My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Couple Star Rules


__ADS_3

Noa menatap produser Damar yang merupakan temannya. Damar pun menatap Noa sama herannya. Mereka berdua sedang berdiri di dekat ruang pertemuan gedung entertaiment Cruz.


" Aku kira, aku sedang mabuk berat saat membaca namamu di kertas itu penulis Noa", Bisik Damar.


" Dan aku tidak percaya kau menciptakan acara TV seperti ini !", Noa balas berbisik gusar.


" Bagaimana kau bisa terlibat denga orang-orang ini? Bahkan memiliki skandal bersama artis besar. Ku kira kau cupu ternyata suhu ", Damar balas berbisik sambil menatap Noa heran.


Noa menatap sedih ke arah Damar. " Aku tidak tahu, aku seperti terjun bebas ke dunia mereka. Apakah acara ini bisa di batalkan?", Noa berharap.


" Tidak bisa. Kau mau aku mempertaruhkan karir yang sudah ku bangun? Tidak akan ", Damar menatap kejam ke arah Noa yang memohon. "Dan anggap saja ini batu loncatan untukmu. Aku yakin setelah ini semua bukumu akan habis terjual", kata Damar optimis.


Noa memelas membayangkan menghabiskan setahun hidupnya bersama program ini dengan Cruz. Setiap 2 minggu dengan kegiatan selama 3 hari, bukanlah ide yang bagus. Bisa-bisa Noa akan kurus dan menua lebih cepat karena sifat Cruz yang luar biasa unik itu. Tanpa sadar Noa menghela nafas panjang.


" Produser, bisa kita mulai?", Letu memanggil.


" Baik, mari kita mulai", sahut produser.


Noa dan Cruz mendengarkan penjelasan tim itu dengan khyusuk. Sesekali Noa menggelengkan kepala seperti tidak percaya dengan peraturan yang di buat.


Couple Star Rules:


1 . Selama Variety show berlangsung di harapkan masing-masing peserta tidak boleh terlibat skandal percintaan.




Di harapkan dapat membangun Chemistry seperti pasangan kekasih pada umumnya.




Di harapkan melakukan kegiatan romantis yang sudah di tentukan oleh tim.




Pasangan akan melakukan tahap perkenalan seperti pasangan pada umumnya.




Pasangan akan di jadwalkan untuk melakukan foto prawedding.




Pasangan akan di jadwalkan untuk melakukan bulan madu ke tempat yang di tentukan.


__ADS_1



Pasangan akan di berikan rumah untuk tinggal bersama selama Variety Show ini berlangsung.




Peserta Variety Show bisa melakukan kegiatan masing-masing di luar jadwal syuting, selama kegiatan pasangan di harapkan selalu bersama.




Jadwal syuting 2 hari setiap 1 minggu selama 1 tahun.




Kontrak terkait pembayaran akan di berikan menyusul secara resmi.




...... Tertanda Tangan......


...... Tim Star Couple......


" Ada pertanyaan?", tanya salah satu tim Creativ mereka.


" Ya Cruz silahkan", mereka mempersilahkan.


" Kami harus tinggal satu rumah ? Selama 1 tahun? Bersama setiap hari?", Cruz bertanya seolah tidak percaya.


" Ya.. Untuk membangun Chemistry kalian harus tinggal bersama pak Cruz", jawab staf Damar itu.


" Kami tidak boleh memiliki pacar selama 1 tahun?", Noa berusaha meyakinkan lagi.


"Ya, penulis Noa. Di harapkan kalian berdua tidak terlibat skandal percintaan apapun", Damar menggantikan stafnya menjawab.


" Harus melakukan foto prawedding? Berarti jika nanti aku menikah itu adalah foto praweddingku yang kedua?", Cruz bertanya lagi.


" Kegiatan romantis apa? Misalnya apa? Kenapa tidak dijabarkan?", Noa gantian bertanya.


Damar memperhatikan dua orang di depannya ini sambil memijat keningnya.


" Stop... ," Damar mengangkat tangannya ke udara. ", Waaah dari semua pasangan selama aku menjadi penulis dan produser acara ini. Pasangan ini adalah yang paling aktif bertanya ya ha ha ha ", Damar tertawa sabar.


"Ha ha ha benarkah pak Damar?", Letu tertawa canggung. " Cruz, Noa sepertinya mereka sudah paham sekarang ya? Terima kasih penjelasannya produser Damar",Letu menutup pertemuan itu.


" Tapi... ", Noa ingin protes.


Damar menyipitkan matanya ke arah Noa membuat Noa langsung mingkem ' awas saja Damar, aku akan menghajarmu besok di kantor', batin Noa penuh emosi.

__ADS_1


Setelah pertemuan selesai, mereka akhirnya pulang. Syuting akan di mulai 2 hari lagi. Sebelum itu Noa harus memindahkan barangnya ke salah satu rumah yang sudah di siapkan.


Noa berdiri di depan lobby gedung memikirkan bagaimana caranya memanggil taxi dengan rok sependek itu karena hari sudah mulai malam.


Cruz menghampiri Noa, lalu memperhatikannya. " Kau tidak pulang?", tanya Cruz.


" Aku mau pulang. Tapi tidak bawa mobil gara-gara orangmu menjemputku tadi pagi", jawab Noa sambil terus memgang roknya.


Cruz memperhatikan Noa yang sepertinya tidak nyaman dengan pakaiannya. Tapi Noa memang tampak berbeda, saat masuk ke ruang rapat Cruz sempat terpaku padanya.


" Kenapa kau menggunakan baju itu jika tidak nyaman?", tanya Cruz lagi sambil membuka kemeja flanelnya.


" Aku nyaman kok. Kak Tan baik padaku", jawab Noa sambil melihat ke arah jalan raya, rasanya dia ingin berlari ke sana tapi takut angin meniup roknya.


Cruz lalu mendekati Noa dan mengikatkan kemeja itu di pinggang Noa, lalu mengaturnya agar menutupi rok pendek itu.


Noa terpaku karena perlakuan Cruz padanya. Wajah Noa tegang sedikit bersemu merah karena Cruz sangat dekat padanya. Noa bahkan bisa merasakan hembusan nafas Cruz di pipinya.


" Lain kali jika tidak nyaman dengan baju yang di berikan padamu kau harus menolaknya. Paham?", Cruz berbicara sambil melihat Noa.


" Ya", Noa menjawab canggung.


" Iya iya di lakukan jangan di jawab doang", lanjut Cruz lagi sambil menjitak kening Noa pelan dengan jarinya.


" Iya ih cerewet banget sih", Noa mulai sewot memegang keningnya yang sakit.


" Tunggu di sini, aku akan mengantarmu", Kata Cruz lagi.


" Tidak perlu, aku akan naik taxi", kata Noa lagi.


" dengan rok pendekmu itu? ", Cruz melirik ke arah rok Noa yang tidak semua tertutup Flanel. Noa menatap roknya lalu terdiam.


" Ayo ikut aku, jangan keras kepala", Kata Cruz galak.


Noa mengangguk patuh. Cruz masuk kembali ke dalam lobby dan di ikuti Noa di belakangnya. Saat di dalam lift Mereka harus mengikuti orang-orang yang sudah lebih dulu untuk naik ke lantai atas.


sampai di lantai 10 tempat studio besar ada. Semua staff turun di sana. Lift menjadi kosong hanya tersisa Noa dan Cruz.


" Apa ada syuting ?", tanya Noa.


" Ada", Jawab Cruz singkat.


Lift berhenti di lantai 8 gedung rapat yang tadi mereka pakai. Ada yang masuk ke dalam lift. Cruz langsung menarik mundur Noa ke dekat dinding lift dan dia di menempatkan Noa di belakang punggungnya. Seolah sedang menyembunyikan Noa dari pandangan mata orang lain. Noa diam saja tidak banyak protes.


Jay masuk bersama July dan timnya. July tersenyum melihat Cruz dan menatap penasaran pada seseorang di balik punggung Cruz.


" Yo Cruz. Sudah selesai?", Jay menyapa Cruz.


" Hai Jay. Sudah selesai dari tadi, aku ada urusan sedikit".


" Hai Cruz", July menegur lembut.


" Hai", Jawab Cruz acuh tak acuh. sebelah tangan Cruz memegang tangan Noa di belakang punggungnya.


"Hai, Noa", Jay sedikit melihat ke belakang punggung Cruz.

__ADS_1


"Hai Jay", Noa membalas sapaan Jay sambil sedikit mengitip dari balik bahu Cruz.


***


__ADS_2