My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Bertemu Christian


__ADS_3

" Aku akan membelikan toko baju untukmu", kata Cruz mantap.


Noa menatap Cruz dengan malas. " Gak usah aneh-aneh deh. Aku gak mau pergi, kamu kan tau aku gak suka keramaian", kata Noa masih menolak.


"Temani aku", Cruz mengintil di belakang Noa yang sibuk merapihkan ruang tamu setelah semua crew pergi.


" Gak.. Nanti di sana aku gak ada teman ngobrolnya. Trus kamu naik ke panggung", Tolak Noa lagi.


" Aku akan temani kamu sampai party selesai. Di sana ada Joy juga.. Ada teman-teman aku. Banyak deh", kata Cruz merayu.


" Gak ", Noa tetap menolak tanpa berpikir lagi.


Cruz berhenti mengikuti Noa, dia berpikir bagimana caranya agar Noa mau ikut ke party bersamanya.


" bagaimana kalau ikut ke party ku anggap sebagai pekerjaan. Melunasi hutang", kata Cruz.


" Gak mau", Noa tetap keras kepala.


" Hutang 2 bulan lunas", tawar Cruz sambil duduk di sofa.


Mendengar kata 2 bulan Noa langsung berbalik ke arah Cryuz dan duduk di sebelah Cruz.


" Benar hutang 2 bulan?", tanya Noa memastikan.


" Yaa.. Hutang 2 bulan. Akan ku cap semua kotak di bukumu itu", kata Cruz.


" Baiklah aku ikut", Jawab Noa bersemangat.


" Oke... Setuju", Cruz senang.


***


Dan ini menjadi penyesalan Noa. Dia terlalu tergiur dengan bujuk rayu Cruz.


Sekarang dia berdiri di tengah-tengah party yang di penuhi keglamoran dan banyak orang yang dia tidak kenal sama sekali.


Noa melihat berkeliling mencari sosok Cruz yang tadi sedang di tarik temannya. Katanya sedikit ada urusan.


Noa kesal karena Cruz meninggalkannya sendiri di meja bar itu. Seharusnya saat ini dia sedang tidur dengan nyenyak di kamarnya.


Seseorang menghampirinya. " Halo nona.. Sendirian saja? Boleh aku duduk di sini?", suara berat itu berbicara.


Noa menoleh dan menemukan Christian berdiri di sana tampak gagah dan tampan. Membuat Noa sedikit kagum.


" Oh ya silahkan", Noa menjawab ramah. " Kamu datang ke party ini?", Noa bertanya sedikit heran.


" Ya, yang punya party ini adalah temanku. Kami rekan bisnis lama", jawab christian. "Whisky", Christian memesan minuman ke bartender.


" Ooohh... ", Noa mengangguk.


" Jadi kamu dengan siapa ke sini?", tanya Christian pada Noa.


"Tadi dengan teman. Dia sedang pergi sebentar", jawab Noa.

__ADS_1


Christian mengangguk. "Oh ya aku sudah baca buku terbarumu. Nanti boleh minta tanda tanganmu di bukuku?", tanya Christian.


Noa tertawa. " Untuk apa? Kau bahkan punya nomor telponku", canda Noa.


Christian tertawa " Benar juga ya. Lebih baik aku minta foto bersamamu", kata Christian.


Noa tersenyum mendengar christian yang membalas candaannya.


" Oh ya ada satu hal yang aku penasaran. Kenapa dulu kamu menyiramku dengan cendol?", tanya Christian. .


Noa menatap Christian dengan wajah kaget karena pertanyaan tidak terduga itu. Lalu dengan salah tingkah Noa menatap Christian.


" Emm... Hahaha... Aku tidak sengaja", kata Noa malu.


Christian mengerutkan keningnya tidak percaya.


" Bisakah kita tidak membahas itu. Aku malu", bisik Noa pelan membuat Christian tersenyum penuh arti.


" Baiklah aku tidak akan membahasnya lagi. Tapi beritahu aku dulu kenapa?", tanya Christian lagi.


" Baiklah aku pergi saja", Noa turun dari kursinya. Dia tidak sanggup memberitahukan Christian kenapa kejadiN itu bisa terjadi. Jika Christian tau, mungkin di akan menganggap Noa adalah wanita paling aneh dan paling pede yang ada di muka bumi ini.


" Okee.. Fine.. Aku bercanda", Christian menahan lengan Noa.


Noa tersenyum canggung lalu kembali duduk di kursinya. " Terima kasih", kata Noa.


" Bisakah aku menghubungimu mulai sekarang?", tanya Christian.


" Ya.. Kita kan teman Christian. Kau boleh menghubungiku", jawab Noa lebih rileks.


Noa menyambut ulurab tangan itu lalu tersenyum. Mereka bersalaman seperti dua orang yang baru saja berkenalan. Setelah itu obrolan mengalir begitu saja seperti air.


***


Cruz gelisah di tempat duduknya. July berdiri di sampingnya menahan lengan Cruz.


Dia bisa terjebak di sini karena salah satu temannya menyeretny ke sini untuk tamu khusus VIP. Dan rasa bersalah menyerangnya karena meninggalkan Noa sendirian di bawah.


" Aku harus pergi ", Cruz melepas tangan July.


" Kamu mau ke mana Al. Kita di sini saja", tahan July.


Cruz menghela nafas, lalu memalingkan wajahnya ke jendela. Cruz melihat Noa di sebrang kolam duduk di meja bar, tapi dia tidak sendirian. Noa bersama seorang pria dan tampak tertawa bahagia. Cruz menyipitkan matanya berusaha melihat lebih jelas.


" Sial, baru di tinggal sebentar sudah ada lalat saja", Cruz mengoceh sendiri.


" Ada apa Cruz?", tanya July tidak mendengar perkataan Cruz tadi.


" Tidak, aku harus pergi. Kalian bersenang-senanglah sendiri", Cruz berkata pada July dan teman-temannya.


" Kau mau ke mana?", Gilli bertanya.


" Aku harus menyelamatkan bulan", jawab Cruz asal lalu menegak habis minumannya dan berdiri.

__ADS_1


July ikut berdiri berusaha menahan Cruz. " aku ikut denganmu Al", Kata July.


Cruz memijat kepalanya " Terserah kau", lalu dia pergi meninggalkan tempat itu, July berjalan di sampingnya.


Cruz berjalan keluar ruangan dan memutari kolam renang hendak menghampiri Noa.


" Kamu mau ke mana Al? Aku agak pusing", July mengeluh.


Cruz tampak tidak peduli pada keluhan July. Cruz mendekati Noa yang sedak tertawa karena lelucon yang di ceritakan oleh Christian.


Ada rasa kesal di hati Cruz karena Noa bisa tertawa bersama orang lain sedangkan bersama Cruz Noa tidak pernah tertawa selepas itu.


" Noa ", Cruz memanggil.


July memutar bola matanya dengan kesal saat menemukan Cruz datang hanya untuk mencari Noa.


Noa berbalik dan menemukan Cruz di sana. " Oh hai. Kamu sudah kembali", Noa berkata lalu tersenyum pada July.


" Iya sudah ", Cruz menjawab tapi matanya menatap Tian.


Tian tersenyum ke arag Cruz, tidak menyangka bahwa teman Noa adalah seorang superstar.


" Cruz kenalkan ini temanku, teman sekolah dulu namanya Christian. Tian ini Cruz dan July", Noa saling memperkenalkan mereka.


Christian menjabat tangan July lalu Cruz.


" Christian wijaya", Tian memperkenalkan diri.


" Cruz, sahabat karib Noa", Cruz memperkenalkan diri dengan menekankan kalimat terkahir dengan mantap.


Tian hanya tersenyum tapi tidak melepaskan genggamannya pada Cruz begitu juga sebaliknya.


" Aku juga temannya sejak dulu", Tian tidak mau kalah.


Cruz tersenyum " Aku bersamanya setiap hari", Cruz tidak mau kalah.


" Aku bahkan tau pelajaran dan makanan kesukaannya ", Tian tidak mau kalah.


July menatap heran dengan kedua pria di hadapannya itu. Jelas- jelas mereka sedang bertengkar karena seorang Noa dan mengabaikan July si jelita yang berdiri di hadapan mereka.


" Guys...", Noa memanggil melihat ketegangan di antara mereka. Tapi mereka tetap saling melotot.


" Oke Guys.. Kita sudahi perkenalannya ya", Noa memisahkan tangan mereka.


Tian tersenyum pada Noa sedikit malu karena sifat kenak-kanakannya barusan.


Sedangkan Cruz tampal cuek bebek. Tidak peduli pada lingkungan sekitar.


" Al ayo kita kembali ke ruang VIP saja", July mengandeng tangan Cruz.


Noa yang melihat itu hanya bisa terdiam. Jantungnya seperti berdenyut nyeri saat melihat July bersama Cruz.


Cruz menarik tangannya dari July. Lalu melihat Noa.

__ADS_1


" Noa ayo kita pulang", ajak Cruz.


***


__ADS_2