My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Syuting Hari ke 2


__ADS_3

Syuting hari kedua dimulai. Sesuai naskah Noa dan Cruz bertemu di sebuah cafe yang sudah di setting sebagus mungkin.


Cruz menunggu Noa yang datang dengan membawa koper kecil di tangan kiri dan tas kucing berisi Mili di tangan kanannya. Noa membuka pintu cafe dan menemukan Cruz sedang duduk di sana menunggunya. Cruz tampak menawan dengan baju kasualnya.


Cruz menyambut Noa sambil tersenyum. " kamu sudah datang?", sapa Cruz sopan.


Noa tersenyum lalu mengangguk sopan. " Apa kabar? ", Noa menjabat tangan cruz hangat.


Letu yang melihat akting mereka berdua sampai tidak percaya mereka bisa setenang itu tanpa perdebatan sedikitpun.


Tan menyenggol Letu. " Aku suka gadis ini", bisik Tan.


" Kenapa? Kau bukannya tidak mudah akrab dengan orang?", Letu balas berbisik.


" Gadis ini tidak berpura-pura didepan Cruz. Maksudku tidak palsu", kata Tan lagi.


Letu terdiam. Dia maklum pada Tan karena dulu saat Cruz bersama July, Tan benar-benar tidak menyukai July. Tan merasa July selalu memanfaatkan ketenaran Cruz.


Dan yang mendapati July selingkuh adalah Tan, tetapi Cruz tidak percaya pada Tan. Akhirnya mereka brtengkar. Tan dan Cruz tidak saling bicara hampir selama 1 minggu, mereka bekerja dalam diam dan bicara secukupnya. Yang di buat pusing saat itu adalah Letu.


Sampai akhirnya mereka berdamai karena Cruz mengalami depresi berat, saat itu Tan menangisi Cruz seperti menangisi anaknya sendiri. Karena itulah mereka akrab seperti ibu dan anak.


Cruz mengobrol bersama Noa dengan sopan dan ceria. Staff menganggap mereka memiliki komunikasi yang bagus saat mengobrol tetapi sebenarnya yang terjadi adalah mereka sedang saling menyerang.


" Kita pernah bertemu sebelumnya ya? Kapan terakhir kali kita bertemu ya?", Cruz melempar obrolan.


Noa tersenyum kaku " emm.. Sepertinya saat acara pembukaan cafe temanku. Aku melihatmu di sana", kata Noa lagi.


' bisa-bisanya dia menyuruhku berpikir. Baru juga tadi malam dia bertemu denganku ', Noa membatin.


Cruz mengangguk " Iya benar-benar. Aku sedikit lupa", kata Cruz tersenyum senang bisa mengerjai Noa.


" Aku senang kita bisa bertemu lagi. Aku menyesal karena saat itu tidak sempat mengobrol denganmu. Terima kasih sudah menegurku duluan di acara itu", Noa membalas serangan Cruz.


Cruz tertawa renyah memutar otak untuk membalas lagi. " Tidak masalah. Kita akan mengikuti program ini bersama, aku harap kita cocok dan akur".


" Ya... Aku harap begitu. Senang bisa berpasangan denganmu Cruz", Noa tersenyum penuh arti.


" Aku juga senang berpasangan denganmu Noa", Cruz membalas tulus. " Bagaimana jika kita pergi ke rumah kita sekarang?", tawar Cruz.

__ADS_1


" Oh ya. Eh ada yang ingin ku sampaikan padamu. Apa kau alergi bulu kucing?", tanya Noa.


" Tidak. Kenapa?", tanya Cruz pura-pura tidak tau.


" Aku memiliki seekor kucing. Namanya Mili. Aku harap kau tidak keberatan aku membawanya", kata Noa lagi.


"Ya tidak masalah. Aku akan merawatnya juga. Aku sepertinya pernah mendengar nama Mili, tapi di mana ya?", Cruz menatap Noa seolah-olah bingung.


Noa tertawa kaku " itu merek permen", Noa tersenyum penuh arti pada Cruz. Noa tau saat ini Cruz sedang menggodanya tentang kejadian mabuk di waktu lalu.


"Oh ya..pantas saja aku merasa pernah mendengarnya Dan soal permen aku punya kejadian lucu", Cruz tersenyum ke arah Noa.


Noa tersenyum kaku takut mendengar apa yang akan di katakan oleh Cruz.


" Seorang temanku saat ngantuk dia mengigau melihat permen dan ternyata itu adalah gigi palsu neneknya", Cruz tertawa memodifikasi ceritanya.


Noa ikut tertawa, tawa yang di paksakan. " Temanmu pasti sangat mengantuk", kata Noa.


" Ya ... Di sangat amat mengantuk", Cruz tersenyum penuh arti sambil menatap Noa.


Noa membalas senyuman Cruz tetapi giginya mendesiskan kata-kata "akan ku balas kau nanti... Hahaha".


Cruz pura-pura tidak mendnegar " Mari kita pergi sekarang. Aku akan membawa kopermu", kata Cruz berdiri lalu meraih koper Noa.


" CUT " . Syuting selesai.


Cruz dan Noa sama-sama menghela nafas lega.


" Apa maksudmu aku menegurmu duluan?", Cruz berbisik.


" Aku hanya membalas seranganmu", Noa menjawab kalem sambil bebrbisik juga.


Letu datang mendekati mereka. " Wow hebat di luar dugaanku, kalian menjadi cukup akur", kata Letu melihat mereka bergantian.


" Haha... Kami sedang mencoba akur kak Letu", Noa tersenyum malu.


Cruz menatap Noa heran, bagaimana mungkin Noa bisa bersikap manis pada Letu dan Jay sedangkan sangat jutek padanya.


" Kita akan pergi ke apartemen, ayo segera naik ke mobil", ajak Letu.

__ADS_1


" Ya kak", Noa tersenyum sangat manis.


Sepeninggalan Letu, Cruz langsung menarik ujung rambut Noa.


" awww.. Apaan sih", Noa mulai marah-marah.


" Kau kenapa manis sekali di depan kak Letu", tuduh Cruz.


" Apaan sih.. Biasa saja ah. Aku memang ramah", Noa menjawab salah tingkah.


" Kau... Jangan bilang kau suka sama kak Letu ya?", Cruz menuduh.


Noa menutup mulut Cruz yang berbicara cukup keras. Mereka bergulat karena Cruz berusaha melepaskan tangan Noa dari mulutnya.


" Belum cuci tangan jangan pegang wajahku", kata Cruz sewot.


" Isss... ", Noa mendesis kesal lalu berlalu pergi meninggalkan Cruz sambil memebrsihkan tangannya di baju


Cruz berlari di belakang Noa sambil terus berbisik " Kau suka pada kak Letu kan? Iya kan? Iya kan?", goda Cruz.


Noa berbalik dan langsung meninju perut Cruz dengan cukup keras. Noa sebal dengan Cruz yang berisik, bagaimana kalau ada yang mendengar ocehannya yang tidak berguna itu.


" arkhhh", Cruz memegang perutnya tepat saat kak Tan datang.


" Ada apa?", Tan melihat heran ke arah Cruz yang memegang perutnya.


Noa menggeleng cepat. " Cruz bilang dia lapar kak. Kamu lapar kan? Ya ampun. Katanya dia punya sakit maag ", Noa mengelus punggung Cruz sambil meyakinkan kak Tan.


Cruz melihat Noa kesal, lalu berpaling ke arah kak Tan " Iya aku lapar hahaha", Cruz tertawa lalu merangkulkan tangannya di leher Noa.


" Oh sejak kapan kamu punya sakit asam lambung? ", Tan bingung. " Kalau begitu ayo kita pergi. Nanti kita bisa sarapan dulu" Tan tersenyum melihat keakraban dua orang di hadapannya ini.


Noa dan Cruz sama-sama tersenyum, saat Tan berjalan meninggalkan mereka. Cruz mengapit leher Noa dengan sebelah lengannya dan mulai menjitak Noa dengan cara menggosokan kepalan tangannya ke kepala Noa sambil berjalan menuju mobil.


" Kau dasae wanita bar-bar", Cruz terus menjitak Noa yang meronta-ronta.


" Lepaskan aku.. Dasar artis mesum", Noa mengome dalam apitan Cruz.


Noa berusaha melepaskan diri dari apitan Cruz tapi percuma saja, akhirnya Noa hanya membalas dengan memukul-mukul perut sixpack Cruz.

__ADS_1


Letu yang melihat kelakuan mereka hanya bisa menggeleng. Harusnya dia tau, mereka berdua tidak akan pernah akur sama sekali.


***


__ADS_2