My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Melepaskan Stres


__ADS_3

Noa terbangun karena suara gemerisik di dekatnya. Cruz masih tidur di sampingnya. Mereka saat ini berada di sofa ruang tamu.


Noa melihat berkeliling dan beberapa crew variety show ada di sana. Menunggu mereka bangun dengan kamera menyala.


Noa sedikit nge-lag, memikirkan apakah ini hari syuting atau bukan. Dan setelah beberapa detik dia sadar bahwa hari ini adalah jadwal syutingnya bersama Cruz.


Noa bangun dari tidurnya dan mengucapkan selamat pagi ke arah kamera.


" Selamat pagi", Sapa Noa dengan suara serak karena ngantuk.


Noa lalu melihat Cruz yang masih tertidur tenang. Saat ini sudah jam 8 pagi dan mereka tertidur selama itu.


Noa mendekati Cruz dan membangunkannya pelan. Menggunakan jari telunjuknya Noa menusuk pipi Cruz pelan.


" Cruz bangun. Hari ini kita syuting", Noa sedikit berbisik.


Cruz membuka matanya sedikit melihat Noa. " syuting apa?", Cruz bertanya setengah mengantuk.


" Syuting couple star", Noa masih berbisik. Noa tidak ingin staf mendengar perbincangan mereka.


" Ah... Iya. Kalau begitu peluk aku. Kita harus beradegan mesra kan", kata Cruz pelan.


Noa mendengus. " Tidak akan. Ayo bangun".


Cruz tersenyum, lalu dia bangun dan duduk melihat ke arah kamera. Cruz berdiri dan berjalan menuju dapur sedangkan Noa sibuk membuka jendela.


Cruz menyerahkan gelas berisi air hangat kepada Noa. " tidurmu nyenyak? ", Cruz bertanya basa-basi.


"Ya.. Seharusnya tadi malam kita tidur saja di tenda", Kata Noa sambil mengucek matanya.


"Hari ini apa yang ingin kau lakukan?", tanya Cruz.


Noa berpikir sejenak. " Emmm... Aku sedang memikirkannya. Bagaimana jika kita naik wahana?", tawar Noa.


" Wahana apa maksudmu?", Cruz tidak paham.


" Ada deh", No menatap Cruz dan tersenyum penuh arti.


***


Tidak banyak orang di wahana itu karena sudah di siapkan untuk keperluan syuting. Cruz dan Noa berjalan dengan bergandengan tangan masuk ke dalam area itu.


Senyum di wajah Cruz menghilang saat menatap wahana yang di maksud Noa.


Cruz menatap orang-orang yang berteriak di atas salah satu wahana histeria. Dan masih banyak wahana lainnya di sana.


Cruz menghela nafas dan berbalik badan hendak kembali ke pintu masuk tetapi Noa menahan bahunya.


" Mau ke mana?", tanya Noa datar.


"Noa sepertinya aku tidak bisa naik wahana-wahana ini karena sakit usus buntuku kambuh", kata Cruz sambil memegang perut bawahnya sebelah kiri.


Noa tersenyum simpul mendengar kebohongan Cruz.

__ADS_1


" usus buntu di sebelah kanan Cruz", kata Noa.


Cruz terdiam " Ah..hahaha yaaa.... Aduh...", Cruz memindahkan tangannya ke area perut sebelah kanan bawah.


" Ayoo..... kita harus melepas stres hari ini", Noa menyeret Cruz tanpa perasaan.


Wahana pertama yang mereka naiki adalah bombom car lalu rumah miring setelah itu menaiki komedi putar. Awalnya semua terlihat menyenangkan bagi Cruz sampai Noa membawanya ke wahana halilintar.


Di sana Cruz hanya bisa berteriak dan berusaha terlihat cool. Lalu meniki wahana kora-kora. Noa begitu bersemangat, sedangkan Cruz kakinya sudah bergetar hebat. rasanyandia ingin menyeret Noa untuk pulang.


Cruz terduduk di kursi dan tertunduk lemas. Noa yang mendapati wajah Cruz pucat pasi langsung sadar akan keadaan.


Noa memberikan Cruz minum air putih. " kamu tidak apa-apa?", tanya Noa.


" Noa sepertinya isi perutku akan keluar sekarang", jawab Cruz tanpa melihat Noa.


Noa merasa bersalah " Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kamu tidak bisa menaiki wahana-wahana ini", kata Noa sambil mengusap punggung Cruz menenangkan.


" Aku bisa. Hanya saja aku belum sarapan jadi tidak kuat untuk menaiki wahana-wahana ini", Cruz beralasan.


Noa tersenyum mendengarkan pembelaan diri Cruz. " Ya sudah. Kalau begitu kita pulang saja bagaimana?", Noa menawarkan.


Cruz mengangkat wajahnya melihat Noa yang tampaknya sedikit kecewa. "Tidak kita berkeliling saja dan naik wahana yang lebih ringan", jawab Cruz tidak mau mengecewakan Noa.


" Baiklah. Ayo kita naik bianglala", ajak Noa pada Cruz.


Cruz tersenyum mengiyakan. Mereka lalu menaiki wahana yang di inginkan Noa.


***


Wawancara Cruz.


PD: Cruz bisakah kau menceritakan perasaanmu selama bersama Noa 3 bulan ini?


Cruz: Sudah 3 bulan ya? Rasanya menyenangkan. Awalnya aku merasa aneh karena bersama Noa selama 48 jam. Tapi lama-lama aku mulai terbiasa bersamanya.


PD: Apakah ada sesuatu yang membuatmu senang bersama Noa?


Cruz: Ya tentu saja. Dia selalu menebarkan keceriannya di dekatku. Aku suka itu.


PD: Apa kau menyukainya?


Cruz: Hmm.. Aku suka padanya.


Wawancara Noa.


PD: Noa bagaimana perasaanmu selama 3 bulan ini bersama Cruz?


Noa:Hmm.. Awalnya aku sedikit canggung tetapi dia sangat baik padaku jadi aku merasa dia menerimaku dengan baik.


PD: Apakah ada sesuatu yang membuatmu senang bersamanya?


Noa: Ya... Dia sangat baik, sangat lucu dan sangat bersahabat. Aku betah berada di dekatnya.

__ADS_1


PD: Apakah kamu menyukainya?


Noa: ( berpikir sejenak) Tentu saja. Dia sahabatku


" Cut", teriak crewe mengakhiri sesi ini.


Damar mendekati Noa selesai syuting dan mencolek bahu temannya itu.


" Hei Noa, bagaimana rasanya tinggal bersama superstar selama 3 bulan?", Damar mulai menggoda Noa.


" Diam kau. Kapan acara ini akan berakhir?", Noa menatap Damar.


"Season pertama akan selesai 3 bulan lagi. Lalu kita akan merancang season kedua", kata Damar.


" Tidak. Cukup season satu saja", Noa menolak.


" Ck.. Kan sudah ku bilang. Ini bagus untuk karirmu. Eh ngomong-ngomong kemarin ada yang paket bunga besar di kantor untukmu", kata Damar.


Noa melihat ke arah Damar " Dari siapa?", tanya Noa.


" emm.. Tunggu aku lupa namanya", Damar berpikir. " Kris...eh Karmen.... Kri...", Damar berusaha mengingat nama pengirim bunga.


"Christian?", tebak Noa.


" Ya itu. Kau sudah punya pacar ya?", tanya Damar.


" Bukan. Dia teman SMAku dulu dan juga dia penggemar novel-novelku", kata Noa.


Damar mengangguk " Baiklah. Ingat ya selama selama 3 bulan ini jangan terlibat skandal percintaan apapun. APAPUN", Damar mengingatkan.


" Iya aku mengerti ", jawab Noa pada Damar.


"Baguslah.. Kau sudah menerima gajimu kan. Traktir anak kantor dong", kata Damar.


"Sialan. Kau menyebarkan gosip aku menerima gaji daei varietymu ya?", Noa mencubit pelan legan Damar.


Danar terkekeh " Namanya juga teman", kata Damar lagi lalu bergegas kabur sebelum Noa melakukan ulti padanya.


Noa hanya bisa menggeleng kepala, kalau sudah begini Noa harus ke kantor dengan sembunyi-sembunyi. Kalau tidak mereka akan menyeretnya ke restoran paling mahal yang ada di tanah air.


Itu adalah kebiasaan turun temurun. Bahkan editor Ying tidak luput dari tradisi itu.


Cruz menepuk pelan bahu Noa. "Hei ayo kita pergi ke party temanku", ajak Cruz.


Noa menatap Cruz seperti tidak berminat. " Tapi aku tidak di undang", kata Noa.


"Aku yang mengundangmu", ajak Cruz lagi.


" Tapi aku tidak punya baju", Noa mulai mencari alasan.


" Aku akan membelikan toko baju untukmu", jawab Cruz mantap.


***

__ADS_1


__ADS_2