My Annoying Superstar

My Annoying Superstar
CRUZ: Wanita Bulan 2


__ADS_3

Bir dan es batu yang banyak plis", Noa menyampaikan pesanannya.


Noa meneguk Bir di depannya tanpa perasaan. Seperti orang yang kehausan. Cruz meliriknya tetapi wanita bernama Noa ini tidak melihatnya sedikitpun, bahkan tidak melirik ke arah Cruz sama sekali.


" Jadi apa yang membuat kau sampai ingin bertemu si alkohol ini? Setelah Teler waktu itu dan menyusahkan kami semua kau tidak pernah minum lagi kan?", Jim bertanya sembari memberikan sebotol bir yang kesekian kepadanya. 


Cruz ikut mendengarkan sambil memainkan jari telunjuknya ke bibir gelas, sedikit tertarik. Saat ini Cruz sedang menjadi pendengar yang baik.


Noa menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. 


" Aku hanya mau rileks hari ini. Melepas penat walaupun ginjalku bakal rusak", tukas Noa. 


Jim tertawa dan Cruz ikut tersenyum samar. Setelah itu Cruz mendengar Noa bercerita banyak sekali kepada Jim. Terkadang Cruz tersenyum karena Noa memaksa Jim percaya bahwa dia bisa berbicara dengan bulan.


Cruz melirik dalam satu setengah jam Noa menghabiskan 4 botol bir. Cruz melihat Noa tampak lebih bersemangat, pipinya mulai memerah dan Jim mulai sering memberikan wanita itu air putih. Jim juga menyuruh Noa berhenti minum, tapi tentu saja wanita itu sangat keras kepala.


Cruz menuangkan whiskynya ke gelas. Lalu menaruh 1 butir es ke dalam gelasnya. Cruz melihat ke arah Noa, dia ingin tau apakah wanita ini benar-benar tidak mengenalnya atau hanya berpura-pura tidak peduli.


Cruz melihat Noa memegang botol ke empatnya yang sudah diminum setengah. Dia tampak cegukan. 


" Anda menginginkan sesuatu pak?", Jim bertanya kepada Cruz yang seperti baru terlihat oleh mereka.  Cruz menggeleng pelan sambil terus memperhatikan Noa. 


" Maaf apakah anda terganggu dengan wanita ini? Dia memang sangat berisik, maafkan kami", Jim buru-buru minta maaf karena Noa yang menurutnya berisik. 


Noa yang tekantuk-kantuk karena mabuk tiba-tiba mengangkat kepalanya. Jim melihatnya dengan tatapan mata 'awas kau kalau buat keributan'


" One Shoot", tiba-tiba Noa berteriak dengan suara nyaring. Pengunjung Cafe didalam ruangan  itu melihat ke arah Noa, beberapa ada yang tertawa beberapa lagi tampak tidak peduli. 


Cruz dan Jim sama-sama kaget mendengar Noa berteriak. Jim langsung berusaha menutup mulut Noa dari balik meja bar. Cruz langsung paham kenapa Ran dan Jim melarang Noa minum terlalu banyak, tipe wanita pembuat onar saat mabuk. 


Cruz menatap Noa takjub karena dia menghabiskan botol keempatnya seperti sedang minum air putih.


Noa mulai cekikikan sendiri " 1 botol lagi tuan", Noa berkata kepada Jim sambil mengangkat tangannya seolah meminta sesuatu. 


Alih-alih memberikan minuman lagi, Jim malah menepuk tangan Noa " Tidak, kau tidur di ruang ganti sana. Kalau shift selesai aku akan mengantarmu pulang". 

__ADS_1


Noa melihat ke arah Jim dengan tatapan manja lalu memajukan badannya.


" Temanku yang baik, bolehkah aku di berikan sebotol lagi. Orang dermawan akan di berikan upah yang besar di surga ", Noa berbisik kepada Jim tapi suaranya terlalu keras untuk sebuah bisikan. 


Cruz yang dari tadi mendengar Noa mengoceh sembari minum langsung tersedak dan batuk batuk kecil. Noa yang mendengar Cruz terbatuk-batuk langsung turun dari kursi dan menepuk-nepuk punggung Cruz dengan tangannya. Dia memperlakukan Cruz seperti teman lama yang sedang minum bersama.


" Kamu baik-baik saja? ", Noa bertanya. 


Cruz yang kaget diperlakukan begitu oleh Noa hanya mengangguk.


  " Om jahat itu tidak ngasih kamu minum juga, ckckck. Wait, akan aku marahin dia", Noa berkata tapi setelah itu dia menatap wajah Cruz dengan seksama. Lalu seperti terkaget dia memegang kedua pipi Cruz.


Cruz kaget dengan apa yang di lakukan Noa. Sepertinya dia mulai mengenali Cruz. Cruz berusaha melepaskan tangan Noa dari pipinya. Jim berlari keluar meja bar untuk meraih Noa.


" Kamu kenapa ada di sini? ", Noa berkata kacau, aroma alkohol menyeruak dari mulutnya.


" Lepaskan pipiku", Cruz berbicara dengan suara yang tertahan. Pertama kali dalam hidupnya seorang wanita dengan lancangnya langsung memegang kedua pipinya, lebih tepatnya mencubit kedua pipinya.


Beberapa orang melihat ke arah mereka, penasaran.


" Aku menemukanmu..", Noa histeris. Membuat Cruz dan Jim membeku. Lalu Noa mulai menangis " Kenapa kau meninggalkan anakmu? Anak kita".


Jim menatap Cruz bingung, Cruz menggelengkan kepala menolak semua perkataan Noa. Sepertinya Noa sudah sangat mabuk sampai tidak bisa mengenali Cruz, artis paling terkenal di negeri ini.


Noa lalu melepaskan cubitannya di pipi Cruz, lalu berjalan ke kursinya lagi. Menghela nafas panjang, menatap Cruz sedih. " Kau tetap tidak mengakui anakmu? ", Noa menudingnya lagi.


" Wah gadis ini apa sudah mabuk? Aku belum punya anak", Cruz dengan gemas berbisik.


" Lalu Mili anak siapa? Huaaa...", Noa menangis.


Cruz bingung "Mili? Siapa Mili?", Cruz menatap Jim yang mulai tertawa.


" Jangan dengarkan dia. Mili adalah kucing di rumahnya. Maafkan kami tuan. Teman kami sudah sangat mabuk", Jim meminta maaf.


" Ya. Lupakan saja", Cruz menjawab sambil tersenyum kepada Jim, lalu kembali menatap Noa heran.

__ADS_1


Noa mulai merengek meminta minuman kepada Jim.


" Jim berikan aku sebotol lagi", katanya memohon.


Jim mendengus dan menyodorkan air dingin penuh es. 


" ck, dasar pelit", Noa sewot sambil meraih air dingin itu lalu menegaknya sedikit. Setelah itu dia merebahkan kepalanya di atas meja bar.


Cruz merubah posisi duduknya tepat di sebelah Noa. Wanita itu masih tertunduk. Cruz lalu menyodorkan gelas minumannya ke arah Noa sambil berkata


" Mau minum denganku? ", tanyanya.


Noa mengangkat kepalanya lalu melihat Cruz cukup lama, lalu tersenyum hangat di tengah mabuknya.


" Mili kamu baik banget. Aku suka ayah Mili ", Noa berkata kacau sambil mencubit pelan pipi Cruz.


Cruz tersenyum sambil memberi kode kepada Jim untuk memberikan gelas baru. Wanita bulan ini lucu juga begitu pikir Cruz.


Cruz lalu menuangkan minuman itu ke gelas Noa " Ini untuk wanita bulan", kata Cruz.


Noa memandangnya "Kau percaya padaku?.


" Tentu saja. Karena aku di rumah sering berbicara dengan vacum cleanerku", Kata Cruz asal.


" Ya...ya...siapa dia? Pacarmu?", Noa mengoceh.


" Hmmm. .. Dia teman lama", Cruz menegak minumannya.


Noa menegak minumannya lalu mulai mengoceh tidak jelas. Bercerita tentang editor galak, lalu tiba-tiba menjadi lesu, lalu ceria lagi. Terakhir dia menatap Cruz sangat dekat lalu berkata "wajahmu seperti cahaya bulan di atas langit ayah Mili".


Cruz tersenyum mendegar perkataan itu, lalu menatap Noa dalam. Ada sesuatu dari wanita ini yang dia lihat dengan cara berbeda, wanita yang unik.


Setelah berkata seperti itu Noa jatuh tertidur di atas meja bar.


***

__ADS_1


__ADS_2