My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Perjodohan July


__ADS_3

July menatap seorang pria yang duduk di depannya. Hari ini dengan terpaksa dia harus pergi ke kencan yang sudah di siapkan oleh ibunya sendiri.


Pria yang di jodohkan dengannya adalah seorang pengusaha muda dari salah satu perusahaan ternama di tanah air. Wajahnya cakep, dengab tubuh atletis yang menggoda.


Tapi entah mengapa July benar-benar tidak tertarik dengan pria ini. Malah sempat-sempatnya July memikirkan tentang Jay.


Perlakuan Jay terhadapnya, perkataan Jay yang ambigu tetang perasaannya. July terus memikirkan itu.


" Aku senang bisa bertemu denganmu", kata pria itu membuat lamunan July buyar.


July hanya tersenyum mendengar perkataan pria itu.


" Aku sering melihatmu di TV dan ternyata kau lebih cantik dari jika di lihat secara dekat", pujinya.


July tersenyum lagi sambil berusaha memotong steaknya. Rasanya dia ingin menyudahi percakapan basa basi ini.


" Kita pernah bertemu sebelumnya. Tapi saat itu kau sepertinya tidak memperhatikan aku", katanya lagi.


" Oh ya, kapan?", tanya July.


" Di salah satu acara peresmian produk terbaru kami. Dulu kau adalah BAnya", jelasnya.


"Oh maaf. Aku sudah lupa", July berkata sopan.


" Tidak masalah", katanya lagi. " Setelah ini apa yang ingin kau lakuan?", tanyanya.


"Tidak ada", jawab July jujur.


Pria itu terdiam, dia menatap July yang seperti gelisah di kursinya. Menyadari bahwa July tidak nyaman bersamanya


"Apa kau tidak nyaman bersamaku?", tanya pria itu.


July terdiam sesaat lalu menatap pria di hapadannya itu. " Bolehkah aku berkata jujur?", July balik bertanya.


" Tentu saja", jawab pria itu tertarik dengan keberanian July.


" Aku memang tidak nyaman bersamamu, aku tidak setuju dengan perjodohan ini dan aku harap ini menjadi pertemuan terakhir kita", kata July.


Sedikit kaget tapi berusaha di tutupi dengan senyum, pria itu meletakan peralatan makannya dan menegak wine di gelas depannya.


" Kau memang sangat berani dan jujur. Aku suka gadis sepertimu. Jadi apa yang membuatmu menolak perjodohan ini? Kau tau kan perjodohan ini sangat penting untuk perusahaan keluargamu", kata pria itu.


July terdiam. Memang benar, apa yang di katakan pria itu adalah fakta. Dengan menikahi pria ini, maka perusahaan ayahnya akan terhindar dari kebangkrutan.

__ADS_1


Tapi July tidak peduli. Sudah lama dia selalu mengikuti kehendak ibunya. Kali ini July ingin menentukan keinginannya sendiri.


" Aku menyukai orang lain", jawab July tegas. " Dan lagi aku tidak yakin kau menyukainya hanya dengan sekali makan malam kan. Aku harap kau mengerti", kata July merapikan tasnya hendak meninggalkan pria itu.


Pria itu hanya tersenyum dan menatap July yang sudah berdiri hendak pergi.


" Lebih baik kau selesaikan makan malam ini lalu pergi. Aku tidak akan menahanmu", kata pria itu


" Tidak, terima kasih. Aku pergi lebih dulu", kata July lalu bergegas pergi meninggalkan pria itu.


Pria itu menatap punggung July yang menghilang dari balik pintu dan tersenyum hambar.


" Berani dan menarik. Aku suka", pria itu berkata pada dirinya sendiri.


***


Noa berjalan masuk ke dalam CAIN dan menemukan Cruz sedang duduk tertidur di sofa ruang kerjanya.


Noa tersenyum dan duduk di sofa yang berseblahan dengan Cruz. Menatap Cruz yang tertidur dalam diam.


Hari ini mereka ada janji untuk makan malam bersama. Sepertinya Cruz menunggu Noa terlalu lama dan akhirnya tertidur seperti itu.


Cruz baru saja menyelesaikan tour konser CAIN entertaiment. Noa di tinggalkan selama berminggu-minggu. Dan akhirnya sekarang mereka bertemu.


Berjam-jam Noa menunggu Cruz. Tidak hanya diam saja, Noa mengambil semua cemilan yanga di dalam lemari dekat situ Sampai akhirnya Cruz terbangun karena Noa tidak sengaja merobek palstik makanan ringan dengan sedikit kasar.


" 2 jam. Aku rasa ini adalah cita-cita semua fansmu, menonton kau tidur dalam diam sambil mengunyah makanan ringan. Sayang hanya aku yang beruntung", kata Noa bangga.


Cruz tertawa. " Kau terdengar seperti seorang stalker", kata Cruz.


" Memang itu aku hahaha",jawab Noa lalu naik ke pangkuan Cruz. Menghirup wangi tubuh pria itu dalam-dalam.


Sudah berminggu-minggu penuh Noa merindukan prianya ini. Hanya berkomunikasi melalui video call dan telpon, membuat Noa benar-benar ingin memeluknya.


Cruz memeluk Noa dan mereka berbaring di sofa sambil berpelukan.


" Haaaah... Rasanya bebanki hilang kalau di peluk sama kami", kaya Noa manja.


Cruz tertawa mendengar pernyataan Noa. " Aku juga sangat merindukanmu", kata Cruz.


Cruz mengelus kepala Noa dengan penuh sayang. Dia juga sangat merindukan gadisnya ini. Rasanya tidak ingin melakukan hal lain selain bersama Noa.


" Jadi apa kita akan tidur-tiduran, tidak makan malam?", tanya Noa dalam pelukan Cruz.

__ADS_1


" Aku kira kau kenyang karena makan semua cemilan milikku", kata Cruz tanpa melepas pelukannya pada Noa.


" Astaga aku hanya makan sedikit. Cuma 3 bungkus dan satu kaleng cola", jawab Noa sewot.


Cruz tertawa lalu berkata lagi " Baiklah, ratu mau makan apa?", tanya Cruz.


" Emmmm...... Apa ya", Noa berpikir keras.


" Bagaimana kalau kita makan pizza?", tawar Cruz.


Noa merubah posisinya menjadi duduk. " Tidak, kemarin aku makan pizza sama Cleo", jawab Noa.


"Lalu? Makan apa?", tanya Cruz.


" Bagaimna kalau kit mengunjungi ibumu?", tawar Noa.


" Kau ingin ke rumahku?", Cruz tersenyum dan merubah posisinya menjadi duduk juga.


" Ya, aku ingin makan masakan ibumu", jawab Noa


" Baiklah, mari kita pergi ke sana", jawab Cruz


" Yeaayy.... ", Noa senang.


Cruz mendekati badannya ke arah Noa dan menarik Noa ke dalam pelukannya.


" Tapi sebelum itu, isi dayaku dulu", kata Cruz tersenyum nakal.


" Tidak, ini kantor. Bagaimana kalau ada yang lihat?", kata Noa cemas.


" Tidak ada yang bisa masuk ke dalam ruanganku tanpa ijin dariku", kata Cruz.


Noa tersenyum dan mencium Cruz lembut. Tiba-tibq pintu terbuka, seseorang masuk. Noa dengan refleks mendorong Cruz sampai terguling dari sofa.


" Cruz..... oh hai Noa. Kalian sedang bertengkar ya?", Joy menegur Noa ramah. Di belakang Joy ada Loco yang mrngekor.


" Haha ... Ya... Aku tidak.... Kami tidak bertengkar", Noa berkata gugup. " Kalau begitu aku duluan Cruz. Aku tunggu di bawah", kata Noa melihat ke arah Cruz.


Cruz yang duduk di lantai hanya terdiam dan mengumpat di dalam hati.


" Sial... Dua orang ini akan ku cabk-cabik", batin Cruz.


Selepas kepergian Noa, Cruz mulai mencak-mencak tidak jelaz membuat Joy dan Loco keheranan.

__ADS_1


" Haaah.... Padahal sedikit lagi", batin Cruz.


***


__ADS_2