My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Pertengkaran


__ADS_3

" Noa ayo kita pulang", ajak Cruz.


Noa kaget karena Cruz mengabaikan July seperti itu. Noa merasa tidak enak pada July karena Cruz mengabaikan wanita cantik itu.


" Bro sepertinya temanmu menunggu. Lebih baik Noa pulang bersamaku saja", Tian memberikan solusi karena melihat situasi yang kurang bagus itu.


" Tidak. Dia datang bersamaku jadi harus pulang bersamaku", Cruz meraih tangan Noa dan menggengam tangannya.


July mendengus jengkel tapi berusaha menahan emosinya agar tidak meledak di hadapan Noa. Pada akhirnya July berbalik dan meninggalkan mereka di sana. July menahan kemarahannya sebelum dia lepas kendali dan menghajar Noa di depan Cruz.


" Kau lihat? aku akan pulang bersama Noa. Terima kasih sudah menjaganya beberapa menit", Kata Cruz dingin pada Tian.


Tian tertawa " Tidak masalah", jawabnya sedikit kesal pada Cruz. Lalu Tian melihat Noa " Nanti ku hubungi", Tian membuat kode seperti menelpon dengan jarinya pada Noa.


Noa tersenyum ramah. Cruz yang jengkel melihat interaksi mereka langsung membawa Noa keluar dari party itu. Cruz menggengam tangan Noa cukup kuat membuat telapak tangan Noa sedikit sakit.


" Masuk", kata Cruz dingin pada Noa saat di dekat mobil.


Lalu Cruz menutup pintu cukup keras membuat Noa sedikit kaget. Cruz duduk di kursi pengemudi dan membawa mobilnya dalam kecepatan yang cukup kuat. Noa yang takut meminta Cruz memelankan mobilnya.


" Cruz pelan-pelan", Noa berteriak pada Cruz.


Cruz memelankan mobilnya dan menghentikannya di pinggir jalan sepi.


" Kamu tadi tertawa genit sekali sama cowo itu", Cruz menuding.


" Gak biasa aja. Lagian dia teman aku kan. Masalahnya di mana", jawab Noa heran melihat Cruz tampak aneh.


" Hati-hati pada pria di tempat party seperti ini. Mereka berbahaya", terang Cruz berusaha sabar.


" Hah... ", Noa mendengus.


Cruz menatap Noa kesal karena tidak mendengarkannya " aku sedang memberitahumu", kata Cruz.


" Kalau mereka berbahaya kenapa kau meninggalkan aku sendirian? ", Noa meledak. " Kau berjanji padaku untuk tidak meninggalkanku di tengah party selebritimu yang megah itu, di tengah orang yang tidak aku kenal. Sedangkan kau pergi bersama kekasihmu bersenang-senang di ruang VIP? Kalau tahu akan begini, aku tidak akan ikut walaupun itu melunasi semua utangku padamu", Noa marah-marah.

__ADS_1


Tentu saja Noa sangat kesal pada Cruz, bagaimana tidak Cruz sudah berjanji tapi dia mengingkari. Noa benci keramian seperti itu. Tapi dia percaya bahwa Cruz tidak akan meninggalkannya. Dan ternyata Noa di tinggalkan sendiri 2 jam penuh di tempat yang dia tidak kenali itu.


Cruz tersadar akan kesalahannya. Cruz berusaha menenangkan Noa dengan permintaan maaf.


"Maafkan aku Noa, aku bersalah. Aku bersalah karena meninggalkanmu sendirian di sana", kata Cruz sambil menatap Noa.


Tetapi memang alam semesta tidak mendukung Cruz. Tiba-tiba saja ponsel Noa berdering, telpon masuk dari manajernya. Mamberitahukan terkait penguntit yang sudah di tangkap itu.


"Sejak kapan ?", tanya Noa.


" Sejak 2 minggu lalu. Apa Cruz tidak memberitahumu? Aku kira kau ingin tinggal bersama Cruz", kata Nina.


" Baiklah. Terima kasih infonya kak Nina ", Noa lalu menutup telpon.


Noa menatap Cruz sambil menghela nafas menenangkan diri. " Kenapa kamu tidak memberitahuku terkait penguntit itu Cruz?", tanya Noa pada Cruz.


Cruz terdiam seribu bahasa. Kebohogannya terbongkar sudah, rasa egonya untuk menahan Noa karena ingin membuat wanita itu menjadi miliknya ternyata membawa pertengkaran.


Noa semakin marah karena di picu pertengkaran mereka yang pertama tadi. Jika sudah begini, alasan apapun yang Cruz berikan pasti tidak akan mempan pada Noa.


"Dengan cara kau menyembunyikan fakta itu dariku. Kau tau betapa takutnya aku memikirkan bahwa penguntit itu masih berkeliaran. Aku takut dia akan mencelakaiku. Aku takut setiap ada paket yang muncul di kantorku. Aku takut setiap ada orang yang berjalan di belakangku", Noa meluapkan amrahnya. " Kau mungkin tidak takut karena 24 jam di jaga oleh bodyguardmu Cruz".


" Tapi aku harus melindungi diriku sendiri. Tidak ada yang mengikuti selama 24 jam untuk menangkap pisau yang mungkin akan di lempar ke kepalaku", amu Noa.


" Ya aku bersalah. Maafkan aku... Aku hanya... Ingin bersamamu lebih lama", kata Cruz lagi.


" Bukan seperti ini caranya Cruz. Aku.. tidak ingin percaya padamu lagi Cruz ", kata Noa lalu mengambil tasnya dan keluar dari mobil.


***


Rasanya jantung Cruz berdenyut nyeri karena Noa mengatakan tidak ingin percaya padanya. Selama ini Noa sudah membangun kepercayaan padanya dan Cruz merusaknya dengan keegoisannya.


" Noa.. Kamu mau ke mana", Cruz keluar dari mobil berlari menahan Noa berusaha berjalan cepat dengan heelsnya.


" Aku mau pulang ", Noa menahan tangisnya. Dia sangat kesal dan marah pada Cruz sekarang.

__ADS_1


" Ini sudah jam 2 malam. Aku antar pulang. Bahaya", Cruz menahan lengan Noa.


" Gak... Lepasin Cruz. Aku gak mau lihat kamu ",Noa mulai sesegukan.


Cruz menghela nafas. " Yaa.. maafkan aku. Tidak usah lihat wajahku. Pukul saja aku", Cruz menarik Noa untuk memukul dadanya.


Noa menarik tangannya dan mendorong Cruz agar menjauh darinya. Tetapi karena sedang marah Noa malah kehilangan keseimbangannya saat mendorong Cruz.


Dengan sigap Cruz menangkap Noa dalam pelukan lengannya dan membantu Noa berdiri dalam posisi sempurna.


Noa terdiam karena momen canggung itu. " Kau boleh marah dan mencaci maki aku tapi di dalam mobil. Ayo sekarang masuk ke dalam mobil", Cruz berkata pelan.


" Tidak. Aku tidak mau. Minggir aku mau lewat", Noa masih keras kepala.


Cruz mengangguk paham dan dalam gerakan cepat Cruz mengendong Noa di pundaknya. Seperti membawa karung beras. Noa merontah-rontah minta di lepaskan.


" Lepaskan aku... aku tidak mau", Noa marah-marah.


Cruz membuka pintu mobil dengan sebelah tangannya dan meletakan Noa di sana. Lalu mengunci mobil itu dari luar, Noa memukul jendela dari dalam dengan mengomel.


Cruz lari megintari mobil dan masuk lewat pintu pengemudi.


"Udah gila ya. Aku mau turun", Noa merontah berusaha membuka pintu mobil.


Cruz meraih tangan Noa dan menarik gadis itu mendekat ke arahnya. Cruz menatap tepat ke manik mata Noa. Entah mungkin karena alkohol yang di minumnya, Cruz melihat bibir Noa tampak manis seperti buah dan keinginannya untuk mencium Noa sangat kuat.


Cruz sudah tidak peduli jika Noa akan memukulnya dengan salah satu jurus taekwondo atau menendangnya keluar melewati kaca mobil. Yang Cruz tau saat ini hasratnya menginginkan bibir Noa sangat besar.


Noa yang tidak menduga Cruz menariknya mendekat hanya bisa terpaku. Lalu sepersekian detik berikutnya Cruz sudah mencium bibir Noa lembut dan dalam.


Noa terdiam. Membuat Cruz berpikir bahwa gadis itu tidak menolaknya, Cruz bisa merasakan hangatnya bibir Noa. Cruz juga bisa merasakan sedikit aroma alkohol dari mulut Noa.


Sensasi saat mencium Noa berbeda bagi Cruz. Rasanya seperti aliran darahnya berdesir sangat cepat dan masuk kembali ke Jantung. Adernalinya meningkat.


Tanpa sadar Cruz mendorong Noa sampai terpojok ke dekat jendela. Meraih tengkuk Noa dalam gengaman tangannya. Noa menahan dada Cruz dengan kedua tangannya. Tapi Cruz menarik sebelah tangan Noa dan menguncinya di sebelah kepala Noa.

__ADS_1


***


__ADS_2