
Cruz terbangun karena teriakan wanita tepat di sebelahnya. Cruz melihat kearah wanita itu dengan mata sangat mengantuk, dia ingin kembali tidur. Baru kali ini dia bisa tertidur dengan nyenyak tanpa mimpi apapun.
" Ada apa? Kenapa teriak-teriak di pagi buta sih ?", Cruz melihat ke arah Noa yang menutupi badannya dengan selimut hotel.
" Kau ... Kau siapa? Kita di mana? Kenapa kita di tempat tidur yang sama dengan keadaan begini? ", wajah Noa tampak pucat karena bingung dan ketakutan . " Kau... Kau... dan aku tidak terjadi hal yang aneh kan ?", Noa bertanya setengah berteriak.
Cruz melihat Noa dengan heran. Gadis ini tidak ingat apa yang mereka lakukan semalam? Cruz berpikir lalu duduk sembari menarik selimut tipis yang lain untuk menutupi dirinya.
Saat ini Cruz tidak memakai baju tetapi memakai celana panjang yang semalam dia pakai. Dia selalu tidur tanpa menggunakan baju, itu adalah kebiasaan. Sedangkan Noa, dia memang hanya menggunakan **********. Dan tentu saja itu bukan salah Cruz.
Dengan wajah jahil Cruz bebricara tenang " Kau lupa sama yang terjadi tadi malam? Aku bahkan masih ingat suara rintihanmu semalam". Perkataan ini tentu saja membuat Noa panik dan bingung.
Noa kebingungan mendengar perkataan Cruz, tampaknya masih mencerna apa yang sedang dibicarakan Cruz.
" Lupa? Mau aku segarkan lagi ingatanmu ? ", Cruz berkata sambil memajukan badannya hendak mencium Noa.
Dengan refleks Noa menggulingkan badan beserta selimutnya menghindari Cruz sambil berteriak. Noa jatuh ke lantai dan berusaha menghindari Cruz sampai ke sudut ruangan. Cruz sangat amat terhibur dengan apa yang di lakukan Noa, melihatnya berakrobat sangat menyenangkan bagi Cruz.
" Dasar gila. Jangan macam-macam sama aku dan pakai bajumu. Dasar mesum ", Noa marah-marah sambil mencaci maki Cruz dan menenggelamkan wajahnya ke dalam selimut tebal.
Cruz tertawa terbahak-bahak. " Hei wanita bulan. Tidak ada yang terjadi di antara kita", Cruz turun dari tempat tidur dan mengambil bajunya di lantai.
"Kau seharusnya berterima kasih aku membawamu ke sini. Dan kau berhutang padaku", Cruz berkata sambil memakai bajunya.
" Kenapa aku berhutang padamu? Kau bahkan tidak bisa di percaya. Kau melakukan apa padaku?", Noa menatap tajam dari balik selimutnya.
Cruz datang menghampiri gundukan Noa dan berjongkok di depannya. " Coba ingat-ingat lagi apa yang kau lakukan semalam", Cruz menatap matanya.
Noa diam berusaha memutar balik isi kepalanya untuk mengingat kejadian malam tadi. Inilah kekuatan alkohol, membuat semua orang hilang ingatan sementara.
Noa tidak menemukan apapun dari isi memori kepalanya. Cruz tersenyum dingin dan mulai mengingatkannya.
" Kau, muntah di baju dan mobilku", jelas Cruz dingin.
__ADS_1
"Apa? Aku muntah?", Noa setengah berteriak.
"Ya.. Semua isi perutmu", lanjut Cruz kejam.
Noa terbengong-bengong. Sungguh memalukan baginya, muntah di baju orang yang tidak di kenalnya. Jim dan Ran benar-benar tidak mengantarnya kali ini. Awas saja kalau ketemu makinya di dalam hati.
" Emm.. Maafkan aku. Jadi berapa banyak aku harus mengganti rugi?" tanya Noa .
" Emm puluhan juta. Mengingat baju itu adalah milik sponsor dan biaya pembersihan mobil sangat mahal. Aku harus mangakumulasinya dulu", jawab Cruz sambil berdiri.
" Apa? Puluhan juta? Kau ingin memerasku?", Noa berteriak tidak percaya
Cruz mengorek-ngorek kupingnya karena Noa terus berteriak. " Jangan teriak-teriak, kupingku sakit", kata Cruz pada Noa.
"Tunggu, kenapa aku tidak menggunakan baju? Kau melakukan sesuatu padaku?", tanya Noa galak.
" Aku? Haha tidak mungkin. Kau yang menggodaku wanita bulan. Kau yang berusaha menggodaku. Untung aku tidak tergoda", Cruz mencibir ke arah Noa.
" Aku? Tidak mungkin. Aku tidak begitu", balas Noa.
Noa tetap menatapnya dari balik selimut itu. Berusaha mencari kebohongan dari wajah Cruz. Tapi tidak menemukan apapun di sana.
Cruz berjongkok di depan Noa. " Jangan coba kabur karena kita pasti akan bertemu".
Noa menatapnya dengan galak sambil terus merapatkan selimut ke badannya. Cruz maju ke arahnya dan bebisik ke telinga Noa.
" Aku suka kupu-kupu biru di pinggangmu", katanya sambil tersenyum penuh arti membuat mata Noa terbelalak.
Cruz lalu pergi meninggalkan Noa sendiri di kamar hotel mewah itu.
***
Noa duduk di ruang tamu rumahnya sambil mengigit kuku jempol tangannya, dia berusaha mengingat apa yang terjadi malam tadi.
__ADS_1
"Arrkhhh.... Apa yang sudah ku lakukan. Dasar bodoh", Noa malah berakhir uring-uringan karena tidak menemukan potongan memori itu.
Noa mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Jim. Deringan ke empat pria itu mengangkat telepon.
" Hmm... Aku mengantuk. Ada apa?", katanya dengan suara serak.
" Jim... Teganya kau tidak mengantarku pulang. Aku bersama pria yang tidak ku kenal. Kenapa kau begitu padaku", Noa marah-marah tanpa basa basi.
" Noa... sepertinya ingatanmu belum kembali. Banyaklah minum air putih. Aku ngantuk, ku tutup teleponnya ya", kata Jim sambil menguap.
" Jimmm. . . jelaskan dulu", teriak Noa lagi.
" Oke... Fine. Dengar ya gadis sumbu pendek. Kau minum bersama pria itu, dia adalah Cruz teman dari Ran dan Cleo. Kau menghabiskan isi botolnya tanpa malu-malu daaaann... Kau terus mengoceh tentang artis yang pernah menolak bermain dalam dramamu. Namanya Cruz crush crak.. Dan yang kau maksud adalah pria itu. Cruz baby... Cruz", Terang Jim tanpa saring.
Noa membuka mulutnya seolah tidak percaya dengan cerita Jim. Kejadian itu sudah lama sekali, kenapa harus di ungkit terus oleh mulutnya. Itulah salah satu alasan Noa benci berteman dengan selebriti, karena pernah di tolak.
"Lalu kenapa kau tidak mengantarku pulang?", Noa masih berusaha menyalahkan Jim.
" Inilah aku benci kalau kau minum. Kau akan lupa segalanya. Noa kau bersikeras mau pulang bersama Cruz. Tolong kau kumpulkan kepingan memorimu dan jangan ganggu aku", Terang Jim dengan nada galak lalu mematikan telepon.
Aku terdiam mendengar perkataan Jim. Saat itulah sebagian memoriku kembali. Aku ingat malam tadi.
" Hei aku ingin muntah", Noa berkata pada Cruz.
" Jangan... Tidak jangan di mobil ini. Noooo....", Cruz berteriak ribut. Tapi semua isi perut Noa sudah berada di luar.
Mengingat itu Noa langsung terduduk dengan isi kepala yang kosong dan merasa nyawanya seperti sedang di tarik keluar. Wajahnya merah padam. Pria itu tidak berbohong, dia merayu pria itu. Mengoceh tidak jelas tentang kisah cinta dan kebohongan laki-laki.
Noa tertunduk menangisi kebodohannya. " Arkhh Noa Ryle Putri... Dasar bodoh.... Begooo..... Budak alkohol... Seputus asa apa sih kau sampe begitu... malu..... Aduh... ", Noa uring-uringan di lantai.
Noa seperti itu cukup lama. Merasa malu dengan kelakuannya sendiri. Dia tau saat minum alkohol dirinya suka rese tapi tidak mungkin melakukan hal yang buruk seperti ini.
Noa terduduk, kucing gembulnya memperhatikan kelakuan Noa dengan tatapan ' udah gila ya kau homan'.
__ADS_1
" Dia memang tampan, tapi kenapa aku bisa terpedaya. Dan lagi kenapa aku harus membuka bajuku di depannya. Ah dasar bodoh.... Aku bertobat tidak akan minum lagi... ", Noa bersimpuh di depan kaki mili kucingnya dan di tanggapi dengan malas oleh kucing gembulnya itu.
***