
Jay meletakan stik PSnya di atas meja. Dia baru saja mengalahkan Teddy dengan skor yang sangat jauh.
" Ah.. Habislah uangku..", Teddy menyerahkan uang 100 ribu ke arah Jay.
Jay mengambilnya dengan bersiul lalu memasukannya ke kantong celana.
" Lain kali kita bermain dengan PS milikku. Aku tidak percaya alatmu", kata Teddy tidak terima.
Jay tertawa " Skillmu yang kurang di asah", ejek Jay.
" Sialan ", Teddy memaki Jay sambil tertawa. Baru sebentar Teddy membaringkan badannya di sofa, tiba-tiba seseorang membuka pintu dengan cukup kasar.
" Jay, aku ingin bicara denganmu, tentang kita", July berkata cepat saat melihat Jay tidak menyadari kehadiran Teddy di sana.
Teddy langsung terduduk dan melihat ke arah July sama seperti Jay.
July kaget melihat keberadaan Teddy di sana. Sedikit menyesal karena mengucapakan kata ' tentang kita'.
" Baiklah aku pergi dulu", Teddy hendak berdiri dengan enggan.
"Tidak perlu kak. Lain kali saja aku akan datang lagi lanjutkan saja aktivitas kalian", kata July lalu berbalik dan keluar ruangan dengan cepat.
Jay melihat ke arah Teddy yang kembali berbaring dengan santainya dan mulai mengomel. " Ck, pasti tadi pembincaraan penting. Kau membuatnya pergi", omel Jay frustasi.
" Haahh.... aku tidak mengusirnya. Sepertinya dia malu melihatku, wajahnya langsung merah padam. Apa dia melakukan kesalahan padaku?", Teddy menerka-nerka.
" Ck.. Tidak mungkin. Sana tidur di rumahmu. Kalian ini selalu datang dan tidur di kantorku. Semua tamuku jadi kabur",Jay masih mengomel.
" Kau cerewet sekali akhir-akhir ini. Sudah aku mau tidur di sini", Teddy membalikan badannya lalu mulai menutup mata .
Jay hanya bisa menggelengkan kepalanya. Lebih baik dia pergi meeting sebelum terlambat.
****
July menatap berkeliling seperti seorang mata-mata. Mencari kehadiran sosok Jay di sana. Tapi sosok yang di cari tidak muncul.
July menghela nafas lega. Jika Jay bertemu dengannya sekarang, pasti July akan kalang kabut karena Jay akan bertanya terkait apa yang akan July bicarakan kemarin.
Dua kata ' tentang kita' yang di ucapkan oleh July memberikan pengaruh padanya. Selama dua hari ini, setiap bertemu Jay rasanya mata Jay selalu mengawasi July.
__ADS_1
July kembali melanjutkan aksi menghindar dari Jay. Bukan tanpa alasan July melakukan itu. Hanya saja July tidak siap jika harus berpapasan dengan Jay, rasanya suasana akan menjadi canggung.
"Setelah ini jadwalku kosong kan?", tanya July memastikan.
" Seharusnya begitu. Tetapi CEO ingin bertemu denganmu. Makan malam bersama, sepertinya pembicaraab terkait persetujuanmu untuk debut keluar negri", Alfa menjelaskan panjang kali lebar membuat July terperangah.
" Kenapa? Kenapa harus makan malam?", July kelabakan.
Alfa menatap July heran. " Bukannya kebiasaan CEO kita memang seperti itu? Dulu kalian sering makan malam bersama kenapa baru bertanya sekarang?", Alfa bingung.
" Oh ya, benar. Kami sering makan malam bersama sebelumnya. Sepertinya aku menua lebih cepat dan melupakan itu", July pura-pura lupa.
Alfa mengangguk paham. " Mungkin kau sedang banyak pikiran", kata Alfa lagi.
" Ya.. Ya... ", July mengiyakan sambil pura-pura memijat kepalanya. " Eh... Apakah bisa di batalkan?", tanya July.
" Juuulyyyy.....", suara geraman alfa terdengar dari sela giginya.
" Yaa... Yaaa.. Aku akan pergi tuan Alfa... Aku pergi", July cepat-cepat menyetujui.
" Bagus...ayo ganti baju dan istirahat. Waktu tidurmu hanya3 jam dari sekarang", terang Alfa.
Dengan sigap July langsung berdiri dari kursinya dan berlari kecil ke ruang ganti. Tidur 3 jam adalah sesuatu yang luar biasa.
" Kak Alfa, jika aku tidak bangun saat kita sampai. Tolong gendong aku masuk ke dalam apartemen. Aku benar-benar lelah", kata July pada Alfa.
" Baiklah", jawab Alfa.
July menggunakan penutup mata tidur, memasang headset di telinganya. Instrument mengalun lembut membawanya dalam tidur yang tenang. July tertidur di dalam mobil dengan sangat nyenyak.
***
" Maaf karena aku merubah rencana makan malam ini", Jay berbicara pada Alfa yang berdiri di depannya.
" Tidak apa-apa, hanya saja July masih tertidur di mobil", Alfa menatap ke arah mobil sedikit cemas.
Ini jelas akan menjadi sebuah perkara. Seharusnya jam 8 malam janji temu ini tetapi tiba-tiba Jay merubah rencananya dan meminta Alfa untuk membawa July ke rumahnya.
" Aku akan mengurusnya. Kau pulang dan istirahatlah. Besok datang dan jemput July seperti biasa", Jay tersenyum pada karyawannya itu.
__ADS_1
" Aku boleh pulang? Benar bisa pulang pak?", Alfa tidak percaya. Baru kali ini dia di bebastugaskan dari kerjanya secara cuma-cuma. Akhirnya dia bisa bertemu dengan kekasihnya hari ini, betapa senang hatinya.
" Ya kau boleh pulang. Apa aku terlihat seperti bercanda?", Jay berkata lagi sambil membuka pintu mobil dan menatap July yang tertidur. Asisten July menatap Jay meminta di bebas tugaskan juga.
" Ya, kau juga boleh pulang", kata Jay lalu menggendong July dalam dekapannya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
" Jangan lupa bawa masuk semua barang July ke rumah", kata Jay saat melewati Alfa.
" Siap komandan", Alfa menjawab dengan senyum lebar di wajahnya.
***
July terbangun lalu menggeliat sambil merenggangkan badannya. Dengan kacamata tidur yang masih menutupi matanya, July dengan malas meraba-raba ke samping dan menyentuh sebuah bantal guling.
Pikirannya menyadari bahw saat ini dia terbaring di atas kasur. Mungkin Alfa membawanya kemari sesuai permintaannya. Pantas saja July tertidur dengan sangat nyenyak.
July berguling ke samping dan meraih bantal guling itu di pelukannya. Rasanya sangat nyenyak tidur siang ini. July memeluk bantak guling itu erat-erat.
Tapi bentar.....
July mengendus bantal guling itu, kenapa wanginya beda. July mengendus sekali lagi seperti kucing yang mencium wangi daging.
Seperti kenal wangi parfum ini batin July.
Untuk sementara otak July mencari sesuatu di kepalanya. Wangi siapa ya?
" Mau sampai kapan kamu tidur?", tiba-tiba suara Jay terdengar membuat July kaget dan langsung terduduk.
Dengan cepat July melepas penutup matanya. Di depannya ada seorang pria sosoknya tampak kabur karena mata July yang baru terbuka, lama kelamaan sosok Jay semakin jelas terlihat di matanya.
" Sudah bangun?", Jay berdiri memperhatikannya.
" Arrkhhh.... apa yang kamu lakukan di sini?", July berteriak kaget. Secara spontan menarik selimut menutupi badannya sampai ke leher.
" Aku sedang menunggumu bangun", kata Jay santai.
July menatap keliling ruangan dan menyadari bahwa dia sedang berada di kamar Jay. Interior maskulin khas Jay tampak di matanya.
July tergagap. Bagaimana bisa dia berada di kamar Jay, instruksinya sudah sangat jelas kepada Alfa. July ingin pulang ke apartemen. Rasanya July ingij menelpon Alfa sekarang dan memarahinya.
__ADS_1
"Mau sampai kapan kamu bengong? Ayo bangun. kamu tidur 8 jam ckckckck", kata Jay menggelengkan kepala lalu berjalan keluar kamar lebih dulu meninggalkan July yang terbengong.
***