
Noa menatap mangkok berisi sereal di depan wajahnya. Cruz tersenyum ke arah Noa dengan sangat manis. Saat ini mereka sedang duduk berhadapan di meja makan.
Noa balas tersenyum ke arah Cruz, mata Noa seperti berkata ' Kau menaruh racun ya di sini?'.
Cruz membalas senyuman Noa dengan berkata sangat lembut " aku membuat sarapan untukmu dengan penuh cinta", kata Cruz lebay.
" Haha ... Cinta ya... Terima kasih Cruz. Kau tidak sarapan?", tanya Noa mencari akal.
" Aku tidak terbiasa sarapan. Aku hanya minum kopi saja di pagi hari", Cruz mengangkat gelas kopinya ke arah Noa.
Noa mengangguk sambil tersenyum. Semua Crew dan kamera mengarah kepafa mereka berdua. Dengan terpaksa Noa menyuapi mulutnya degan satu sendok sereal yang sudah di siapkan dengan penuh cinta oleh Cruz.
Saat masuk ke mulutnya Noa bisa merasakan ada rasa asin yang teramat sangat dan juga rasa lada yang membuat Noa hampir terbatuk. Tetapi Noa menahan diri dengan terus mengunyah sereal itu.
" Bagaimana? Enak kan?", tanya Cruz.
" Hmmm..... ", Noa mengangguk lalu meneguk susu di gelas yang rasanya juga sangat asin.
Noa tersedak lalu terbatuk-batuk karena rasa asin susu di gelas itu. Cruz turun dari kursi dan mengambil air mineral di kulkas.
" Makannya pelan-pelan saja Noa", Cruz memberikan air itu ke Noa.
" Terima kasih", Noa meneguk air itu sampai setengah.
' Awas saja kau Cruz... Akan ku balas kau nanti', batin Noa.
" Kau tidak ingin mencoba?", tanya Noa menawarkan.
" Tidak untukmu saja. Aku tidak biasa sarapan pagi", kata Cruz lagi.
Dengan terpaksa Noa menyuapi sedikit sereal ke mulutnya lagi dan memaksa diri mengunyah makanan itu.
"Jadi hari ini kita mau ke mana?", tanya Cruz.
" Hari ini kita harus mengambil foto prawedding kita lalu kita harus belanja beberapa barang dan emm.. Apa yang akan kau lakukan hari ini?", tanya Noa.
" Hari ini aku ada sedikit pekerjaan, kau mau ikut?", tanya Cruz.
" Baiklah, aku akan menemanimu", jawab Noa. " Kalau begitu aku mandi dulu", Noa mengambil kesempatan untuk menyelamatkan diri dari sereal sampah itu.
Cruz tersenyum. " Baiklah... Mari kita bersiap", Cruz menyetujui.
***
__ADS_1
Sepanjang hari itu banyak sekali kegiatan yang mereka berdua lakukan. Mengambil hasil foto prawedding, lalu berbelanja. Mereka membeli beberapa keperluan rumah tangga seperti orang yang benar-benar baru menikah.
Setelah semua kegiatan itu mereka akhirnya makan siang bersama.
" Aku ingin makan burger", kata Noa sambil membolak balik buku menu.
" Aku juga. Double chese", pesan Cruz.
"Ya double chese", Noa menyetujui.
" Kenapa tadi kamu membeli tenda?", tanya Noa pada Cruz selagi mereka menunggu pesanan makanan datang.
" Rahasia", jawab Cruz santai.
Noa menyipitkan mata " aku ingin tahu", paksa Noa.
" Tidak bisa. Tidak ada yang boleh tahu selain aku sendiri", Cruz tersenyum misterius.
" Kamu mau pergi berkemah tanpa aku ya?", Noa menuduh.
"Rahasia", Cruz tersenyum.
Makanan datang dan mereka menghabiskan makanan dalam diam sebelum pulang ke apartemen.
Sesampainya di apartemen, Cruz dan Noa mengeluarkan belanjaan mereka bersama-sama.
" Aku akan memasangnya di sini. Supaya kita bisa tidur bersama ", akhirnya Cruz menjawab pertanyaan Noa.
Noa terdiam sedikit kaget. Cruz ingat Noa pernah mengatakan bahwa dia tidak nyaman tidur berdua bersama Cruz di dalam kamar.
Sepanjang hari Cruz memikirkan apa yang harus dia lakukan agar Noa bisa nyaman bersamanya. Akhirnya Cruz memutuskan untuk membeli sebuah tenda dan memasangnya di ruang tamu agar mereka bisa tidur bersama saat syuting.
" Apa yang bisa ku bantu?", tanya Noa pada Cruz dengan senyum ceria di wajahnya.
Cruz menatap tangan kiri Noa yang masih di gips.
" Kau uraikan saja lampu hias ini ya", pinta Cruz.
" Siap", Noa melakukan yang di minta oleh Cruz.
Mereka berdua menghabiskan waktu syuting sore itu dengan memasang tenda dan menghias tenda mereka bersama-sama. Tapi keakuran itu hanya sementara karena pertengkaran mereka kembali terjadi besok paginya setelah syuting berakhir.
***
__ADS_1
" Kau memakai shower gel milikku kan", tuding Cruz pada Noa.
" Tidak... Jangan menuduh. Itu dosa tau", Noa mengelak.
Cruz memajukan badannya dan mengendus Noa dengan jarak yang sangat dekat. Perbuatan Cruz ini mmebuat wajah Noa bersemu merah dan jantungnya berdebar lebih cepat.
" Apa yang kau lakukan?", Noa mendorong Cruz menjauh.
"Aku bisa mencium wangi sabunku dari badanmu. Kau tahu berapa lama aku harus mengantri untuk membeli sabun itu?", Cruz melotot ke arah Noa.
" Berapa lama?", Noa bertanya benar-benar tidak tahu.
" 2 bulan lebih. Waahh kau... Memakainya tanpa perasaan", Cruz mengomel.
" isss.... Pelit banget sih. Make juga cuma dikit kok. Jangan pelit napa ", Noa misuh-misuh.
" Noa kau memakainya sampai sisa setengah. Arkhhh... ", Cruz gemas pada Noa. Ingin rasanya dia mencubit kedua pipi Noa sampai dia menangis.
" Dasar pelit. Lagian kau kemarin kenapa naruh garam di dalam sereal... Gila ya... Kalau aku keracunan gimana?", Noa mulai membahas masalah kemarin.
" Itu karena kau menyuruhku membersihkan rumah malam-malam. Kau lupa", Cruz menjawab tidak mau kalah.
" Tanganku sakit karena kau menyuruhku mencoba banyak sekali gaun pengantin itu. Sakit... Aku sedang sakit", Noa berdiri berhadapan dengan Cruz penuh emosi.
" Jadi sekarang main hitung-hitungan? Oke baik.. Mari kita lihat siapa yang akan menang", tantang Cruz terbawa emosi.
" Oke.. Siapa takut. Jangan menangis artis manja", Noa mulai mengejek.
" Manja? Hah... Dasar kecil depan belakang, oneng, kalai mikir suka lemot", balas Cruz.
"Ha ha ha... Kau kira kau sehebat itu artis sombong, egois, sok ganteng... MESUM", Noa membalas.
" Mesum? hah... Siapa yang mesum? Kau yang memakan bibirku dan membuka pakaianmu. wah... makanya aku tahu kau KECIL DEPAN.... BELAKANG", Cruz memegang dadanya dan bokongnya untuk mengejek Noa.
" Iiiiihhh dasar iblis... Awas saja kau. Hah", Noa membuang mukanya dan Cruz terus mengejek Noa dengan meniru apa yang di katakan oleh Noa.
" Awas saja kau besok. Hiiiihh", Cruz menirukan dengan gaya manja lalu Cruz membuang muka dan berjalan masuk menuju kamar. Mereka sama-sama membanting pintu kamar untuk menunjukan rasa emosi.
Hari-hari yang penuh teriakan dan pertarungan sengit di mulai. Siapa yang paling pusing? Tentu saja manajer Letu dam Manajer Nina. Siapa yang paling terhibur dengan kelakuan Noa dam Cruz? tentu saja Jay.
Jay mendapat laporan betapa tidak akurnya Cruz dan Noa mambuatnya tertawa sendiri saat meeting bersama July dan manajernya waktu itu. July sampai bertanya apa ada yang lucu sampai Jay tertawa seperti itu.
Jawaban Jay membuat July geram dalam balutan senyumannya.
__ADS_1
" Aku mengingat kejadian Cruz dan Noa pasangannya di acara Couple itu. Cruz menaruh garam di dalam sereal Noa dan Noa membuat Cruz membersihkan rumah semalaman. Aku tidak menyaka Cruz akan menjadi sekonyol itu. Aku yakin mereka akan akrab kedepannya".
***