
Noa membaringkan kepalanya di atas meja kerjanya. Rasanya hari berlalu dengan lambat sekali. Noa melihat ponselnya, sudah jam 10 pagi tapi Cruz belum memintanya bekerja seperti biasanya.
' Haah rasanya senang sekali tidak di ganggu oleh Ibilis ini', Noa membatin.
" Noa, hari ini kau ada angin apa ke kantor?", Tanya susi teman kantor Noa.
"Aku... Bosan di rumah. Jadi aku mencari angin sebentar", Jawab Noa jujur.
"Kalau aku jadi Kau, mungkin aku akan tidur sampai puas kalau punya waktu kosong", Deny menyahut dari kursinya.
"Ya... Aku sudah cukup tidur kok", Noa ingat dia tidur 7 jam kemarin di apartemen milik Cruz.
" Pakeet", seorang kurir bersuara dari arah pintu.
" Ya.. Atas nama siapa?",Deny berdiri dan menerima paket itu.
" Noa", Jawabnya.
Mendengar namanya di sebut Noa langsung duduk dengan tegak.
" Terima kasih", Deny menandatangani kertas itu. " Ini paketmu", Deny menyerahkan paket itu kepada Noa.
" Aku tidak memesan apa-apa. Dari siapa?", Noa mengguncang pelan kotak itu.
" Mungkin penggemarmu", jawab Susi ikut penasaran.
Noa mengambil Cutter dari mejanya dan membuka kotak itu. Teriakan Susi dan Noa membuat Deny terkejut. Editor Ying ikut keluar dari ruangannya.
" Ada apa?", tanya editor Ying.
Didalam kotak itu terdapat sebuah boneka dengan kepala yang hampir teputus. Yang membuatnya terlihat ngeri adalah darah yang sepertinya adalah darah ayam yang menempel pada boneka itu membuat Noa terkejut dan susi hampir muntah.
Rekan kerja Noa yang lain mendekat dan bergidik ngeri melihat kado itu. Secarik kertas kecil tertempel di dada boneka itu, tertulis dengan huruf cetak besar dan tebal.
" KAU MATI "
Noa melempar kotak itu ke lantai dengan wajah kesal lalu menatap Susi.
" Apa aku membuat kesalahan belakangan ini pada seseorang?", tanya Noa mengoreksi diri.
" Tidak mungkin. Kau malah kurang sosisalisai dengan orang. Siapa yang akan membenci anak kuper sepertimu", Susi berkata jujur.
" Betul. Jadi ada apa ini?", Noa berpikir.
Editor Ying menghampiri " Sudahlah jangan di pikirkan. Hei mbak tolong bersihkan sampah itu", Editor Ying menyuruh seorang OB untuk membersihkan kado menyeramkan itu.
" Mungkin ada penggemarmu yang iseng. Sudahlah jangan di ambil pusing. Mari kita makan siang. Aku traktir", Editor Ying menenangkan semua orang.
__ADS_1
Mendengar kata di traktir wajah suram langsung berubah menjadi bahagia. Noa berdiri dan mengambil tasnya.
" Ayo kita makan steak", Teriak Noa semangat.
" Ayoo...", di sambut bahagia oleh teman kantornya.
***
Cruz duduk di ruang tunggu ganti bajunya dan menemukan setumpuk makanan ringan dan minuman di atas meja. Sebuah Note kecil tertera di parcel itu.
" Untuk Kesayanganku Cruz. Semangat!♡"
Cruz menatap parcel itu saat Letu masuk ke dalam ruangan.
" Kakak apa kau menerima pemberian penggemar?", tanya Cruz.
" Tidak. Hari ini tidak ada penggemarmu yang menunggu didepan gedung", jawab Letu.
Cruz lalu teringat sesuatu. " Kakak apa kau juga yang menaruh boneka beruang kecil di atas rak bukuku di apartemen?", Tanya Cruz lagi.
" Tidak. Mungkin Tan yang menaruhnya di sana", Jawab Letu lagi.
Cruz lalu terdiam, tapi dia melupakan semua pikirannya itu dan melakukan semua jadwalnya seperti biasa.
" Setelah dari sini kita ada meeting kan?", Cruz bertanya.
" Ya. Setelah itu mari makan sop Iga sapi", ajak Letu.
Setelah semua pekerjaan dan makan malam mereka berakhir. Cruz mengambil ponselnya dan menelpon Noa. Wanita ini tidak pernah menelpon lebih dulu. Dia benar-benar tidak menyukai Cruz.
Seperti biasa setelah dering yang cukup lama, Noa baru mengangkat telponnya.
" Ya halo", Noa menjawab singkat.
" Kamu di mana?", Cruz bertanya tanpa basa basi.
" Di luar rumah", jawab Noa singkat.
" Datanglah ke tempatku, aku ada pekerjaan untukmu ", pintah Cruz.
Tidak langsung menjawab Noa sempat terdiam sebentar. "Cruz maaf sepertinya hari ini aku tidak bisa ke tempatmu", jawab Noa.
" Kenapa tidak bisa? Kau harus membayar utangmu kan", Cruz mengingatkan.
" Aku tidak bisa Cruz. Aku harus mengurusi mobilku dulu. Ban mobilku bocor. Sudah ya, nanti aku hubungi lagi", kata Noa cepat lalu menutup sambungan telepon.
Cruz menatap ponselnya. "Apa dia sedang mencari alasan? Wah wanita ini. Aku yang akan datang padamu gadis kecil", geram Cruz.
__ADS_1
***
Noa menatap mobilnya di parkiran dengan gusar. Dia baru saja selesai makan malam bersama teman kantornya dan sekarang dia tidak bisa pulang karena ban mobilnya bocor. Bukan hanya 1 ban tapi 4 ban yang bocor.
Noa menelpon bengkel langganannya agar mobilnya di derek dari kantor. Setelah itu Noa pergi untuk naik bus di dekat halte kantor.
Saat Noa turun dari taxi dan berjalan menuju rumahnya, Noa merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.
Noa berbalik dan memeriksa berkali-kali, tetapi tidak ada siapa-siapa di sana.
Karena paket yang sampai padanya beberapa hari lalu membuat Noa sedikit merasa takut tanpa alasan. Noa mengeluarkan payung lipat dari tasnya dan berjalan cepat agar segera sampai di pos security kompleksnya.
Tiba-tiba seseorang memegang pundak Noa dari belakang. Noa berbalik dan memukul orang itu dengan payung dan melakukan tendangan berputar yang menghantam tepat di lengan kiri orang itu. Lalu Noa berlari secepat mungkin.
" Ouch.... Noa sakit......!", orang itu berteriak kencang.
Noa menghentikan larinya saat mendengar suara itu.
" Cruz.. Apa yang kau lakukan di sini?", Noa mendekat lagi ke arah pria itu.
Cruz membuka topi dan maskernya untuk menunjukan wajahnya kepada Noa. Cruz memegang lengannya yang sakit.
" Apakah sakit?", Noa bertanya pada Cruz.
" Tentu saja sakit. Sejak kapan kau bisa tendangan berputar seperti itu?", Cruz bertanya kesal, seolah-olah dia mengenal Noa sudah sangat lama.
" Aku memang latihan bela diri sejak SD. Maafkan aku ya", Noa memijat lengan Cruz lalu berhenti dan memarahi Cruz balik. " Lagian sedang apa kau mengikutiku diam-diam seperti itu?", bentakan Noa membuat Cruz kaget.
Cruz salah tingkah " Aku hanya.. hmm... Aku hanya ingin memberi suprise padamu. Kalau tau aku akan dapat tendangan seperti ini, aku tidak akan melakukan suprise padamu",Cruz mengomel.
Noa menghela nafa melihat pria di hadapannya ini. " Ingat, jangan pernah membuatku kaget lagi. Paham?", Noa memberi peringatan.
"Yaaa... Tidak akan pernah", jawab Cruz masih memegang lengannya.
" Jadi ada apa kau ke sini?", Noa bertanya lagi.
" Aku .. Ingin makan es krim", sahut Cruz asal.
Noa melongo. " Kau datang jauh-jauh ke sini hanya untuk makan es krim?", Noa memastikan pendengarannya tidak salah.
" Ya... karena aku diet. Manajerku tidak akan memberikannya padaku. Jadi tugasmu sebagai asisten adalah belikan aku es krim", Cruz berkata meyakinkan. Seandainya Noa tau, di kulkas milik Cruz es krim dari berbagai merk nangkring di sana tanpa tersentuh.
Noa menggeleng karena alasan konyol tersebut. Noa lalu mengulurkan tangannya pada Cruz.
" Uang?", tanya Cruz mencari dompetnya ada di mana.
" Kunci mobil. Kakiku sakit kalau harus berjalan lagi ke minimarket", kata Noa kesal karena alasan konyol Cruz itu. Bagaimana tidak saat ini sudah pukul 22.00 dan dia mencari Noa hanya untuk makan es krim. Sudah gila ya artis satu ini.
__ADS_1
Cruz mengeluarkan kunci mobilnya, lalu mereka pergi bersama ke salah satu minimarket besar yang masih buka di jam segitu.
***