
Cruz terbangun dari tidurnya, sambil menutup mata tangannya mencari sosok Noa di sebelahnya. Gadis itu tidak ada di sana.
Cruz membuka mata dan duduk di pinggir tempat tidur lalu melihat berkeliling, Noa tidak terlihat di kamarnya. Apa Noa pulang sebelum dia bangun?
Cruz menyibak selimut tebalnya dan menemukan bercak merah di selimutnya. Cruz tersenyum, rasanya memang berbeda.
Cruz memakai celananya dan berjalan keluar kamar berharap menemukan sosok Noa di dalam rumahnya. Dan benar saja Noa sedang memasak sesuatu di dapur, memunggungi Cruz.
Cruz menatap punggung Noa, masih mengingat bagaimana wajah Noa saat berada di bawah kukungannya. Bagaimana saat Noa menyebut namanya ketika Cruz menyatu dengannya. Cruz jatuh cinta pada Noa, lebih dari apapun.
Hasrat Cruz kepada Noa masih sama besarnya seperti tadi malam.
Noa berbalik dan menemukan Cruz sedang menatapnya tanpa bersuara.
“ Hai, kau sudah bangun?”, tanya Noa saat melihat Cruz.
Cruz terus menatap Noa dan tersenyum saat wanitanya itu tersenyun kepadanya, entah kenapa Cruz seperti terhipnotis pada Noa.
“ Aku memakai salah satu bajumu karena bajuku tidak layak untuk dipakai lagi. Apakah baju ini boleh dipakai?”, Noa menatap Cruz. Noa memakai baju kaos Cruz yang kebesaran di badannya, jadi seperti daster untuk Noa.
Cruz berjalan mendekati Noa dan meraih wanita itu dalam pelukannya. Keinginannya untuk bercinta dengan noa lebih besar dari semalam.
Noa yang kaget pada sikap Cruz langsung terpaku.
“ Ada apa?”, tanya Noa.
“ Kau … pesonamu terlalu menggodaku”, kata Cruz.
“ Ha?”, Noa bingung. Saat Cruz menciumnya, sendok yang dipegang Noa langsung jatuh ke lantai. Noa belum siap dengan serangan pagi ini.
“ Cruz ini masih pagi”, kata Noa di sela-sela ciuman Cruz.
Cruz menatap Noa dan mengangkat Noa lalu meletakkannya di atas meja makan. “ Aku suka pagiku karena bersamamu”, jawab Cruz menatap Noa lalu membaringkan kepalanya di dada Noa.
Noa tersenyum dan memeluk Cruz, mengelus kepala prianya itu dengan lembut. “ Ya.. aku akan tersenyum untukmu di setiap pagi sayang”, kata Noa mengelus kepala Cruz penuh sayang.
Cruz semakin erat memeluk Noa. Rasa hangat dan nyaman yang tidak pernah Cruz rasakan sebelumnya sanggup diberikan Noa saat ini. Cruz suka menghirup aroma tubuh Noa. Aroma vanili yang memabukkan.
“ Cium aku”, kata Cruz manja.
Noa mengecup bibir Cruz penuh sayang. Lalu mengecup matanya, pipinya, hidungnya, dagunya dan berakhir di kening Cruz.
“ Jangan tinggalkan aku”, kata Cruz.
“ Aku akan selalu ada di sini Cruz”, Noa menjawab lembut membelai pipi Cruz.
__ADS_1
“ Aku lapar”, kata Cruz masih dalam mode manja on. Noa belum pernah melihat Cruz seperti ini sebelumnya.
“ Aku sudah buatkan nasi goreng, tidak pedas. Kalau kamu mau”, tawar Noa.
Cruz mengangguk. “ Sebelum itu aku ingin memakanmu”, kata Cruz membuat pipi Noa bersemu merah.
Cruz lalu mencium Noa dan membawa gadis itu kembali ke tempat tidurnya.
***
Cruz terus bersiul saat memasuki studionya. Tidak bisa menutupi wajah gembiranya. Setelah mengantar Noa pulang ke rumah, Cruz langsung menuju studio untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Cruz duduk dan langsung menulis sebuah lirik lagu di atas coretan kertas. Bersama Noa sepanjang malam dan pagi ini membuat Cruz memiliki ide untuk menciptakan sebuah lagu.
Liriknya berisi tentang wajah Noa saat bersamanya, lembut belaiannya dan pertanyaan Noa tentang apakah dia boleh jatuh cinta pada Cruz.
Cruz menciptakan lagu itu hanya butuh waktu 5 menit. Dia memberikan judul 'YOU' dan album yang belum di beri nama itu bertuliskan LADY.MOON.
Cruz tersenyum dan menelpon Letu. " Kak aku akana memulai syuting video klip. Mari lakukan meeting untuk penentuan konsepnya", kata Cruz.
***
Noa duduk di sofa dengan Milli di pangkuannya. Tadi pagi saat Cruz mengantarnya pulang, Noa di buat spaneng oleh kelakuan Cruz.
" Cruz, aku ingin bertanya sesuatu padamu?", tanya Noa sambil menatap Cruz.
"Semalam dan tadi pagi, apakah kita menggunakan pengaman?", tanya Noa menatap Cruz.
"Pengaman? Tidak", jawab Cruz santai.
Noa terbengong. " Are you serious?".
" Ya. . . kenapa? Apakah itu sebuah masalah?", tanya Cruz.
" Menurutmu?", Noa balas menatap Cruz.
"Bukan masalah. Kita sudah dewasa, kita bisa bertanggung jawab untuk apa yang kita lakukan kan?",kata Cruz mantap sambil mengelus pipi Noa saat berhenti di lampu merah.
" Tapi, aku tidak ingin itu akan menjadi skandal untuk karirmu sayang", kata Noa lagi cemas.
" Skandal ? aku tidak peduli. Orang akan tetap menyukaiku meski aku buruk rupa karena semua hasil karyaku bagus. Aku lebih suka orang yang menghargai karyaku di banding wajahku", jawab Cruz membelokan mobilnya ke perumahan Noa.
" Jika aku hamil? ", jawab Noa.
" Aku akan menikahimu. Ibuku akan senang mempunyai cucu, mungkin dia akan lebih menyayangi dirimu di banding diriku", ucap Cruz lalu menghentikan mobilnya di depan rumah Noa.
__ADS_1
Noa tersnyum menatap Cruz tidak mengerti dengan jalan pikiran pacarnya itu.
Cruz melepaskan seatbeltnya dan menatap Noa. "Jangan takut, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku mencintaimu lebih dari apapun. Aku lelah dengan duniaku sendiri dan saat kau datang... Aku tau aku menemukan dunia baru untuk hidupku", Cruz membelai wajah Noa penuh sayang.
Noa menghela nafas mengingat setiap perkataan Cruz, wajahnya bersemu merah karena senang.
" Tidak Milli, ini tidak benar. Tidak boleh seperti ini. Besok aku akan mengomelinya", Noa berkata penuh tekad.
Telpon berdering, Cleo menghubunginya.
"Noa, kau di mana? ", tanya Cleo.
"Aku di rumah. Ada apa Cle?", Noa penasaran dengan nada suara Cleo.
"Mari bertemu. Aku ingin bicara denganmu", kata Cleo.
"Baiklah", jawab Noa.
***
" Ini kau dan Cruz kan?", tanya Cleo memperlihatkan sebuah artikel.
Noa menatap artikel yang kali ini fotonya sangat jelas. Tidak blur sedikitpun, hanya Noa yang membelakangi kamera.
Di foto itu terlihat wajah Cruz seperti emosi dan berteriak ke arahnya. Noa ingat apa yang mereka bicarakan.
" Ya, itu aku", kata Noa.
" Apa kalian bertengkar?", Cleo penasaran.
"Ya kami sedikit berdebat tapi itu hanya keasalapahaman", jawab Noa dengan sedikit senyum.
" Jadi?", Cleo penasaran menunggu.
"Kami sekarang bersama Cle. Aku dan Cruz", kata Noa.
Cleo menatap Noa beberapa lama, lalu mengangguk. " Aku tahu, kalian pasti bersama", katanya.
" Ya. Apa ini aneh?", tanya Noa.
" Tidak Noa ini tidak aneh. Ran selalu mengatakan bahwa Cruz terlalu menyukaimu. Dia bahkan pernah bertengkar dengan Cruz karena terus berusaha mendekatimu", cerita Cleo.
Noa tersenyum " aku menyukainya Cle. Awalnya aku benci padanya, tapi entah bagaimana aku jadi begitu menyukainya", jawab Noa.
Cleo tersenyum pada Noa. "Ya Noa. Hanya saja aku ingin mengingatkanmu satu hal karena kau adalah sahabatku. Dunia Cruz adalah tempat yang kejam. Kalian harus bisa saling percaya dan tutup telingamu untuk semua hal yang kau dengar", kata Cleo.
__ADS_1
Noa terdiam. Cleo tidak pernah serius seperti ini sebelumnya. Jadi Noa hanya bisa mengangguk menyatakan bahwa dia mengerti.