menghampiri mobilnya. Cruz mengetuk kaca mobil meminta Noa membuka kunci pintu.


" Ada apa? Katanya kamu ada kerjaan di sekitar sini?", Noa bertanya.


" Ya, aku dan kak Letu memang ada kerjaan. Sekarang kau yang harus bekerja untukku. Bayar utangmu", Kata Cruz pada Noa.


Noa menghela nafas. " Apa maumu?", tanya Noa.


" Aku mau kau menemaniku malam ini", kata Cruz.


" Baiklah. Tapi aku harus pulang nanti", kata Noa.


" Tidak, kau tidak boleh pulang. Kau harus menemaniku", kata Cruz.


" Kenapa aku harus melakukannya?", Noa masih protes.


Cruz terdiam menatap Noa. " Karena, aku... Akan memberikan 3 kali stempel di bukumu", kata Cruz.


" Baiklah, aku setuju", Noa menyanggupi.


Noa memasuki basment apartemen Cruz yang baru dan di buat tercengang karena megahnya apartemen itu.


" Waaaahh... Apartemenmu bagus sekali", Noa memuji saat masuk ke dalam apartemen Cruz.


" Kau suka?", tanya Cruz.


" Ya aku suka apartemen ini", lali Noa menatap keluar jendela kaca yang besar. Tampak lampu kota yang menyala, terlihat cantik dan tenang.


" Pemandangannya bagus kan? Aku sudah menyiapkan dua kursi di sini. Satu untukmu dan satu lagi untukku", kata Cruz pada Noa.


" Untukku?", tanya Noa.


"Ya untukmu. Hanya kau dan aku yang boleh duduk di kursi itu", kata Cruz kekanakan.


Noa tertawa kecil. " Baiklah kalau begitu. Boleh aku duduk sekarang?", tanya Noa.


" Ya boleh. Kau mau minum apa?", tanya Cruz.


" Aku mau sekaleng soda", jawab Noa.


" Kalau wine?", tanya Cruz.

__ADS_1


" Ya boleh juga", jawab Noa.


Cruz lalu keluar dari ruangan itu untuk mengambil minuman dan kembali dengan sekaleng soda dan sebotol wine.


"Dalam rangka apa kita minum-minum?", tanya Noa melihat Cruz dengan minuman dan gelas itu di tangannya.


" Merayakan aku pindah ke apartemen baru", jawab Cruz tersenyum.


Noa tersenyum mengiyakan perkataan Cruz. " Baiklah mari kita minum", kata Noa.


Noa dan Cruz merayakan apartemen baru sambil minum dan mengobrol dengan seru.


" Jadi pria itu siapa?",tanya Cruz pada akhirnya.


Noa yang sedang menikmati minumannya menjawab santai. " Dia teman SMAku dulu. Kami bertemu secara tidak sengaja baru-baru ini", jawab Noa.


" Sepertinya dia menyukaimu", kata Cruz.


" Tidak mungkin, kami hanya teman. Dan lagi dia bukan tipeku", jawab Noa.


"Jadi apakah tipemu berubah seperti aku sekarang?", Cruz membrondong pertanyaan kepada Noa.


Noa menelan winenya dengan canggung. " Soal itu...", Noa canggung karena Cruz menatap Noa dari kursinya. " aku suka yang menggemaskan seperti Milli", Noa menjawab kacau.


" Apa aku tidak menggemaskan seperti Miilli? Banyak penggemarku yang bilang aku menggemaskan seperti kucing"kata Cruz.


" Ya ... Bukan... Maksudku tidak. Kau tidak seperti Milli", Noa menjawab canggung.


' Kau itu mempesona Cruz seperti peri', Noa membatin.


Cruz menatap Noa dengan tatapan jahil lalu tertawa kecil karena kecanggungan Noa.


" Aku tidak akan menagih jawabanmu sekarang, aku akan menunggu sampai kau menjawab sendiri dan menunjukan perasaanmu", kata Cruz.


" Jika aku tidak menjawab. Apakah kau akan memaksaku?", tanya Noa.


" Seharusnya aku akan memaksamu. Tapi seseorang pernah bilang bahwa perasaan suka itu tidak bisa di paksa. Jika dia benar menyukaimu maka dia akan menunjukannya. Jadi aku tidak akan memaksamu", jawab Cruz.


Noa terdiam tidak bisa membantah pernyataan Cruz.


" Tapi jika kau tidak menyukaiku Noa, doronglah aku menjauh darimu agar aku sadar bahwa kau tidak menyukaiku", lanjut Cruz.


Noa menatap Cruz dalam hening, pikirannya bercampur aduk tidak karuan. Perasaannya saat bersama Cruz seperti apa? Jantungnya berdebar saat Cruz melakukan sesuatu yang berbeda padanya, wajahnya memanas saat Cruz memandangnya, darah Noa berdesir saat Cruz menyentuhnya dan dunia Noa berputar saat Cruz menciumnya.


Tapi Noa menganggap bahwa itu karena wajah Cruz yang mempesona. Semua wanita akan terlena saat berada di sebelah Cruz, tidak terkecuali Noa. Karena pikiran itulah Noa menganggap bahwa yang sekarang sedang menerpanya adalah rasa terpesonanya pada Cruz bukan rasa suka yang lain. Itu pasti.


" Aku... sepertinya.... selama ini sedang terlena padamu Cruz", Noa menjawab Cruz.

__ADS_1


***


__ADS_2