My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
Persahabatan Yang di Manfaatkan


__ADS_3

" Aku ke sini untuk bertemu sahabatku. Benarkan Noa?", July menatap Noa sembari duduk di kursi yang di bawakan pelayan untuknya. Duduk di antara Noa dan Cruz.


Noa hanya terdiam , tidak tahu harus menjawab apa. Noa tidak bisa mengerti jalan pikiran July. Noa tidak pernah mengatakan pada July bahwa hari ini dia akan bertemu Cruz. Bagaimana July bisa tahu mereka ada di sana.


Cruz menatap Noa meminta penjelasan. Noa hanya menggelengkan kepala menandakan tidak mengerti apa yang terjadi.


" Darimana kau tahu aku ada di sini?", tanya Cruz.


" Manajer. Tapi aku sedang ada pekerjaan di sekitar sini. Aku sekalian mampir, aku cemas karena katanya kamu baru sembuh dari sakit Al ", jawab July sambil menatap Cruz tanpa meperdulikan Noa.


Cruz mendengus mendengar jawaban July. Cruz menatap Noa yang tampak diam tidak memberikan reaksi apapun.


" Noa apa yang kau lakukan bersama Cruz? ", July bertanya seolah-olah Noa mencuri permen kesukaannya.


" Aku... Sedang makan malam bersama Cruz. Ada urusan yang sedang kami bicarakan July", Noa menjawab sambil tersenyum.


" Oh begitu", July menjawab sok polos. " Kalau begitu aku akan memesan makanan juga. Kalian tidak keberatan kan aku bergabung?", tanya July.


Noa hanya tersenyum mengangguk, sedangkan Cruz hanya bisa terdiam. Semua rencananya untuk menyatakan perasaanya pada Noa secara resmi rusak karena kedatangan July.


July memesan makanan dari buku menu dan sebotol wine. Setelah Itu dia mengajak Noa ke toilet.


" Noa yuk kita ke toilet", ajak July.


" Ya", Noa berdiri dan berjalan bersama July menuju toilet.


Sampai di toilet Noa langsung bertanya. " Ada apa July?".


July menggengam tangan Noa erat. " Noa ini adalah kesempatanku bersama Cruz. Bolehkah kau meninggalkan kami berdua saja? Ku mohon?", pintah July penuh harap.


" Tapi... Kenapa aku harus pergi?", tanya Noa heran pada sikap July.


" Karena Cruz adalah cinta pertamaku dan aku mencintainya. Dan kau adalah sahabat kami, aku yakin kau bisa mengerti perasaanku. Aku mohon", July memohon pada Noa dengan wajah sedih.


Noa terdiam menatap genggaman tangan July. " Aku...", Noa sedikit ragu, lalu menatap mata July yang sedih.


" Aku.. Akan pergi", kata Noa berat hati.

__ADS_1


Raut wajah July berubah senang, " waah ... Terima kasih Noa. Kau memang pengertian. Sahabatku yang paling baik. Terima kasih", July memeluk Noa senang.


Setelah itu July keluar dari toilet meninggalkan Noa yang berdiri di sana dengan hati yang sedih.


Kenapa dia harus melakukan ini? Karena Noa merasa Julu terlihat lebih pantas bersama Cruz. Dan terlihat sangat jelas July masih mencintai Cruz sepenuh hatinya.


Noa menghebuskan nafas lalu, lalu berjalan keluar dari restoran itu menuju parkiran.


Noa duduk di dalam mobil dan merenung beberapa saat. Apakah ini sebuah kesalahan ? Apakah membiarkan July bersama Cruz adalah kesalahan?


Noa akan menyalahkan mobilnya ketika melihat Cru kekuar dari restoran itu denamgan wajah marah. July berjalan di belakangnya sambil mengoceh dan berusaha meraih lengan Cruz.


Noa memperhatikan mereka berdebat cukup lama di parkiran. Noa sedikit tercekat saat July memeluk Cruz sambil menangis. Cruz melepaskan pelukan July dan perdebatan itu berkahir dengan Cruz masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobil itu meninggalkan July yang menangis sambil memanggil Cruz.


Noa melihat July marah-marah sendiri sambil melempar tasnya ke tanah. Secepat itu air matanya berubah menjadi kemarahan. Seperti sedang bersandiwara.


Lalu July masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan parkiran.


Noa sendirian di sana, di dalam mobil. Merasa lucu pada dirinya sendiri ketika menyaksikan adegan itu. Mereka tampak seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar.


Seperti bulan dan bintang yang sedang bersanding di langit dan Noa adalah awan mendung yang datang menganggu sinar terang mereka.


" Noa apa yang sedang kau coba raih? Cinta sejati? Bodoh", ujar Noa pada dirinya sendiri. Lalu menangisi kebodohannya.


***


Cruz terus menghela nafas panjang. Pikirannya kalut karena kejadian kemarin sore. Noa pergi meninggalkannya di restoran. Mungkin dia marah karena kehadiran July? 


‘ Aah.. Apa yang harus aku lakukan?’, pikir Cruz. 


Waktu syuting variety show mereka tersisa dua kali lagi. 6 bulan terasa sangat cepat berlalu bagi Cruz, dan perasaannya pada Noa semakin dalam. 


Setelah 6 bulan ini mereka harus memperbaharui kontrak. Jika Noa menolak maka Cruz sudah tidak memiliki alasan lagi untuk bertemu dengannya.


‘ Mungkin aku harus menemuinya di rumah?’,Cruz mencoba berpikir. 


“ Hey Cruz, kau tidak fokus. Moon sedang menunggu penilaianmu”, Loco menyenggol lengan Cruz dan berbisik membuat Cruz kaget.

__ADS_1


“ Oh ya, maafkan aku. Maafkan aku. Bisa menyanyikan bagian itu sekali lagi”, Cruz meminta maaf.


“ Oke “, Moon mengulangi latihan pada bagiannya.


Saat mereka makan siang Loco berbicara pada Cruz. “ Kau ada masalah apa? sepanjang pagi ini kau sangat tidak fokus”.


“ Hanya sedikit masalah bersama Noa”, jawab Cruz sambil membuka botol yogurtnya.


“ Kalian bertengkar?”, Loco bertanya lagi.


“ Tidak, hanya saja saat aku hampir menggapainya, tiba-tiba July masuk di antara kami dan membuat kesalahpahaman”, Cruz menghela nafas panjang. “ Aku bingung, apa yang harus aku jelaskan pada Noa”, lanjut Cruz.


“ July? Kau harus mempertegas hubungan kalian Cruz. Kau tahu kan dari dulu dewi kecantikan CAIN itu tidak akan pernah mau mengerti apapun jika itu menyangkut kau”, kata Loco.


“ Aku sudah mempertegasnya. Tetapi tiba-tiba, entah bagaimana Noa bisa menjadi sahabatnya”,Cruz berkata bingung.


“ Sahabat? kau yakin ? Sejak kapan July memiliki teman di luar selebriti?”, Loco bertanya heran. 


Bisa dibilang Loco cukup lama mengenal July. Sejak awal July masuk ke hidup Cruz, Loco tau July bukan wanita yang tepat bersama Cruz. Tetapi kecantikan dan pesona July menutup mata sahabatnya ini. Loco senang karena sekarang Cruz sudah berubah. bisa melihat sisi lain Dewi kecantikan yang pernah dipujanya dulu.


Cruz hanya menggelengkan kepala tidak mengerti. Tidak mengerti pada sikap July yang seperti itu.


" Ah aku pusing.. apa yang harus aku jelaskan pada Noa", Cruz melepaskan sendok di tangannya.


"Katakan padanya kau menyukainya. Kau mencintainya", Loco memberi solusi simpel.


" Noa tidak segampang itu. 6 bulan aku berhasil meluluhkan hatinya untuk mempercayaiku. Sekarang terlihat seperti akan hancur semua usaha yang ku lakukan", kata Cruz mulai frustasi.


"Apa dia menyukaimu?", tanya Loco.


" Ya, aku rasa begitu", jawab Cruz yakin.


"Kalau begitu, kejar dia. Jangan lepaskan, lakukan usahamu lagi. Jadikan dia milikmu. karena hatinya sudah ada padamu", kata Loco menasehati.


Cruz menatap Loco penuh arti dan tersenyum senang karena nasihat sahabatnya itu. Cruz lalu memberikan tinjunya yang di balas Loco.


" Ma bro, kau memang terbaik", Cruz tersenyum senang, karena paham dengan apa yang di maksud Loco.

__ADS_1


***


__ADS_2